
Yuna memasuki kamar yang di tempati oleh maminya dengan menggandeng 2 laki laki yang berbeda generasi tersebut tetapi ketampanannya masih terlihat sama rata, mereka berdua adalah 2 laki laki yang sangat berarti untuk Yuna.
Mami Boa yang kini posisinya sedang berbaring semabri memiringkan badannya hendak memejamkan mata, karena rasa kantuk yang sudah menyerangnya, ketika mendengar ada suara pintu terbuka Mami Boa langsung menengokkan kepalanya ke arah pintu, melihat siapa yang tengah memasuki kamar walaupun sebenarnya mami boa tahu itu pasti papi Kadir yang masuk, tetapi kali ini dugaannya salah, yang masuk tidak hanya papi Kadir, secara bersamaan suaminya masuk bersama putri mereka dan juga menantunya.
“Suprise” ucap Yuna ketika memasuki kamar mami Boa ternyata mami Boa tengah berbaring, mami Boa kaget melihat putri kesayangannya yang kini tengah ada di hadapannya, mami Boa berfikir apa ini mimpi, lalu mami Boa langsung merubah posisinya menjadi duduk bersandar di ranjang.
Yuna merasa bersalah ketika memasuki kamar ternyata sang mami hendak istirahat, dia pun langsung melepaskan gandengan dari papi dan suaminya lalu dia menghampiri mami Boa yang sudah merubah posisinya menjadi duduk terdiam pandangannya terus tertuju kepada putri cantiknya.
“Mami, maaf ya Ana ganggu mami mau istirahat ya?” Ucap Yuna ketika sudah duduk di tepi ranjang tepat di hadapan sang mami sembari menggenggam salah satu tangan mami Boa.
Mami Boa yang masih belum percaya kalau di hadapannya itu putinya, buaknnya menjawab pertanyaan Yuna, tapi mamai Boa langsung melepas taganannya yang ada di genggaman Yuna, lalu kedua tangannya bergerak mengarah ke wajah cantik putrinya, dia raba wajah cantik Yuna dengan lembut serasa sudah lama sekali mami Boa merindukan wajah cantik putri kesayangannya ini.
“Ini benar kamu sayang, ini benar Ana putri kesayangan mami” ucap Mami Boa masih dengan mengelus kedua pipi putrinya denagn lembut.
“Iya mih, ini Ana putri mami, Ana kangen banget sama mami” ucap Yuna langsung berhambur memeluk maminya.
“Mami juga kanget banget sayang sama kamu” sahut mami Boa sembari membalas pelukan Yuna, dengan satu tangannya mengelus kepala dan mencium puncak kepala Yuna.
Sedangkan papi Kadir dan Agung merasa terharu, melihat pemandangan ibu dan anak di hadapannya.
“Sudah dong sayang, gantian mas juga mau kangen kangenan sama mami” canda Agung, dia mencoba menghidupkan suasana supaya keadaan tidak tegang dan canggung.
Yuna yang belum puas memeluk sang mami, mendengar ucapan suaminya dia pun langsung menolak untuk melepas pelukan dari maminya.
__ADS_1
“Sebentar bee, aku masih kangen sama mami” tolak Yuna, Agung pun pasrah dia tidak mau merusak hari bahagia istrinya ketika sedang bertemu kedua orang tuanya. Lalu Agung menghampiri mami Boa berdiri tepat di belakang sang istri, lalu dia menyalami tangan mami Boa yang masih setia memeluk putrinya.
Mami Bia tersenyum sembari mengelus kepala Yuna, dia sangat senang mendengar panggilan sayang dari anak dan menantunya, sebelumnya mami boa hanya mendengar dari telfon atau cerita dari papi dan besannya kalau anak dan menantunya sudah saling menerima pernikahan mereka satu sama lain, tapi kali ini mami Boa mendengar langsung panggilan sayang dari bibir anak dan menantunya.
“Mami gimana kabarnya sekarang?” Tanya Agung
“Baik nak, kamu sendiri apa kabar, apa putri mami nakal selama jadi istri kamu?” Tanya mami Boa
“Alhamdulillah mih baik sangat baik kan habis honeymoon masa gak baik mih, untuk putri mami dia baik ko selama jadi istri Agung tenang saja mih” jawab Agung dengan melirik ke arah istrinya yang masih dalam pelukan maminya.
“Oh jadi kalian kesini buat bulan madu sayang?” Tanya Mami kepada Yuna, Yuna hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban dari pertanyaan maminya dia merasa malu ketika membicarakan tentang Honeymoon.
“Sebenarnya kita bulan madunya bukan disini mi tapi di barcelona sesuai keinginan putri mami, katanya dari dulu mau kesana tetapi brlum kesampaian” jelas Agung.
“Oh iya karena tidak ada yang menemani Ana semuanya sibuk, jadi mami dan papi tidak mengizinkannya walau pun itu sama sama teman temannya” jelas mami Boa
“Kalian akan nginap disini kan, gak nginap di hotel?” Tanya Papi Kadir
“Ya gak lah pih, masa aku mau kangen kangenan sama mami pake nyewa hotel segala” jawab Yuna yang kini sudah merubah duduknya samping mami dengan memeluk lengan maminya.
“Ya siapa tahu ada yang mau Honeymoon tambahan” sindir papi Kadir yang kini sudah berada di samping sang istri.
“Boleh juga pih ide papi” sahut Agung ingin menggoda sang istri. Dan Agung pun langsung mendapat cubitan dari Yuna.
__ADS_1
“Aw sakit sayang, tuh mih belum apa apa putri mami sudah KDRT” protes Agung ketika mendapat cubitan dari istrinya, tepat di paha suaminya dia tidak taju saja mencibit suaminya disitu, berarti dia akn membangunkan ular yang tengah tertidur di balik celana Agung.
“Gak ada ya, malam ini aku mau tidur bersama mami disini, jadi papi dan mas Agung tidur di kamar sebelah” tolak Yuna
“Mana ada begitu gak bisa sayang” protes Agung
“Sudah sudah sekarang kalian mendingan ke kamar sebelah untuk istirahat, mami kalian juga perlu istirahat karen tadi habis meniup obatnya” ucap papi Kadir untuk mengalihkan perdebatan anak dan menantunya itu.
Akhirnya Yuna dan Agung menutuskan permintaan dari papi kadir, Yuna membantu maminya untuk berbaring setelah selesai sebelum pergi meninggalkan kamar mami boa.
Agung dam Yuna setelah meninggalkan kamar mami Boa kini mereka berdua memasuki kamar yang akan di tinggali selama di london. ketika mereka sudah ada di dalam kamar, Agung langsung mengunci pintunya dari dalam kamar lalau dia memanggil sang istri.
“Sayang” panggil Agung dengan surara seraknya.
“Kenpa bee?” Sahut Yuna tanpa melihat ke arah suaminya yang sedari tadi sudah memendam hasrtanya. Sedangkan Yuna masih sibuk melihat keliling kamarnya.
Agung pun melihat istrinya menengok ke arahnya ketika di panggil dia langsung menghampiri Yuna dan langsung memeluknya dari belakang.
Yuna kaget tiba tiba suaminya memeluknya dari balang dan mulai menciumi pundak sang istri, yang buat Yuna terkejut dari belakang sudah merasa ada yang menusuk nusuk dari belakang ingin segera di keluarkan dari sangkarnya.
“Bee, nanti kedengaran papi sama mami” ucap Yuna
“Kamu harus tanggung jawab sayang” ucap Agung
__ADS_1
“tanggung jawab sayang gara gara cubitan kamu tadi adik mas jadi bangun, kamu harus tidirun dia lagi tuh” ucap Agun
Yuna geleng gelang kepala, masa hanya karena dia mencubit di daerah pahanya bisa membangunkan adik kecil suaminya.