
Agung selesai meeting langsung pulang karena sudah tidak ada kerjaan yang begitu penting di kantor, padahal sebenernya supaya pengen cepet cepet berduan sama sang istri memanfaatkan kesempatan selama ayahnya masih di singapure.
“Kris habis ini gua ada jadwal lagi tidak”tanya Agung.
“Kyanya gak ada bos, memangnya kenapa bos?” tanya balik Krisna
“Mana kunci mobil gua?” tanya Agung tidak memperdulikan pertanyaan dari asistennya.
“Nih, puji syukur tuhan si pak bos mau nyetirin gua” sahut Krisna sembari memberikan Kunci mobil ke bosnya.
“Eh siapa juga yang mau nyupirin lo” ucap Agung menatap sang asisten
“Lah itu, minta kunci mobil buat apa coba kalu gak buat nyetir?” tanya Krisna dia mengira bosnya meminta kuci mobil, bosnya yang akan menyetir.
“Gua mau pulang duluan, nanti kalau ada berkas
yang mesti di tanda tangani lo kirim ke rumah gua sembari bawa tas kerja gua ya, lo kan pulang lewatin rumah bini gua tuh” jelas Agung
“Baru gua seneng gung dikira lo mau nyupirin gua” ucap Krisna melirik sahabatnya.
“Lah lonya aja yang uda kegeeran duluan, orang gua mau cpet2 pulang mumpung masih ada ayah, bisa berduaan sama istri gua, uda yah gua cabut dulu, lo ke kantor naik taksi, nanti gua kasih bonus” ucap Agung
“Bener ya bos?” Tanya Krisna memastikan omongan bosnya.
“mana pernah gua bohong sama lo” ucap Agung menatap sang asisten.
“sipp deh kalau begitu” sahut Krosna sembari mengacungkan jempolnya👍
“Dasar bucin” ledek Krisna melihat tingkah sahabatnya yang sudah pergi menuju mobil.
“Biarin dari pada lo jomblo” balas Agung ketika mendengar ledekan sahabatnya.
Akhirnya Agung pulang mengendarai mobilnya sendiri sedangkan sang asisten menuju kantor menggunakan taksi, tidak terasa mobil yang di kendarai Agung sudah depan mansion.
“Asaalamuaalikum” ucap salam Agung ketika memasuki mansion
“Waalikim salam, loh mas tumben jam segini sudah pulang” sahut Yuna, sambil.meraih tangan suaminya untuk di cium. Tumben banget masih sore suaminya sudah pulang.
“Iya mas uda gak ada kerjaan lagi dinkantor jadi habis meeting langsung pulang” jawab Agung
“Mas mau aku bikinin minum?” Tanya Yuna beranjak dari ruang keluarga ingin membuatkan minum untuk suaminya.
“Gak usah, mas mau langsung mandi belum shalat ashar soalnya” jawab Agung
“Oh ya sudah” sahut Yuna
“Ayah kemana dek?” Tanya Agung yang tidak melihat Ayahnya.
“Ayah istirahat kyannya katanya tadi capek banget habis keliling kantor” jawab Yuna yang sedang menikmati acara tvnya.
“Oh ya sudah biarin aja deh, mas ke atas dulu” ucap Agung yang melihat istrinya sedang fokus menonton tv.
“hemmm” sahut Yuna tanpa menoleh ke arah suaminya.
Agungpun beranjak menuju kamar untuk membersihkan diri dan melaksananakan shalat, setelah itu dia mengambil sesuatu di ruang kerjanya yang tadi dia titipkan ke supir kantor, lalu balik lagi ke kamar ternyata istrinya sudah di kamar.
“Oh ya de ini gaun buat kamu” ucap Agung swmbari memberikan paper bag ke istrinya.
“Buat apa mas kan di lemari aku juga masih banyak gaun?” Bukannya menerima malah Yuna malah menanyakan buat apa seakan dia menolak pemberian Agung, Yuna lupa akan acara besok, makanya dia menanyakan buat apa suaminya membeli gaun buat dirinya, tapi Agung mengira penolakan Yuna karna dia tidak mau memakai gaun yang ia berikan.
__ADS_1
“Ini buat acara mas besok, gaunnya sengaja mas bikin buat kamu bareng dengan jas Ayah, itu juga kalau kamu mau pakai kalau tidak mau pake juga gak papa kmu simpen aja di lemari” sembari meletakan paper bag di atas tempat tidur karena belum swmpat Yuna terima,setelah itu langsung berljalan keluar kamar dan menuju ruang kerjanya.
Yuna bengong mendengarkan penjelasan Agung, bagaimana bisa dia lupa kalau besok acara wisuda suaminya samapia menepuk jidatnya sendiri.
“Aduh…, bodoh2 gua kenapa lupa kalau besok dia wisuda, pake nanya lagi nih gaun buat apa, pasti dia mikirnya gua nolak pemberian dia lagi, sudah lah yang penting nanti gua pakai gaunnya” Yuna bisa berfikiran santai seakan tak ada masalah beda dengan Agung penolakan Yuna pada gaun yg ia berikan menganggap kalau Yuna itu belum menerima Agung.
Agung kini ada di ruang kerjanya sedang duduk dan sembari memandangi foto masa kecilnya dengan istrinya.
“Semoga kamu secepetnya mengingat kenangan kita ya sayang, sebelum kamu meminta pisah sama mas, tapi semisalkan jalan pisah emang membuat kamu bahagia mas akan mengikhlaskan kamu untuk bahagia bersama orang lain yang kamu cintai” Ucap Agung sembari membelai foto yang ada di hadapannya.
Di ruang kerja Agung ketiduran sampai waktu mau menjelang magrib.
“Loh nak suamimu mana, kata si mbok dia uda pulang dari sore?” Tanya Ayah ketika melihat Yuna turun sudahnlengkap dengan mukena karena mau shalat berjamaah di musolah bawah.
“Yuna kira ada di bawah yah, soalnya sepeninggalan Yuna mandi mas Agung mau kebawah katanya” jelas Yuna terpaksa bilang swpwrti itu dia tidak mau Ayah mertuanya tau apa yang terjadi antara dia dan suaminya.
“Eh maaf non, kaya tadi mbok liat aden masuk ke ruang kerjannya” sambung Mbok Darmi yang mendengar kalau mereka tengah mencari Agung.
“Oh ya sudah mbok biar Ana yang panggil, Ayah duluan aja ke musolah” ucap Yuna
“ya sudah, ayah duluan ke musolah” ucap Ayah Kangta yang sudah siap untuk melaksanakan shalat.
“iya yah” sahut Yuna, sepwninggalan Ayahnya ke musolah, Yuna beranjak.menuju ruangbkerja suaminya.
Tok tok (ketuk pintu)
“Mas, ini aku Yuna masuk ya” panggil Yuna karena gak ada sautan Yuna pun langsung masuk, ketika masuk di lihat suaminya sedang tertidur.
Cekleck (suara pintu kebuka)
“Di cariin malah todur disini” ucap Yuna ketika melihat auaminya ketiduran di ruang kerjanya.
“ cakep juga ya laki gua kalau lagi tidur begini” batin Yuna
“Eumm, eehh..” Agung kaget membuka matanya ada isttinya di hadapannya.
“Mas itu di cariin ayah buat shalat berjamaah di musolah” ucap Yina ketika suaminya sudah membuka matanya.
“Hmm” sahut Agung dengan muka dinginnya.
“Ya sudah cepetan” pintah Yuna
“Mau cuci muka dan ganti baju dulu” sahut Agung
Setelah di panggil Yuna Agung langsung bergegas menuju kamar untuk memgganti pakaian dan beraiap untuk shalat berjamaah di musolah bawah, ternyata dosana Ayah, istrinya dan para pekwrja lainnya sudah pada menunggu.
“Asalamualaikum”salam Agung
“waalaikum salam” jawab semuanya.
“Maaf semuanya saya telat” ucap Agung merasa gak enak membuat semuanya sudah pada menunggu.
“gak papa den” jawab para pekerja.
“ya sudahbyu gung kita mulai saja” pintah Ayah Kangta
“iya yah” sahut Agung dannlangsung menempatkan pada posisi untuk jadi imam.
Setelah seleaai shalat mereka ngobrol ngobrol seperti biasa sampai menunggu waktu isa, setelah selesai semua kini Ayah, Agung dan Yuna mulai makan malam, dari awal makan malam sampai selesai Agung dan Yuna saling diam kecuali ketika di tanya sama Ayah mereka jawab itu yang membuat Ayah Kangta berfikir pasti mereka habis ribut.
__ADS_1
“Kalian lagi ada masalah?” tanya Ayah yang melihat menantu dan putranya saling diem.
“Tidak ada Yah” jawab dengan bersamaan.
“oh…” sahut Ayah tidak ingin tahu lebih jauh lagi, Ayah percaya kepada putranya pasti bisa mengatasinya, di tengah makan malam mereka tiba2 bel berbunyi tanda ada orang yang datang.
Ting nong (bunyi bel)
Cekclek(suara pintu)
“permisi mbok, Agungnya ada?” tanya Krisna ketika di buka kan pintu dengan mbok darmi.
“eh den Krisna, ada den lagi pada makan malam, masuk masuk” kata mbok darmi mempersilahkan asisten sang majikan untuk masuk.
“siapa mbok?” tanya Yuna dari ruang makan penasaran siapa yang datang.
“Ini non, Den Krisna” jawab mbok darmi
“Oh” sahut Yuna
“malam yah” sapa Ayah Kangta ketika melihat Krisna memaauki ruang makan
“Malam Kris, Uda makan Kris?” tanya Ayah Kangta
“sudah yah” jawab Krisna
“aku sudah selesai, aku tinggal ke ruang kerja dulu yah ada sedikit kerjaan sama Krisna” kata Agung langsung bergegas menuju ruang kerjanya.
“Hemm” sahut Ayah
“Saya permisi dulu Yah” Kata Krisna lalu mengikuti kemana bosnya melangkah.
“Ya” sahut Ayah.
Kini Agung dan Keisna memasuki ruang kerja, Krisna yang melihat muka kusut sahabatnya padahal tadi swmangat dan ceria banget itu muka pas mau pulang.
“Nih berkas yang lo perlu tanda tangani” kata Krisna semabri menyerahkan berkas dari kantor.
“Hemm” sahut Agung dan menerima berkas yang Krisna berikan
“Kenapa lo? Gak dapat jatah muka kusut begitu” tanya Krisna melihat perubahan mood sahabatnya.
“Boro2 di kasih jatah, nyium aja ngumpet2 kalau dia sudah tidur” jawab Agung membuat sahabtanya tertwa karena kasihan kepada sahabtanya itu punya istri tapi gak bisa di apa apain.
“Kwaaa haaa, kasihan banget sahabat gua, lo bisa nahannya bro uda ada yang halal di depan mata” ledek Krisna
“ya tahan tahanin lah walaupun berujung di kamar manadi” jelas Agung ya walau bagai manapu dia pria normal tidur dalam aatu kamar sama perempuan yang dia cintai apalagi sudah halal, karena dia sangat mencintai istrinya dia ingin ketika melakukan hubungan itu sudah saling menerima satu sama lain. Ketika merwka sedang ngobrol adanketokan pintu dari luar.
Tok tok
“masuk” sahut Agung mendengar ada yang menetuk pintu.
“Nih mas aku anterin minum dan cwmilan buat nemwnin kalian disini” kata Yuna lalu meletakan minuman dan cemilan di atas meja.
“hemm” sahut Agung yang masih meresa sedikit canggung karena kini Agung menyadari dirinya aja yang terlalu berharap jika perubahan Yuan selama ini adalah memang hanya pura2.
“Makasih bu bos” kata Krisan ketika Yuna meletakan makanan dan minuman di meja.
“sama-sama ka, kalau begitu aku tinggal duku ya mas” kata Yuna
__ADS_1
“hemm” sahut Agung, Canggung yang di rasakan Kriana ada di antara suami istri yang tengah selisih paham.
Yuna tahu suaminya tengah marah, dia males untuk menjelasakannya, jadi biarlah seperti ini toh besok dia tinngal datang ke acara suaminya dengan mengenakan gaun tersebut.