
Hari ini tepat di hari weekend dimana Agung dan Juga Yuna akan ke rumah Om Rangga dan berniat mereka akan menginap karena ada Yuri dan juga Hotman yang sedang berkunjung ke Jakarta, banyak hal yang ingin di ceritakan oleh Yuna kepada Yuri begitu pun sebaliknya, Yuri juga banyak hal yang ingin dia ceritakan kepada sahabatnya itu.
Papi Kadir seperti biasa dia ada pertemuan dengan teman bisnisnya untuk main golf bersama dan kali ini dia akan membawa Yuno untuk di perkenalkan dengan teman bisnisnya itu.
Sedangkan Mami Boa tetap stay di mansion untuk menemani menantunya, padahal Yuna sudah membujuk maminya untuk ikut karena disana ada Yuri tetapi mami Boa menolak, tidak tahu kenapa Yuna ingin sekali maminya itu bisa ikut dengannya.
"Mami yakin gak mau ikut, disana ada Yuri juga loh" ucap Yuna dengan manja di lengan ibunya.
"Tidak sayang, kasihan kakak ipar kamu jika mami ikut dia akan sendiri di rumah, nanti deh jika papi dan kakak kamu sudah pulang nanti mami nyusul ya" ucap Mami Boa sembati mengacak-acak rambut sang putri.
"Bener ya mami akan nyusul kalau papi sudah pulang" ucap Yuna
"Iya sayang, baik baik ya cucu oma mau ketemu tante cilik ya" ucap Mami Boa sembari mengelus perut Yuna. Yang di maksud dengan tante cilik adalah anak dari Om Rangga dan juga tante Imna.
"Ya sudah, Ana pergi dulu ya" ucap Yuna sembari memeluk mamainya, tidak tahu kenapa rasanya berat sekali melepas pelukan dari ibunya.
"Tumben manja banget sih princessnya mami" ucap Mami Boa sembari mengelus kepala sang putri yang dalam pelukannya.
Yuna melepas pelukannya lalu bergantian Agung yang berpamitan dengan mami Boa, "mih kita pergi dulu ya" ucap Agung sembari mencium punggung tangan mertuanya.
"Iya nak, mami titip Ana dan calon cucu mami ya" ucap Mami Boa
"Iya mih tenang saja, tanpa mami minta pun Insya Allah Agung akan selalu menjaga mereka" sahut Agung
Setlah berpamitan dengan mami Boa, Yuna dan Agung berjalan dengan saling bergandengan keluar dari mansion dan memasuki mobil yang sudah di siapan oleh El.
“kenapa sayang?" Tanya Agung yang melihat istrinya terus memandang ke arah pintu utama mansion terus.
"Ko perasaan aku gak enak ya bee" jawab Yuna
"Apa kita batalkan saja ke rumah om Rangganya dan kita istirahat saja di mansion ya" bujuk Agung.
__ADS_1
"Gak papa bee, jalan saja ka El" pintah Yuna, “baik Nona” sahut El dan langsung menjalankan mobilnya meninggalkan halaman mansion.
"Yakin kamu gak papa sayang?" Tanya Agung memastikan dan langsung di angguki oleh Yuna. Lalu Agung pun langsung membawa istrinya masuk dalam pelukannha agar lebih rileks.
Dan sesampainya di rumah om Rangga, Yuna langsung memluk sahabatnya ketika bertemu mereka bedua temu kangen dan Yuna langsung membawa Yuri menuju kamar tamu karena mereka berdua ingin mengobrol berdua sesama wanita.
"Sayang mau kemana?" Tanya Agung
"Iya kakak ipar itu istri aku mau di bawa kemana?" Tanya Hotman ketika melihat istrinya di tarik tangannya oleh kakak iparnya menuju kamar tamu.
Yuna dan Yuri saling pandang lalu menatap kedua suami mereka masing masing"kangen kangenan" ucap Yuna dan Yuri bersamaan membuat para suami menggeleng gelengkan kepalanya melihat tingkah laku mereka berdua.
"Alhamdulilah lah, keputusan aku benar untuk mengajak Yuri ke jakarta agar dia bisa bertemu dengan kakak ipar dan mungkin dia perlu mengobrol dengan kakak ipar agar tidak memikirkan masalah anak lagi" batin Hotman
"Woy bengong aja" ucap Agung sembari menepuk pundak Hotman membuat Hotman tersadar dari lamuananya.
"Kamu sudah datang boy?" Tanya Ayah Kangta yang baru saja keluar dari kamarnya.
"Sehat, Yuna mana, gak ikut?" Tanya Ayah Kangta yang tidak melihat menantunya ada di sekitarnya biasanya putranya tidak bisa jauh dari menantunya itu, terus nempel kaya prangko. Mendengar pertanyaan sang Ayah, Agung dan Hotman saling pandang, "kamu lagi berantem boy, sama Ana?" Tanya Ayah Kangta lagi
"Siapa yang lagi berantem sih yah, tuh kedua menantu Ayah ada di kamar tamu katanya mau kangen kangenan" jelas Agung membuat Ayah Kangta menahan tawanya, "ya sudah kalian ikutan juga dong kangen kangenan, seperti kalian dulu saja waktu kecil kalian berdua itu tidak terpisahkan kayak lem” ledek Ayah Kangta.
"Ihhhh..., gua sih ogah"sahut Agung sembari sedikit menjauhkan badannya dari Hotman.
"Idihhh... gua juga ogah deket2 sama lo" sahit Hotman kepada sang kakak.
***
Sedangkan Mami Boa kini sedang mengerjakan desain gaun pesanan seseorang di kamarnya sembari duduk di sofa kamar dan ini kesempatan Sonya untuk menjelankan rencananya, Sonya mengambil surat perjanjian pernikahan milik Yuna di kamarnya, lalu dia menghampiri mami Boa yang ada di kamarnya.
Toktok
__ADS_1
"Siapa?" Tanya mami Boa
"Aku mih Sonya" jawab Sonya
"Masuk sayang" ucap mamai Boa lalu Sonya pun memasuki kamar yang di tempati oleh Mami Boa dan juga Papi Kadir.
"Mih, boleh Aku ngomong sesuatu gak?" Tanya Sonya ketika dia sudah duduk tepat di samping mami Boa.
"Boleh dong, mau ngomong apa?" Tanya balik mamai Boa.
"Aku menemukan ini pas bantuin Ana pindah kamar mih" ucap Sonya sembari menyerahkan selembar kertas yang berisi surat perjanjian pernikahan, "apa ini sayang?" Tanya Mami Boa ketika meneriman surat tersebut, Sonya tidak menjawab pertanyaan ibu mertuanya dan mami Boa pun mulai membaca satu persatu point perjanjian pernikahan milik Agung dan juga Yuna.
"Apa apaan ini, ini gak mungkin Sonya, kamu bisa lihat sendiri kan kemesraan mereka berdua bagaimana" ucap mami Boa tidak percaya apa yang dia baca dari surat tersebut, "ya itu buktinya mih, Sonya tidak bohong, sonya temuin surat itu di kamar Ana dan Agung di atas, mungkin saja mereka hanya pura pura di depan kita semua mih, agar terlihat baik baik saja, orang sebelum aku mengenal mas Yuno aku pernah bertemu di pesta undangan perusahaan di singapore, aku melihat Agung hanya datang dengan asistennya sedangkan Yuna mami tahu dia datang dengan siapa? “tanya Sonya dan mami Boa pun menggelengkan kepalanya, "dia datang bersama pacarnya Dimas dan ketika Yuna bertemu dengan Agung di hadapan Dimas dia seakan akan tidak mengenali suaminya sendiri" jelas Sonya, membuat mami Boa menjadi berfikir apa salah diirnya menjodohkan putrinya dengan anak sahabatnya, apa selama ini Yuna dan Agung tidak bahagia, terlalu banyak pertanyaan yang muncul di benak kepalanya hingga membuat mami Boa tiba tiba memegang dadanya dan nafasnya mulai tidak beraturan.
Sedangkan Sonya hanya diam saja melihat ibu mertuanya seperti itu, malah dia semakin memanas-manasin mami Boa, "kalau mami tidak percaya yah mami tanyakan saja langsung ke orangnya, dan mami tahu kenapa selama aku tinggal disini Agung itu tidak pernah mau bicara dan menyapa aku karena paku tahu rahasia dia dan juga Yuna" ucap Sonya semakin membuat mami Boa tidak bisa menahan rasa sakit di bagian dadanya.
"Tolong mami sayang ambilkan obat di laci nakas" ucap Mami Boa lalu Sonya mengikuti perintah ibu mertuaya mengambil obat di meja kecil samping tempat tidur.
"Mami mau ini?" Tanya Sonya ketika sudah di hadapan ibu mertuanya sembari menunjukan botol obat di tangnnya.
"I..ya tolong kasih mami sa..tu" ucap mami Boa yang sembari nafas yang sudah tidak beraturan.
"Its...tunggu dulu dong aku mau kasih ini ke mami asalkan mami mau merubah wasiat keluarga itu menjadi, jika anak pertama dari cucu pertama akan menjadi pemimpin SM Group nantinya" ucap Sonya sembari menggoyang goyangkan botol obatnya.
"Mak..sud kamu a..pa So..nya" tanya Mami Boa yang sudah tidak tahan lagi menahan rasa sakitnya.
"Ya maksud aku, masa hasil kerja mas Yuno nanti di wariskan ke anak Yuna sama Agung bukan sama anak Aku, jadi kalau mami mau obat ini mami harus rubah wasiat itu mau" ucap Sonya dan mami Boa pun menggelengkan kepalanya.
"Ya Allah tolong hamba ya Allah, hamba sudah gak kuat lagi, dan tolong lindungi dan jaga keluarga ku dari wanita ini" batin mami.Boa
"Gak mau, ya sudah Sonya tinggal dulu ya mih, tiba tiba anak aku mau makan nih" ucap Sonua lalau meraih surat milik Yuna dan membawanya pergi dari kamar ibu mertuanya tanpa memberikan obat itu kepada mami Boa, tanpa belas kasihan Sonya membiarkan Mami Boa yang sudah terjatuh di karpet sembari memegangi dadanya.
__ADS_1