BUCIN DARI KECIL

BUCIN DARI KECIL
81. Ingin merasakan hal yang sama


__ADS_3

Setelah drama mengeringkan rambut sudah selesai, Agung mengganati pakaian nya terlebih dahulu sebelum dia keluar kamar untuk makan siang beraama mertuanya.


Ketika Agung dan Yuna kembali lagi ke ruang tengah ternyata, sang papi masih terlelap, Yuna berjalan mendekat ke arah papi Kadir, sedangkan Agung langsung menuju dapur untuk menata makanan di meja makan, Yuna langsung mendudukan pantatnya di tepi sofa yang di tiduri oleh papi Kadir, lalu Yuna mengamati wajah sang papi, sepertinya wajah papinya sangat lelah sekali, sebenarnya Yuna tidak tega untuk membangunkannya tetapi ini sudah masuk waktu makan siang, dia tidak mau papinya sampai telat makan.


Dengan perlahan Yuna menepuk lengan papinya, agar papinya terbangun dari tidurnya, sampai 2 tepukan tak kunjung bangun samapai 5 tepukan pada lengannya baru papi Kadir bangun dari tidurnya, dia kaget mendapatkan putrinya sudah berada di hadapannya dan otomatis yang tadinya dalam posisi rebahan kini langsung terduduk dan matanya langsung melihat sekeliling mencari laptopnya, apa data yang tadi sedang dia kerjakan sudah tersimpan atau belum itulah dalam pikir papi Kadir.


“Papi nyari apa sih?” Tanya Yuna


“Laptop, diaman leptop papi, siapa yang mindahin” tanya papi Kadir


“itu laptop ada di meja” jawab Yuna sembari menunjuk ke arah laptop yang berada di meja depan sofa dalam posisi sudah tertutup.


“Tenang pih, sudah aku save datanya sebelum aku matikan laptopnya” sambung Agung dari arah meja makan ketika dia mendengar papi kadir mencari laptopnya.


“Papi cuci muka dulu gih, biar segar habis itu kita makan siang bareng” ucap Yuna, papi Kadir pun menuruti ucapan putrinya, langsung beranjak dari sofa berjalan menuju kamarnya, sedangkan Yuna menghampiri suaminya yang tengah menyiapkan makanan di meja makan.


“Aku yang buat minumnya ya bee” ucap Yuna


“Boleh sayang” sahut Agung


Setelah mereka selesai manata makanan dan menyiapkan minuman, kini mereka berdua duduk santai di sofa ruang tengah, dengan posisi Yuna menyandarkan punggungnya di dada suaminya sembari memainkan bemda pipihnya, sedangkan Agung sedang menatap layar tv di hadapannya yang sedang menayangkan tentang acara olahraga dengan sesekali melirik ke arah istrinya apa yang tengah istrinya lakukan dengan benda pipihnya itu.


Papi Kadir sudah merasa lebih frash setelah mencuci wajahnya dan ketika keluar dari kamar mandi yang terdapat di dalam kamarnya, dia mendapatkan sang istri sudah bangun dari tidurnya dan hendak merubah posisinya menjadi duduk bersandar di ranjang, otomatis papi Kadir pun langsung menghampiri istrinya membantunya untuk duduk.

__ADS_1


“Kamu sudah bangun sayang” ucap papi Kadir yang kini sudah ikut duduk di tepi ranjang menghadap ke arah sang istri.


“Pih, anak anak mana?” Tanya mami Boa


“Oh ya mas sampai lupa, tadi anak anak mengajak mas makan siang, nanti mas bilang mereka dulu ya suruh duluan saja makannya, papi nanti saja makannya setelah mami makan” ucap papi Kadir langsung bernajak dari ranjang tetapi langkahnya terhenti ketika mami Boa memanggilnya.


“Pih, gak usah, bantu mami saja ke luar kamar, mami mau makan bareng kalian di meja makan, boleh ya, mami bosan di kamar terus” ucap mami Boa dengan wajah yang memohon.


“Baiklah” sahut Papi Kadir langsung meraih kursi rodanya, lalu mengangkat mami Boa untuk duduk di kursi roda. Lalu Papi Kadir mendorong kursi roda yang di naiki mami Boa menuju keluar kamar.


Agung dan Yuna yang kini sudah duduk di meja makan sedang menunggu kedatangan papi Kadir untuk makan siang bersama, mereka kaget ketika melihat papi Kadir keluar tidak sendiri melainkan bersama mami Boa, papi berjalan sembari mendorong kursi rodanya menuju meja makan, dan Yuna melihat ada maminya otomatis Yuna berdiri begitu pun dengan Agung melakukan yang sama.


“Mami, mau ikut makan disini?” Tanya Yuna, lalu mami Boa membalas dengan anggukan kepala, lalu Yuna meminta kepada papinya utnuk menempatkan mamainya di samping kursi yang di duduki Yuna. Karena dia yang akan menyuapi mami Boa.


“Makasih ya sayang” ucap mami Boa


“Sama sama mih, mami kaya sama siapa saja” ucap Yuna


Akhirnya mereka berempat menikmati makan siang bersma dengan nikmat, di karenakan Yuna menyuapi mami Boa, Agung pun berinisiatif untuk sembari memberi suapan juga kepada sang istri. Dan itu semua tidak luput dari pandangan mami dan papi.


Setelah selesai acara makan siang bersama, kini mereka semua berkumpul di ruang tengah, dengan Yuna duduk selalu tidak jauh dari sang mami dan saling menggenggam tangannya. Agung dan Yuna akan memberi tahu tentang masalah ingatan Yuna kepada papi dan maminya.


“Mih, pih, ada yang mau Agung dan Ana bicarakan sama kalian” ucap Agung tengah duduk di samping istrinya, sedangkan papi duduk di sofa single.

__ADS_1


Papi Kadir hanya menganggukkan kepalanya, dan tentang masalah Yuna masuk rumah sakit di bandung, sebenarnya papi Kadir sudah mengetahuinya tetapi untuk yang Yuna mengingat kembali ingatannya, itu papi Kadir tidak mengetahui akan hal itu karena orang suruhan papi Kadir tidak berhasil mengkulik informasi dari pihak rumah sakit.


“Jadi sekitar beberapa hari yang lalu ketika kita di bandung, Ana sempat masuk rumah sakit” ucap Agung terhenti lalu menarik nafasnya perlahan, tapi belum sempat dia bicara kembali mami Boa sudah panik menanyakan keadaan putrinya.


“Kamu masuk rumah sakit, kamu gak papa kan sayang sembari meraba raba wajah Yuna yang tepat ada di sampingnya, jadi posisi Yuna duduknya di tengah antara Agung dan juga mami Boa.


“Aku tidak papa mi, dengerin dulu mas Agung bicara sampai selesai, mami tidak usah khawatir, ini kabar baik ko buat kita semua” ucap Yuna menenangkan sang mami


Akhirnya mami Boa menuruti ucapan putrinya untuk tetap tenang dan mendengarkan cerita dari menantunya sampai selesai, mami Boa bersyukur mendengar ucapan putrinya kalau yang akan di sampaikan oleh sang menantu adalah kabar baik, malah mami Boa berfikir kalau Yuna tengah mengandung. Setelah mami Boa sudah tenang Agung pun melanjutkan ceritanya.


“Setelah Ana di cek oleh dokter dan Ana sadar ternyata Ana sudah mengingat kembali ingatannya mih pih” ucap Agung yang pertamanya terasa tegang tetapi dia tersenyum di akhir ceritanya.


“Ya bener gung” ucap Papi kadir todak percaya.


“Iya pih, Ana sudsh mengingat semuanya” jawab Agung sembari menganggukkan kepalanya.


“Bener sayang kamu sudah mengingat semua ingtan kamu?” Tanya mami Boa kepada sang putri sembari meraih kedua tangan Yuna.


“Iya mih” ucap Yuna sembari menganggukkan kepalanya, lalu langsung mami Boa memberi ciuman di seluruh wajah Yuna dan membawa Yuna dalam pelukannya.


“Ya allah, alhamdulillah kau telah mengembalikan ingatan putri kami” ucap mami Boa masih sampai meneteskan air matanya karena bahagia.


Papi Kadir melihat kedua wanita yang paling berharga dalam hidupnya sedang berpelukan, papi Kadir pun beranjak dari sofa singlenya lalu menghampiri Yuna dan istrinya, papi Kadir langsung memeluk keduanya. Agung ikut merasa bahagia melihat istri dan kedua mertuanya saling berpelukan, ada juga rasa iri dia ingin merasakan suasana seperti ini bersama ayah dan bundanya ketika Agung memandang mereka bertiga.

__ADS_1


__ADS_2