
Setelah Agung menghubungi sang asistennya untuk kembali ke rumah sakit dan mengurus administrasi karena dirinya sudah di perbolehkan pulang, kini kamar terasa sunyi karena penghuni kamarnya saling diam satu sama lain terpusat pada pemikiran masing2, Yuna memikirkan gimana jujur apa tidak tentang masalah pesan dari Dimas, sedangkan Agung sedang penasaran apa yang membuat mood istrinya berubah.
“sayang” panggil Agung sembari melirik istrinya dan mengelus tangan istrinya yang sedang ia genggam.
“kenapa mas?” tanya Yuna sembari memeprhatikan gerakan tangan suaminya.
“kamu percaya kan sama mas?” tanya balik Agung sambil meminta istrinya untuk duduk berhadapan dengannya, dan Yuna pun mengikuti kemauan suminya dengan duduk di tepi ranjang tapi wajah mereka saling berhadapan.
“hem” jawab Yuna dengan di ikuti Anggukan kepalanya.
“sekarang cerita sama mas, kenapa tadi wajah kamu ketika di sofa mas perhatiin ketika sedang melihat Handphone tiba tiba mood kamu berubah, ada sesuatu yang mau kamu ceritakan ke.mas? Tanya Agung” tanya Agung ingin mengetahui apa yang membuat istrinya bingung.
Yuna yang dapat pertanyaan dari sang suami seperti itu membuat dia bingung lebih baik jujur atau tidak tentang masalah pesan dari Dimas tadi, Akhirnya yuna memeilih jujur dia meminta ke suaminya untuk melepaskan tangannya untuk mengambil Handphone dia yang terletak di sofa, lalu Yuna kembali ke tempat semula dan Yuna menunjukan pesan dari Dimas kepada Agung, lalu dia langsung meundukan kepalanya dan memainkan jarinya Yuna harap harap cemas dengan reaksi suaminya, dan seketika kedua tangannya di genggam oleh suaminya dan dia mentap suaminya sedang tersenyum sembari menatap wajahnya.
“mas Agung gak marah?” tanya Yuna setelah melihat reaksi suminya.
“buat apa mas marah sayang, memangnya salah kamu apa, itu kan hanya sebuah pesan, malah mas berterimakasih ke kamu sayang” jelas Agung
“terimakasih untuk apa mas?” tanya Yuna karena dia tidak merasa melakukan apapun untuk suaminya ko suaminya tiba2 bilang terimakasih.
“ya terimakasih karena kamu sudah mau jujur sama mas, berarti kamu sudah percaya, dan terbuka sama mas , maksih sayang” ucap Agung
“sama2 mas, mas juga mulai sekarang kalau ada apa2 harus cerita sama aku gak boleh bohong ya” ucap Yuna
__ADS_1
“siap kanjeng ratu” ucap Agung dengan tegas, “terus kamu mau nemuin dia tidak sayang?” tanya Agung
“memangnya kalau aku nemuin dia, sama mas boleh?” tanya Yuna blik harap2 cemas dengannjawaban suaminya.
“boleh, asal masih terjangkau dengan mata mas, dan tidak ada pelukan, tidak ada pegangan tangan apaligi ciuman ngerti” ucap Agung memepringatkan istrinya akan hal yang gak boleh di lakuin degan mantannya.
“ngerti mas, thank you suamiku sayang” ucap Yuna langsung berhambur ke pelukan suaminya, setelah mendengar kalau suaminya mengizinkan untuk bertemu Dimas. Seketika Agung langsung diam melihat istrinya memeluk dirinya dan terlontar karta sayang dari bibir istrinya.
“Kamu panggil mas apa tadi yank?” tanya Agung memastikan kalau tadi yang dia dengar tidak salah.
“Apa?” tanya balik Yuna pura2 tidak tahu apa yang di maksud suaminya, dia ingin melerai pelukannya tapi ditahan oleh suaminya, “mas lepasin ih” rengek Yuna
“Mas gak akan lepasin sebelum kamu ulang lagi tadi panggil mas apa” pintah Agung semakin mengeratkan melukannya.
“Bukan sayang setelah itu” ucap Agung menatap wajah istrinya yang sudah memerah.
“Sayang” ucap Yuna lirih dengan menenggelamkan wajahnya di dada Agung.
“Aku gak denger sayang kurang keras” ujar Agung menggoda sang istri
“sayang sayang sayang, puas” ucap Yuna Dwngan cemberut
Ketika melihat sang istri yang dalam dekapannya dengan wajah cemberut, Agung pun merayu istrinya, niat dia ingin mencium pipi sang istri eh ternyata dia dapat jekpot bebarengan dengan Yuna mendongakan kepalanya ingin menatap sang suami eh ternyat bibir mereka saling menempel, Agung yang tidak mau melewati kesempatan ini, dia terus menggerakkan bibirnya ketika istrinya ikut memejamkan mata berarti istrinya sudah mulai menikmati cumbuan mereka sampai seseorang masuk secara tiba2, melihat keadaan di dalamnya ada dua insan yang menikmati cumbuan mereka diapun langsung keluar lagi.
__ADS_1
“eummm eummm” Yuna yang sadar di tengah2 percumbuan mereka ada yang memasuki kamar diapun memukuli dada suaminya untuk melepas ciuman suaminya, akhirnya dengan terpakasa Agung melepas ciuman pada bibir manis sang iatri.
“Hos hos hos” nafas Yuna terngeal2 ketika Agung melepas ciumannya, karena suaminya menciumnya tanpa ada jeda untuk dia bernafas.
“kenapa sih sayang?” tanya Agung tanpa merasa bersalah sedikit pun, lalu jari kari Agung menyeka bibir manis istrinya dengan menggunakan ibu jarinya.
“kenapa2, pake nanya lagi, main nyosor aja gak tahu tempat, gak tahu tadi ada yang masuk, malu tahu diliat orang” omel Yuna
“lah bukan mas yang nyosor duluan ya orang tiba2 aja bibir kita saling bertemu, itu berarti kita itu sehati, sama2 menginginkan ciuman itu, lagian kenapa harus malu kan kita suami istri, mereka juga pasti ngerti ko” jelas Agung tanpa ada rasa malu ciuman mereka di lihat bodygard sang istri.
Ya yang tadi masuk ke kamar rawat Agung secara tiba2 adalah El bodygard Yuna, niat dia ingin menanyaka ke bosnya ada barang yang akan di bawa ke mobil tidak, eh dia malah di sugukan adegan mereka berdua sedang bertautan bibir.
“uda gak usah malu sayang, tadi itu El yang akan mengantar kita pulang, mendingan kamu kasih balesan tuh ke mantan kamu itu minta ketemunya di taman dekat mansion aja biar mas bisa liat kamu dari mobil, ketemunya sekalian kita jalan pulang ke mansion” ucap Agung meminta istrinya untuk membalas pesan mantan kekasihnya, dari hati kecil Agung sih sebenernya gak rela jika istrinya kembali bertemu dengan mantan kekasihnya itu. Melihat reaksi Yuna ketika dia memeberi izin kepada isttinya utntuk ketwmu Dimas sangat senang dia pun gak bisa melarang istrinya.
Mendengar suaminya biacara tentang tentang pesan dari Dimaa diapun langsung menatap wajah suaminya dengan lekat, suaminya tiba2 nada bicaranya dingin kepadanya apa suaminya marah.
“baik mas” sahut Yuna dan diapun langsung mengambil benda pipihnya dan mengirim pesan kepada Dimas sesuai intruksi dari suaminya bahwa mereka akan bertemu di mansion dekat mansion.
Agung setelah mengucapkan itu kepada istrinya dia langsung merebahkan badanya dan pura pura ingin mengistirahatkan badanya.
“mas mau istirahat, jika infusnya sudah habis kamu panggil suster saja untuk mencabut infusnya” pintah Agung dengan nada dingin kepada istrinya.
Dan itu membuat Yuna bingung akan sikap suaminya yang tiba2 bicara dengannya dengan nada dingin, apa suaminya marah karena masalh ciuman tadi, atau karena dia ingin ketemu Dimas, tetapi mendengar suaminya bilang ingin istirahat akhirnya Yuna membiarkan suaminya untuk istirahat samapai infusnya habis.
__ADS_1
Sedangkan Dimas di kamar hotelnya tengah packing utnuk siap kembali ke negara jepang diama orang tuanya tinggal, tiba tiba dapat balasan dari sang mantan kekasih membuat dia tersenyum dan dia langsung membalas lagi pesan Yuna bahwa dia akan datang sebelum Yina sampai taman terlebih dahulu.