
Tidak terasa kini hari bersejarah untuk Agung dan Yuna akan di laksanakan, Kini anggota keluarga sudah kumpul di ruangan VVIP rawat inap mami Boa. Yang hadir hanya keluarga dari kedua belah pihak dan para sahabat dekat kedua mempelai.
Kini Yuna yang sudah terlihat cantik tengah duduk di samping tempat tidur mami Boa dan bersebelahan dengan Agung yg akan mengucap ijabnya.sedangkan di sebrang nampak ada papi kadir dan pak penghulu.
“ok semuanya sudah siap ya, silahkan Nak Agung berjabat tangan dengan Tuan Kangta yang selaku wali nikah dari mempelai perempuan” ucap pak penghulu
"Nak Agung" ucap Papi Kadir
"Iya pih" jawab Agung
"Sudah siap nak" Tanya papi
"Insya Allah sudah pih" sahut Agung
"Bissmillahirokhmanorohim" gumam semuanya
"Saudara Agung Surya Jaya Bin Kangta Surya Jaya saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri saya yang bernama Ayyuna Salendra Mahardika binti Kadir Salendratama dengan maskawin seperangkat alat shalat dan perhiasan seberat `307 gram dan uang sebesar Rp.5.400.000.000 (5,4 milyar) di bayar tunai" ucap papi Kadir
"Saya terima nikah dan kawinnya Ayyuna Salendra Mahardika binti Kadir Salendratama dengan mas kawin tersebut tunai" ucap Agung dengan lantang
“Alhamdulillah” semua yang hadir mengucap syukur melihat ijab Kabul berjalan lancer
Semuanya tersenyum bahagia tapi tidak dengan Yuna, Yuna memajang senyum secara terpaksa karena dia tidak mau membuat sang mami bersedih.
“Barakallahu laka wa baraka’alaika wa jam’a binakuma fi khairin, amin amin ya robbal alamin” ucap pak penghulu
“Aminn” ucap semuanya
“silahkan untuk istrinya mencium tangan suaminya dan sebaliknya suaminya cium kening istrinya” ucap pak penghulu
Kini Yuna meraih tangan Agung dan menciumnya sedangkan tangan Agung yang lainnya memegang kepala Yuna dan melafalkan doa untuk sang istri
“Allahumma baarikli fi ahli wa baarik li-ahli fiyya warzuqhum minni warzuqniy minhum” ucap Agung, selepas membaca doa Agung langsung mencium kening Yuna.
Deg
__ADS_1
“perasaan apa ini Ya Allah kenapa hati kecilku merasa sangat senang ketika dia mencium kening ku, seperti ada rasa rindu yang terobati” batin Yuna
“ selamat ya sayang, kini kamu sekarang sudah jadi seorang istri, dan inget pesan mami kamu harus hormati suami kamu ya, mami selalu berdoa buat kalian supaya kalian selalu bahagia” ucap mami Boa ketika
“iya mih, insyaallah Ana akan inget pesan-pesan mami” sahut Yuna, kini giliran mami Boa meraih tangan Agung
“nak Agung, tante nitip Yuna jagain dan sayangi dia, dia adalah princess mami yang berharga” `ucap mami Boa
“insya allah mih Agung akan selelu menjaga dan menyayangi istri Agung” ucap Agung
“hei sayang kenapa nangis? Masa pengantennya nangis nanti jadi jelek loh, apa kamu terpaksa menerima syarat mami ini” ucap papi Kadir yang sedang memeluk Yuna
“enggak pi, Yuna cuman sedih karena Yuna gak bisa ikut papi buat nemenin mami berobat” ucap Yuna
“kan kamu bisa jengukin mami pas libur kuliah, uda gak usah sedih ya, kamu doain aja semoga mami cepet berobatnya dan cepet sembuh dan sehat lagi, karena yang sekarang mami butuhin itu doa doa kalian yang selaku anak kami, kamu mengertikan maksud papi?” jelas papi Kadir dengan mengusap pipi Yuna yang basah karena menangis
“iya pih” sahut Yuna
“papi doain semoga kaian selalu bahagia aminn” ucap papi Kadir dengan mengecup kening Yuna.
“aminn” sahut semuanya
“selamat ya nak semoga kaian jadi keluarga yang sainah, mawadah dan warokhmh dan semoga kaian selalu di limpahkan kebahagiaan, Aminn” ucap Ayah Kangta
“Aminn, makasih uncle” ucap Yuna
“ko uncle sih kan sekarang kamu sudah jadi mantu Ayang otomatis kamu sekarang juga sudah jadi anak Ayah, jadi mulai sekarang panggilnya seperti Agung aja yah” jelas Ayah Kangta
“iya yah” sahut Yuna
Kini selepas dari Yuna kini beralih ke Agung yang tengah di peluk sama papi Kadir.
“selamat ya nak, papi doakan semoga selalu bahagia, dan pesan Papi untuk nak Agung, tolong sayangi, cintai dan jaga puti papi jangan kau sakiti hatinya maupun fisiknya, sekiranya nak Agung sudah tidak sanggup lagi untuk menjaga nya tolong sampaikan ke papi, biar papi menjemputya” ucap Papi Kadir
“Agung gak bisa janji pih, tapi Aguang akan berusaha semampu Agung untuk membuat Yuna bahagia pih, dan Agung akan selalu mengingat pesan papi” ucap Agung sembari memeluk papi mertuanya.
__ADS_1
“sudah sekarang sedih sedihnya sekarang waktunya kita makan-makan”ucap Ayah Kangta supaya suasana jadi ramai lagi.
“iya anih cacing-cacing di perut uda pada demo nih” sahut Khrisna sahabat Agung
“lo tuh ya kalau urusan makan aja cepet” sahut Agung
“ya harus dong” canda Krisna
“oh ya untuk tante Boa aku sudah masak untuk tante, karena kemarin kan tante mau coba masakan aku jadi tadi sebelum kesini aku coba masak buat tante” ucap Hotman
“oh ya, tante seneng banget, tapi…” ucapan mami Boa terhenti dan langsung mentap sang suami, mami Boa takut tidak di perbolehkan makan makanan selain dari rumah sakit.
Melihat mami Boa memberhentikan ucapannya, Hotman menduga Mami Boa takut tidak di perbolehkan makan mkanan yang dia bawa.
“kenapa tante? Tante gak mau nyobain masakan aku, oh aku tahu tante pasti takut tidak perbolehkan makan makanan selain dari rumah sakit kan?, tapi tante tidak usah khawatir aku sudah sonsultasi ke Dokter ko apa aja bahan makanan yanag boleh dan tidak boleh tante makan, jadi masakan aku aman” jelas Hotman
“beneran pih, mami boleh makan masakan nak Hotman?” Tanya antusias mami Boa kepada sang suami
“iya sayang boleh” jawab papi Kadir sembari menngagukan kepalanya dan itu membuat mami Boa tersenyum bahagia.
“biar Hotman aja yang suapin tante boleh?” Tanya Hotamn
“biar om aja nak, mendingan kamu makan sama yang lain” sahut papi Kadir
“gak papa om, boleh ya aku mau ngerasain bagaimana menyuapi seorang ibu” ucap Hotman seketika membuat papi Kadir dan Mami Boa saling tatap dan mami Boa menganggukan kepalanya ke arah sang suami.
“Ya sudah boleh deh” ucap papi Kadir
“maksih om, nah sekaarang tante cobain yah, aaaa….” Sahut Hotman
“emmm emmm” mami Boa mengunyah makanan dengan lembut.
“gimana tan masakan aku enak tidak atau tante gak suka?” Tanya Hotman dengan menyelidik melihat mami Boa hanya diam.
“ini mah makanan dari hotel bintang lima juga lewat, enak banget nak Hotman” jawab mami Boa
__ADS_1
“percayakan Bo, apa aku bilang” sambung Ayah Kangta
“iya mas, masakannya enak banget “ sahut mamu Boa