
Waktu terus berlalu, kini usia kandungan Yuna sudah menginjak 7 bulan dan hanya berjarak 1 bulan dengan Sonya tetapi Sonya mengaku kepada keluarganya kalau jarak usia kandungannya dengan Yuna 2 bulan, banyak drama yang di lalui oleh Agung selama masa kehamilan istrinya tetapi di trimester akhir malah Agung yang suka nyidam makan sesuatu dan yang tadinya dia suka strawbarrey mendadak mual jika mencium bau strowbarry atau melihatnya.
Sedangkan Yuno semenjak istrinya di nyatakan hamil dia sudah mulai menerima Sonya menjadi istrinya, walaupun belum sepenuhnya hatinya menerima Sonya sebagai istrinya tetapi demi anak yang di kandung Sonya dia akan berusaha untuk belajar mencintai Sonya.
3 hari yang lalu Agung meminta kepada istrinya untuk pindah kamar bawah agar tidak lelah untuk naik turun walaupun mereka menggunakan lift tetap saja Agung khawatir melihat perut istrinya yang sudah membesar, sedikit demi sedikit mereka meminta pelayan untuk memindahkan sebagian barang barangnya, dan kini Sonya sedang membantu Yuna membereskan barang2 nya yang tertinggal di kamar atas.
"Kakak bantu apa nih dek?" Tanya Sonya
"Sebenarnya kakak gak usah bantu loh, Ana bisa sendiri" ucap Yuna
"Gak papa dari pada kakak gak ada kerjaan" sahut Sonya sembari keliling menelusuri kamar Yuna dan juga Agung.
"Ya sudah kalau kakak maksa, kakak masukin aja barang2 yang di depan meja fias ke kotak ini nanti Ana yang sortir deh, Ana mau ke kamar mandi dulu ya ka" ucap Yuna
"Siap bos" sahut Sonya, Yuna pun berjalan memasuki kamar mandi yang ada di kamarnya.
Sedangkan Sonya dari ranjang dia berjalan menuju meja rias yang ada tidak jauh dar ranjang, sedikit demi sedikit dia memasukan barang2 yang ada di meja rias, satu persatu laci meja rias di buka apa masih ada barang tertinggal tidak, ketika dia membuka laci yang tengah dia menemukan selembar kertas yang tanpa di sengaja dia baca gulungan paling atas adalah.
"Surat perjanjian pernikahan" gumam
Sonya, membuat Sonya penasaran apa isi suratnya itu, dia jadi berfikir "apa mereka dari awal menikah tidak saling suka tapi kenapa Agung dari jaman sekolah selalu memperhatikan dan melindungi Yuna, oh aku tahu pasti, yang buat perjanjian ini Yuna karena sebelum gua tahu kalau Agung suaminya dia masih pacaran sama si Dimas, wah gimana nih reaksi mami jika tahu kalau putri kesayangannya membuat perjanjian pernikahan dengwan Agung" gumam Sonya lalu langsung mengambil surat tersebut dan dia simpan di balik bajunya ketika terdengar suara pintu kamar mandi terbuka.
"Dek, kakak ke kamar dulu ya tiba tiba ikut ko kebelet" ucap Sonya ketika Yuna berjalan menghampirinya.
"Oh iya ka gak papa, makasih ya sudah bantuin aku" ucap Yuna
"Iya sama2, ya sudah kakak tinggal ya" izin Sonya
"Iya ka" sahut Yuna sembari melihat Sonya berjalan sampai menghilang di balik pintu.
Sonya berjalan menuju kamarnya yang tepat di samping kamar Yuna, dia berjalan menuju ruang ganti dia akan menyimpan surat tersebut dengan baik baik, pasti nanti surat itu akan berguna untuk melancarkan rwncananya.
***
Sedangkan di Bandung akhir akhir ini Yuri tidak konsentrasi bekerja karena ada sesuatu yang mengganggu pikirannya, semenjak Yuri dan Hotman pindah ke Bandung, disaat Hotman sudah masuk kantor Yuri juga sudah mulai bekerja di Boa butik cabang Bandung yang memang sekarang sudah menjadi miliknya, tetapi orang hanya tahu jika Yuri adalah tangan kanan mami Boa karena seperti apa yang Yuri katakan pada mamai Boa dia tidak akan pernah merubah nama butiknya anggap saja agar dia selalu ingat dia masih mempunyai kedua orangtua yang masih menyayanginya.
__ADS_1
Sudah lima bulan Yuri dan Hotman menjadi pasangan suami istri, dari dua bulan yang lalu tanpa sepengetahuan sang suami Yuri selalu melakukan tes kehamilan dengan menggunakan tespeck tapi hasilnya masih tetap negatif, padahal sebenarnya Hotman selalu tahu apa yang istrinya tengah lakukan tetapi dia pura pura tidak tahu, hal itu lah yang mengganggu pikirannya dia takut tidak bisa memberikan keturunan kepada suaminya apa suaminya akan menceraikannya dan meninggalkannya, lalu mencari wanita lain yang bisa memberikannya keturunan.
Ditambah tadi pagi ketika Yuri sedang melayani klien yang datang bersama temannya, tanpa di sengaja Yuri mendengar pembicaraan si Klien dan temannya itu, jika salah satu teman mereka suaminya telah menikah lagi karena si temanya itu sudah 3 tahun menikah tidak kunjung hamil. Hal itu lah yang menambah pikiran Yuri dia takut akan terjadi pada dirinya, jika dirinya tidak kunjung hamil juga.
Mungkin karena terus kepikiran itu terus membuat kepala Yuri rasanya ingin pecah, kepalanya terasa sakit dan akhirnya Yuri pun memberi tahu kariyawannya kalau dia akan pulang cepat karena percuma di teruskan bekerja jika tidak bisa konsentrasi.
"Teh Ais, saya mau pulang cepat, tolong jika ada yang mencari saya bilang saja suruh datang besoknya lagi ya teh" ucap Yuri kepada salah satu kariyawan butik yang memang paling lama kerja di butik.
"Baik bu" sahut Teh Ais
Yuri pun bergegas kembali ke ruangannya untuk mengambil tasnya, setelah itu dia langsung kelur dari butik dan meminta supir yang Hotman siapkan untuk istrinya jika ingin pergi pergi kemana pun, tetapi jika pergi ke butik selalu Hotman yang mengantarnya sendiri, terkadang juga jika Hotman sedang tidak banyak kerjaan dan bisa pulang cepat dia akan menjemut sang istri di butik.
"Pak kita pulang ke mansion ya" ucap Yuri ketika sudah memasuki mobilnya.
"Baik bu" sahut supir yang bernama pak encep itu.
Mobil yang di naiki Yuri pun akhirnya sampai di mansion surya Jaya, sesampainya di masnion Yuri langsung memasuki kamarnya yang terletak di lantai atas. Dia langsung merebahkan badannya di tempat tidur sembari memejamkan matanya tidak terasa di sudut matanya sudah mengeluarkan air matanya dan lama kelamaan Yuri pun tertidur.
Yuri tertidur sampai dia lupa kalau belum mengabari suaminya jika dirinya sudah pulang ke mansion. selepas bangun tidur Yuri langsung membersihkan diri dan alhamdulillah sakit di kepalanya sudah mulai mereda, setelah membersihkan diri Yuri menuruni anak tangga menuju lantai bawah dia ingin menikmati angin segar sore hari di gazebo belakang mansion.
"Tadi siang bi, terus aku ke tiduran di kamar" jawab Yuri mendekati bi Ening, "bi aku boleh minta tolong gak?" Tanya Yuri.
"Minta tolong apa non?" Tanya bi Ening.
"Tolong buatin wedang jahe bisa bi" ucap Yuri, mungkin dengan meminum wedang jahe bisa menghilangkan sakit kepalanya.
"Bisa dong non" sahut bi Ening
"Maksih ya bi, nanti tolong bawa ke gazebo belakang ya bi" ucap Yuri.
"Siap non" sahut Bi Ening, lalu Yuri pun langsung beranjak dari dapur menuju halaman belakang mansion.
Sedangkan Hotman yang sedari tadi siang dia heran menatap ponselnya kenapa tidak ada pesan masuk satu pun dari sang istri, bahkan dia mengirim pesan pun tidak di balas, itu membuat Hotman khawatir dia dengan cepat menyelesaikan pekerjaannya agar bisa menghampiri sang istri di butiknya.
Bi Ening selesai membuat Wedang jahe dia langsung membawanya menuju gazebo diaman Yuri berada.
__ADS_1
“Ada tamu bi?” tanya Ayah Kangta ketika melihat bi Ening membawa nampan dan berisikan sebuah gelas.
“Bukan buat tamu tuan tapi buat non Yuri” ucap Bi Ening
“loh memangnya Yuri sudah pulang **?” tanya Ayah Kangta
“sudah tuan katanya sih dari siang, bibi juga baru tahu tadi dan tadi minta di buatin wedang jahe, kelihatannya si non lagi banyak pikiran deh tuan soalnya terlihat lesu bibi lihat tadi” jelas Bi Ening
“Apa mereka sedang ada masalah ya” batin Ayah Kangta
“Maaf tuan saya permisi dulu ke belakang” ucap Bi Ening menyadarkan Ayah Kangta dari lamunannya.
“oh iya bi” sahut Ayah Kangta, sepeninggalan bi Ening, Ayah Kangta kembali melanjutkan jalannya menuju ruang keluarga.
Hotman akhirnya dia bisa menyelesaikan pekerjaannya dan bisa pulang lebih cepat, dia bergegas siap siap untuk pulang dan sebelum itu dia memberi tahu asisten peribadinya yang beranama satria bahwa dirinya akan pulang cepat hari ini.
Satria ini teman sekolah Hotman dulu sekaligus anak dari om Dewa asisten pribadi Ayah Kangta, dari awal Satria sudah di ajarkan oleh Ayahnya tentang perusahaan itu atas permintaan ayah Kangta agar jika Ayah Kangta dan Om Dewo pensiun, Satria bisa jadi asisten pribadi dari Hotman selaku pemimpin pesrusahaan.
Ketika sudah memasuki mobil, seboum mejalankan mobilnya dia berinisiatif menelfon supir istrinya terlebih dahulu menanyakan keberadaan sang istri dimana.
“hallo iya tuan muda” sahut pak Encep
“Iya pak, bapak dimana?” tanya Hotman
“Saya di butik tuan muda” jawab pak encep.
“Istri saya dimana ya pak?” tanya Hotman
“Oh nona muda sudah pulang tuan dari tadi siang” jawab pak encep lagi.
“Oh ok deh makasih ya pak” ucap Hotman
“Sama sama tuan muda” sahut pak encep
Setelah mengetahui dimana keberadaan sang istri Hotman pun bergegas mengendarai mobilnya pulang menuju mansion. Sepanjang perjalanan dia memikirkan kenapa istrinya tiba tiba pulang cepat dan tidak memberi kabar sama sekali.
__ADS_1