
Setelah ba’da isa, Yuno baru sampai di lobby rumah sakit, dia turun dari mobil langsung menelusuri lorong rumah sakit mencari ruangan sang adik, yang sebelumnya sudah di beri tahu oleh adik iparnya.
Ketika sudah sampai di depan ruangan yang di maksud, Yuno langsung menekan handle pintu dan menekannya ke bawah lalu mendorong pintunya secara perlahan takut jika adiknya tengah istirahat.
Yuno memasuki kamar rawat inap Yuna dan menutup pintunya kembali, dia belum menyadari kalau ada dua sejoli yang sedang saling bercumbu di ranjang sebagai tanda menyalurkan rasa bahagia keduanya.
Setelah menutup pintu dan balik badan, Yuno baru melihat kalau adik dan adik iparnya sedang adega live secara langsung di hadapannya dan belum menyadari kalau dirinya masuk ke kamar rawat Yuna.
“Khem khem” Yuno mencoba mengkode, biar dua sejoli di hadapannya menyadari kalau di ruangan ini tidak hanya ada mereka berdua.
Mendengar suara dekhaman seseorang otomatis Yuna memukul dada suaminya meminta untuk mengentikan ciuman mereka, ketika bibir mereka sudah terlepas satu sama lain, Agung langsung mengulurkan tangannya untuk membersihkan sisa sisa ciuman mereka di bibir tipis istrinya dan pandangan merekapun saling bertemu.
“Khem khem”
Mendengar suara seseorang, mereka berdua otomatis melihat ke arah sumber suara dan hanya Yuna yang kaget kakak nya tiba tiba ada di kamar rawatnya sekarang, sedangkan Agung hanya berdecak ketika aktivitas bersama istrinya terganggu oleh kedatangan kakak iparnya.
“kakak, kakak ko bisa ada disini?” Tanya Yuna
“Cekh, ganggu aja nih si jomblo akut” gumam Agung masih terdengar oleh Yuna dan juga Yuno yang sedang berjalan menghampiri tempat tidur sang adik.
“Bee, gak boleh begitu ah” ucap Yuna dengan melirik ke arah suaminya.
“Biarain saja dek, dasar adik ipar durhaka lo, lagian kalian tuh ya kalau mau kaya gitu tuh di kunci pintunha, coba kalau tadi yang masuk bukan gua, kalau tadi yang masuk tenaga medis gimana coba, mau di taruh dimana tuh muka” omel Yuno
“Ya maaf bang orang kelepasan tadi” sahut Agung, mendengar sahutan suaminya membuat Yuna malu di depan kakaknya.
“Gimana keadaan kamu dek?” Tanya Yuno ketika sudah berada di samping ranjang sang adik.
Bukan menjawab pertanyaan kakaknya, Yuna malah minta di peluk oleh sang kakak, “kakak Ana mau peluk” ucap Yuna dengan manja merubah posisinya menjadi duduk dan merentangan tangannya.
“Pelan pelan sayang” ucap Agung ketika melihat istrinya merubah posisinya secara terburu buru.
Yuno pun langsung menyambut rentangan tangan sang adik, dan membawa adiknya dalam pelukannya, sedangkan Agung masih tetap dengan posisi merebahkan badanya di ranjang pasien tepat di samping Yuna dengan satu tangannya ia jadikan bantal.
“Sudah sayang, jangan lama lama peluknya” ucap Agung melihat adik, kakak di depannya masih saling berpelukan.
“Dasar posesif” ucap Yuno lalu melerai pelukannya.
Setelah melarai pelukannya dari sang adik, Yuno menanyakan bagaimana keadaan adiknya, dan Agung pun menceritakan gimana keadaan istrinya dan apa yang di sampaikan oleh dokter kepadanya, dan tiba tiba Agung dan Yuna saling pandang seakan akan mengkode sesuatu, membuat Yuno menjadi curiga kepada pasangan suami istri di hadapanya.
“Kalian kenapa saling melirik begitu matanya, mencurigakan?” Tanya Yunu meneyelidik
“Kita punya kabar gembira buat Abang”ucap Agung
“Kabar gembira apaan, oh jangan jangan gua mau dapat ponakan ya dari kalian” tebak Yuno menatap intens wajah keduanya.
“Bukan bang, baru saja di bikin beberapa hari yang lalu, masa sudah jadi” ucap Agung dengan santai tanpa merasa malu dengan kakak iparnya, sedangkan Yuna jangan ditanya wajahnya sudah memerah menatap tajam suaminya.
“Piss sayang” ucap Agung sembari menunjukan kedua jarinya sebagai tanda perdamaian, “Kita itu mau kasih kabar abang, kalau sekarang Ana ingatannya sudah kembali” ucap Agung
“ bener dek, kalau kamu sudah ingat semuanya?” Tanya Yuno menatap wajah Yuna untuk memastikan, dan langsung di angguki oleh Yuna sebagai jawabanya.
__ADS_1
Otomatis Yuno langsung memeluk sang adik, “alhamdulillah, pasti papi dan mami senang banget mendengar kabar bahagia ini”ucap Yuno
“Janagn kasih tahu mami papi dulu bang” ucap Agung tiba tiba, membuat adik kakak ya sednag saling berpelukan itu menatap wajah Agung dengan intens.
“Kenapa gua gak boleh kasih tahu mami papi?” Tanya Yuno
“Karena biar gua dan Ana yang akan kasih tahu secara langsung karena Sabtu ini gua mau ajak istri gua Honeymoon ke Barcelona, nanti sebelum pulang kita mampir ke England untuk mengunjungi mami dan papi” jelas Agung
Yuna tidak percaya apa yang di ucapakan suaminya, ternayata suaminya sudah merencanakan semuanya untuk mengunjungi kedua orang tuanya sesuai janjinya.
“Yang bener bee kita mau kesana?” Tanya Yuna menatap wajah suaminya.
“Iya sayang , kamu mau ke Muhba kan di barcelona? Tanya Agung dan langsung di jawab dengan anggukan Yuna secara cepat.
“Kita akan ke muhba dan menginap di salah satu villa catalonia” ucap Agung, Yuna samapai tidak percaya, itu semua adalah tempat yang sangat ingin Yuna kunjungi, Yuna pun melepas pelukan kepada kakaknya dan langsung memeluk suaminya yang kini tengah duduk di ranjang tempatnya, dan Agung pun langsung membalas pelukan istrinya lalu mencium puncak kepala sang istri.
“Thank you bee, aku sudah lama mau sekali liburan kesana tetapi tidak pernah dapet izin dari papi karena tidak ada yang bisa menemani aku, termasuk itu tuh” ucap Yuna menyindir sang kakak.
“Ya kan kakak sibuk dek” sahut Yuno yang merasa disindir sama adeknya.
“Sekarang kan sudah ada mas, jadi kamu mau liburan kemana saja insya allah mas akan temani kamu” ucap Agung sembari mengelis rambut istrinya.
“Yang bener bee?” Tanya Yuna mendongakan kepalanya menatap wajah suaminya untuk memastikan apa kah omongan suaminya serius atau tidak.
“Iya sayang, apa sih yang gak buat kamu, cup” ucap Agung langsung mengecup bibir istrinya yang kini tengah menatapnya membuat Agung tidak tahan untuk mengecup bibir sang istri.
“Lama kelamaan gua tinggal nih yah, kalian tuh bisa gak sih mesra mesraanya tau tempat” ucap Yuno melihat adegan pasangan bucin di hadapannya.
“Sayang, kamu belum makan, mau makan dari rumah sakit atau nunggu El datang, kata Ayah tadi bibi bawain kita makanan” ucap Agung
Ya, Ayah Kangta sepulang dari rumah sakit, sesampainya di mansion langsung meminta bi Ening untuk menyiapkan pakaian Putra dan menantunya untuk di bawa ke rumah sakit, dan kebetulan bi Ening sedang menyiapkan makan malam, jadi Bi Ening sekalian membawakan makanan lebih banyak untuk mereka makan di rumah sakit.
“Aku mau makan masakan rumah saja bee” ucap Yuna
“Hem, baiklah tunggu sebentar ya sebentar lagi juga El datang” ucap Agung
“Iya bee” sahut Yuna
Sembari menunggu El datang, Agung menanyakan kenapa pas tadi Yuna di tanya dokter jawabnya seperti belum kembali ingatannya, lalu Yuna pun menceritakan kalau dia ingin memeberi kejutan buat Agung, dan dia juga sudah memberi tahu Ayah kalau ingatan dia telah kembali ketika Agung ke ruangan dokter.
“Jail banget sih sayang” ucap Agung sembari menarik hidung sang istri dengan posisi mereka sekarang sudah sama sama tiduran di ranjang dan saling berhadapan.
“Sakit bee”keluh Yuna sembari mengusap hidungnya.
“Masa sih, sini sini biar tidak sakit cup cup cup” ucap Agung langsung memberi beberapa kecupan di hidung sang istri.
“Masih sakit hemm?” Tanya Agung sembari tangannya mengelus pipi Yuna, dan Yuna pun langsung menggelengkan kepalanya.
Di tengah tengah obrolan mereka, tiba tiba ada yang mengetuk pintu ternyata yang datang suster mengantar makan malam untuk Yuna, tetapi Agung meminta kepada suster untuk di bawa kembali saja makanannya, akhirnya suster mengikuti perintah Agung membawa kembali makanannya.
Selang beberapa menit setelah suster datang, pintu kamar pun kembali di ketuk dan ternyata kali ini sesuai dugaan El yang datang membawa beberapa papar bag yang satu berisi pakaian untuk Yuna dan juga Agung dan yang lainya berisi makanan.
__ADS_1
Agung meminta El untuk ikut makan juga dan istirahat di sofa kamar saja bersama Abang Yuno, Agung langsung beranjak dari ranjang sang istri untuk mengambilkan makanan untuk istrinya, dan juga membangunkan Yuno untuk makan malam.
Yuno menikmati makan malamnya di sofa bersama dengan El, sedangkan Agung setelah mengambil makanan buat istrinya, dia kembali ke tempat tidur istrinya dan siap untuk memberi suapan kepada istrinya, awalnya Yuna menolak dia minta makan sendiri dengan tujuan supaya suaminya juga bisa ikut makan, tetapi Agung kekeh ingin menyuapi Yuna dan akhirnya Yuna pasrah dan menerima dan menikmati makanan yang di beri Agung.
Setelah selesai menyuapi Yuna makan, kini giliran Agung yang makan malam sembari mengobrol di sofa bersama El dan juga Yuno, sedangkan Yuna sedang asik berbalas pesan dengan Yuri dengan menggunakan handphone suaminya karena handphonenya tertinggal di mansion.
Selesai makan Agung langsung beranjak dari sofa kembali ke ranjang pasien sang istri, sembari menunggu makanan turun ke perut Agung bercerita bagaimana dulu ketika dirinya baru mengethaui secara tidak sengaja emndengar ucapa Ayah Kangta si telfon kalau sebenarnya Yuna itu bukannya melupakan Agung, tetapi Yuna mengalami amnesia akibat kecelakaan.
Dan Agung pun bercerita awal mula dia ingin pindah sekolah ke jakarta karena ketika Yuna kelas 1 SMA dan sekolah Yuna mengikuti acara camping di bandung dan ketika itu pun sekolah Agung ikut acara camping itu, dan di camping itu Yuna sempat ada yang memberi surat dan isi dari surat itu, Yuna diminta untuk menemui Dimas di sebuah gudang, memang sebelumnya Dimas juga mengatakan kepada Yuna, kalau dirinya meminta nanti malam untuk bicara berdua, tetapi Dimas memberi tahu tempatnya di danau yang tidak jauh dari lokasi camping, di kira Yuna surat itu memang dari Dimas yang minta merubah tempat lokasi untuk bertemunya, ternyata dia malah terjebak dalam gudang yang gelap itu.
Agung ketika mengetahui Yuna telah hilang dari lokasi camping dia, Hotman dan juga teman temannya langsung keliling mengelilingi berbagai tempat yang tidak jauh dari lokasi campingnya, dan Agung pun mendengar seperti ada suara minta tolong dari arah gudang dan setelah Agung mendekat ke arah gudang ternyata benar itu suara Yuna berada dalam gudang, dia langsung mencari cara untuk membuka pintu gudang yang terdapat ada sebuah gembok sudah dalam terkuci rapat, dan akhirnya dengan beragai cara Agung bisa membuka pintu gudang tersebut dan ketika memasuki gudang tersebut dia melihat keadaan Yuna yang sudah berkeringat dingin dan sesak nafas karena semenjak kecelakaan Yuna mengalami fobia gelap.
Agung langsung menggendong Yuna dan meminta Hotman untuk meminjam mobil salah satu gurunya untuk membawa Yuna ke rumah sakit SJ Hospital, setelah Yuna di tangani dokter Agung segera menghubungi Ayahnya dan menceritakan apa yang terjadi kepada Yuna.
Dan Ayah Kangta setelah dapat kabar kalau Yuna masuk rumah sakit dia langsung menghubungi mami Boa dan juga papi Kadir, selama Yuna belum sadar Agung selalu menemani Yuna di sampingnya hingga ketika Papi dan mami sudah datang dengan terpaksa Agung harus kembali mengikuti camping dan kenapa Yuna mengira Dimas yang menolongnya karena ketika dia sadar yang sedang menemani dia ketika itu adalah Dimas karena mami dan papi sedang menemui dokter, dan semenjak kejadian itu Agung meminta kepada Ayah untuk pindah sekolah ke sekolah Yuna, karena Agung yakin di sekolah Yuna ada murid yang tidak suka dengan Yuna.
Yuna mendengar cerita dari suaminya sampai meneteskan air matanya, begitu banyak pengorbanan suaminya agar bisa menjaga dan melindungi dirinya, lalu dia pun langsung memluk erat Agung yang kini berada di sampingnya.
“Terimakasih bee kamu selalu menjaga dan melindungi aku” ucap Yuna lirih
“Sama sama sayang, itu kan sudah janji aku dulu sama Ayah, bahwa aku akan selalu melindungi dan menjaga kamu, dan kamu tahu kenapa mami dan papi meminta kamu untuk kuliah di singapore dan tidakl mengizinkan kamu kuliah di jepang?” Tanya Agung, Yuna kaget ko suaminya bisa tahu kalau dia dulu ingin kuliah di jepang tetapi tidak di izinkan karena tidak ada yang bisa menjaganya.
“Ko kamu bisa tahu bee, kalau aku dulu mau kuliah di jepang” ucap Yuna menatap wajah suaminya.
“Ya tahu lah, apa sih yang mas tidak tahu dari kamu” ucap Agung dengan bangga.
“Cihh, sombong banget anda” sahut Yuna,”mami hanya bilang kalau aku kuliah di singapore aku bisa tinggal bersama ka Yuno yang waktu itu posisinya sedang mimpin kantor SM Group cabang singapore” ucap Yuna
“Iya itu salah satu alasannya dan satu alasan lagi karena di kampus biar kamu ada yang jagain yaitu mas sendiri” ucap Agung
“Ko aku selama ini gak sadar kalau selama ini di awasi kamu bee?” Tanya Yuna
“Ya gak tahu lah, orang kalau mas lagi ada kerjaan atau ada kelas kan ada bodygard setia kamu yang mengikuti kamu kemana pun dan melaporan semuanya ke mas, jadi mas tahu kamu ngapain saja seharian” ucap Agung
“Bodygard, bodygard apa lagi” ucap Yuna
“Tuh si El, sebenarnya El itu orang kepercayaan mas yang mas jadikan bodygard untuk kamu karena dia jago bela diri” ucap Agung
“Pantesan aku melihat wajah ka El tuh seperti tidak asing, seprti pernah lihat gitu” ucap Yuna
“Sudah sekrang waktunya istirahat ya” pintah Agung
“Tapi aku masih mau dengar cerita kamu bee” mohon Yuna dengan wajah memelasnya.
“Kan bisa di lanjutkan nanti sayang ceritanya, kamu harus istirahat sekarang, supaya besok bisa cepet sembuh dan bisa cepat pulang” pintah Agung
“Baiklah” akhirnya Yuna mengikuti perintah Agung untuk segera tidur, Yuna langsung mempererat pelukannya dan langsung membenamkan wajahnya tepat di dada Agung, lalu memejamkan matanya, Agung melihat istrinya memejamkan matanya lalu dia memberikan ciuman selamat tidur tepat di puncak kepala istrinya.
“Good Night my wife” ucap Agung
“Good Night bee” sahut Yuna
__ADS_1