BUCIN DARI KECIL

BUCIN DARI KECIL
18. Salah Paham


__ADS_3

Hampir menjelang siang Lia baru sampai di SM Group.


"Maaf mbak, tuan agung nya ada?" tanya Lia sesampainya di lobby kantor.


"Maaf sebelumnya sudah buat janji?" tanya balik Resepsionis.


"Sudah mbak, bilang saja atas nama Lia" jelas Lia


"Oh ya tunggu sebentar ya nyonya" ucap  Resepsionis kantor.


"Iya" sahut Lia


petugas resepsionis pun langsung menghubungi Amber selaku sekertarisnya Agung untuk memastikan benar tidak kalau Bosnya punya janji dengan wanita bernama Lia.


"Dengan nyonya Lia, silahkan sudah di tunggu sama tuan Agung di ruangnannya di lantai atas ya" ucap Resepsonis setelah menghubungi sekertaris Agung.


"Makasih mba" ucap Lia


"sama-sama nyonya" sahut Resepsionis kantor.


#kampus


Yuna dan shanny baru keluar kelas kini mereka berjalan menuju parkiran.


"Na habis ini lo langsung pulang?" tanya Shany


"Gak, gua mau beli makanan terus mau ke kantor makan siang bareng suami dan mertua gua" jawab Yuna


"Cie uda ngakuin nih sekarang ceritanya" ledek Shany


"Apaan sih lo, orang ini juga dia yang minta kesepakatan kalau kita pura-pura seperti suami istri beneran selama ayah mertua gua disini" jelas Yuna


"pura-pura ko kelihatannya semangat begitu mau nyamperin pak suami" ledek Shany


"Uda ah ngomong sama lo mah makin ngelantur, uda gua duluan ya bye..." pamit Yuna


"Bye..., salam buat ayang beb gua ya" ucap Shany


"Salamin sendiri" sahut Yuna sambil berjalan menuju mobil.


"Gak ah malu gua" ucap Shany


"Uda ya bye" pamit Yuna sambil melambaikan tangannya ke belakang.


"Bye" sahut Shany


Kini Yuna menjalankan menuju restoran untuk membeli makanan,   setelah makanan sudah dia dapat langsung bergegas menuju kantor.


#kantor


tok ttok


"masuk" sahut Agung ketika ada yang mengetuk pintu.


"maaf tuan Nona Lia sudah datang" ucap Amber memberi tahu kalau tamunya sudah datang.


"silahkan masuk nona" ucap Amber mempersilahkan Lia masuk ker uangan Agung.


"makasih mba" sahut Lia


"sama-sama kalau begitu saya permisi tuan" pamit Amber


"Siang Gung" sapa Lia


"Siang, duduk li" ucap Agung mempersilahkan Lia untuk duduk di sofa dimana di sofa itu juga ada Ayah Kangta.


"eh lagi ada tamu Gung, gua ganggu ya" ucap Lia


"masa lo lupa siapa beliau" ucap Agung ikut menghampiri Ayah dan Lia di sofa


"ini nak Lia yang tadi kamu kasih tahu Gung?" tanya Ayah yang melihat teman sekolah anaknya berubah drastis sampai tidak bisa mengenalinya.


"iya yah" jawab Agung


"oh ini Om Kangta gung?" tanya Lia penasaran


"iya ini Ayah gua masa lo lupa" jawab Agung


"Ya Tuhan, Om apa kabar? uda lama banget ya kita gak ketemu" sapa Lia


"Alhamdulillah baik, mama papa kamau Apa kabarnya?" tana balik Ayah Kangta


"kalau mama, papa sudah gak ada om" jawab Lia


"turut berduka ya, meninggal kenapa nak?" tanya Ayah Kangta


"mama sakit, meninggal pas aku baru lulus SMA, dan kemudian papameninggal setelah 1 bulan aku menikah karena sakit juga" jelas Lia


"turut berduka ya nak" ucap Ayah Kangta


"terimakasih om, oh ya Gung nih pesanan lo" ucap Lia sembari menyerahkan paper bag berisi pakaian utnuk wisuda.


"lebih baik lo suruh om coba dulu mumpung om ada disini, kalau ada yang kurang gua benerin mumpung masih ada waktu" ucap Lia


"boleh deh, nih yah, Ayah coba dulu deh buat acara besok" jelas Agung


"ok sini Ayah coba dulu" sahut Ayah


"dan kalau bisa istri lo juga cobaain biar bisa gua pasin gaunnya" ucap Lia


"oh ya kebetulan dia bentar lagi mau kesini mau nagnterin makan siang" jelas Agung


"oh ya lo mau minum apa?" tanya Agung

__ADS_1


"gak usah reppot-repot kaya sama siapa aja lo, gua tadi uda kenyang minum pppas lagi meeting sama klien" jawab Lia


#lobby


seorang perempuan menuju meja resepsionis dengan membawa paperbag berisi makanan, ya perempuan itu adalah Yuna.


"maaf nona ada yang bisa saya bantu" tanya Resepsionis


"iya mbak, apa pak Agungnya ada?"  tanya Yuna


"maaf nona dengan nona siapa, apa sudah buat janji? tanya Resepsionis.


"tunggu dulu ya nona soalnya tadi Tuan Agung sedang ada tamu" jelas resepsionis.


"baik mbak" sahut Yuna


Yuna menunggu di sofa  depan meja resepsionis hingga Yuna bisa mendengar obrolan para resepsionis.


"namanya orang ganteng ya yang deketin juga uda pasti cantik-cantik" ucap sesama rekan resepsionis.


"iya lah uda pasti itu mah, tadi aja tamunya cantik banget seperti model badannya ya tinggi, nona ini juga gak kalah cantiknya" ucap Resepsonis


Yuna pun yang mendengar obrolan para tugas resepsionis menjadi penasaran siapa kah gerangan tamu yang datang menemui suaminya.


"jadi tamu mas Agung sekarang seorang perempuannnn, apa dia kekashnya mas Agung, kenapa hatiku rasanya sakit ya Allah kalau sampai bener perempuan itu adalah kekasih mas Agung" gumam Yuna


ketika Yuna sedang asik dengan pemikirannya sendiri ada yang menghampiri dirinya yaitu Krisna sang asisten suaminya, ketika Krisna lewat lobby hendak akan makan siang di cafe sebrang kantor dia melihat nyonya bosnya sedang menunggu di depan resepsionis.


"siang tuan Krisna" sapa resepsionis


"siang" sahut Krisna


"Bu bos kenapa gak langsung naik aja?" tanya Kisna


"eh Ka Krisna, kata mbaknya mas Agung lagi   ada tamu" jelas Yuna


mendengar jawaban nyonya bosnya Krisna pun menghampiri resepsionis.


"mbak lain kai kalau ada nona itu datang langsung aja suruh naik ke atas, kalian tahu siapa dia?" tanya Krisna


"tidak tahu tuan" jawab Resepsionis


"dia adalah istri bos kalian" jelas Krisna


"maaf nona kami tidak tahu" mohon resepsionis ke Yuna


"uda gaak papa mbak, kalian kan hanya menjalankan peraturran kantor" jelas Yunaa


"sekali lagi kami minta maaf nona bos" ucap resepsionis


"iya uda saya maafin ko" jawab Yuna


"makasih Nona" ucaap resepsionis


"apa gak ngerepotin ka Krisna?" tanya Yuna


"saantai aja bu bos" sahut Krisna


"ka jangan panggil bu bos serasa tua aku tuh, panggil Yuna aja" pintah Yuna


"saya panggil nona aja ya, ggak enak sama pak bos nona" ucap Krisna


"terserah ka Krisna aja lah" sahut Yuna


Krisna dan Yuna berjalan menuju ruangan Agung yang berada di lantai paling atas, sesampainya di lantai itu Amber tidak ada di tempat karena ini sudah masuk jam makan siang, akhirnya Yuna meminta Krisna mengantar sampai depan pintu saja dia akan masuk ke ruangan Agung sendiri.


"sudah sampai sini aja ka, biar aku masuk sendiri aja, kakak tadi mau ada keperluan kan" ucap Yuna


"ya sudah, saya tinggal gak papa Na?" tanya Krisna


"gak papa ka, itu kan ruangannya?" tanya balik Yuna sambil menunjuk ke arah ruangan Agung


"iya, bu bos langsung masuk aja, sekertaris pak bos lagi makan siang kayaknya" ucap Krisna


"baik Ka, makasih ya Ka" ucap Yuna


"sama-sama nona" sahut Krisna langsung memasuki lift yang khusus CEO, setelah Krisna menghilang di balik lift Yuna berjalan menuju ruangan Agung dan masuk ke ruangan Agung tanpa mengetuk pintu, sedangkan dua orang di dalam sedang ngobrol sambil ketawa sembari menunggu Ayah yang sedang mencoba pakaian di dalam kamar pribadi agung yang ada di ruangannya.


cekleck (suara pintu)


"Mber, sudah bilang kalau mau masuk tuh ketok pintu dulu" ucap Agung tanpa melihat siapa yang di bali pintu itu karena posisi Agung membelakangi pintu.


Yuna melihat mendengar sambutan suaminya dan melihat kalau suaminya sedang ngobrol berdua dengan seorang perempuan langsung merasakan hatinya seperti di cubit, apalagi dia melihat  perempuannn itu memang cantik seperti model, seperti yang dia denger dari resepsionis di lobby tadi.


"maaf ganggu waktu kaalian" ucap Yuna langsung keluar dan menutup pintu.


Deg


Agung yang mendengar suara istrinya langsung membalikan badan dan melihat istrinya keluar Agung langsung mengejarnya.


"gawat" pekik Agung


"kenapa Gung" tanya Lia


"istri gua" sahut Agung


Cekleck Bruk


"Dek tunggu" panggil Agung sembari mencekal tangan Yuna yang hendak masuk lift.


"Ya allah kenapa rasanya sesakit ini melihat dia berduaan dengan perempuan lain" batin Yuna


"ko kamu gak bilang kalau sudah sampai kantor, kalau bilang kan biar mas jemput di  lobby" ucap Agung

__ADS_1


"gak usah lebay deh, emang aku anak kecil yang gak bisa nanya sama orang kantor dimana ruangan bosnya" ucap Yuna ketus


"ya sudah yuk masuk" ajak Agung


"gak usah, takut ganggu orang lagi pacaran, oh ya nih makanannya dan bilang ke Ayah kalau aku gak enak badan jadi gak jadi makan siang bareng, maaf uda ganggu waktu mas" ucap Yuna sambil menunduk tidak berani menatap mata Agung.


"hey kalau bicara tuh liat orangnya" ucap Agung yang melihat istrinya berbicara sambil menunduk.


Dan ketika Yuna memberanikan diri menatap wajah suaminya, suminya malah ketawa.


"malah ketawa lagi, orang gak adayang lucuuu juga" ucap Yuna meurut Agung wajah istrinya sangat menggemaskan dan lucu ketika sedang merajuk.


"hei dengerin mas" ucap Agung sembari memegang kedua tangan istrinya.


"apa" sahut Yuna ketus.


"dengerin mas dulu, tadi tuh teman mas sekolah jaman SMP bukan pacar mas, dia tuh designer di daerah sini yang butiknya lumayan besar dan dia kesini tuh mau antarr pesanan mas buat acara besok wisuda" jelas Agung


"mau teman ke mau pacar ke, aku juga gak peduli" sahut Yuna


"gak peduli ko merajuk atau kamu sudah jatuh cinta sama mas ya , adek cemburu kan melihat mas sama lia tadi di daam" goda Agung


"iya juga yah kenapa gua harus marah melihat dia berduaan sama cewek lain, gak mungkin gua cemburu sama tuh cewek" batin Yuna


"idih pede banget anda, mana ada saya cemburu" jawab Yuna


mendengar jawaban Yuna hati Agung rasanya sakit banget mendengar langsung dari mulut perepuan yang dicintainya.


"iya sih gak mungkin adek cemburu sama mas, kan uda ada yang lain di hati adek"  ucap Agung


"segitu tidak sukanya kah kamu sama mas dek sampai seberani itu kamu secara langsung menolak mentah-mentah keberadaan mas di hidup kamu" batin Agung


"bukan begitu maksud aku" jelas Yuna


"sudah lagian tadi mas juga di dalam tidak cuman berdua, ada ayah juga sedang mencoba pakaian di kamar, uda yuk masuk dari tadi Ayah sudah menunggu kamu di dalem" ajak Agung


Yuna mendengar ucapan Agung jadi merasa bersalah sudah menuduh kalau suaminya sedang pacaran.


Di luar ruangan Agung sedang membujuk istrinya untuk masuk sedangkan yang di dalam ruangan Ayah Kangta keluar kamar tidak melihat Agung disitu.


"Loh si agung mana nak?" tanya Ayah Kangta


"Itu om nyamperin istrinya di luar" jawab Lia


"Oh istrinya sudah dateng" ucap Ayah


"Iya om tadi uda sempet masuk, eh dia liat aku lagi ngobrol sama Agung eh dia keluar lagi, kyanya salah paham deh om sama aku" jelas Lia


"Uda gak papa bentar lagi juga masuk" uacp Ayah


Dan bener tidak lama, Akhirnya Agung dan Yunaa masuk ke dalam ruang kerja Agung dengan Tangan Yuna terus di genggam oleh Agung.


Ceklek


"Maaf nunggu lama ya"ucap Agung saat masuk sembari menggandeng tangan sang istri.


"Ko ayah kelihatan akrab banget ngobrolnya sama tu perempuan, sebenernya apa sih hubungannya tu perempuan sama laki gua, ah uda ah gak peduli mau beneran pacarnya ke mau mantannya ke gua gaknpeduli" ucap Yuna dalam hati sampai geleng-geleng  kepala sendiri.


"iya gak papa ko gung" sahut Lia


"Kenapa nak ko geleng-geleng kepala begitu?" tanya Ayah Kangta ketika melihat menantunya menggelengkan kepala.


"Gak papa yah, cuman lagi sedikit pusing aja kepalanya" jawab Yuna


"Jadi kmu beneran pusing de?" tanya Agung.


Yuna pun tidak merespon apa yg di tanyakan Agung


"Kalau kamu pusing, sekarang cepet makan dan setelah itu minum obat ya" ucap Agung Khawatir


"Apaan sih mas biasa aja kali gak usah lebay gitu" sahut Yuna


Dua orang yg disitu hanya geleng-geleng kepala liat kekawatiran Agung terhadap Yuna.


"Oh ya kamu bawa makanan apa nak?" tanya Ayah Kangta


"Ini yah" ucap Yuna


"uda kamu duduk disini aja biar mas yg suapin makannya ya" ucap Agung


"oh ya li kenalin ini Yuna dan de kenalin ini lia temn SMP mas waktu sekolah.


"Lia" uac Lia memperkenalkan diri


"Yuna" sambut Yuna, "tuh dia aja gak ngenalin kalau gua istrinya, padahal maksud Agung gak mempernalkan Yuna sebagai istrinya kareana satu Lia sudah tahu kalau Yuna adalaaah istri Agung dan yang kedua Agung takut Yuna tidak nyaman kalau di perkenalkan sebagai strinya.


"Ya sudah nak lia sekalian aja ikut makan siang bareng" ajak Ayah


"Gak usah om, aku tadi uda makan sama klien dan kayak nya aku harus pamit sekarang deh ada kerjaan soalnya" pamit Lia


"Oh gitu ya sudah sukses terus ya na" ucap Ayah Kangta


"Iya om makasih" sahut Lia


"Gua pamit ya gung" pamit Lia


"Iya, terimakasih ya li uda repot-repot nganterin  kesini" ucap Agung


"Lo kayak sama siapa aja" sahut Lia


"saya pamit dulu ya om, yuna, gung" pamit Lia


"iya hati hati di jalan lo" ucap Agung.

__ADS_1


__ADS_2