
Selepas sahalat subuh tadi, Agung meminta jatah lagi, alasannya karena liat pemandangan tadi ketika istrinya bangun tidur katanya. Mungkin kalau tadi tidak sedang mengejar waktu subuh, Agung sudah meminta jatah duluan kepada istrinya.
“Terimaksih sayang, kamu selalu buat mas melayang di awang awang, gimana mas tidak tergoda coba kalau tadi melihat aset favorit mas terpangpang terlihat di depan mata mas” ucap Agung setelah mencium kening istrinya, selepas kegiatan olahraga ranjang pagi mereka yang membuat menguras tenaga, lalu Agung menggulingkan tubuhnya di samping sang istri dan langsung membawa Yuna dalam dekapannya.
“Sudah bee jangan ngomingin itu lagi aku kan malu” ucap Yuna langsung menyembunyikan wajahnya di dada sang suami.
“Ya gak papa lah sayang, kan yang liat hanya mas, dan memang yang boleh liat ini, ini, dan ini semuanya hanya mas, karena semuanya yang ada di diri kamu hanya milik mas seorang ngerti” ucap Agung sembari menunjuk bagian bagian favorite dalam tubuh istrinya. Yuna menanggapi ucapan suaminya hanya dengan anggukan kepalanya.
“Bee”panggil Yuna
“Kenapa sayang?” Melerai pelukannya dan menatap wajah cantik istrinya.
“Aku mau foto di depan gapura itu loh di depan, boleh ya?” Tanya Yuna dengan memasang wajah imutnya.
“Boleh, tapi kalau mau fotonya sekarang, orang orang pasti masih pada tidur yuk” ucap Agung langsung beranjak dari tempat tidurnya.
“Tapi bee, aku kan belum mandi” ucap Yuna, pikir dia masa iya dia mau foto foto dalam keadaan acak acakan seperti ini, ya kalian tahu lah keadaannya gimana setelah habis olahraga pagi.
“Ngapain mandi sayang ini masih pagi nanti saja, mendingan kamu pakia ini saja” ucap Agung menyarahkan dress tidur lengan panjangnya tadi kepda istrinya, untungnya dress tidurnya tidak tebus pandang seperti lingerie, jadi Agung tidak mempermasalahkan istrinya keluar menggunakan itu.
“Masa iya aku pake dress tidur bee” protes Yuna yang merubah posisinya menjadi duduk di ranjang dengan tanganya setia memegang ujung selimutnyautnuk menutupi tubuh polosnya.
“Ya tidak papa sayang, kamu mau pake apa saja cantik ko” ucap Agung kekeh dengan pendiriannya dia tidak mau istrinya dandan cantik cantik untuk foto di luar, nanti mata para laki laki tertuju pada wajah cantik istrinya lagi.
“Tapi bee” protes Yuna sembari mencerutkan bibirnya.
“Mau pake ini apa, tidak usah sama sekali” ucap Agung dengan tegas, dia dalam hatinya teranyam melihat wajah istrinya terlihat ada rasa kesel dan juga takut kalau suaminya sudah berbicara dengan tegas. Akhirnya Yuna pasrah mengikuti saran suaminya untuk menggunakan dress tidur yang tadi sempat dia pakai ketika sebelum di terkam suaminya.
__ADS_1
Setelah memakai pakaiannya, Agung dan Yuna keluar dengan bergandengan tangan, dengan tangan satunya Agung membawa sebuah kamera yang memang dia siapkan untuk memotret kegiatan yang mereka lakukan seperti merwka waktu kecil setiap mereka liburan bersama, Agung selalu membawa kamera polaroid untuk memotret kegiatan yang mereka lakukan.
Sesampainya di gapura yang Yuna maksud, ternyata benar apa yang di bilang oleh Agung kalau fotonya sekarang masih sepi, belum ada orang yang lewat. Setelah Agung mengambil beberapa gambar Yuna, Agung meminta istrinya untuk kembali ke kamar, karena hari sudah semakin terang sebentar lagi orang orang pekerja dan para tamu akan bermunculan.
Seampainya di kamar Yuna beranjak mencari pakaian bersihnya dan langsung berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya, Agung melihat istrinya masuk ke dalam kamar mandi dia langsung meletakan kameranya di tempat tidur lalu berjalan menuju kamar mandi, seampainya di depan kamar mandi ternyata pintunya terkunci dari dalam.
Tok tok
“Sayang, ko di kunci sih, padahal mas mau ikut mandi bareng loh sayang” ucap Agung dari balik pintu kamar mandi.
“Gak ada, kan jatah pagi ini sudah, bisa bisa mandi bareng sama kamu baru selesai satu jam kemudian, aku tidak lama ko bee, sebentar ya” sahut Yuna dari dalam kamar mandi.
“Ya sudah deh, iya” ucap Agung, lalu Agung beranjak untuk mengambili handuk dan selimut yang sudah tergeletak di karpet bawah tempat tidur, karena handuk milik istri dan dirinya sudah kotor, Agung pun langsung menelefon housekeeping untuk meminta handuk yang baru, karena pasti istrinya selesai mandi membutuhkannya.
“Bee, tolong dong” panggil Yuna dari dalam kamar mandi dengan membuka sedikit pintunya agara suaminya bisa mendengar suaranya.
“Iya sayang kenapa?” Sahut Agung sembari tersemyum, sesuai dugaan istrinya pasti meminta handuk.
“Bee tolong dong minta handuk, di kamar mandi gak ada handuk” ucap Yuna
“Iya sayang, tunggu sebentar ya” ucap Agung langsung mengambil handuk baru yang tadi dia letakan di tempat tidur, untung saja tadi housekeepingnya sudah datang duluan sebelum istrinya selesai mandi.
Tok tok
“Sayang, buka dulu pintunya, ini handuknya” ucap Agung yang kini sudah berdiri tepat depan pintu kamar mandi.
__ADS_1
Yuna pun membuka sedikit pintu kamar mandinya, dia hanya menamakan kepala dan tangannya saja, dia tidak mau nanti suaminya melihat tubuh polosnya, bisa bisa nanti minta jatah lagi dengan alsan Yuna menggoda dengan penampilannya yang belum pakai handuk.
“Mana bee?” Tanya Yuna ketika sudah membuka pintunya.
“Ya elah yank, pintunya buka yang lebar mas juga mau masuk mau mandi” protes Agung ketika melihat istrinya hanya menampakkan kepala dan tangannya saja.
“Jangan modus kamu bee, aku sudah bersih ya, sini in handuknya, aku yinggal pakai baju saja ko, setelah itu terserah kamu mau mandi ke, mau berandam sepuanya bisa kamu lakuin setelah aku selesai” ucap Yuna membuat Agung mencerutkan bibirnya pura pura merajuk.
“buat apa lama lama di kamar mandi kalau tidak sama kamu” grutu Agung yang masih terdengar oleh istrinya, akhirnya menyerahkan handuk yang ia pegang kepada istrinya, mendengar perkataan istrinya Agung langsung menceritakan bibirnya, buat apa dia berendam dan lama lama di kamar mandi kalau hanya sendiri, kalau sama istrinya iya dia mau, pikir Agung dalam hati.
“Terimakasih suamiku sayang, cup” ucap Yuna mengambil handuk dengan kilat dia mendekati suaminya dan mengecup biburnya sekilas dan langsung masuk kembali ke kamar mandi menutup pintunya rapat rapat.
Sedangkan Agung mematung, di depan pintu kamar mandinya setelah mendapatkan kecupan singkat dan juga mendapat panggilan sayang dari istrinya.
Selesai Yuna dari kamar mandi, Yuna meminta Suminya untuk segera mandi, dan Agung pun menurut, mengikuti perintah istrinya karena dia juga sudah tidak nyaman dengan rasa lengket di badannya. Sepeninggalan Agung ke kamar mandi Yuna langsung menyiapkan pakaian untuk suaminya lalu ia letakan di ujung ranjang.
Agung keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya, dengan keadaan masih telanjang dada dan rambut yang masih basah dia menghampiri istrinya yang tengah duduk bersandar di ranjang dengan meluruskan kakinya sembari melihat hasil foto tadi.
“Bee, sana pakai baju dulu itu, nanti habis itu aku keringin rambutnya, tuh bajunya sudah aku siapin” Ucap Yuna ketika melihat suaminya hanya telanjang dada dengan rambut yang masih basah menghampiri dirinya.
Agung pun mengikuti perintah istrinya untuk memakai pakainya, bukanya membawa pakainya ke kamar mandi dengan jailnya Agung memakai pakainya di hadapan istrinya langsung hingga membuat Yuna bisa melihat aset berharga suaminya.
“Hubby, bukannya ganti di kamar mandi malah disini sih, gak malu apa” omel Yuna ketika melihat suaminya membuka handuk tepat di hadapannya langsung, dengan otomatis Yuna pun langsung menutup mata dengan kedua tangannya.
“malu sama siapa sayang kan disini cuman ada kamu, ngapain mas malu sama kamu, kan kamu bukannya sudah biasa ya melihat adik kecil mas ini” ucap Agung sembari memakai pakainya, setelah selesai dia langsung mendekat ke arah istrinya dengan membawa handuk ditangannya untuk mengeringkan rambut Agung yang basah.
“Sudah sayang buka matanya, mas sudah selesai ini, katanya mau keringin rambut mas” ucap Agung ketika sudah duduk di tepi ranjang menghadap ke arah istrinya. Belum sepenuhnya percaya dengan ucapan suaminya dengan perlahan Yuna membuka tangan yang menutupi matanya, ternyata benar suaminya sudah berpakaian lengkap, lalu Yuna meraih handuk yang di tangan suaminya dengan wajah yang sudah di tekuk karena dia kesel dengan suaminya jailnya itu loh gak ketulangan, lalu Yuna meminta Agung membalikkan badannya agar mempermudah Yuna untuk mengeringkan rambut suaminya.
__ADS_1