
Dua hari lagi tepatnya dimana Agung akan wisuda, hari ini Agung akan menjemput Ayah Kangta di Airport di temani sang asisten.
"Bos apa anda sudah memberi tahu bu bos kalau tuan besar mau datang" ucap Krisna mengingatkan bosanya yang suka llllupa mengabari istrinya dan ujungnya menmbuat istrinya kesal dengan dirinya.
"Oh ya Kris gua lupa kasih tahu dia, pasti nanti dia kesel sama gua, dan lo uda gua bilang kalau di luar kantor jangan panggil gua bos bos, dan satu lagi apalah pake bahasa anda saya, sekali lagi di luar kantor panggil gua begitu, gua potong gaji lo" ucap Agung mengancam
"Janagna lah bro, kan mau nabung buat nikah bro" sahut Krisna
"memang sudah ada calonnya?" tanya Agung
"Ya belum sih bro, tapi kan nabung dulu sambil mencari calon istri, oh ya bro gua punya ide, supaya lo lebih deket dengan istri lo" ucap Krisna
"Apaan jangan yg aneh aneh ya" sahut Agung
"Gimana kalau tuan besar nanti suruh nginep di mansion jangan di apartemen, dengan begitu lo bisa sekamar tuh sama bini lo" saran Krisna
"Bagus juga ide lo, tapi nanti gua harus ngomong dulu sama bini gua dia setuju apa gak" ucap Agung
"Jgn lupa bro kasih tahu bu bos kalau tuan besar hari ini akan datang"
"Oh ya hampir lupa kan" sahut Agung, diapun bergegas mengirim pesan kepada sang istri.
✉️to : My lovely wife
"Ana kalau bisa pulangnya jangan sampai malam, soalnya sore ini ayah akan datang berkunjung ke mension"
Sedangkan Yuna yang sepulang kuliah langsung menemani Shany ke mall untuk mencari kado untuk saudaranya, samapai sore dia tidak memegang handphonenya, jadi dia tidak tahu kalau Agung mengirim pesan kalau Ayah mertuanya akan datang.
Yuna dan Shany pas keluar kampus mau ngmall
#Airport
Agung tengah menunggu sang Ayah di ruang tuggu di Airport dengan sang asisten dan tidak lama kemudian sang Ayah pun datang.
"Ayah" paaanggil Agung ketika Ayah Kangta menghampirinya.
"Yah, gimana kabar Ayah, sehat kan?" tanya Agung sembari mncium tangan Ayah Kangta dan memberi pelukan kepaada Ayah Kangta.
"Ayah baik, menantu Ayah mana?" tanya Ayah Kangta yang melihat tidak ada menantuna disitu.
"Yuna Gak ikut yah, Yuna hari ini masuk kuliahnya siang jadi pulangnya agak sorean" jelas Agung
"Selamat datang kembali Tuan besar" sapa Krisna dengan membungkukan badannya sedikit
"eh Kris, apa kabar kamu?" tanya Ayah Kagta
"baik tuan besar" sahut Krisna
kini merekapun melanjutkan obrolannya di dalam mobil.
"gimana ada kendala selama kamu menjalankan perusahan papimu boy?" tanya Ayah Kangta
selama ini sih masih aman-aman aja yah" jawab Agung
"Syukur alhamdulilah kalau begitu" ucap syukur Ayah Kangta mendengar anaknya sudah bisa menjalankan pesan Papi mertuanya.
"sorry bro ganggu obrolannya, ini kita mau kemana ke mansion apa ke apartement?" tanya Krisna
"ke mansion dulu Kris, Ayah mau ketemu sama menantu Ayah dulu," bukan Agung yang menjawab melainkan Ayah Kangta
“Baik Tuan besar” sahut Krisna
“Kris panggil Ayah aja sama seperti Agung jangan panggil Tuan Besar, kamu kan sahabat Agung sudah Ayah anggap anak-anak Ayah juga” ucap Ayah Kangta
“Baik Yah” sahut Krisna
#Mall
Yuna dan Shany hendak maan di salah satu restoran dan kini mereka sedang menunggu makanan datang, sambil menunggu makanan datang Yuna membuka Handphonenya, dia dikagetkan dengan pesan yang dia dapet dari suaminya.
✉️ from: Mas Agung
"Ana kalau bisa pulangnya jangan sampai malam, soalnya sore ini ayah akan datang berkunjung ke mension"
"nih orang yah kalau ngasih tahu bikin orang jantungan tahu gak" ucap Yuna sendiri.
"Kenapa sih lo?" tanya Shany penasaran kenapa sahabatnya tiba-tiba marah- marah sendiri.
"ini lo suami gua ngasih tahu kalau Ayah mertua gue sekarang mau datang, ngasih tahunya dadakan coba" jelas Yuna dengan kesal
"cie yang uda ngakuin pak suami nih" ledek Shany
"Apaan sih lo, rese tau gak" ucap Yuna kesel dapet ledekan dari sahbatnya.
"ya gak papa lah Na, malah nih ya gua lebih setuju kalau lo tuh sama Ka Agung daripada ka Dimas, jangan sampai nanti kamu nyesel sendiri menyia-nyiakan suami sebaik ka Agung, Kakak senior aja yang cantik-cantik banyak yang suka sama dia" ucap Shany
__ADS_1
"uda ah, gua pulang duluan ya, mertua gua mau datang" pamit Yuna
"lah terus makanannya giman?" tanya Shany
"lo bawa pulang aja ya, gua tinggal gak papakan?" tanya Yuna
"lo kayak sama siapa aja, uda tenang aja, gua gampang tinggal naik taxi" jawab Shany
"Ok deh, gua duluan ya" pamit Yuna
"iya hati-hati" ucap Shany
"emm, bye" ucap Yuna sambil melambaikan tangan.
"Bye" sahut Shany sembari membalas lambaian tangan Yuna
#mansion
Mobil yang membawa Agung dan Ayah Kangta kini sudah sampai tepat di depan mansion.
“Silahkan Yah” ucap Krisna yang membukakan pintu penumpang.
“maksih Kris” ucap Ayah Kangta
“sama-sama yah” sahut Krisna
“Ayah duluan aja masuk biar Agung yang bawa kopernya” ucap Agung
“Ya sudah Ayah duluan” ucap Ayah Kangta
“ni bro” ucap Krisna sembari menyerahkan koper Ayah Kangta
“Thank’s Kris, oh ya lo tolong hubungin si Lulu suruh kirim pesan gua besok” ucap Agung
“siaap bro” sahut Krisna
“ya sudah, gua gak balik lagi ke kantor, nanti kerjaanya lo kirim lewat email aja” ucap Agung
“siap Pak Bos, gua pamit ya” pamit Krisna
“hemm” sahut Agung
“Asssalmualaikum” ucap Ayah Kangta yang sudah di depan pintu
“waalikum salam, eh silah kanmasuk tuan besar, apa kabar tuan?” tanya Mbok Darmi
“Biak Mbok, Mbok sendiri dengan Mang Jajang apa kabar?” tanya balik Ayah Kangta
“oh ya mbok, menantuku mana?” tanya Ayah Kangta
“eh non Ana belum pulang tuan, apa tuan mau saya buatkan minum?” tanya si Mbok
“tidak usah mbok” jawab Ayah
“ya sudah kalau begitu saya permisi ke belakang dulu tuan” pamit si Mbok
“Iya Mbok” sahut Ayah Kangta
“yah lebih baik ayah istirahat dulu aja sambil menunggu Yuna pulang” saran Agung
“baiklah, lagian Ayah juga mau cepat-cepat mandi badannya lengeket” ucap Ayah Kangta
“ ya sudah yuk Agung antar ke kamar” ucap Agung
Cekleck (suara pintu)
“Ayah mandi aja dulu bajunya Agung yang simpan ke lemari, kalau butuh apa-apa Ayah tinggal panggil pelayan aja” ucap Agung
“iya” sahut Ayah sembari menuju kamar mandi.
Setelah Agung menata baju Ayah di lemari ya walupun cuman sedikit sih, Agung keluar dari kamar, ketika Agung menutup pintu kamar berbarengan dengan datangnya Yuna.
“Assalamualaikum” ucap Yuna yamg baru memasuki mansion langsung menuju keberadaan mbok darmi
“wa’alaikum salam non” jawab si Mbok
“Bi, apa Ayah sudah sampai bi?” tanya Yuna
“sudah non tuan Kangta sednag istirahat di kamar tamu” jawab si mbok
“kenapa non kelihatan panik begitu?” sambung si mbok
“yah giman gak panik mbok, aku tuh kesel tau gak mbok sama mas Agung, masa Ayah mau datang aku baru dikasih tau tadi, bukannya dari kemarrrrin-kemarin, kan bikin orang panik mbok” jelas Yuna dngan nada kesel
“ya mungkin den Agung lupa kali non” sahut si mbok
“ya harusnyaaa pas Ayah kasih kabar kalau mau datang tuh mas Agung langsung kasih tahu aku juga mbok, kalau dadakan ginikan bikin orang kesel tau gak” ucap Yuna terus dia tidak tahu orang yang sedang di bicarakannya tepat di belakang dirinya.
__ADS_1
“non” panggil si mbok memberi kode kalau Agung ada di belakangnya.
“kenapa bi? Bibi gak jelas ah, kita lihat aja nanti kalauketemu sama orangnya rasanya mau tak bejek-bejek tau nga sih mbok heheh” ucap Yuna kesel sampai ngos ngosan.
Tanpa Yuna sadari dari awal Yuna berbicara Agung terus memperhatikan dirinya dengan senyum yang menghiasi wajah Agung, menurut Agung istrinya sangat lucu kalau sedang kesel.
“ekhm..., ekhm...” dehaman Agung tepat di belakang Yuna
“mbok permisi kebelakang dulu non” pamit si mbok
“mbok kenapa gak bilang sih, kalau dari tadi ada orangnya di belakang” gumam Yuna setelah si mbok pergi dari situasi menegangkan.
“sudah ngomelnya belum, apa masih ada lagi yang mau di sampaikan?” tanya Agung dengan nada santainya
“katanya tadi ada yang mau bejek-bejek mas nih, nihhh mas siap di apain aja sama kamu” goda Agung
Yuna yang di goda sama suaminya makin kesel.
“iya emang aku rasanya mau bejek-bejek mas terus aku buang ke laut” jawab Yuna dengan kesel sembari berjalan melewti Agung untuk menuju kamarnya tetapi tangannya langsung di cekal oleh Agung.
“ets, tunggu dulu” cegah Agung
“Apalagi sih, dan ngapain lagi ini pegang-pegang, lepasin gak” ucap Yuna
“mas akan lepasin setelah kita bicara berdua” pinta Agung
“mau ngomongin apalagi sih” sahut Yuna
“makannya dengerin dulu’ ucap Agung
“ya sudah aku kasih waktu 5 menit” pintah Yuna
“mana bisa de, 10 menit deh” tawar Agung
“ya sudah, cepetan aku hitung dari sekarang” pinta Yuna
“ok, ok, tapi kita sambil duduk dulu ngobrolnya” saran Agung sambil menuntun Yuna menuju ruang tengah
“hemm” sahut Yuna mengikuti Agung yang tangannya masih di genggam sama suaminya.
Mereka kini duduk di sofa saling berhadapan dengan Agung masih menggenggam tangan Yuna takut istrinya kabur padahal cuman akal bulus Agung doang sih biar bisa pegangan tangan dengan istrinya.
“uda cepetan ngomongnya” pinta Yuna jutek
“iya sabar kenapa de, yang pertama, mas minta maaf kalau baru kasih kabar kamu dadakan kalau Ayah hari ini akan datang karena kemarin pas Ayah kasih tau mas, mas lagi lembur di kantor jadi kelupaan.
“alasan, waktu mas sidang sekripsi juga mas gak kasih tau aku kalu kamu pas hari itu sidang skripsi, pas ayah telfon kan nanyain sidang skripsi kamu aku kan bingung karena gak tau apa-apa, atau kamu sengaja yah supaya aku kelihatan jelek dimata Ayah” ucap Yuna
“massha allah de, mas gak ada niat begitu, klau masalah sidang mas gak kasih tau kamu karena mas pikir itu gak penting buat kamu jadi makanya mas gak kasih tau, kan kamu sendiri yang bilang kita sepakat tidak mengikut camurkan urusan masing-masing, ya makanya mas gak kasih tau kamu” jelas Agung
“ya seengaknya msalah yang harus orang kita tau aku juga harus tah”" ucap Yuna
“iya deh mas minta maaf lain kali kasih tahu, di maafin gak nih?” tanya Agung
“hemm” sahut Yuna
“ko cuman hemm” ucap Agung
“iya di maafin, uda kan bisa lepasin gak tangannya” jawab Yuna sambil berdiri dari sofa tetapi tangan masih di genggam Agung.
“its bellum selesai” ngelak Agung
“apalagi sih, atau jangan-jangan mas modus ya, supaya bisa pegang-pegang tangan aku.
“siapa juga yang modus (tapi sebenernya iya sih)” sambung Agung dalam hati.
“mas mau ngomong masalah Ayah, mas boleh minta ijin sama kamu kalau selama Ayah di singapore Ayahh tinggal disini sama kita, soalnya Ayah datang cuman sendiri Hotman tidak ikut, kalau Ayah tinggal di apartement ayah gak ada temennya” jelas Agung
“kenapa pake ijin segala sih” ucap Yuna
“ya maksud mas, selama Ayah tinggal disini mas minta kita apura-pura jadi seperti suami istri pada umumnya” jelas Agung
“maksudnya?” tanya Yuna bingung
“ya maksudnya kita tidur satu kamar supaya ayah gak curiga, klw kita pisah kmar gimana kalau Ayah tau, boleh gak kalau gak boleh ya gak papa biar nanti kalaau Ayah tau biar mas yang cari alasannya” ucap Agung
“iya boleh” jawab Yuna
“beneran” tanya Agung sekai lagi buat memastikan
“hemm” sahut Yuna
“maksih ya” ucap Agung sambil senyum dan pandangan merekapun bertemu.
“duh kenapa dag dig dug terus jantung gua” batin Yuna
“udakan bisa lepas gak” ucap Yuna meminta tangannya di lepas dari genggaman Agung
__ADS_1
Akhirnya Agung melepas genggaman tangannya dan Yunapun langsung bergegas berlari menaiki tangga menuju kamarnya dan langsung bersandar di balik pintu kamar.
“jantung gua, kenapa setiap menatap matanya jantung gua seperti mau copot dan aku melihat dimatanya seperti ada rasa rindu yang mendalam yang tengah dia rasakan dan gua bisa merasakan itu, dan kenapa setelah dapat penjelasan semuanya gua terasa lega yah, apa aku uda mulai ada rasa sam mas Agung, ini gak mungkin” ucap Yuna terus bertanya tanya apa yang tengah ia rasakan sekarang.