
Kini Yuna menghampiri Dimas yang tengah duduk di bangku taman, setelah melewati berbagai drama dari suaminya.
"Sore ka" sapa Yuna dari belakang Dimas, otomatis Dimas pun menengok ke arah sumber suara dengan senyum di wajahnya.
"Sore, silahkan duduk" saut Dimas dan menggeser duduknya dan mempersilahkan Yuna untuk duduk di bangku taman yang sama tetapi ada jarak di antara mereka.
"Maaf ya kakak ganggu waktu kamu" ucap Dimas
"Gak papa ka, oh ya kakak mau bicara apa?" Tanya Yuna sembari melirik ke arah Dimas yang di sampingnya tetapi ada jarak di antara mereka.
"Kakak cuman mau memberi ini sama kamu" ucap Dimas sembari memberikan sebuah kotak persegi kepada Yuna.
"Apa ini ka?" Tanya Yuna
"Buka aja" pintah Dimas, lalu Yuna membuka kotak.itu ternyata di dalamnya ada sebuah cicin yang memang Dimas siapkan untuk melamar Yuna. "Kakak mau kamu menerima pemberian kakak ini, kakak memang membeli itu untuk kamu" ucap Dimas
"Maaf ka, aku gak bisa menerima ini, lebih baik kakak berikan cicin ini kepada gadis yang nanti akan jadi pendamping hidup kakak" tolak Yuna sembari menutup kembali kota persegi itu dan mengembalikan kepada Dimas.
"Apa bener2 di hati kamu sudah tidak ada cinta untuk kakak lagi Ana?" Tanya Dimas ingin memastikan perasaan mantan kekasihnya itu.
"Maaf kan aku ka, aku baru sadar ternyata yang selama ini aku rasain sama kakak hanya kagum dan merasa berhutang budi aja sama kakak karna duku kakak pernah jadi penolong buat aku" jelas Yuna
"Maksud kamu?" Tabya Dimas
"Iya yang kini aku rasakan dengan suami ku, seperti setiap dekat dengan dia rasanya detak jantung aku berdetak terus, dan aku cemburu setiap dia deket dengan wanita lain, itu semua aku tidak pernah merasakannya dengan ka Dimas, dan aku menyadari itu setelah aku menyadari perasaanku sama mas Agung, aku gak mau kehilangan dia, maafin aku ka hiks hiks.." jelas Yuna sembari terisak dia juga merasa bersalah dari dulu gak pernah peka dengan perasaannya pada Dimas.
"Fuhhh..." Dimas yang mendengar penjelasan mantan kekasihnya kalau Yuna hanya sebatas kagum membuat dia menghela nafasnya dia tidak hanya berharap banyak kepada Yuna lagi.
"Kakak ikhlas jika kamu bahagia dengan dia, apa kamu bahagia, apa dia juga mencintai kamu?" Tanya Dimas memastikan Yuna bahagia atau tidak.
"Aku sangat bahagia ka, iya dia sangat sangat mencintai aku, dari perlakuan dia yang selalu menjadikan aku ratu di hatinya, itu lah yang membuat aku tidak mau kehilangan dia" jawab Yuna menjelaskan gimana sikap suaminya selama ini.
Ada rasa cemburu mendengar perempuan yang di cintainya memuji laki laki lain, tapi dia tidak bisa berbuat banyak.
"Ya sudah itu saja yang kakak ingin bicarakan dengan kamu, terimakasih sudah mau nemuin kakak untuk yang terakhir kalinya, karena mungkin setelah ini kakak akan memilih mengurus perusahaan Daddy yang di jepang" ujar Dimas
“Sekali lagi aku minta maaf ya ka, semoga ka Dimas bisa mendapatkan Perempuan yang lebih baik dari pada aku" ucap Yuna
"Meneurut kakak kamu yang terabik dari semua perempuan di dunia ini Ana” batin Dimas sembari menatap Yuna dari samping.
"Sukses selalu buat ka Dimas" ucap Yuna
“Terimakasih” saut Dimas
"Kalau begitu aku permisi dulu ka" pamit Yjna sembari menengok ke arah Dimas.
"Bisa kakak peluk bentar” minta Dimas secara tiba2
"Maaf ka, ada suami aku uda nungguin, aku gak mau ada salah paham lagi" jelas Yuna sembari menujuk ke arah mobil suaminya.
"It’s ok” ucap Dimas
"Bye Ka” pamit Yuna sembari melambaikan tangannya.
__ADS_1
"Bye, salam ya buat suami kamu" ucap Dimas
"Iya ka nanti aku sampein" sahut Yuna sembari berlalu dari taman dan berjalan menuju mobil suaminya.
Sedangkan di mobil ketika Yuna di taman dengan Dimas tengah mengobrol, di mobil Agung di temani oleh El, dengan pandangan yang terus fokus memperhatikan istrinya dari dalam mobil.
El yang melihat bosnya fokus melihat sang nyonya seakan akan seperti sorang ayah memper hatikan anaknya yang sedang main di taman takut akan di culik orang.
"Gak usah di liatin terus kali pak bos, nyonya gak bakalan ilang" ucap El menyindir bosnya.
"Saya cuman mau memastikan kalau si Dimas tidak berbuat macem2 dengan istri saya" saut Agung tanpa melepas pandangannya dari luar.
"nyonya bos gak mungkin lah bisa macem2 kan disini ada pak bos” ucap El
“Saya percaya sama istri saya, tapi saya tidak percaya sama laki2 itu” Saut Agung
"Mau saya jagain nyonya bos disana bos" tawar El
"Gak usah, lebih baik kamu diem kalau kamu ngomong lagi saya potong gaji kamu" ancam Agung
"Bos mah selalu begitu ngancemnya potong gaji, pong gaji" gumam El masih bisa di dengar oleh Agung.
"Saya masih mendengarnya el" sahut Agung mendwngar gumaman Boduguard istrinya.
"Iya maaf pak bos, sensi amat" ucap El
"Bisa diem gak El, tuh sana bukain pintu, istri saya sudah menuju keaini" pintah Agung melihat sang istri telah usai mengobrol dengan sang mantan dan sedang menuju ke mobil.
"Sialhkan nyonya" ucap El sopan.
"Maksih ka" ucap Yuna lalu memasuki mobil.
"Sama2 nyonya" sahut El menutup pintu mobil
dan kembali ke tempat ke pengemudi.
Setelah istrinya masuk Agung langsung meminta El untuk langsung pulang ke mansion.
"Langsung pulang ke mansion el" pintah Agung dengan tegas .
"Baik pak bos" sahut El
Seketika di dalam mobil jadi hening tidak ada yang mulai pembicaraan dan akhir nya Yuna membuka suaranya terlebih dahulu memastikan suaminya marah atau tidak, kenapa suaminya tidak menanyakan apa aja yang dibicarakan dirinya dengan Dimas.
"Mas gak marah kan sama aku?" Tanya Yuna sembari menengok ke suaminya.
"Enggak sayang" jawab Agung sembari menatap balik sang istri dan meraih jemari jemari sang istri untuk dia gengam.
"Trus kenapa mas dari tadi diem aja, mas gak penasaran gitu apa yang di bicaraain aku sama dia?" Tanya Yuna
"Kata siapa mas gak penasaran, mas penasaran banget malah, tapi mas maunya kamu ceritanya nanti pas kita di rumah, kan bentar lagi nyampe rumah, dan kamu harus cerita selengkap lengkapnya" jelas Agung sembari terus menggengam tangan istrinya.
Dan akhirnya mobil yang mereka kendarai telah sampai di depan mansion, dan ketika memasuki mansion langsung di sambut segala pertanyaan oleh mbok Darmi yang merasa khawatir dengan majikannya, 2 hari mereka gak pulang dan dapat kabar dari suaminya mang jajang kalau Agung masuk rumah sakit.
__ADS_1
"Assalamualaikum" salam Agung dan Yuna bersamaan.
"Waalaikum salam, aihhh atuh aden sama enon tuh kemana aja gak pulang2, dan kata si mang jajang si aden di rawat di rumah sakit, atuh adwn kenapa atuh non?" Kata mbok Darmi ketika melihat siapa yang baru saja memasuki mansion.
"Maaf ya mbok, Ana lupa ngabarin kalau Ana harus jagain mas Agung di rumah sakit" ucap Ana masih tetap setia memampah Agung.
"Iya gak papa non, yang penting sekarang aden uda sehat kan?" Tanya Mbok Darmi
"Alhamdulilah mbok uda enakan" jawab Agung
"Ya sudah Mbok kita ke atas dulu ya" pamit Yuna ingin mengantar suaminya ke kamar.
"Iya non" sahut Si mbok
“Maaf nyonya ini barang2nya mau di simpan dimana?” tanya El tiba2 datang.
“Kasih mbok Darmi aja ka, bilang itu semuanya kotor” pintah Yuna.
“Baik nyonya” saut El
Lalu Yuna menuntun suaminya ke lanti atas, mengantar samapai kamar yang di tempati Agung dan membantu merebahkan suaminya di tempat tidur, ketika Yuna hendak beranjak dari sisi tempat tidur ternyata tangannya di tahan oleh suaminya.
"Mau kemana sayang?" Tanya Agung
"Aku mau bersih2 dulu mas di kamar aku kan habis dari rumah sakit" ucap Yuna sembari mentap suaminya
"Tapi balik lagi ya, kamu masih hutang penjelasa loh sama mas"pintah Agung
"Iya bee” kata Yuna
"Cium dulu atuh" pintah Agung yabg masih menahan tangan istrinya.
"Uda ah makin lama nih aku bersih2nya nanti” tolak Yuna
"Ya cium dulu baru mas lepasin” syarat dari Agung modus terus.
“Cup”
Akhirnya Yuna mau tidak mau harus mengikuti kemaun suminya kalau tidak makin panjang urusannya.
"Ko di pipi sih sayang" protes Agung
“Yang penting kan cium, uda lepas gak, kalau tidak...” Ucapan Yuna terhenti ketika Agung langsung melepaskan tangannya.
Agung sudah tahu isi otak istrinya, pasti istrinya mau ngancam seauatu.
Setelah di lepas tamganya oleh Agung Yuna pun langsung bergegas keluar dari kamar Agung menuju kamarnya .
cecklek (suara pintu kbuka)
"Jangan lama2 yank" ucap Agung sebelum istrinya menghilang dari di balik pintu.
"Iya bawel" saut Yuna.
__ADS_1