BUCIN DARI KECIL

BUCIN DARI KECIL
59. Malam Pertama Yang Tertunda


__ADS_3

Mendengar cerita suaminya Yuna semakin mempererat pelukannya dan mengusap usap punggung suaminya.


“Sudah Yuk tidur, sudah malam sayang” ucap Agung menatap wajah sang istri.


“Tunggu bee aku mau ke kamar mandi dulu” ucap Yuna lalu melerai pelukan dari suaminya, dengan santainya Yuna melepas bethdrobe berwarna hitam yang terbuat dari bahan sutra yang begitu licin.



Yuna lupa kalau di balik bathdrobe itu dia sedang memakai lingerie hitam yang tadi di berikan Yuri sahabatnya.


Agung menelan ludahnya melihat penampilan istrinya yang begitu menggoda dia menatap punggung istrinya yang terlihat pundak yang begitu putih dan mulus dengan dress tidurnya yang begitu pendek hingga paha putih nan ulus itu sangat menggoda bagi Agung.


“Sayang” panggil Agung yang sudah mengubah posisi tidurnya menjdi duduk di ranjang dan bersandar di headboard tempat tidur.


Yuna dengan santainya turun dari ranjang menuju kamar mandi, Yuna yang merasa di panggil oleh suaminya otomatis dia menghentika langkahnya dan lalu membalikan badanya menatap ke arah suaminya.


Agung semakin tegang di kala istrinya membalikan badannya, belah dada nya begitu terlihat jelas apalagi ****** buah dada sang istri tercetak jelas di balik lingerie hitamnya, karena Yuna tidak mengenakan penutup untuk buah dadanya hingga bisa terlihat begitu jelas puncak gunung kembar milik istrinya.


“Kenapa bee?” Tanya Yuna belum mengetahui suaminya sudah tegang karena melihat penampilan dirinya.


“Kamu menggoda mas” ucap Agung dengan senyumnya memperlihatkan kedua lesung pipinya.


Mendengar ucapan suaminya dia baru sadar kalau sekarang dia sedang menggunakan linggerie hitam yang tadi di berikan sahabatnya lalu dia mencari bathrobe ternyata sudah terlepas dan tergelatak di atas tempat tidur, dengan otomatis Yuna langsung menyilangkan kedua tangannya untuk menutupi bagian depan tubuhnya dan langsung berlari menuju kamar mandi.


“Sayang jangan lari lari “ ucap Agung ketika melihat istrinya berlari ke kamar mandi.


Selepas Yuna ke kamar mandi Agung meraih bathribe milik sang istri yang tergeletak tepat di atas tempat tidurnya lalu Agung ciumi bathdrobe milik Yuna menghirup dalam dalam aroma wangi khas istrinya .


Sedangkan Yuna di kamar mandi setelah melasaikan hajatnya, dia hanya mondar mandir bolak balik di dalam kamar mandi,Yuna menggerutu kebodohannya sendiri kenapa dia sampai lupa kalau sekarang sedang menggunakan lingeire, ia sangat malu dengan suaminya.


Agung yang menunggu istrinya tak kunjung keluar dari kamar mandi dia pun beranjak turun dari ranjang dan berjalan menuju ke arah kamar mandi, sesampainya di depan kamar mandi langsung Agung ketuk pintu kamar mandinya, Agung menjadi khawatir istrinya tak kunjung keluar takut terjadi sesuatu di dalam.


“Tok tok tok”


“Sayang kenapa lama sekali di dalam, kamu tidak papa kan?” Tanya Agung


“Iya bee, tunggu” sahut Yuna di balik pintu kamar mandi.


Sedangkan Yuna di kamar mandi terus berfikir apa malam ini dia harus menyerahkan hak suaminya.


“Sayang, hey sudah sini keluar yuk, mas tahu kamu malu sama mas, kalau kamu belum siap juga tidak papa sayang, tidak usah takut, mas tidak bakalan ngapa-ngapain kamu ko” ucap Agung dari depan pintu kamar mandi.


Akhirnya Yuna membuka pintu kamar mandinya tetapi bukannya dia yang keluar tapi dia hanya membuka sedikit pintunya dan mengeluarkan kepalanya saja.


“tolong ambilkan bathdrope aku dong bee” ucap Yuna


Agung pun berjalan menuju tempat tidur untuk mengambil bathdrope yang tadi sempat istrinya tinggalkan.


Setelah mengambil bathdropenya Agung kembali berjalan mendekat ke arah pintu kamar mandi yang sudah di tutup kembali oleh sang istri.


Tok tok tok

__ADS_1


“Yank ini bathdropenya” ucap Agung hanya mengulurkan tangannya menyerahkan bathdrope ke Yuna tanpa melihat ke arah pintu kamar mandi, lalu Yuna membuka pintunya lebar lebar ia tarik bathdropenya ke kamar mandi dengan sekencang mungkin hingga Agung pun ikut tertarik ke dalam kamar mandi dan pandangan mereka pun langsung bertemu dengan tangan masih sama2 memegang bathdrope milik Yuna.


Yuna sudah memutuskan untuk memberikan hak suaminya mlam ini, keduanya sama sama merasakan detak jantung yang begitu cepat hingga Yuna memberanikan diri untuk memulai mendekatkan wajahnya dengan wajah Agung menyatukan bibir mereka, Yuna mencoba untuk mencium suaminya walaupun masih terasa kaku.


Sedangkan Agung melebarkan matanya terkejut mendapat serangan dari sang istri, ketika Yuna ingin melepas tautan bibir mereka, Agung langsung menahan tengkuk istrinya untuk memperdalam ciuman mereka dengan otomatis Yuna memejamkan matanya dan mengalungkan tangannya ke leher suaminya sampai Yuna sangat sulit untuk mengimbangi ciuman suaminya.


Agung terus menikmati bibir istrinya yang begitu menggoda dan terasa begitu manis yang membuatnya selalu kecanduan akan bibir manis sang istri.


Selang beberapa menit Agung melepaskan tautan bibir mereka dan mengusap bibir Yuna yang basah karena ulahnya, mereka sama sama kekurangan oksigen karena tautan bibir merek.


“Kamu menggoda mas sayang, kalau sudah seperti ini jangan salahkan mas kalau malam ini tidak akan bisa tidur” ucap Agung langsung mengendong istrinya ala bridal style.


“Bee” ucap Yuna kaget ketika suaminya menggendongnya secara tiba sedangkan bathdrobe yang tadi mereka pegang sudah terjatuh di lantai kamar mandi.


Agung menggendong Yuna lalu berjalan menuju ranjang sepanjang berjalan menuju ranjang Agung bukan melihat ke depan tetapi dia terus menatap wajah cantik istrinya yang sudah merah merona seperti kepiting rebus.


Sesampainya di tempat tidur Agung merebahkan istrinya diranjang dengan perlahan, dengan posisi Agung sudah mengkukung Yuna dan tidak akan bisa lepas lagi.


“Apa boleh mas melakukannya malam ini?” Tanya Agung yang gairahnya sudah mencapai ubun ubun hingga kalau tidak di salurkan akan membuat kepalanya terasa sakit, Yuna pun menganggukan kepalanya sebagai tanda jawaban untuk pertanyaan suaminya.


“Apa kamu yakin sudah siap sayang?” Tanya Agung memastikan lagi kepada istrinya.


“Iya bee aku sudsh siap, tapi pelan pelan ya katanya kalau pertama kali rasanya sakit”ucap Yuna yang masih di bawah kungkungan suaminya.


“Pasti sayang, mas akan bermain lembuat dan membuat kamu terbang ke awan, kalau merasa sakit kamu boleh tarik rambut mas atau cakar punggung mas juga tidak papa” ucap Agung, Yuna hanya menganggukkan kepalanya bertanda jika Yuna mengiyakan ucapan suaminya.


Dengan perlahan Agung mulai menyatukan bibir keduanya, ciuman yang lembut kini menjadin semakin panas dan lama kelamaan ciuman itu semakin turun ke leher jenjang istrinya lalu ia buat beberapa tanda kepemilikan di leher putih dan mulus itu, tangan Nakal Agung mulai berkeliaran ke area sensitif istrinya sehingga membuat istrinya mengeluarkan suara yang begitu sexy yang membuat Agung semakin semangat.


Yuna merasakan sakit dan juga nikamat di saat Agung sudah mulai melakukan penyatuan mereka, Yuna hanya bisa menahan rasa sakit itu dengan meremas sprei yang bernuansa abu abu itu.


Agung terus menjelajahi setiap inci tubuh istrinya tanpa terlewatkan, sampai puncak demi puncak ia lewati, setelah selesai mencapai puncak masing masing, Agung langsung melepas penyatuan mereka dan memberikan kecupan di wajah sang istri yang sudah di penuhi dengan keringat akibat perguletan panas mereka.


‘Cup, cup, cup, cup’ Agung memberikan kecupan di kening kedua pipi dan bibirnya.


“Terimakasih sayang” ucap Agung langsung merebahkan badannya tepat di samping sang istri lalu langsung membawa istrinya ke dalam dekapannya.


Yuna yang sudah sangat lelah hanya bisa menganggukan kepalanya sebagai jawaban atas ucapan suaminya.


“Tidur lah sayang, kamu pasti capek” ucap Agung dengan megusap usap dan mencium puncak kepala sang istri, setelah mendengar dengkuran halus dari sang istri pun, Agung menyetel Alarm di handphonenya lalu ia ikut memejamkan matanya menyusul istrinya ke alam mimpi.


***


Keesokan paginya Agung terbangun lebih dulu karena bunyi alarm membangunkannya lalu Agung mematikan alarm di handphonenya setelah itu ia tatap wajah cantik istrinya dengan tersenyum mengingat kejadian semalam, dia tidak menyangka akan menikmati surga dunia dengan wanita yang amat sangat ia cintai.


"Sayang bangun, sudah subuh" ucap Agung sembari menyibakan anak rambut yang menutupi wajah cantik istrinya.


"Eughh" lenguh Yuna ketika tidurnya mulai terusik buakannya bangun tetapi dia semakin erat memeluk suaminya dengan mata yang masih terpejam.


Pergerakan istrinya membuat Agung merasa tegang kembali karena posisi mereka di dalam selimut masih dalam keadaan polos.


"Sayang hei bangun" ucap Agung mencoba membangunkan istrinya.

__ADS_1


"Euhh, jam berapa bee?" Tanya Yuna


"Jam empat sayang, sudah mau subuh" jawab Agung


"Eughh" lenguh Yuna menarik tangannya ke atas untuk merilekskan badannya.


Entah mengapa mendengar suara khas bangun tidur istrinya membuat gairah Agung kembali terpancing, lalu Agung pu langsung bereaksi lagi dengan menindih tubuh istrinya, Yuna membuka matanya lebar lebar ketika mendapatkan suaminya sudah ada dia atas tubuhnya.


"Bee, kamu mau ngapain, berat tahu" protes Yuna mencoba menyingkirkan badan suaminya tetapi tidak bisa.


"Yank satu kali lagi ya please" ucap Agung dengan wajah memohon.


"Tapi bee ini sudah mau subuh" ucap Yuna


"Mas janji akan main cepat, sama mas mau memeperkenalkan terong yang waktu itu kamu mau coba itu loh" ucap Agung menggoda sang istri.


"Terong apaan sih bee, jelas jelas aku tidak suka semua jenis terong" ucap Yuna


"Tapi kamu sudah menikmatinya semlam sayang" ucap Agung


Yuna mengerutkan keningnya perasaan dia semalam tidak melihat ada menu terong di ketika makan malam.


"Semalam apa sih bee, orang semalam kan kita makan tidak ada menu terong, uda awas ah " ucap Yuna dengan polos, Agung hanya menahan tawanya melihat wajah polos istrinya.


Bukannya menyingkir dari tubuh istrinya dia malah meraih tangan Yuna di bawanya untuk memegang juniornya.


"Ini terong yang mas maksud sayang, kamu semalam sudah menikmatinya kan" ucap Agung menggoda istrinya.


Yuna melebarkan matanya di kala tangannya memegang junior milik suaminya, otomatis langsung dia tarik kembali tangannya dan Yuna langsung memukul dada suaminya yang sudah tepat di hadapannya.


"Mesum banget sih bee" ucap Yuna


"Kan mesum juga sama kamu sayang, boleh ya sekali lagi?" Tanya Agung dengan wajah yang sudah di penuhi gairah, Yuna pun menganggukan kepalanya, dan terjadilah pergulatan panas di atas ranjang mengulang kejadian semalam, walaupun hanya singkat karena mengejar waktu subuh, tetapi keduanya sama sama menikmati permainan mereka.


"Terima kasih sayang, cup cup" ucap Agung lalu mencium kening dan bibir istrinya, Yuna hanya bisa menganggukan kepalanya.


"sekarang kita mandi yah" ucap Agung


"Gantian saja bee, aku tidak mau nanti kamu terpancing lagi alhasil kita tidaknjadi shalat subuh" ucao Yuna


" iya sayang, mas gendong ya" ucap Agung


"Tidak usah bee" sahut Yuna lalu mencoba beranjak dari tempat tidur dengan selimut yang menutupi tubuhnya, ternyata bagian intinya sangat sakit hingga sia seperti susah untuk berjalan.


"Eshhtt" keluh Yuna menahan sakitnya


"Kenapa sayang, sakit ya, makanya sini mas gendong" ucap Agung tanpa basa basi langsung menggendong istrinya menuju kamat mandi.


Sesampainya di kamar mandi Agung mendudukan istrinya di closet lalu dia menyiapkan air hangat di bathtub untuk istrinya.


"Nih airnya sudah sayang, kamu berendam aja dulu sebentar biar bisa mengurangi rasa sakitnya, biar nanti mas mandi di kamar om Rangga ya" ucao Agung

__ADS_1


"Hemm" sahut Yuna, Agung langsung keluar dari kamar mandi lalu menuju kamar Om Rangga yang sekarang di tempati Hotman.


__ADS_2