
Yuna beranjak menuju dapur untuk mwmbuat minuman untuk dirinya, suaminya juga Ayah mertuanya. Sedangkan bi Euis berjalan menujunkamarbyang di tempati oleh tante Imna dan juga Om Rangga.
Tok tok tok
“Masuk” sahut tante Imna dari dalam kamar.
Melihat bibi yang datang, tante Imna pun langsung menanyakan ada keperluan apa sama bibi.
“Kenapa bi?” Tanya tante Imna.
“Maaf nyonya, saya di minta oleh tuan Kangta untuk memanggil nyonya karena di luar ada den Agung dan juga istrinya” ucap Bi Euis sopan.
“Oh ya, kapan mereka sampainya bi?” tanya Tante Imna langsung berdiri dari duduknya kaget mendengar tiba tiba ponakan dan istrinya datang.
“baru sekitar lima menit yang lalu nyah” jawab bi Euis
“ya sudah sebentar lahi saya keluar” ucap Tante Imna
“Baik nyah” sahut bi Euis
“makasih ya bi” ucap Tante Imna
“Sama2 nyah, kalau begitu bibi tinggal ke belakang ya” pamit bi Euis untuk kembali bekerja.
“iya bi” sahut Tante Imna.
Setelah di beri tahu oleh bi Euis kalau di luar ada ponakannya dan juga istrinya, tante Imna langsung menghubungi suaminya, meminta suaminya untuk tidak pulang terlalu sore.
Tut tut tut (telfon tersambung)
“Hallo sayang, kenapa?” Tanya Rangga dari balik telfon.
“A, nanti Aa pulangnya jangan terlalu sore ya” pintah tante Imna
“Kenapa sayang, memangnya sudah kangen lagi, baru di tinggal sebentar uda kangen aja” goda Om Rangga
“Hus, siapa juga yang kangen” ucap Tante Imna, “Orang aku minta kamu pulang cepet karna di rumah ada Agung dan istrinya datang” sambung tante Imna.
“Hah, ko tiba tiba yank, sampainya kapan tuh bocah” ucap Om Rangga
“aku juga tidak tahu, ini baru aku mau temui mereka” ucap Tante Imna, “sudah ya, aku cuman mau kasih tahu Aa itu saja” sambung Tante Imna
“ya sudah, nanti aku kabarin kalau sudah jalan pulang ya” ucap Om Rangga
“iya A, semangat kerjanya ya papa” ucap tante Imna sembari menirukan suara anak kecil.
“makasih kesayangan papa, I love you” ucap Rangga
“Love you more papa” sahut tante Imna
Tuttutttt (sambungan telfon terputus).
Setelah menghubungi suaminya tante Imna keluar kamar langsung menuju ruang tengah disana terlihat ada Ayah Kangta dan juga Agung sedang mengobrol, dimana Yuna, Yuna sedang membuat Minum untuk dirinya, suami dan juga Ayah Kangta di dapur.
Agung pun berdiri ketika melihat tantenya datang menghampirinya dengan perut buncitanya itu.
“Hai gung apa kabar, katanya kemarin habis masuk rumah sakit?” tanya tante Imna.
“alhamdulilah baik tante, iya tan cuman kena insiden kecil, tapi sekarang sudah baikan ko” jawab Agung
“Alhamdulillah, loh istrimu mana?” ucap tante Imna lalu dia menanyakan Yuna karena tidak terlihat di ruang tengah.
“Tuh dia tan” ucap Agung sembari menunjuk ke arah istrinya yang sednag berjalan sembari membawa nampan yang berisi minuman yang ia buat. Agung yang melihat istrinya membawa nampan langsung menghampiri istrinya dan mengambil alih nampan yang di bawa istrinya.
“thank You bee” ucap Yuna sembari menatap menatap wajah Agung ketika Agung mengambil alih nampan yang ia bawa.
“Oalah, maaf ya jadi ngerepotin harusnya tamu yang di buatin minum, ini tamunya buat sendiri” ucap Tante Imna melihat istri dari ponakannya tengah membawa nampan yang berisi minuman.
“Menantu Abang sendiri yang mau Na” sambung Ayah.
“Oh.., itu bang gadis yang di sukai Agung dari kecil?” tanya tante Imna dan di jawab oleh Ayah Kangta dengan aggukan kepala.
__ADS_1
Yuna dan Agung pun menghampiri Ayah dan tante Imna di ruang tengah, lalu Agung meletakan minumannya di atas meja depan sofa.
“apa kabar tante?” sapa Yuna sembari mencium tangan tante Imna dan juga memeluknya.
“alhamdulilkah baik, Maaf ya peluknya mentok sama perut tante ya” ucap tante Imna ketika mereka melepas pelukannya.
“oh ya aku belum say hai sama my cousin baby girl nih” ucap Agung lalu mendekat ke arah tante Imna yang sedang duduk di sofa.
jadi tante Imna posisinya di tengah, kanan kirinya ada Agung dan juga Yuna.
Lalu mengelus perut tantenya “Hai baby girl, I’m your cousin” ucap Agung sembari mengelus perut tante Imna
Dug..
“dia nendang sayang” ucap Agung kepada sang istri.
“Coba deh kamu say hai to baby girl” ucap Agung kepada istrinya.
“Maaf ya tante” ucap Yuna sebelum memegang perut tante Imna.
"iya gak papa" sahut tante Imna sembari tersenyum.
“Hai Baby Girl” sapa Yuna sembari memegang perut tante Imna mengikuti seperti tadi yang suaminya lakukan tetapi tidak ada respon dari dalam.
“ko gak nendang bee” ucap Yuna.
“masa tadi sama mas nendang ko, Coba sini tangannya mas pegang” ucap Agung memgang tangan istrinya, lalu ia letakan lagi di perut buncit tantenya dengan posisi tangan Yuna dibawa tangan Agung di atasnya.
“Hai baby girl” ucap Agung
Dug
“Tuh kenapa giliran kamu yang sapa dia mau nendang bee, giliran aku gak mau nendang” protes Yuna dengan cemberut.
“Aku juga tidak tahu sayang kenapa baby girlnya bisa seperti itu” ucap Agung
Sedangkan Ayah dan tante Imna melihat tingkah suami istri di depannya menahan tawanya, dan ketika Yuna kesel sama Agung karna baby girl tidak mau merespon ketika dia yang sapa, Ayah dan tante Imna pun akhirnya tertawa karena lucu dengan kelakuan baby girl.
Lalu tante Imna menggenggam tangan Yuna dan memberi tahu alasan kenapa baby girlnya tidak mereapon saat Yuna yang sapa.
“Kalian mau tahu kenapa baby girlnya tidak merespon?" tanya tante Imna dan di anggukin oleh Yina dan Agung, " karena dia hanya merespon kalau di sapa orang2 tertentu, seperti tadi sama Agung, sama Bang Kangta dan juga Hotman, sama papanya saja kalau ada maunya aja baru merespon ucapan papanya” jelas Tante Imna
“ko bisa ya tante?” Tanya Yuna.
“iya tante juga tidak tahu kenapa bisa seperti itu” jawab tante Imna, “bisa jadi nih baby girlnya nanti jadi sekutunya Ayah kalian, Agung dan juga Hotman” ujar tante Imna
“jadi gak sabar nunggu baby girl lahir pasti lucu sayang” ucap Agung dengan penuh semangat dengan senyum yang begitu lebar .
“Apa bener ya yang di katakan Yuri, kemungkinan besar kalau mas Agung sudah mengharapkan untuk mempunyai anak secepatnya, aku juga bisa melihat gimana antusiasnya mas Agung akan menyambut kelahiran baby girl dari Om dan tantenya” batin Yuna, Agung yang melihat istrinya melamilun dia kembali duduk di samping sang istri dan berbisik kepada istrinya.
“kenapa sayang, cup” bisik Agung di telinga sang istri ketika dia merangkul pundaknya dan mencium puncak kepala sang istri.
“Eh.., gak papa bee” jawab Yuna, Agung tahu pasti ada yang tengah istrinya pikirkan, Agung pikir nanti aja ketika mereka di kamar akan menanyakan langsung kepada istrinya.
“Kalian nginep disini kan?” tanya Ayah Kangta
“Maaf yah gak bisa kayaknya, pakaian kita buat acara besok ada di mansion, lagian juga aku dan Ana mau buat kejutan buat si Hotman” ucap Agung
“Ya sudah kalian makan malam disini aja yah, nunggu om kamu pulang gung, tadi tante sih sudah berpesan sama om kamu suruh pulangnya lebih awal” ucap tante Imna meminta Yuna dan Agung untuk ikut makan malam.
“gimana sayang, gak papa?” Tanya Agung meminta persetujuan istrinya.
“ya gak papa bee” ucap Yuna dengan membalas senyum sang suami.
Akhirnya Yuna dan Agung stay sampai makan malam di kediaman om Rangga, setelah tadi ngobrol ngobrol mereka makan siang bareng, dan setelah itu mereka istirahat dikamar masing masing, dan di rumah itu juga ada kamar Agung yang biasa Agung tempati ketika dia pindah sekolah ke jakarta, selama di jakarta Agung tinggal dengan om dan tantenya.
Sore harinya Om Rangga pulang dari kantor langsung di sambut dengan sang istri, karena tadi ketika om Rangga memberi kabar kalau dia hendak pulang ke rumah, tante Imna tiba tiba menginginkan seblak tulang, Om Rangga pun akhirnya sebelum pulang melajukan mobilnya menuju penjual seblak, karena dia mengetahui di rumah ada Agung dan juga istrinya , Om Rangga pun membeli seblak lebih banyak.
“Assalamualaikum” ucap Om Rangga ketika memasuki Rumah.
“Waalikumsalam” sahut tante Imna dari arah ruang makan, yang sedari tadi sudah menanti suaminya datang.
__ADS_1
“Kamu lama banget sih A, aku dari tadi nungguin” protea tante Imna
“Ya kan ngantri sayang belinya, nih aku beliin lebih siapa tahu Agung sama istrinya mau” ucap om Rangga
“makasih A” ucap Tante Imna
“sama2 sayang” sahut Om Rangga sembari membelai kepala sang istri “uda kamu duduk disini biar aku yang siapin tempatnya” ucap Om Rangga mendudukan istrinya di kursi meja makan.
Ketika Om Rangga sedang melayani tante Imna dengan mengambilkan tempat dan mensalin maknananya Agung dan juga istrinya datang menuruni anak tangga dan berjalan menuju om Rangga dan juga tante Imna.
“Wah wah wah, makan apa tan, kayaknya enak banget tuh?” tanya Agung ketika melihat tantenya sedang makan sesuatu dengan begitu lahap.
“hai om apa kabar?” sapa Agung dan langsung memeluk Omnya.
“baik, kamu sendiri gimana kabarnya, kemarin katanya habis di rawat di rumah sakit?” tanya balik Om rangga.
“alhamdulilah uda baikan om, sudah bisa gerak dengan bebas juga” jawab Agung
“Oh ya Yuna mau gak nih ada seblak, kebetulan baby girl tadi sedang ingin seblak nih kalau mau ambil aja ya tadi om kamu beli banyakan ko” ucap tante Imna
“Oh iya tante” sahut Yuna, dia masih canggung untuk berinteraksi dengan keluarga suaminya.
“Oh ya sayang kenalin ini Om Rangga adik ayah” ucap Agung memperkenalkan omnya.
“apa kabar Om?” tanya Yuna dengan sopan sembari berjabat tangan.
“Alhamdulilah baik” jawab om Rangga, “ ya sudah sayang aku ke kamar dulu ya mau bersih bersih, cup” pamit om Rangga kepada sang istri dan mencium kening istrinya yang tengah asik menikmati seblak.
***
Hotman selepas pulang dari kantor langsung pulang ke apartemen yang lebih dekat, sekarang dia sudah siap dengan pakainya ingin menjemput Yuri sesuai janjinya kemarin, kalau malam ini akan mengajak Yuri jalan.
Yuri yang di rumah sederahana peninggalan orangtuanya kini dia harap harap cemas, dia sibuk mencari pakaian yang cocok untuk dikenakan, hari ini pertama kalinya dia jalan berdua dengan seorang pria, apalagi yang mengajak jalan adalah pria yang sudah mencuri hatinya.
Jantungnya seakan berdetak kencang ketika menunggu Hotman di rumahnya, Yuri terus bertanya tanya dalam hatinya, kemana kah Hotman akan membawa dirinya atau dia akan diperkenalkan dengan orang spesial yang di maksud pria pujaan hatinya itu, kalau kemungkinan itu akan terjadi Yuri akan menyiapkan hatinya supaya nanti bersikap biasa aja di depan Hotman.
Hotman keluar apartemen langsung melajukan mobilnya menuju rumah kediaman Yuri. Sesampainya disana dia menyalakan telakson mobilnya untuk menandakan kalau dia sudah sampai.
Tin tin (suara honk mobil)
Yuri menjadi gugup ketika mendengar suara telakson mobil dari luar rumah, dia sudah yakin kalau itu bunyi suara mobil Hotman.
Yuri keluar Rumah bersamaan dengan Hotman hendak mengetuk pintu.
Cecklek (suara pintu terbuka)
Seketika mereka berdua mematung sama sama terdiam tepat di depan pintu dengan keadaan pintu masih terbuka.
Yuri dan Hotman saling memandang wajahnya satu sama lain, mereka tersadar dari pandangan mereka ketika ada tukang nasi goreng lewat.
"Nasgor Nasgor" teriak tukang nasi goreng keliling.
Seketika mereka berdua menjadi salah tingkah, dan sama2 gugup.
"Sudah siap?" Tanya Hotman kepada gadia cantik di hadapannya
"Sudah ka" sahut Yuri, Mendengar jawaban Yuri Hotman pun langsung meraih tangan Yuri untuk di gandeng lalu berjalan menuju mobil, baru beberapa langkah Yuri tiba tiba menghentikan langkahnya.
"Tunggu ka” ucap Yuri mencoba menghentikan langkah pria tampan yang menggandeng tanganya itu.
"Kenapa?" Tanya Hotman
"Tuh pintunya belum aku tutup sama kunci" ucap Yuri sembari menunjuk ke arah pintu rumahnya dan Hotman pun melepas genggaman tangannya, membiarkan Yuri untuk mengunci pintu rumahnya.
"Kenapa gua jadi bodoh begini sih di hadapan dia, main gandeng2 aja" gumam Hotman sembari menggaruk garuk tengkuknya yang tidak gatal dia menggrutu kebodohannya sendiri.
"Sudah" tanya Hotman ketika Yuri kembali menghampiri dirinya
"Sudah ka" tanpa bertanya lagi Hotman langsung menggandeng tangan Yuri menuju mobilnya, jangan ditanya gimana keadaan jantung Yuri seakan mau meledak.
"Silahkan" ucap Hotman membukakan pintu samping pengemudi mempersilahkan Yuri untuk masuk.
__ADS_1
"Makasih ka" ucap Yuri, lalu Hotman memutar lalu masuk ke dalam bagian pengemudi dan Hotman melajukan mobilnya ke suatu tempat yang sudah ia siapkan untuk makan malam berdua.