BUCIN DARI KECIL

BUCIN DARI KECIL
26.Awal mula ketakutan Agung muncul part2


__ADS_3

Kini semua berkumpul di ruang rawat inap Yuna, Agung tidak beranjak sedikitpun dari samping Yuna dan terus menggenggam tangannya, melihat keadaan teman kecilnya belum juga sadar membuat dia semakin di rundung rasa bersalah.


“Mas kangta mending pulang aja bawa anak2 sekalian biar aku dan mas Kadir yang jaga Ana” ucap mami Boa


“Iya ta, lagian gak bagus juga buat anak2 kelamaan di rumah sakit” sambung papi Kadir


“Agung, sayang sekarang Agung pulangbdulu ya sama Ayah sama abang Yuno juga nanti besok pagi baru kesini lagi” bujuk mami Boa sembari mengelus kepala Agung.


“Gak mau tante, Agung mau diaini saja jagain Ana, Agung mau pastiin kalau Ana baik2 saja, Agung maumelihat Ana buka mata tante, kenapa Ana gak bangun2?” tanya Agung


“sayang Ana itu sesang istirahat kare capek tadi habis jalan2 sama Agung dannjuga Abang di taman” ucap mami Boa menxoba memberi pengertian ke Agung.


Mendengarkan omongan mami Boa tentang taman membuat Agung mengingat ketika dia dan Ana memakan Ice Cream dialah yang membuat Yuna masuk rumah sakit.


“kenapa, kenapa tadi aku kasih bagi Ice creamnya ke Ana” gumam Agung


“Agung nakal tante Agung gak bisa jaga Yuna, Agung yang salah tante, Agung yang sudah membuat Yuna sakit tante” ucapan Agung yang tiba2 histeris sembari memukuli dirinya sendiri dia terus menyalahkan dirinya sendiri atas kejadian yang menimpa Yuna.


Ayah Kangta ya g melihat putranya histeris langsung menghampiri sang anak dan memeluknya.


“hey boy, tenang, lalu tarik nafas dan buang” ucap Ayah Kangta mencoba menenangkan Agung. Setelah anaknua tenang Ayah merelai pelukannya, lalu ia genggam tangannya dan Ayah kangta mencoba bicara pelan2 dengan putranya.


“Hey dengerin Ayah, Agung kenapa, coba cerita ke Ayah?” Tanya Ayah Kangta mencoba bertanya apa yang menyebabkan dirinya histeris.


“hiks...hiks...Agung nakal yah, Agung yang sudah buat Ana sakit, apa nanti Ana akan pergi lagi dari hidup Agung kalau Agung nakal, seperti bunda ninggalin Agung hiks..” ucap Agung sembari menangis.


“kenapa Agung bisa berfikir begitu?” Tanya Ayah Kangta


“hiks...hiks...coba tadi pas di taman ketika Ana ingin minta Ice cream punya Agung, Agung hak kasih pasti Ana masih baik2 saja hiks...” jelas Agung


Mami Boa dan Papi Kadir yang mendengar pembicaraan Ayah dan anak itu, jadi mengerti akan ketakutan yang di rasakan Agung saat ini.


“hey dengerin Ayah, Agung tidak salah, Sekarang kenapa Ana sakit karena Ana sedang kecapean aja makanya Ana harus istirahat dulu, jadi gak boleh Agung berfikir seperti itu, kan tadi kata om dokter Ana baik2 saja, masa jagan Ayah cengeng begini” ucap Ayah Kangta sembar menyeka air mata yang berada di wajah putranya.


“tapi kenapa Ana tidak bangun2 Ayah?” tanya Agung

__ADS_1


“kan tadi Ayah sudah bilang Ana sedang kelelahan makanya Ana perlu tidur yang lama supaya lelahnya hilang dan bisa main lagi sama Agung, sekarang Ayah tanya, Agung mau lihat Ana sedih tidak? ” jelas Ayah Kangta.


“tidak yah” jawab Agung


“ya maka dari itu Agung gak boleh sedih lagi, Agung harus kasih semangat buat Ana biar Ana cepat sembuh” ucap Ayah Kangta.


“iya yah, Agung gak akan sedih lagi dan Agung janji bakalan jagain Ana supaya cepet sembuh” ucap Agung dengan semangat.


“nah itu baru jagoan Ayah” sahut Ayah Kangta, mami Boa dan papi Kadir merasa lega Agung sudah mulai tenang.


“tapi yah, boleh ya yah, Agung jagain Anna disini” ucap Agung ke padaa Ayah Kangta dengan memohon,


Yuno yang mendengar permintaan Agung meminta ingin tetap di rumah sakit, dia pun meminta untuk tetap di rumah sakit ingin menjaga adeknya.


"iya mih boleh ya, kakak bobo sini aja temenin adek” ucap Yuno dengan memohon kepada maminya.


“tapi sayang, nanti kalian gak nyaman bobo sini” ucap Mami Boa


“udalah gaaak papa Bo dari pada anak2 pulang tapi pikirannya tetap ke adeknya percuma aja mereka pulang juga” saran Ayah Kangta


“ya sudah, kalian boleh temenin adek kalian disini” ujar mami Boa dan langsung membuat merekaa berdua senang.


Flashback off


“eh boy dengerin Ayah, kamu inget janji apa sama ayah waktu Ana pernah masuk rumah sakit dulu, kamu janji sama ayah tidak akan buat Ana sedih dan akan selalu jaga Ana, dan kamu sudah melakukan itu semua, walaupun Ana belum mengingat apapun tentang kalian tapi kamu sudah menjaganya, walaupun dari jauh, jagoan Ayah sudah meenepati janjinya” jelas Ayah kangta


“maafin Agung yah” ucap Agung lirih.


“bicaralah sama istrimu, dia tadi melihat reaksi kamu seperti itu jadi sedih, dari pulang dia tidak keluar kamar, kata si mbok di twarin maka malam, katanya makannya mau nungguin kamu pulang” jelas Ayah Kangta.


“yang bener yah, kenapa Ayah gak bujuk Ana untuk makan, nanti kalau sampai sakit gimana?” protes Agung, memang ya kalau orang sudah bucin pasti lebay.


“makanya jangan main pergi2 aja, istrinya malah di tinggalin, untung tadi gak ada yang godain pas pulang” ucap Ayah jail.


“awas aja kalau smapai ada yang coba godain istri Agung, langsung Agung hajar” ucap Agung

__ADS_1


“ya sudah sana liat istri kamu di kamar” pintah Ayah Kangta


“terimakasih yah selalu bisa bikin tenang Agung, aku ke kamar dudlu ya yah” pamit Agung menuju kamar istrinya.


“hemm” sahut Ayah Kangta.


Sedangkan Yuna di kamar dia tidak tahu melihat agung maraaaah seperti itu rasanya hatiya sakit, dan sedih karena terlalu lama nunggu Agung tak kunjung datang, Yuna ketiduran di sofa kamar.


Cekleck (suara pintu di buka)


Agung memasuki kamar tidak melihat dimana istrinya, dan ketika berjalan menuju sofa dia melihat istrinya tengah terlelap.


“dek adek bangun” panggil Agung sembari mengelus pipi Yuna, Yuna yang merasa pipinya ada yang megang, dan ketika buka mata ternyata di hadapannya adalah suminya yang sedari tadi dia tunggu.


Ketika Yuna membuka mata Agung langsung menarik tangannya dari pipi Yuna, namun langsung menahan tangan suaminya takut suaminya pergi lagi.


“mas maafin aku, aku tidak bermaksud” ucapan Yuna terhenti ketika Agung menempelkan jarinya di bibir sang istri.


“kamu gak salah, disini mas yang salah , mas minta maaf ya sudah berlebihan sama kamu, mas cuman khawatir sama kamu” jelas Agung


“iya mas maafin Aku juga yah” sahut Yuna dengan tangan masih menggenggam tangan suaminya.


“terus kata Ayah kenapa kamu gak mau makan malam” ucap Agung


“ya gimana mau makna malam, lagi mikirin suaminya yang sedang marah” sindir Yuna


“siapa yang marah” protes Agung


“ya mas Agung lah terus siapa lagi” sahut Yuna


“sudah sekarag kita makan malam dulu, mau makanannya di bawa ke kamar atau makan di bawah?” tanya Agung


“di bawah saja” jawab Yuna


“ya sudah yuk” ajak Agung

__ADS_1


“aku cuci muka dulu, mas duluan aja ke bawah” jelas Yuna.


“Ya sudah jangan lama2 yah”ucap Agung.


__ADS_2