BUCIN DARI KECIL

BUCIN DARI KECIL
50. The One


__ADS_3

Hotman dan Yuri kini sudah di dalam mobil, Hotman melajukan mobilnya menuju ke suatu tempat untuk menyatakan cintanya kepada gadis pujaan hati yang tepat di sampingnya.


"Ka sebenernya kita mau kemana?" Tanya Yuri penasaran sembari tersenyum ke arah Hotman.


"Aduh senyumnya" batin Hotman," nanti juga kamu akan tahu dek" jawab Hotman dengan fokus mengemudinya.


Setelah mendengar jawaban dari pria tampan di sampingnya, Yuri langsung diam, pandangannya mentap keluar jendela sampingnya.


sedangkan Hotman pandangannya tidak bisa teralihkan dari gadis cantik tepat di sampingnya, sesekali dia melirik ke arah samping, sampai akhirnya Hotman memberhentikan mobilnya di sebuah Hotel.


"Yuk Turun" ucap Hotman ketika membukakan pintu untuk Yuri.


lalu mereka berjalan memasuki Hotel itu dengan bergandengan tangan,mereka berjalan menuju lift dan memasuki lift menuju lantai paling atas dimana di situ ada swbuah restoran mewah untuk tempat Hotman menyatakan cintanya kepada gadis yang di cintainya.


sesampainya di restoran yang Hotman maksud, mereka langsung memasuki restoran dan langsung di sambut oleh pelayan restoranya.


"selamat malam, ada yang bisa saya bantu Tuan, Nyonya?" tanya pelayan Restonya.


"Reservasi atas nama Hotman mbak" ucap Hotman masih setia menggandeng tangan Yuri.


"tunggu saya cek dulu, dengan Tuan Hotman Sanjaya" ucap pelayan Restonya.


"iya" sahut Hotman dengan cuek.


"silahkan, mari saya antar menuju mejanya Tuan, Nyonya" ucap pelayan Resto tadi.


Hotman yang masih tetap setia menggandeng tangan Yuri mengikuti kemana langkah pelayan tersebut, sampai pelayan tersebut berhenti di sebuah meja yang letaknya di sudut jendela yang sudah di hias dengan lilin dan juga bunga bunga.


"silahkan ini meja yang anda pesan tuan" ucap pelayan resto tersebut.


"terimaksih mbak" ucap Hotman


"sama sama tuan" sahut pelayan tadi lalu meninggalkan Hotman juga Yuri berdua.


sedangkan Yuri masih bingung, apa maksud dari semua ini, jika memang Hotman menyiapkan ini semua untuk dirinya mungkin Yuri akan menjadi wanita paling bahagia di dunia ini.


sedangkan Hotman tersenyum melihat wajah bingung dari gadis cantik pujaan hatinya.


"silahkan duduk" ucap Hotman menarik kursi yang di tempati Yuri dan mempersilahkan Yuri untuk duduk.


"terima kasih ka" sahut Yuri tersenyum dengan wajah yang masih terlihat membingungkan.


lalu Hotman bukannya duduk di sebelah Yuri dia malah izin kepada Yuri untuk ke toilet.


"ka, maksud semua ini apa?" tanya Yuri penasaran.


"tunggu sebentar kakak ke toilet dulu ya" izin Hotman.


"Ka jangan tinggalin, aku jadi takut nih" ucap Yuri sembari memegang tangan Hotman.


"gak usah takut, orang disini banyak orang ko takut, kakak cuman ke toilet sebentar" jelas Hotman melepas tangan yang di genggam oleh Yuri dan mengelus rambut gadis cantik di hadapannya itu.


Akhirnya Yuri pun pasrah, dia menunggu Hotman yang katanya izin ke taoilet sembari memandang ramainya ibu kota dari jendela sampingnya.


sebenarnya Hotman tidak ke toilet dia mensiapkan diri untuk menyanyi di panggung kecil yang mereka sediakan di resto untuk menghibur para tamu disitu, sudah tersedia sebuah piano sesuai yang di request Hotman.


lalu Hotman berjalan menuju panggung kecil yang berada disitu, dan duduk di depan piano dia siap untuk membawakan sebuah lagu, untuk mewakilkan perasaannya kepada gadis pujaan hatinya.


suasana di restoran menjadi hening ketika Hotman membuka suara menyapa mereka para tamu yang ada di Restoran tersebut, Yuri pun kaget kenapa Hotman tiba tiba sudah ada di panggung kecil yang di hadapan pengunjung Restoran dan sudah duduk di hadapan piano.


"selamat malam semuanya, maaf sebelumnya mengganggu acara makan malam kalian, saya minta waktunya sebentar, disini saya akan mencoba membawakan sebuah lagu yang mewakilkan perasaan saya kepada gadis cantik yang selama ini sudah mencuri hati saya, gadis cantim itu yang kini tengah duduk di meja tepat di sudut jendela" ucap Hotman


Otomatis semua tamu pengunjung restoran yang sedang makan disitu mengarahkan pandangannya ke arah Yuri, Yuri sampai menutup mulutnya tidak percaya apa yang di lakukan Hotman semunya untuk dirinya, ada rasa malu di pandangi semua tamu resto tersebut ada rasa terharu juga dia di kasih kejutan seperti ini oleh pria yang yang ia sukai.


"semoga kalian bisa menikmati laguny ya" ucap Hotman dan jari jarinya memulai memainkan pianonya.



Hotman memilih lagu "THE ONE" From. Kodaline sebagai perwakilan ungkapan dari hatinya.


para tamu pengunjung resto takjub dengan permainan piano Hotaman dan juga suaranya yang sangat bagus.


Yuri masih belum percaya kalau Hotman melakukan ini semua untuk dirinya, sampai dia terharu dan meneteskan air mata bahagianya.


selepas menyanyi Hotman mengucapkan terimakasih dan mengungkapkan cintanya langsung kepada Yuri dengan membuat bentuk hati degan tangannya. lalu dia berjalan menghampiri Yuri dengan membawa sebuket bunga mawar putih untuk gadis pujaan hatinya itu.



"terimaksih untuk semuanya atas waktunya, dan untuk Yuri I LOVE YOU, mau kah kamu menjadi kekasihku" ungkap Hotman lalu berjalan menuju meja yang di tempati Yuri.


dan semua undangan bersorak sorak untuk meminta Yuri menerima cinta Hotman.


Yuri sampai menutup mulutnya lagi saat dia mendengar dan melihat Hitman mengungkapkan perasaanya secara langsung


Sampai para jomblowati yang ada di restoran itu akan iri menyaksikan itu semua.

__ADS_1


"hei kenapa menagis?" tanya Hotman ketika sudah sampai di hadapan Yuri, melihat Yuri meneteskan air matanya lalu dia menghapus air mata yang menetes di wajah cantik gadis di hadapnnya.


"kamu gak suka ya, kalau kamu gak mau menerima kakak juga gak papa" ucap Hotman dengan nada sendu.


"ini bukan mimpi kan ka?" tanya Yuri menatap Hotman lekat lekat dia masih speechless dengan semua ini.


"Bukan baby" ucap Hotaman dengan senyum yang sangat bahagia, dia kira Yuri akan menolak dirinya.


"Kenapa masih menangis hemm?" Tanya Hotman sembari menghapus air mata Yuri.


Bukannya menjawab tetapi Yuri langsung memeluk Hotman.


“aku menangis karena bahagia ka, aku terharu kakak melaukan ini semua untuk aku” ucap Yuri dalam pelukan Hotman, dan Hotman pun membalas pelukan gadis pujaan hatinya yang saat ini sudah resmi menjadi kekasihnya.


“nih buat kamu”nucap Hotman melepas pelukan dari Yuri lalu memberikan sebuket bunga mawar putih kepada Yuri.


“terimakasih ka” sahut Yuri menerima bunganya.


“jadi jawabannya kakak di terima tidak nih?” tanya Hotman menggoda kekasihnya.


Dan di jawab oleh Yuri dengan anggukan kepalanya dengan malu malu.


Senyum lebar yang terpancar di wajah Hotman ketika melihat Yuri mengagukan kepalanya.


“I love You Baby” ucap Hotman sembari memegang tangan kekasihnya.


“I love you too ka” jawab Yuri dengan lirih dan menunduk dia malu sebenarnya untuk membalas ucapan Hotman, mendengar panggilan baru dari sang kekasih, Yuri tersipu malu dengan pipi yang sudah merah merona dia tidak mengira kalau cintanya akan terbalaskan.


Mendengar ucapan cinta dari gadis yang di cintainya itu, Hotman langsung menarik kekasihnya kedalam dekapannya dan langsung memberikan kecupan di puncak kepala sang kekasih


‘cup’


“ya sudah kita makan dulu yuk” ucap Hotman lalu melerai pelukannya pada sang kekasih.


“iya ka” sahut yuri lalu kembali duduk di kursi yang tadi ia tempati dan di ikuti Hotman yang ikut di kursi tepat di sampingnya.


Mereka menikmati makan malam dengan sangat nikmat dan senyum yang terpancar dari wajah keduanya, sembari mengobrol dan juga canda tawa di tengah tengah saat menyantap hidangan di hadapannya.


Setelah selasi makan malam dan shalat isa di rumah Om rangga, Yuna dan Agung langsung pamit pulang ke mansion.


“Yah kita pulang dulu ya” pamit Agung sembari menyalami Ayah Kangta diikuti oleh Yuna


“Mau pulang sekarang?” Tanya ayah kangta


“Iya yah, takut sampai mansion kemaleman” jawab Agung


“Iya gung, toh besok kalian ikut ke acara adek mu kan?” sambung om Rangga


“Gak ah om, kita pulang aja, soalnya pakaian kita buat besok juga ada di mansion, orang kita datang ke acara Hotman tuh diam diam, nanti kalau kita nginep malah ketahuan dong” jelas Agung


“Orang adek mu lagi pacaran pasti pulangnya ke apartemen gak mungkin ke rumah” ucap Ayah Kangta menimpali ucapan anaknya.


“Lah emang si Hotman sudah punya pacar, ko aku gak tahu “ ucap Agung, Yuna mengerti apa yang di maksud dengan Ayah mertuanya dia hanya mengulum senyumnya.


“Gak tahun juga sih tapi dia izin sama ayah katanya mau ngajak jalan seseorang” jelas Ayah Kangta


“Ya sudah yah, om tante aku dan Ana pamit pulang ya, sampai ketemu besok ya” ucap Agung menggandeng tangan istrinya


“Pamit semuanya” pamit Yuna


“Iya, hati hati” ucap ayah kangta


“Assalamualaikum” ucap Agung dan Yuna bersamaan


“Waalikumsalam” sahut semuanya.


Agung menggandeng tangan istrinya keluar dari rumah om Rnagga, di depan rumah El sudah menunggu mereka dan membukakan pintu mobil mempersilahkan pak bos dan nyonyanya masuk.


“Mau kemana lagi pak bos?” Tanya El ketika mobil sudah mulai keluar dari perkarangan rumah om rangga.


“Kita langsung pulang ke mansion El” ucap Agung lalau menengok ke arah istrinya yang memeluk lengan suaminya dengan manja dan wajahnya terlihat sudah mengantuk.


“Baik pak bos” ucap El lalu dia langsung mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang menuju mansion.


“Kamu kalau ngantuk tidur saja sayang, cup” ucap Agung melihat istrinya sudah mengantuk lalu mencium puncak kepala sang iatri.


“Hemm” sahut Yuna yang sudah sangat mengantuk, laku dia memjamkan matanya dan tidak lama kemudian terdengar dengkuran nafas yang halus terdengar dari sang istri.


Sesampainya di mansion El membatu bosnya membukakan pintu ketika Agung keluar mobil dengan menggendong sang istri yang masih telelap nyenyak dalam tidurnya.


Yuno melihat adiknya di gendong oleh suaminya khawatir dikira adiknya kenapa kenapa ternyata adiknya tertidur.


“Itu Ana kenapa Gung?” Tabya abang Yuno


“Tidur bang” jawab Agung langsung melanjutkan langkahnya menuju lantas atas menujuk kamrnya.

__ADS_1


Sesampainya di kamar Agung langsung membaringkan sang istri ditempat tidur lalu dia selimuti dan Agung memberi kecupan di bibir dan juga kening sang istri.


“Cup, cup, good night sayang” ucap Agung setelah memberi ciuman kepada sitrinya, lalu Agung berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Tidak lama Agung ke kamar mandi, Yuna membuka matanya melihat sekeli kamar , tenyata dirinya sudah berada di kamarnya sendiri.


“Euh.., aku ketiduran ternyata, pasti mas Agung yang gendong kau ke kamar” gumam Yuna lalu merubah posisinya menjadi duduk dan bersandar di ranjang.


Beberpa menit kemudian Agung keluar dari kamar mandi dengan wajahnyang begibtu segar, Agung kaget istrinya sudah bangun dari tidurnya ketika dia keluar darinkamar mandi.


“Loh sayang kenapa kebangun?” Tanya Agung ketika menghampiri istrinya dan ikut duduk di tepi ranjang menghadap sang istri.


“Aku mau ke kamar mandi mas, sama ganti baju gak enak tidur pake baju ini” jelas Yuna menatap arah suaminya di hadapannya yang sudah terlihat lebih segar.


“Mau mas gendong” tawar Agung


“Gak usah bee, aku bisa jalan sendiri” ucap Yuna turun dari ranjang beranjak menuju kamar mandi.


“Ya sudah, mas turun ke bawah dulu ya” ucap Agung menatap istrinya yang hendak ke kamar mandi.


“Hemmm” sahut Yuna langsung memasuki kamar mandi.


Sepeninggalan Yuna ke kamar mandi Agung turun ke bawah untuk mengambil minum yang bisa di sediakan di kamar.


“Bi sumi” panggil Agung


“Iya den ada yang bisa bibi bantu?” Tanya bi suni


“Mau ambil minum buat dikamar bi mana tempatnya ya” ucap Agung


“Oh ya bibi lupa menyediakn air di kamar ya den” ucap Bi sumi, karena biasanya setiap pagi bi sumi yang selalu membersihkan kamar nona mudanya.


“Iya gak papa bi, biar saya aja yang bawa ke atas” ucap Agung


“Ya sudah tunggu sebentar den, bibi siapkan dulu tekonya” ucap Bi sumi


“Iya bi” sahut Agung,


Tidak lama kemudian teko yang disiapkan bi sumi sudah siap dan langsung Agung bawa ke kamar.


Yuna keluar kamar mandi langsung menuju ruang ganti untuk mengganti pakaiannya dengan piyama supaya ditidurnya terasa lebih nyaman.


Ketika Yuna keluar dari ruang ganti bersamaan dengan Agung yang baru memasuki kamar.


“Habis ngapain bee ke bawah” pqnghil yuna ketika melihat suaminya baru memasuki kamar


“Ambil air minum sayang, tadi siang bibi lupa menyediakan air di kamar” ucap Agung lalu menuangkan tekondi meja depan sofa dan menuangkan airnya ke gelas lalu dia bawa gelasnya menghampiri istrinya yang sedang duduk di tepi ranjang.


“Nih sayang minum dulu, tadi bangun tisur b2lum minum kan” pintah Agung memberikan segelas air putih kepada istrinya.


“Makasih bee” ucap Yuna ketika menwri ait dari suaminya dan langsung meneguknya sampai habis.


“Sini gelasnya, sekarang tidur lagi ya” pintah Agung dengan mengelus kepala snag istri.


“Hem, tapi temenin, mas ikut tidur juga” ucap Yuna dwngan manja.


“Iya sayang, bentar mas simpan gelasnya dulu di meja” ucap Agung langsung berjalan menuju meja depan sofa kamar untuk meletakan gelas kosong tadi.


Setelah itu dia langsung menghampiri istrinya yang sudah berbaring di tempat tidur, Agungpun ikut berbaring di sebelah istrinya dan membawa istrinya ke dalam pelukannya.


“Hemm, bee” panggil Yuna


“Kenapa sayang?” Tanya Agung


“Gak jadi” ucap Yuna


“Kenapa gak jadi, dari tadi kamu mau bilang sesuatu ke mas tapi ragu kenapa, mau cerita apa sayang?” Tanya Agung penasaran.


Sembari mengelus kepala sang istri.


“Tapi mas jangan marah ya” ucap Yuna mendongakkan kepalanya menatap wajah suaminya.


“Iya sayang” sahut Agung membalas tatapan sang istri dengan senyumnya.


“Maafin aku ya mas” ucap Yuna dengan lirih


“maaf buat apa sayang, perasaan setau mas kamu tidak punya salah apa apa” uvap Agung bingung kenapa istrinya tiba tiba minta maaf.


“maaf karena kau belum siap untuk memberikan nafkah batin buat kamu” ucap Yuna lirih


“kamu ngomong apa sih sayang kan kita menikah itu tujuanya buat beribadah bukan hanya untuk memenuhi nafsu saja, selama kamu belum siap ya mas bisa ngertiin ko, gak mungkin kan kamu belum siap, mas maksa kamu, mas gak mau menyakiti kamu, maunya kita melakukan itu sudah saling iklas dan menerima satu sama lain biar tidak ada yang di rugikan” jelas Agung dengan terus mengelus kepala istrinya.


“Tapi kalau mas lagi pengen banget jangan ngelampiasinnya ke wanita lain ya, kalau.memang mas sudah gak tahan untuk menahan hasrat mas mas bilang saja sama aku jangan lampiasin ke wanita lain” ucap Yuna dia menjadi takut sendiri ketika mendengar omongan Yuri tadi siang, dia takut suaminya akan jajan di luar untuk menuntaskan hasratnya.


“Asstagfirallah sayang pikiran dari mana itu, ya gak mungkinlah, paling ujung ujungnya mas kalau lagi mengingjnkannya jadinya samabsi lux di kamar mandi” ucap Agung dengan santai dia tidak tahu dari ucapannya bisa salah paham.

__ADS_1


Mendengar tautan dari suaminya Yuna langsung melepas pelukan dari suaminya.


“Tuh kan baru di bilangin jangan ngelakuin itu sama wanita lain mas malah ngelakuin itu sama wanita lain, siapa lagi itu si lux samapi di sebutin lagi namanya” ucap Yuna marah pada suaminya dan langsung merubah posisinya menjadi membelakngi Agung.


__ADS_2