BUCIN DARI KECIL

BUCIN DARI KECIL
BAB. 128


__ADS_3

Weekend telah tiba, kini dimana Yuna dan keluarganya akan membuat syukuran di panti kasih bunda. Anak anak panti sangat gembira ketika di beri tahu oleh Anggun dan ibu Suci jika Yuna dan keluarganya akna membuat syukuran di panti, sudah sangat exaited sekali mereka ingin menyambut Yuna dan keluarganya.


“Ingat ya adek adek nanti kalau ada keluarga dari Bunda Ana semuanya harus sopan ya dan jangan lupa untuk salim ok” ucap Anggun selepas mengecek anak anak pantu sudah berpakaian rapih atau belum.


“Iya ka Anggun” sahut semuanya.


“Ya sudah, kakak mau lanjutin buat kue nya nanti jika Bunda sudah datang kalian ikut pak Abdul atau bu suci ya ke pendopo” ucap Anggun.


“Baik ka” sahut anak anak, setelah itu Anggun pun langsung kembali ke dapur untuk melanjutkan membuat kue pesanan Yuna.


Di waktu yang sama, di lain tempat Yuna juga sedang bersiap dengan suaminya, dia sangat exaited dengan acara hari ini.


“Sayang kancingin kemeja aku doang” ucap Agung dengan mendekat ke istrinya yang tengah duduk di depan meja rias. Tanpa protes apa pun Yuna langsung mengancingkan satu persatu kemeja yang di kenakan suaminya.


“Bismillah ya Allah semoga hari ini lancar dan semua salah paham terpecahkan aminn, hari ini aku akan pertemukan kamu dengan bunda bee” ucap Yuna dalam hati dia tidak sadar jika kancing yang dia pasang tidak sesuai dengan lubangnya.


“Sayang hei” panggil Agung


“Oh..iya bee kenapa, uda selesai ya?” Tanya Yuna


“Coba kamu lihat, bukan selesai tapi kamu kancinginya salah sayang” ucap Agung dengan otomatis mata Yuna langsung tertuju kepada kemeja suaminya.


“Oh iya, maaf bee maaf” ucap Yuna lalu dia membuka kembali kemeja suaminya dan memasangkan kembali dari awal.


“Kamu lagi mikirin apa sih sayang?” Tanya Agung, di tahu pasti istrinya sedang memikirkan sesuatu.


“Gak pap ko bee, aku hanya gak sabar saja bertemu sama anak anak panti, oh ya Ayah sama ka Hotman sudah sampai mana?” Tanya balik Yuna, dia mengalihkan pembicaraan.


“Tadi sih bilangnya baru masuk Jakarta, aku bilang sih suruh langsung ke panti sayang” jawab Agung


“Oh ya sudah kalau begitu kita pergi sekarang saja bee, kamu sudah kasih tahu mereka alamatnya?” Tanya Yuna


“Sudah sayang, ya sudah yuk kamu sudah selesai?” Tanya balik Agung


“Aku sudah selesai ko, tunggu Aku ambil tas dulu” ucap Yuna, setelah itu mereka berdua bergegas langsung menuju panti, tidak lupa juga Yuna kemarin mengundang om Rangga, Tante Imna dan juga Nara yang kini sudah bisa berjalan dan semakin cerewet karena usianya sekarang hampir menginjak 2 tahun.


Sesampainya di panti Yuna dan Agung langsung di arahkan menuju pandopo oleh pak Abdul sedangkan bu suci langsung memanggil anak anak panti untuk memberi salam kepada Yuna dan juga Agung. Sedangkan Anggun masih sibuk memasukan kue kue buatannya ke dalam box dan Bunda Riani sedang menemui tamu di kantor panti.


“Bunda dan Anggun kemana bu?” Tanya Yuna ketika dia sudah berkumpul dengan anak anak panti.

__ADS_1


“Oh bunda ada di kantor Nyonya lagi ada tamu, kalau Anggun masih di dapur lagi masukin kue ke box, mungkin sebentar lagi selesai” jawab ibu Suci, ketika mereka sedang mengobrol dengan anak anak dan bu suci tiba tiba terdengar suara anak kecil.


“Aka anteng...aka antik...” teriak Nara ketika keluar mobil dengan kedua orangtuanya langsung berlari ketika melihat Agung sedang bermain dengan anak panti di depan pendopo.


“Assalamualaikum dulu dong sayang” sahut Agung ketika melihat Nara berlari mendekatinya.


“Acalam muikum” ucap Nara


“Waalikim salam” jawab Agung dan anak anak panti.


“Ayo salim dulu sama kakak kakaknya” ucap Agung dengan mengarahkan Nara untuk menyalami anak anak panti yang memang usianya lebih besar di atas Nara.


“Ka Anteng pa anyak aka aka?” Tanya Nara bingung karena banyak anak anak, sedangkan om Rangga dan tante Imna geleng geleng kepalanya melihat kecerewetan putri mereka.


“Karena kakak ini mau main dan jadi teman Nara, Nara mau tidak berteman dengan kakak kakak ini” jawab Agung dan Nara pun langsung menganggukkan kepalanya.


“Oh ya bu, kenlain ini om dan tante dari suami saya, dan anak kecil tadi itu anak mereka” ucap Yuna memperkenalkan om dam tantenya.


“Assalamualaikum bu, pak saya suci pengurus panti disini” ucap Bu suci menyapa Rangga dan Imna dan sembari menyalami Imnda dan memberi salam jarak jauh kepada Rangga.


“Waalaikum salam bu, salam kenal saya Imna dan ini sumi saya Rangga” ucap Imna.


Sedangkan Anggun tengah bersiap, setelah selesai buat kue dia mandi lagi dan tengah bersiap di kamarnya, Sedangkan Bunda Riani masih menemani tamu di kantor panti.


“Kalau boleh tahu itu rame rame di luar sedang ada acara apa ya bun?” Tanya Tamu Panti.


“Oh itu bu, salah satu donatur kita akan mengadakan sykuran bersama anak anak di pendopo” jawab Bunda Riani


“Oh..., ok deh bun semoga bermanfaat ya bun buat anak anak dan keluarga panti ini” uacp Tamunya.


“Itu pasti sangat bermanfaat banget bu buat anak anak, saya mengucapkan terimakasih sebanyak banyaknya kepada ibu semoga selaku di perlancar segala urusan dan Rizkinya ya bu, aminn” ucao Bunda Riani


“Aminn, ya sudah kalau begitu saya pamit ya bun, Assalamualaikum”


“Waalikim salam, biar saya antar ke depan bu” ucap Bunda Riani lalu dia mendorong kursi rodanya menuju teras. Ketika Bunda Riani sedang mengantar tamunya sampai teras dan menunggu sampai tamunya oergi bersamaan dengan mobil yang di naiki Ayah Kangta, Hotamn dan Yuri berpikir tepat di depan kantor panti.


Ketika Bunda sedang menunggu sampai tamunya pergi ternyata Ayah Kangta melihatnya dari dalam mobil.


“Masya Allah benar itu Luna kan aku gak salah lihat kan, terima kasih ya Allah engkau telah mempertemukan dia” gumam Ayah Kangta

__ADS_1


“Kenapa yah?” Tanya Hotman yang ketika mendengar Ayahnya mengucapkan kata Masya Allah. Tanpa menjawab pertanyaan anaknya Ayah Kangta bergegas turun dari mobil, melihat keadaan mantan istrinya yang kini duduk di kursi roda dia semakin merasa bersalah.


“Luna” panggil Ayah Kangta yang kini berdiri di depan kantor panti.


Deg


Bunda Riani seketika memberhentikan kursi rodanya ketika sudah balik badan hendak memasuki kantor dia bingung kenapa tiba tiba ada yang memanggil nama yang dulu di kenal orang di masa lalu, padahal sudah lama sekali dia tidak pernah di panggil lagi dengan sebutan nama itu, dan bunda Luna sangat mengenal suara itu.


“seperti suara mas Kangta, tapi gak mungkin mas Kangta ada disini” gumam Bunda Riani, lalu dia melanjutkan mendorong kursi rodanya.


“Luna Ashariani” panggil Ayah Kangta langsung mendekati bunda Riani dan berdiri di hadapannya. Sedangkan Hotman dan Yuri dia bingung melihat Ayahnya yang berlari memasuki kantor panti dan langsung memeluk wanita yang tengah duduk di kursi roda.


“Mas Kangta” ucap Bunda Riani ketika melihat siapa yang tengah berdiri di hadapannya. Seketika Ayah Kangta langsung memeluknya ketika sudah memastikan bahwa wanita di hadapannya itu benar wanita yang selama ini tengah dia cari.


“Kenapa kamu bilang bagaikan di telan bumi, kenapa kamu pergi tinggalkan kita berdua dan tidak pernah datang lagi” ucap Ayah Kangta yang masih memeluk mantan istrinya itu, tidak terasa air matanya tidak bisa di tahan lagi keduanya sama sama menetaskan air mata.


“Aku hanya ingin kamu bahagia hidup bersama dia mas, aku gak mau memaksakan hati kamu untuk mencintai ku, aku tidak mau kamu hidup menderita bersama aku karena kamu masih mencintai dia” jelas Bunda Riani, mendengar ucapan mantan istrinya Ayah Kangta pun melarai pelukannya lalu menggenggam kedua tangan bunda Riani dan menatap wajah wanita yang di cintainya itu penuh dengan tatapan cinta yang serius.


“Maafin mas yang tidak pernah mengungkapkan perasaan mas kepada kamu selama ini, sikira mas dengan segala perlakuan mas ke kamu itu bisa mewakilkan perasaan mas ke kamu tapi mas salah, mas harusnya sebelum kamu pergi mas ungkapan segala perasaan mas ke kamau kalau mas sangat sangat mencintai kamu sayang” ucap Ayah Kangta, lalu langsung memeluk Bunda Riani kembali. Tidak tahu harus bagaimana dengan perasaan Bunda Riani dia merasa bahagia dapat pengakuan cinta dari pria yang selama ini di cintainya itu, tapi untuk sekarang dia merasa minder karena dia hanya seorang wanita lumpuh yang tidak bisa apa apa.


Sedangkan di luar kantor ketika Yuri dan Hotman tengah memperhatikan Ayah Kangta dari luar, tiba tiba Agung dan Yuna menghampiri mereka berdua.


“Hei kalian berdua nagapain berdiri disini, ayah mana?” Tanya Agung sembari menepuk pundak Hotman.


“Tuh Ayah, sebenarnya siapa sih wanita itu tadi ayah datang datang langsung lari dan memeluk wanita itu?” Hotaman bertanya tanya karena sekarang posisi Bunda Riani masih membelakangi mereka.


Lalu pandangan Agung pun langsung tertuju kepada sang Ayah dia seperti mengenal siapa wanita tersebut, dengan jantung yang berdetak lebih kencang Agung melepas gandengan dari istrinya lalu dia mendekat kepada Ayahnya.


“Yah..” panggil Agung


Deg


Jantung Bunda Riani tak kalah kencangnya ketika mendengar suara seseorang yang dia duga itu adalah putranya yang selama ini selalu dia rindukan.


“Boy” sahut ayah Kangta ketika melihat putranya tengah mendekat.


“Boy, Ayah sudah menemukan bunda boy, lihat ini siapa” ucap Ayah Kangta sembari membalikkan kursi roda bunda Riani agar menghadap dan berhadapan dengan putranya. Bunda Riani pun menatap putranya dengan air mata yang sudah sangat deras menetes di pipinya. Sedangkan Agung terdiam seketika, ternyata dugaannya benar wanita yang sedang bersama Ayahnya itu adalah Bunda Luna ibu kandungnya.


Ayo bagaimana reaksi Agung ketika melihat bundanya?...

__ADS_1


__ADS_2