BUCIN DARI KECIL

BUCIN DARI KECIL
23. Cemburu


__ADS_3

#jalarta


Hari ini dimana Yuri menemui Klien yang ingin membuat setelan jas di Boa butik namun orang tersebut meminta Yuri sendiri yang melayaninya


Di loby SJ Group


“permisi mbak” sapa Yuri


“ada yang bisa saya bantu mbak?” tanya resepsonis


“Apa bisa ketemu dengan tuan sanjaya” ucap Yuri


“apa sebelumnya sudah buat janji mbak?” tanya baik resepsonis


“sudah mbak, saya dari Boa butik” jelas Yuri


“tunggu sebentar ya mba saya tanyakan dulu” ucap resepsonis dan dia pun langsung menanyakan langsung ke sekertaris tuan Sanjaya.


“mbanya sudah di tunggu di ruangan tuan sanjaya di lantai atas ya” ujar Resepsonis selepas mnelfon sekertaris tuan sanjaya.


“Iya mba, maksih ya” ucap Yuri


“sama2 mbak” sahut resepsonis kantor.


Yuri pun beranjak menuju lantai atas diman letak ruangan tuan sanjaya berada.


“siang mba, tuan Sanjayanya ada?” tanya Yurii ketika dia sudah berada di depan meja sekertaris tuan sanjaya.


“oh ini dengan mba Yuri dari Boa butik?” tanya sang sekertaris untuk memstikan


“iya mba” sahut Yuri


“tunggu sebentar ya” ucap sang sekertaris


Tok tok (suara ketukan pintu)


“masuk”


“ada apa jes?” tanya Hotman


“ini pak, tamu yang dari Boa Butik sudah datang” jelas Jesika sekertaris Hotman.


“suruh masuk saja” pintah Hotman


“baik pak” saahut Jesika


Lalu sang sekertaris mempersilahkan tamu bosnya untuk masuk.


“silahkan masuk mba” ucap Jesika


“terimaksih ya mba”ucap Yuri


“ sama2 mba”ucap jesika dan langsung menutup pintu untuk kembali ke meja kerjanya.


Yurimerasa gugup di ruangan tersebut dan dia belum menyadari kau orang yang di hadapannya itu Hotman, karena posisi Hotman membelakangi Yuri.


Hotman mencoba menetralkan perasaan dan detak jantungnya sebelum dia berbalik dan menatap gadis yang akhir2 ini mengganggu pikirannya.


“selamat siang tuan, saya Yuri dari Boa Butik” ucap Yuri dengan posisi menunduk , dia merasa gugup dan takut terhadap orang di hadapannya itu.


Seketika mendengar suara Yuri, Hotman langsung membalikan kursi kerjanya menjadi menghadap ke arah Yuri.


“siang, apa lantai ruangan saya lebih menarik dari pada saya yang ada di hadapan anda nona?’” goda Hotman


Deg


Jantung Yuri berdetuk kencang seketika mendengar suara yang ia kenal tetapi dia mencoba membang pikirannya kalau di hadapannya itu bukan orang yang ia maksud.


“kenapa suaranya mirip denngan dia, gak gak mungkin ngapain sih gua mikirin dia terus” batin Yuri tanpa sadar menggelengkan kepalanya masih dalam posisi kepala menunduk.


“kenapa geleng2 kepala nona?” tanya Hotman menatap kelakuan gadis pujaan hatinya jadi gemes.


“eh.., tidak papa tuan” jawab Yuri


“mau sampai kapan anda menunduk terus nona,apa seperti ini cara anda melayani klien butik anda” ucap Hotman sedikit tegas suaranya.


Yuri mendengar ucapan kliennya seperti itu, dia memberanikan diri menegakan kepalanya dan terjadilah saling tatap antar Hotman dan Yuri.


“Ya allah saking aku kepikiran dia terus akhir2 ini sampai meihat wajah klien aku aja wajah dia, apa aku sudah bener2 jatuh cinta sama dia” batin Yuri yang belum menyadari orang di hadapannya itu orang yang dia maksud.


“jantung diamlah nanti bidadari gua bisa denger, bisa malu gua” batin Hotman


“jantung gua kenapa ini” batin Yuna


“ekhem ekhem” dekhaman Hotman membuat Yuri mengakhiri kontak mata mereka.


“maaf tuan maaf” ucap Yuri


“hai Yuri, ini kakak, masa kamu lupa sama muka kakak” ucap Hotman menyadarkan yuri, Yuri pun langsung menatap orang di hadapannya lagi untuk memastkikan.


“jadi bener orang yang ada di hadapku itu ka Hotman bukan cuman bayangan aku saja” gumam Yuri

__ADS_1


“hei ko malah bengong” ucap Hotman


“eh.., maaf tuan maaf” ucap Yuri


“ko masih panggil tuan” ucap Hotman


“ya kan anda sekarang klien saya tuan” jelas Yuri dia berusaha profesional dalam bekerja.


“da panggil seperti biasany saja, silahkan duduk, mau minum apa? Ucap Hotman mempersilahkan Yuri untuk duduk.


“air mineral saja ka” jawab Yuri


“eumm.., jadi kakak yang minta di buatkan jas?” tanya Yuri memastikan kalau kliennya benar orang yang tengah di hadapannya.


“iya kakak ingin buat setelan jas dan gaun dan meminta kamu yang membuatnya, untuk acara wisuda kakak 2 minggu lagi, bisa?” tanya Hotman


“Insyaallah bisa ka” jawab Yuri


“silahkan diminum” ucap Hotman dan meeletakan segelas air putih di meja.


“terimaksih ka” ucap Yuri


“sama2” sahut Hotman


“mau aku ukur sekarang?” tanya Yuri


“bisa” jawab Hotman


“silahkan kakak berdiri yang tegak” Pintah Yuri dan Hotmanpun mengikuti arahan Yuri.


Yuri meulai utnuk mengukur badan Hotman, rasa gugup menyerang mereka berdua hingga kini posisi mereka teramat dekat.


“cantik bidadari aku” batin Hotman sambil mentap gadis di hadapannya dengan lekat.


“tampannya, apakah seorang seperti aku bisa berharap bisa jadi pendampingnya” batin Yuri, Yuri menyadari lamunannya dia lannnngsung melepas pengukur badannya yang tengah melingkar di dada Hotman.


“sudah ka” ucap Yuri dengan gugup


“hemm” sahut Hotman dan mereka kemabali ke tempat duduk masing masing.


“untuk ukuran gaunnya gimana ka?” tanya Yuri


“oh untuk gaunnya ngukur badan kamu saja, sepertinya gak beda jauh ukurannya” ujar Hotman


“Baik ka” sahut Yuri


“Pasti itu buat kekasihnya, beruntung banget ya perempuan yang biaa dapetinnka hotman” batin Yuri ada rasa cemburu dalam dirinya ketika Hotman membuatkan gaun untuk seseorang yang dia tidak tahu siapa orang tersebut.


“menurut kamu cocok yang mana kalau buat saya, bisa kaku pilih kan?” tanya Hotman


“Coba saya pilih dulu ya ka” ucap Yuri dan mengambil kembali tab yang tadi ia berikan ke Hotman. Yuri membulak balikan layar tabnya mencari yang cocok untuk kliennya.


“Kalau menurut saya yang ini cocok buat kakak, tetapi jika kakak kurang suka kakak bisa” ucapan Yuri terpotong langsung sama jawaban Hotman.


“ ya sudah saya pilih yang itu saja, dan untuk gaunnya yang mana saja tolong kamu pilihkan asalkan jangan yang terlalu terbuka ya” ucap Hotman


“ Baik ka” sahut Yuri


(Kenapa hati aku rasanya sakit ya Allah ketika mendengar ka Hotman akan membuat gaun untuk seseorang, sadar Yuri kamu tuh siapa kamu hanya pegawai butik gak pantas bersanding dengan dia) batin Yuri


“ok kalau begitu demuanya sudah selesai, saya pamit dulu ka masih ada kerjaan di butik” ucap Yuri dengan raut wajah yang susah di artikan.


Ketika Yuri hendak ingin keluar langkahnya terhenti ketika mendengar suara Hotman.


“Tunggu” panggil Hotman


“kenapa ka?” tanya Yuri


“bisa temenin kakak makan siang “ ucap Hotman


“Tapi ka” Yuri ingin menolak tetapi tidak enak karena Hotman pernah menolongnya beberapa kai.


“kalau kamu tidak mau juga tidak papa, semuanya sudah selesai kan, silahkan jika kamu masih ada kerjaan bisa tinggalkan ruangan saya dan terimakasih atas waktunya” ucap Hotman dengan wajah dinginnya ketika mendengar jawaban gadis di depannya akan menolak ajakannya.


“ko ka Hotman seperti marah ya sama aku, apa aku terima aja ya ajan dia kancuman makan siang ini” gumam Yuri dengan wajah takut kalau orang di hadapannya itu bener marah karena menolak ajakannya.


“aku mau ka” ucap Yuri seketika


“mau apa?” tanya Hotman (yes) batin Hotman


“ya mau temenin kaka untuk makan siang, kan tadi kakak yang tadi minta aku temenin” jelas Yuri


“oh kirain kamu mau jadi istri kakak” goda Hotman


“apaan sih ka, becandanya gak lucu tau gak” ucap Yuri


“tapi mau kan kalau kakak minta kamu jadi istri kakak” goda Hotman membuat wajah Yuri memerah.


“tau ah, jadi makan siang gak nih, kalau gak jadi aku balik kebutik sekarang” ucap Yuri dengan tegas


“jadi dong, Yuk” ajak Hotman, mereka pun berjalan keluar kantor bersamaan, membuat kariyawan kantor pada heboh melihat mereka berjalan beriiringan.

__ADS_1


#singapore


Ketika Yuna sedang asik ngobrol dengan Yuri, Agung mengobrol dengan Krisna tiba tiba di deketi Ayah kangta dan teman bisnisnya.


“Gung kenalin ini rekan bisnis Ayah” ucap Ayah Kangta


“Oh ini anak tuan ternyata” ucap rekan bisnis Ayah.


“Agung tuan” sapa Agung


“Alexander, dan ini siapa?” tanya tuan Alex tertuju pada Krisna


“Ini sahabat saya tuan” jawab Agung


“Rencananya setelah lulus mau lanjut kuliah, apa langsung terjun ke perusahaan nih?” tanya tuan Alex


“Kebetulan saya sudah di terima kerja di salah satu perusahaan disini tuan” jawab Agung


“Kenapa gak langsung ngurus perusahaan sendiri?” tanya tuan Alex


“Saya mau mulai dari bawah dulu tuan” jawab Agung


“Oh begitu, oh ya saya kenalin sama putri saya mungkin kalian sudah kenal, sayang sini?” ucap Tuan Alex memanggil putrinya yang ternyata salah satu mahasiswi di kamus itu juga satu angkatan dengan Agung dan Krisna dan yang lebih parahnya itu dia cewek yang pernah di tolak oleh Agung.


“iya Ded” sahut anak Tuan alex


“Nih tuan ini putri saya, kenalin sayang ini rekan bisnis daddy dari indonesia dan ternyata rekan bisnis daddy ayahnya Agung” ucap Tuan Alex memperkealkan Anaknya kepada Ayah kangta dan Agung.


“Melodi Tuan” ucap melodi


“Dan ini Agung, kalian pasti sudah kenalkan, kalian kan satu kampus” tanya tuan Alex


“Iya ded sudah kenal” jawab melodi


Agung sebenernya males harus meladeni rekan bisnis Ayahnya itu , apalagi ada Melodi juga cewek yang so kecantikan kalau di kampis.


Melodi merasa senang daddy nya bisa mendekatkan dia dengan pria yang pernah menolak dirinya dan sangat populer di kampus, dia berharap akan di jodohkan dengannya.


Krisna yang merasa di kacangin dia lebih memilih gabung dengan Yuna dan Yuri.


Sedangkan Agung terus memberi kode ke ayahnya untuk mengakhiri obrolan ini karena dia males meladeni omongan Melodi dan daddynya.


“Kapan-kapan saya ajak makan malam di rumah ya tuan Kangta untuk memepererat persaudaraan aja” modus tuan Alex


“Iya tuan, tapi mohon maaf saya disini gak bisa lama karena perusahaan sudah menanti di tanah air, dan maaf tuan kita harus pamit, soalnya mau ada acara lagi setelah ini, kami mohon pamit” pamit Ayah kangta


“Oh baik tuan silakan, semoga lain waktu kita bisa berjumpa lagi tuan Kangta” ucap tuan Alex


“Iya tuan Alex, samapai jumpa lain waktu” pamit Ayah Kangta langsug berlalu dari hadapan Ayah dan anak yang bermuka dua itu.


Sedangkan Krisna setelah dia pergi dari perkumpulan Ayah dan Anak itu, dia menghampiri Yun dan juga Shany yang tidak jauh dari tempat Ayah Kangta dan Agung.


“kenapa ka, ko keliatannya kesel begitu?” tanya shany melihat Krisna datang dengan raut wajah yang menahan emosi.


“gimana gak kesel coba, tuh liat ada orang yang sedang cari muka di hadapan Ayah, ternyata Ayah sama Anak sama aja yah suka cari muka” jelas Khrisna dengan nada kesel.


“loh bukannya itu ka melodi ya?” tanya Shany penasaran.


“iya dia cewek ynag sempet Agung tolak, dan itu bapaknya yang lagi ngobrol bareng sama mereka” jelas Krisna.


Sedangkan Yuna mendengar ucapan asisten sekaigus sahabat suaminya itu dia terus mentap suaminya dan Ayah mertuanya.


"kenapa melihat dia dekat dengan perempuan lain hati aku rasanya sakit ya Allah, perasaan apa ini, apa bener aku sudah mulai jatuh cinta sam suamiku” batin Yuna


Di tengah lamunannya tiba tiba mereka di hampiri Ayah Kangta dan Agung.


“sayang, hei ko melamun’ panggil Agung sembari melingkarkan tangannya di pundak sanag istri.


“eh mas” ketika tersadar dari lamnannya


“Kamu kenapa, kamu skait?” tanya Agung


“gak, au baik2 saja ko” jawab Yuna


“oh ya, gimana kita makan siang bareng dulu sebeum pulang” ide Ayah Kangta.


“boleh tuh ya, kebetulan kita sudah pada lapar nih yah” sahut krisna


“kita, lo aja kali yang perutnya perut karet” sahut Agung


“jangan begitu lah bro, jangan buka rahasia” ujar Krisna


“uda cepetan lo reservasi di restoran biasanya” pintah Agung


‘baik bos” sahut Krisna



nih penampilan mas Hotman kalau ke kantor


Maaf ya baru bisa Up 1 bab Soalnya di sambi sambil kerja.

__ADS_1


__ADS_2