
Dengan terpaksa obrolan dua pasangan paruh baya itu terhenti ketika ada seorang perawat tengah mengantar makanan ke ruangan Ayah Kangta karena memang waktunya Ayah Kangta makan siang dan setelah itu minum obatnya.
“Maaf, tuan Nyonya saya mengganggu waktunya sebentar, saya hanya ingin mengantar makanan buat pasien” ucap perawat yang datang.
“Iya sus gak papa” ucap Bunda Riani, lalu perawat itupun langsung mendorong meja makan tepat di hadapan ayah Kangta agar Ayah Kangta lebih mudah untuk memakan makanannya, apalagi mereka sudah tahu jika Ayah Kangta adalah pemilik rumah sakit tempat mereka bekerja, Ayah Kangta akan di perlakukan sebaik mungkin oelh mereka.
“Silakan tuan”
“Maksih sus” sahut Ayah Kangta
“Sama sama tuan, kalau begitu saya permisi dulu tuan, nyonya” ucap perawat tersebut.
“Iya sus” sahut Ayah Kangta dan Bunda Riani secara bersamaan.
Sepeninggalan perawat dari ruangan Rawat Ayah Kangta, bukannya langsung memakan makanannya Ayah Kangta malah diam saja.
“Makan dulu mas, kenapa cuman di liatain aja makanannya?” Tanya Bunda Riani
“Mas gak mau makan kalau gak di suapin kamu” ucap Ayah Kangta
“Dih..., nu kaya budak leutik, kunaon jadi manja kos kitu” ucap Bunda Riani dengan khas bahasa sundanya.
“Ya gak papa sayang, manja sama calon istri sendiri ini, ayo cepetan suapi sayang” ucap Ayah Kangta
“Iya iya, sini in atuh makanannya” ucap Bu da Riani dan Ayah Kangta pub dengan tersenyum langsung mengambil makanannya lalu dia berikan langsung kepada wanita cantik di hadapannya itu.
“Aaaaa...” Ayah Kangta langsung membuka mulutnya dan menerim suapan demi suapan dari calon istri nya itu.
“Ko makanan kamu bukan sepeti makanan buat orang sakit mas?” Tanya Bunda Riani karena makanan ya g di antar buat Ayah Kangta adalah Nasi Goreng.
“Kan mas cuman kecapean sayang, dokter memperbolehkan aku untuk makan apa saja selama itu masih baik di konsumsi sayang” jawab Ayah Kangta
“Kata Yuri kamu juga akhir akhir ini jarang ikut makan bareng sama anak anak, kenapa?” Tanya Bunda Riani lagi
“Ya itu, karena sudah mulai gak enak badan sayang makanya gak enak makan, maunya tidur terus, ini juga mas ke rumah sakit karena di paksa sama Hotman” jelas Ayah Kangta
“Ya makanya gak usah bulak balik Jakarta Bandung jadinya kecapean sendiri kan” omel Bunda Riani
“Ya mau gimana lagi, kan lagi pede kate sama wanita cantik, sudah dua tahun gak di terima terima, suruh ikut ke Bandung dia tidak mau” ucap jelas Ayah Kangta
__ADS_1
“Ya kalau aku tinggal disini sama kamu gimana dengan anak anak panti mas” ucap Bunda Riani
“Kan ada bu suci sama pak Abdul sayang, mereka juga sudah lama membantu kamu kan, kamu serahin semua saja sama mereka untuk masalah panti, dan nanti sebulan sekali kita ke panti sekaligus jengukin anak dan menantu kita ya, kalau di panti masih kekurangan orang nanti mas akan cariin ya buat bantuin bu suci ok” ucap Ayah Kangta
“Terserah kamu saja lah mas, aku ngikut saja, tapj janji ya sebulan sekali kita ke Jakarta buat jengukin panti sama anak anak ya” ucap Bi da Riani
“Iya sayang” sahut Ayah Kangta.
“Oh ya anak anak kemana?” Tanya Ayah Kangta dia baru sadar jika di kamar tidak ada menantu dan putrinya.
“tadi sih bilangnya mau beli makan siang dulu, tapi gak tahu dimana” jawab Bunda Riani yang masih setia menyupi makanan ke mulut ayah Kangta.
“Berarti kamu belum Makan yank?” Tanya ayah Kangta, dan bunda Rini pun langsung menganggukkan kepalanya sia menjawab dengan jujur.
“Ya sudah sini makanannya kasih mas” ucap Ayah Kangta otomatis Bunda Riani pun langsung memberikan piringnya kepada Ayah Kangta di kira Bunda Riani, Ayah Kangta itu ingin makan sendiri tapi ini malah kebalikannya.
“Aaaa.., sayang” pintah Ayah Kangta
“Mas itu kan makanan kamu, kamu belum selesai makan juga” ucap Bunda Riani
“Gak papa sayang, mas sudah kenyang, sekarang giliran kamu makan ya” ucap Ayah Kangta
“Gak usah mas, aku nanti aja nunggu anak anak datang” tolak bunda Riani
“Tunggu sayang mas hubungin orang rumah sakit dulu buat beli makanan buat kamu” ucap Ayah Kangta langsung meraih ponselnya yang ada di samping tempat tidur.
“Kamu mau makan apa sayang?” Tanya Ayah Kangta
“gak usah lah mas, nanti aja nunggu anak anak datang” sahut Bunda Riani.
“Gak pokoknya kamu harus secepatnya makan, mas tidak mau sampai kamu telat makan sayang” ucap Ayah Kangta
“Oh..aku ingat kamu masih suka sate kan, mas pesankan sate ya mau?” Tanya Ayah Kangta bunda Riani pun hanya menganggukan kepalanya.
Baru saja Ayah Kangta menghubungi seseorang untuk membelikan makanan buat bunda Riani, ada seseorang memasuki kamarnya.
“Assalamualaikum”
“Waalikum salam” jawab Ayah dan bunda bersamaan, ternyata yang datang adalah Hotman, Yuri dan juga Anggun yang sedari tadi tengah mereka tunggu, mereka langsung menyalimi Ayah dan Bundanya.
__ADS_1
“Kalian dari mana aja sih boy, kalian lupa ya kalau bunda kalian juga belum makan siang” ucap Ayah Kangta
“Maaf ya tadi mereka makan siang di kantor sama aku, terus karena kerajaan aku tinggal sedikit lagi, aku minta mereka suruh tunggu sebentar sekalian aku juga mau kesini” jelas Hotman
“Uda lah mas ah, orang aku juga belum lapar tadi sarapannya agak telat soalnya” ucap Bunda Riani
“Ko bisa samapai telat sayang sarapannya” ucap Ayah Kangta
“Ya karena bunda sibuk mikirin keadaan Ayah” sambung Anggun membuat Ayah Kangta bersorak gembira dalam hatinya.
“Ya sudah sekarang mana makanan buat bunda sayang?” Tanya Ayah Kangta
“Ini yah, tunggu Yuri salin dulu makanannya” sahut Yuri setelah itu Yuri pun langsung menyerahkan makanannya kepada Bunda Riani.
“Nih bun makanannya” ucap Yuri
“Makasih sayang” sahut Bunda Riani
“sama sama bun” sahut Yuri
“Sudah sana mas juga selesaikan makannya kalau tidak aku gak mau makan nih” ucap Bunda Riani, Ayah Kangta pun menurut langsung melanjutkan makannya.
“Kayaknya ada pasangan bucin baru nih beb” ucap Hotman
“Sirik bilang boy, oh ya Ayah mau kasih tahu kalian kalau Ayah sama Bunda secepatnya akan menikah lagi” ucap Ayah Kangta dengan santai. Hotman yang tengah mimum air sampai dia tersedak ketika mendengar ucapan sang ayah.
“Kamu gak papa ka?” Tanya Yuri sembari menepuk nepuk punggung suaminya.
“Gak papa beb, bun bener bunda mau menikah lagi sama Ayah?” Tanya Hotman memastikan ucapan ayahnya benar.
Bunda Riani pun menganggukkan kepalanya.
“Gak karena terpaksa atau di paksa kan bun?” Tanya Hotman lagi
“Boy emang ayah pernah lihat Ayah maksa bunda kamu untuk balik lagi sama Ayah” sahut Ayah Kangta
“Enggak sayang, Bunda mau di sisa hidup bunda yang sudah tua ini mau menikmati hidup dengan laki laki yang sangat bunda cintai” jawab Bunda Riani membuat Ayah Kangta tersenyum senang.
“Alhamdulillah ya Allah akhirnya Ayah ku sold out juga” ucap Hotman
__ADS_1
“Nih anak ya, di kira Ayahnya barang belanjaan apa sold out" sahut Ayah Kangta merasa kesal dengan putranya itu, tapi jika ada Hotamn itu susana menjadi hidup, itu lah yang membuat Ayah Kangta dan Agung bisa tersenyum melihat tingkah kekonyolan Hotman.
Flashback off