
Sesampainya di lobby SJ Hospital Bandung, di lihat semuanya sudah standby di lobby ada dokter dan juga suster karena sebelumnya mereka sudah di hubungin oleh Ayah Kangta untuk standby semuanya.
Ketika mobil sudah berhenti tepat di depan lobby, El langsung membantu membukakan pintu untuk bosnya keluar mobil sembari menggendong istrinya, setelah keluar dari mobil Agung langsung meletakn istrinya di brankar pasien yang sudah di siapkan oleh suster, setelah Yuna sudah berbaring di brankar pasien tersebut suster langsung mendorong brankar tersebut ke dalam ruang IGD terlebih dahulu dan sepanjang menuju IGD Agung selalu setia menggenggam tangan istrinya yang sudah tidak sadarkan diri.
Sesampainya di ruang IGD perawat meminta Agung untuk tidak ikut memasuki ruangan, karena akan mengganggu konsentrasi dokter untuk menangani pasien dan itu juga sudah peraturan dari rumah sakit walaupun Agung anak dari pemilik rumah sakit peraturan tetap di jalankan.
Akhirnya Agung pun pasrah dia menunggu istrinya yang di tangani oleh dokter tepat di depan pintu ruang IGD, dia hanya bisa bulak balik di depan pintu ruang IGD, Ayah Kangta melihatnya sampai pusing.
“Boy, duduk lah, tidak usah terlalu panik begitu, Ayah yakin istri kamu gidak papa” ucap Ayah Kangta yang sesang duduk di bangku tunggu depan ruang IGD, mendengar perkataan Ayahnya akhirnya Agung pun duduk di bangku tunggu depan ruang IGD sama seperti Ayah.
Setelah duduk Agung hanya terus berdoa dalam hatinya sembari memberi menopangkan kedua tangannya untuk menyanggah kepalanya yang begitu berat.
“Ya allah lindungilah istri hamba ya Allah, sayang mas mohon bertahanlah sayang, demi cinta kita, mas tidak mau kamu pergi meninggalkan mas lagi seperti waktu kecil” ucap Agung dalam hati dan tidak terasa mata Agung sudah memerah, hidungnya juga merah, di sudut matanya sudah terlihat basah.
Ayah Kangta melihat keadaan putranya seperti itu sebenarnya merasa kasihan.
“Yah, dokternya lama banget sih memeriksanya, pada ngapain aja sih di dalam ” ucap Agung megakan badannya dan menengokkan kepalanya menghadap sang Ayah.
“Yang sabar dong boy, kan Dokter juga perlu waktu banyak supaya bisa teliti ngobatin pasiennya” jawab Ayah Kangta.
Selang beberapa kemudian Dokter keluar dari ruang IGD, Agung dan Ayah Kangta langsung menghampirinya, dan langsung menanyakan gimana kondisi istri dan juga menantunya.
“Dok gimana keadaan istri saya?” Tanya Agung
“Sekarang keadaannya sudah stabil, tinggal kita tunggu siuman, saya mau bertanya apa pasien sebelumnya tengah mengalami amnesaia?” Tanya dokter.
“Iya dok dan itu sudah lama dari 10 tahun yang lalu sampai sekarang, memangnya kenapa dok?” Tanya Ayah Kangta
“Sepertinya Nona muda mencoba sekuat tenaga untuk mengingat bayang bayang yang muncul di kepalanya,sehingga membuat dia mengalami tekanan darah yang sangan memurun dan itu menyebabkan di otaknya kekurangan oksigen dan itu lah yang membuat pasien merasakan sakit kepala yang luar biasa” jelas Dokter
“Apa ada kemungkinan istri saya bisa mengingata kembali dok?” Tanya Agung
“Ada dua kemungkinan tuan muda, kemungkinan ke satu nona muda akan mengingat kembali memorinya yang telah hilang, dan kemungkinan kedua nona muda belum bisa mengembalikan memorinya tetapi dia akan terganggu dengan bayang bayangan di kepalanya yang secara tiba tiba akan muncul lagi” jelas Dokter
“Tolong dok lakukan yang terbaik buat istri saya dok” ucap Agung
“Saya sebisa mungkin akan melakukan yang terbaik untuk menyembuhkan pasien tuan muda”ucap dokter
“Apa boleh saya melihat istri saya dok?” Tanya Agung
“Kemungkinan sebentar lagi nona muda akan di bawa keluar oleh suster, soalnya mau saya bawa untuk melakukan CT Scan pada nona muda, supaya kami dari pihak medis mengetahui ada cedera otak atau tidak” ucap Dokter
“Baik dok, lakukan yang terbaik buat menantu saya dok” ucap ayah Kangta
“Baik Tuan, kalau begitu saya permisi tuan, Tuan muda” pamit Dokter
“Iya sama sam dokter” ucap Ayah Kangta
Alhasil setelah kepergian dokter, Agung dan Ayah Kangta kembali duduk di kursi tunggu, selang beberapa menit kemudian suter mendorong tempat tidur yang berisikan Yuna yang tengah berbaring lemas di atasnya keluar dari ruang IGD, Agung melihat istrinya keluar dia langsung menghampiri Yuna yang sedang terbaring di ranjang pasien lalu dia menggenggam tangan istrinya sembari mengikuti kemana istrinya akan di bawa, dengan ayah Kangta mengikutinya dari belakang.
Setelah sampai di ruangan tempat untuk melakukan pemeriksaan CT Scan, Agung baru melepaskan genggaman tangan istrinya dan langsung mencium kening sang istri sebelum Istrinya memasuki ruangan pemeriksaan.
Hanya sekitar 45 menit Yuna melakukan CT Scan dan Agung masih setia menunggu Yuna di depan ruang pemeriksaan dengan Ayah Kangta, ketika Yuna sudah selesai melakukan pemeriksaan CT Scan, suter langsung membawa Yuna menuju ruang VVIP ruang perawatan.
Sesampainya di ruangan VVIP, suster langsung meninggalkan Yuna dengan Agung dan juga Ayah Kangta, sepeninggalan suster dari ruangan Yuna, Ayah meminta Agung untuk mencuci wajahnha dan ganti baju supaya ketika Yuna bangun tidak melihat keadaan Agung yang berantakan seperti sekarang ini, akhirnya Agung pun menuruti ucapan Ayah Kangta dia menghubungi El dan memintanya untuk mengambil pakaian dia yang selalu dia sediakan di mobil untuk jaga jaga di saat darurat seperti ini.
Setelah bajunya sudah ditangan Agung, Agung langsung beranjak dari sisi istrinya menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengganti pakaiannya.
Setelah selesai Agung keluar kamar mandi langsung menuju kursi yang tepat di samping ranjang pasien istrinya, Agung menggenggam tangannya dan dia usap rambut dan wajah istrinya dan sesekali tangannya ia cium sembari menunggu istrinya sampai siuman.
__ADS_1
Agung tidak tega melihat keadaan istrinya terbaring lemah seperti ini, kalau bisa di gantikan sakitnya mungkin Agung mau menggantikan rasa sakit yang di alami istrinya, Sedangkan Ayah Kangta menunggu di sofa yang berada si ruang VVIP.
“Boy kamu sudah menhubungi Abang Yuno, walau bagaimanapun dia harus tahu kondisi adiknya?” Tanya Ayah
Agung yang mendengar pertanyaan ayahnya otomatis dia mengok ke arah diaman Ayahnya duduk, “Belum yah, aku tidak kepikiran menghubungi Abang” jawab Agung
“Ya sudah sana kamu telfon dulu kakak ipar mu, kalau Ayah yang nelfon gak enak, kan kamu suami dari adiknya yang bertanggung jawab atas adiknya” ucap Ayah Kangta.
“Baik Yah” sahut Agung, lalu Agung berdiri sebelum beranjak dari sisi istrinya dia meminta izin dulu kepada Yuna untuk menghubungi Kakak iparnya, “sayang mas tinggal dulu ya, mas mau telfon Abang Yuno dulu, cup” ucap Agung sembari mencium kening sang istri, dan beranjak keluar kamar untuk menelfon Yuno.
Tut tut tut
“Hallo, assalamualaikum bang” ucap Agung
“Waalaikum salam, kenapa Gung?” Tanya Abang Yuno
“Aku mau ngabarin kalau Ana masuk rumah sakit sekarang” ucap Agung
Yuno pun kaget mendengar ucapan adik iparnya, lalu Yuno menanyakan kenapa adiknya bisa masuk rumah sakit, Agung pun menjelaskan dari awal dia pulang kantor mencari istrinya tidak kunjung ketemu dan ternyata istrinya menyendiri di kamar tamu dan penyebabnya karena istrinya menemukan sebuah kotak yang berisi tentang kenangan dirinya dan juga Yuna, dan istrinya salah paham akan itu semua dan dengan terpaksa Agung menceritakan kenangan kenangan yang ada di kotak itu dan ya akhirnya Yuna langsung merasakan sakit seperti waktu di mansion Salendratama.
Yuno mndengar cerita dari adik iparnya, ada rasa ingin marah, kenapa adik iparnya hanya karena takut adiknya pergi meninggalkan dirinya, dia memutuskan untuk menceritakan semuanya kepada adiknya, tetapi ini semua sudah terjadi ngapain Yuno capek marah sama adik iparnya toh semuanya sudah terjadi, dalam hatinya dia hanya berharap adiknya tidak kenapa kenapa dan cepat pulih ingatannya.
“Ya sudah sekarang Ana di rawat rumah sakit mana?” Tanay Yuno
“Di SJ Hospital bang” ucap Agung
“Ya sudah gua setelah asahar dari kantor langsung menuju rumah sakit” ucap Yuno
“Baik bang” sahut Agung
“Wasaalmualikum” ucap Yuno
“Hemm” sahut Yuno
Panggilan telfon pun berakhir, Agung langsung memasuki ruang rawat inap istrinya kembali.
“Gimana, apa kata Yuno?” Tanya Ayah Kangta ketika memasuki ruangan istrinya.
“Nnati sore setelah ashar, Abang mau kesini langsung dari kantor yah” jawab Agung, dari arah pintu berjalan mendekati ranjang pasien dan duduk kembali di kursi tepat samping ranjang istrinya, dia genggam kembali tangan Yuna dan Agung selalu memanjatkan doa dalam hatinya agar istrinya cepat sadar dan lama kelaman Agung pun tertidur dengan menyandarkan kepalanya di pinggir ranjang yang di tempati Yuna.
#jakarta
Yuno setelah mendapat telfon dari adik iparnya mengabari kalau adiknya sekarang tengah di rawat di rumah sakit, Yuno pun langsung memanggil asisten pribadinya untuk mengosongkan jadwal kantor untuk besok dan lusa, karena kemungkinan besok dia belum kembali ke jakarta.
Tok tok
"Masuk" sahut Yuno dari dalam ruang kerjanya.
"Anda memanggil saya tuan?" Tabya Max asisten pribadi Yuno.
"Max, tolong kamu kosongkan jadwal untuk besok dan juga lusa jika sudah ada jadwal meeting atau apa tolong kamu pindah waktu dan harinya, soalnya saya mau ke bandung nanti sore" ucap Yuno
"Mau nagapain ke bandung Tuan?" Tanya Max
"Adik saya masuk rumah sakit, atau tidak jika meetingnya bisa di wakilkan sama kamu, kamu gantiin saya selama saya tidak ada" jawab Yuno
"Baik tuan" sahut Max
__ADS_1
"Sudah itu saja yang mau saya omongin sama kamu" ucap Yuno
"Baik tuan, kalau begitu saya permisi kemabli ke ruangan saya dulu" pamit Max
"Hemm" sahut Yuno, dan max langsung meninggalkan ruangan bosnya dan kembali menuju ruang kerjanya.
#SJHospital
Ketika Agung sednag tertidur tiba tiba Dokter dan Suster pun memasuki ruang rawat Yuna, mereka ingin menjelaskan tentang hasil CT scand punya Yuna.
Cecklek (suara pintu kamar terbuka)
Masuklah dokter dan suster ke dalam ruang rawat Yuna.
"Permisi tuan, saya ingin memeriksa keadaan nona moda terlebih dahulu" ycap dokter ketika melihat Ayah kangta.
"Oh iya dok silahkan" ucap Ayah Kangta, lalu dokter, perawat dan Ayah Agung berjalan menuju ke ranjang tempat Yuna berada.
Ayah Kangta langsung membangunkan Agung, dan memberi tahu kalau ada dokter dan suster ingin memeriksa keadaan Yuna.
"Gung, Agung, Boy" panggil Ayah Kangta sembari menepuk pundak Agung sampai bangun.
Agung pun yang sedang tertidur merasa terusik ketika merasakan tepukan di pundaknya dan langsung membuka matanya.
"Kenapa Yah?" Tanya Agung
"Itu ada dokter mau mengecek keadaan Ana, mendingan kamu cuci wajahnya dulu sana ke kamar mandi" pintah Ayah
"Silah kan dok, saya permisi ke kamar mandi sulu" ucap Agung
"Baik tuan muda" ucap Dokter, Agung beranjak dari duduknya dan berjalan menuju kamar mandi untuk mencuci wajahnya supaya terlihat lebih segar.
Sepeninggalan Agung, Dokter langsung memeriksa keadaan Yuna, dan ketika Agung keluar kamar mandi bersamaan dengan dokter selesai memeriksa Yuna.
"Bagaimana dok hasilnya?" Tanya Ayah Kangta
"Dari hasil CT Scan tadi sih saya lihat tidak ada masalah dengan jaringan otak atau pun syarafnya tuan, hanya saja jika nona muda sudah bangun dan ingatannya belum kembali jangan mencoba untuk dia mengingatnya atau dia berusaha mengingat sesuatu karena jika di paksakan akan ada kerusakan pada jaringan otaknya" jelas Dokter
Agung berjalan mendekati sang istri sembari mendengarkan penjelasan dokter, Agung jadi semakin merasa bersalah karena dia sudah mencoba mengingatkan Yuna akan masa kecilnya, hanya karena keegoisannya yang tidak mau istrinya salah paham dan berakhir akan meninggalkannya.
“kira kira istri saya kapan akan sadarnya dok?” tanya Agung
“Kalau di hitung dari sekala waktu kemungkinan sekitar habis magrib nona Yuna baru siuman, dan untuk kelanjutan tindakannya kita menunggu nona muda siuman dulu tuan” jelas dokter
“Baik dok” sahut Agung
“Kalau begitu saya permisi keluar dulu tuan , tuan muda” pamit dokter
“baik, terimakasih dok” ucap Ayah dan Agung bersamaan
“Sama sama tuan” ucap Dokter
“Mari tuan, tuan muda” ucap Suster
“Iya” sahut Ayah Kangta, Dokter dan suster pun langsung beranjak keluar dari ruang rawat inap untuk memeriksa pasien lainnya.
Sepeninggalan dokter dan juga suster pergi, Ayah Kangta kembali duduk di sofa dan menghubungi El bodygard putranya untuk membeli makanan untuk Agung, karena Ayah Kangta sudah menebak kalau Agung belum makan dari siang sedangkan ini sudah hampir sore.
Tidak menunggu lama setelah Ayah Kangta menghubungi El, El pun datang ke ruang rawat inap Yuna denagn membawa bebrapa makanan untuk bosnya, ketika El beranjak ingin keluar kamar di hentikan oleh Ayah kangta untuk ikut makan juga tetapi El menolak merasa tidak enak makan bersama tuan besarnya, alhasil Ayah Kangta pun tidak bisa memaksa.
__ADS_1
Sepeninggalan El dari ruang rawat inap Yuna, Ayah Kangta langsung meminta Agung untuk makan terlebih dahulu, awalnya Agung menolak tetapi dengan berbagai rayuan dari Ayah Kangta akhirnya Agung mau makan, makanan yang tadi di beli oleh El.
Bada ashar telah tiba Abang Yuno kini sedang membereskan pekerjaannya dan bersiap untuk mengunjungi adiknya yang kini tengah terbaring di rumah sakit, Yuno meminta Mang Ujang untuk menemani dirinya menuju bandung karena dia tidka mungkin menyetir sendiri untuk perjalanan jauh apalagi dirinya baru pulang kerja dari kantor.