
Sesampainya di rumah sakit Ayah Kangta dan Bunda Riani langsung menuju ruang rawat Hotman, yang memang ruangannya khusus untuk keluarga di lantai paling atas.
“Asalamualaikum” ucap Ayah Kangta dan Bunda Riani secara bersamaan ketika memasuki ruang rawat Hotman.
“Waalaikum salam” sahut Yuri dan Hotman, yang kini sedang sarapan dengan telaten Yuri menyuapi suaminya.
“Ayah, Bunda” ucap Hotman
“Ko bisa sampai ngedrop bigini boy, memangnya di kantor lagi banyak kerjaan?” Tanya Ayah Kangta yang kini sudah di hadapan putranya.
“Gak yah, cuman gak tahu menapa sudah dua hari ini tuh kepala aku pusingnya gak hilang hilang walaupun sudah minum obat” jelas Hotman
“Kamu kenapa sayang?” Tanya Bunda Riani ketika melihat menantunya menundukkan kepalanya.
“Maafin aku yah, bun, akhir akhir ini aku sering kesal dan marah marah sama ka Hotman tanpa sebab, mungkin karena itu ka Hotman jadi pusing dan akhirnya di kantor gak pernah makan siang” jelas Yuri sembari terisak.
“Beb, hei dengerin kakak, kakak sakit bukan gara gara itu, kakak hanya kecapean aja karena sering bulak balik kantor sama ke proyek” ucap Hotman
“Kenapa istri gua jadi melow begini ya” batin Hotman
“Sudah sudah, yang penting sekarang kamu harus makan yang banyak boy biar cepat pulih” ucap Ayah Kangta
“Iya sayang, sudah kamu gak usah sedih, mendingan kamu sarapan dulu nih tadi bi Ening bawa ini buat kamu” ucap Bunda Riani sembari memberikan tas kecil yang berisikan makanan.
“Makasih bunda, ayah” sahut Yuri seketika kembali ceria lagi ketika mendapatkan makanan, lalu dia buka dan di lihat bi Ening membawakan Nasi goreng ikan asin kesukaan suaminya, tetapi ketika bau makanannya kecium oleh Hotman dia langsung mual dan ingin muntah.
“Humm harumnya, tahu aja bi Ening aku lagi mau makan ini” ucap Yuri
“Huwekkk...huwekk..”
“Loh ka kakak kenapa, mual lagi, yah tolong ambilkan bak yang ada di meja” ucap Yuri, lalu Ayah Kangta pun langsung mengambil bak kecil yang ada di meja didekat-Nya.
“Jauhin beb nasi gorengnya bau” ucap Hotman
“Loh bukannya itu nasib goreng kesukaan kamu ka, ko tumben kamau gak suka” ucap Yuri dengan heran
“Aku mual beb pas cium baunya” ucap Hotman
“Apa menantu ku hamil ya, ko yang di alami Hotman seperti orang hamil” batin Ayah Kangta sembari senyum senyum sendiri.
“Kamu kenapa sih mas, ankanya muntah muntah ko senyum senyum sendiri” ucap Bunda Riani memyadarkan lamunan suaminya.
“eehh..” sahut Ayah Kangta kaget mendengar ucapan istrinya. Lalu dia pun mendekatkan wajahnya ke arah telinga istrinya, sedangkan Yuri sedang sibuk membantu membersihkan sisa sisa muntahan di mulut suaminya.
“gini sayang, mas curiga kalau menantu kita itu sedang mengandung kalau di lihat dari ciri ciri anak kita mual mual terus pusing, terus tadi menantu kita juga aneh tiba tiba nangis habis itu ceria lagi” bisik Ayah Kangta
__ADS_1
“khem khem, Ayah tuh kesini mau pacaran sama bunda atau mau jengukin aku sih”’ sindir Hotman ketika melihat Ayah Bundanya sedang bisik bisik.
“ya elah boy sirik aja” sahut Ayah Kangta
“apa bener mas, apa yang mas tadi katakan ke aku?’ tanya Bunda Riani
“benar sayang coba saja kamu nanti ajak dia untuk cek ya” ucap Ayah Kangta lalu Bunda Riani pun langsung menganggukkan kepalanya, membuat anak dan menantunya bingung entah apa yang di bicarakan bunda dan ayahnya mereka tidak mengerti.
“ya sudah sayang kamu sama bunda makan di kantin rumah sakit saja yuk” ucap Bunda riani
“ko begitu bun” prote Hotman
“ya mau gimana sayang, nanti kamu muntah lagi kalau istri kamu makan disini, sedangkan istri kamu belum sarapan loh” jelas bunda Riani agar menantunya boleh di ajak keluar untuk ke dokter kandungan.
“ya sudah deh tapi kalau sudah selesai langsung balik lagi ya bun” ucap Hotman
“iya sayang, kamu tuh sama aja yah sam Ayah kamu, gak bisa di tinggal sebentar saja” ucap Bunda Riani
“ya sudah kalau begitu makannya di ruangan aku saja beb” ucap Hotman,yang memang di SJ Hospital dia punya ruangan sendiri sebagai pemilik rumah sakit yang dulu ruangan itu di tempati juga oleh Ayah Kangta.
“kuncinya?” Tanya Yuri
“kemarin pintunya sudah di ganti beb pakai pin, pinnya tanggal pernikahan kita” ucap Hotman
“ya sudah aku tinggal dulu ya” ucap Yuri
“iya Ka, yuk bun” ajak Yuri
“aku tinggal dulu ya mas” ucap Bunda Riani.
“iya sayang, nanti kalau sudah tahu hasilnya kasih tahu mas langsung ya” cap Ayah Kangta
“iya mas” sahut Ayah
Bunda Riani dan Yuri pun akhirnya pergi meninggalkan pria tampan yang berbeda generasi itu, mereka langsung menuju ruangan Hotman dengan Yuri yang mendorong kursi roda milik Bunda Riani memasuki ruangan Hotman, Bunda Riani memberi kesempatan menantunya makan terlebih dahulu setelah itu baru dia akan mengajak menantunya ke dokter kandungan.
“Ya Allah semoga dugaan mas Kangta benar kalau menantu ku ini tengah mengandung” batin Bunda Riani sembari memperhatikan menantunya yang sedang makan di hadapannya.
“Bunda kenapa liatin aku begitu, bunda mau nasi gorengnya?” Tanya Yuri ketika di perhatikan oleh ibu mertuanya.
“Oh gak papa sayang, buat kamu saja, Bunda tadi sudah sarapan sama Ayah di villa sayang sebelum ke mansion” ucap Bunda Riani, lalu Yuri pun langsung melanjutkan makannya dengan sangat lahap.
“Sudah selesai sayang?” Tanya Bunda Riani.
“Sudah bun, Alhamdulillah kenyang banget aku” jawab Yuri
__ADS_1
“Ya sudah kalau begitu setelah ini kamu tolong antar Bunda ke dokter ya sayang” ucap Bunda Riani
“Loh bunda kenapa, ada yang sakit?” Tanya Yuri kaget ketika mendengar ibu mertuanya meminta di antar ke dokter.
“Gak papa sayang, bunda hanya ingin mengecek sesuatu” jawab Bunda Riani
“Oh..,kirain aku bunda kenapa-napa” sahut Yuri, setelah itu pun Bunda Riani meminta di antar menuju ruang dokter kandungan.
“Loh kita mau ngapain ke dokter kandungan bun, atau jangan jangan bunda hamil?” Tanya Yuri dengan asal.
“Ngaco kamu, bunda sudah tua begini masa hamil, sudah yuk kita masuk saja dulu” sahut Bunda Riani lalu Yuri pun menurut dia langsung mendorong kursi rodanya memasuki ruang dokter kandungan.
“Pagi Nyonya, nona muda” sapa dokter ketika melihat Yuri dan Bunda Riani memasuki ruangannya.
“Pagi dok” jawab keduanya
“Ada yang bisa saya bantu nyonya?” Tanya dokter
“Begini dok, tolong cek menantu saya dong, saya curiga kalau menantu saya sedang mengandung” ucap Bu da Rinai membuat Yuri langsung menatap ibu mertuanya.
“Baik nyonya” sahjt dokter
“Bun tapi kalau..” ucap Yuri dia takut hasilnya akan mengecewakan.
“Gak papa sayang, buat memastikan saja jika dugaan Ayah dan bunda benar atau tidak” ucap Bunda Tiani mencoba membujuk menantunya, mendengar ucapan ibu mertuanya akhirnya Yuri pun menurut.
Dokter langsung meminta Yuri untuk berbaring di ranjang pasien, Dokter pun memulai mengecek langsung lewat USG agar terlihat langsung berapa usia kandungan si janin.
“Bagaimana dok?” Tanya Bunda Riani, jangan tanyakan bagaimana dengan Yuri dia menunggu jawaban dokter harap harap cemas takut hasilnya tidak sesuai harapan.
“Selamat ya nona muda anda sekarang sedang mengandung” jawab Dokter membuat Yuri seketika langsung terdiam, belum percaya apa yang di sampaikan oleh dokter.
“Beneran ini dok menantu saya sedang hamil?” Tanya Bunda Riani lagi.
“Benar Nyonya, coba nyonya perhatikan titik kecil ini, ini lah calon cucu nyonya, sekarang kalau di lihat usia kandungannya menginjak lima minggu” jelas Dokter sembari menunjukkan gambar USG di layar monitor.
“Selamat ya sayang, akhirnya kamu akan jadi ibu” ucap Bunda Riani sembari menggenggam tangan menantunya.
“Bun ini beneran aku hamil, ini bukan mimpi kan?” Tanya Yuri belum percaya.
“Bener sayang” jawab Bunda Riani
“Alhamdulillah ya Allah” gumam Yuri
“Nangi tolong cetakin ya dok hasil USG nya” ucap Bunda Riani.
__ADS_1
“Baik Nyonya” sahut dokter lalu meminta perawatnya untuk mencetak hasil USG punya Yuri.
Setelah memdapat saran dari dokter dan berbagai pertanyaan sekitar kehamilan mereka pun langsung kembali ke ruang rawat milik Hotman.