BUCIN DARI KECIL

BUCIN DARI KECIL
71. Cincin Mainan


__ADS_3

Sepulang dari rumah sakit, Agung langsung membawa istrinya ke kamar atas, sebelum ke kamar Agung sudah meminta kepada Bi Ening untuk mengantar kan makanan ke kamarnya, karena istrinya tadi di rumah sakit tidak mau makan dan hanya mau makan kalau sudah tiba di mansion.


Sesampainya di kamar Agung langsung membaringkan istrinya di tempat tidur, setelah Yuna berbaring di tempat tidur, Agung beranjak dari tepi ranjang menuju kamar mandi seketika tangannya di tahan oleh sang istri.


“Mau kemana bee?” Tanya Yuna sembari menahan tangan Agung.



“sebentar sayang mas mau kemar mandi” jawab Agung.


“Jangan lama lama” ucap Yuna dengan manja.


“Iya sayang, manja banget sih, cup” ucap Agung lalu mengecup bibir tipis sang istri.


Sepeninggalan Agung, Yuna merenung, memikirkan semua yang terjadi, dia belum percaya bahwa selama ini dia mengalami yang namanya amnesia, dan dengan setia suaminya selalu menunggu dirinya, selalu melindungi dan menjaganya walaupun dari kejauhan.


Yuna jadi berfikir mungkin jika waktu itu dia tidak memaksa kepada orang tuanya untuk liburan ke bandung dengan keadaan cuaca yang begitu buruk, hingga mereka terjebak hujan lebat di jalan hingga mobil mereka bertabrakan dengan sebuah truk dari lawan arah, dan kemungkinan supir truk itu lah yang sedang dalam keadaan mengantuk.


Dari kecelakaan itu semua nya selamat dan hanya Yuna yang mengalami kerusakan pada syaraf otaknya hingga membuat dia kehilangan memorinya, sedangkan yang lainnya hanya mengalami luka luka kecil, dan dari pihak kepolisian sudah memeriksa kalau yang salah disini adalah supir truk yang menyetir dalam keadaan mengantuk di tengah hujan lebat,sehingga membuat truknya melewati pembatas jalan dan menabrak mobil dari lawan arah.


Semenjak Yuna di vonis mengalami amnesia, semua kenangan yang berhubungan dengan masa lalu Yuna semuanya di hilangkan termasuk tentang Agung, mami Boa dan Papi Kadir meminta kepada Ayah Kangta untuk menyembunyikan ini semua dari Agung, karena jika Agung tahu waktu itu pasti Agung tidak akan tinggal diam, dia langsung meminta untuk ke jakarta dan menghampiri Yuna dan Agung akan merasa bersalah karwna gara gara Yuna ingin liburan ke bandung dan bertemu dengannya menjadi mala petaka bagi gadis kecilnya itu.


Yuna masih melamun memikirkan semua itu, Agung kembali dari kamar mandi langsung menghampiri sang sitri, di lihat istrinya tengah melamun sembari terlentang di ranjang dengan selimut yang masih menutupi setengah badannya, Yuan tidak menyadari jika Agung sudah duduk di sampingnya di tepi ranjang.


“Hei, ko malah melamun, mikirin apa sayang?” Tanya Agung sembari mengelus pipi sang istri.


“Oh.., bee kami sudah disini” ucap Yuna kaget tiba tiba suaminya sudah ada dis ampingnya.


“Sampai gak sadar mas ada disini, mikirin apa sih?” Tanya Agung


“Aku masih tidak menyangka saja, aku sudah menikah dengan kakak ganteng aku yang dulu waktu kecil pernah aku lamar pakai cincin mainan” ucap Yuna menatap wajah suaminya dengan penuh cinta.


Mendengar ucapan istrinya menyebutkan kata cincin mainan, dia jadi ingat ingin kasih liat cincinnya yang tadi di maksud oleh istrinya.

__ADS_1


“Tunggu sebentar, mas mau ambil sesuatu” ucap Agung beranjak dari duduknya berjalan menuju ruang ganti untuk mengambil cincin mainan yang di maksud istrinya tadi. Yuna hanya memperhatikan gerak gerik suaminya dari ranjang sampai suaminya kembali.


Setelah mendapatkan benda yang di maksud Agung lansung keluar dari ruang ganti dan terus berjalan menghampiri sang istri.


“Nih buat kamu” ucap Agung memberikan sebuah kotak berbentuk hati dan berwarna pink kesukaan Yuna.


“Apa ini bee?” Tanya Yuna ketika meneriman kotak berbentuk hati itu dan langsung merubah posisinya menjadi duduk dan bersandar di headboard ranjang sedangkan Agung duduk di tepi ranjang dan menghadap ke arah Yuna.


Lalu Yuna dengan perlahan membuka kotak pink berbentuk hati itu, Yuna sampai menutup mulutnya tidak percaya kalau Agung masih menyimpan cincin yang ia kasih, tapi kenapa ini menjadi banyak cincinnya, perasaan Yuna, dia hanya memberi Agung satu cincin yaitu cincin yang berbentuk bunga berwarna pink dan tengahnya berwarna Yellow, itulah cincin yang Yuna kasih di hari terakhir mereka ketemu waktu kecil.


“ bee kamu masih menyimpan cincinnya?”tanya Yuna menatap suaminya tidak percaya dan Agung hanya mengakukan kepalanya sembari memberikan senyum manisnya.


“Terus ini kenapa ko cincin mainannya jadi banyak begini?” Tanya Yuna


“Itu tuh, dulu ya kalau mas ke mall tahu gak yang pertama mas cari apa?” Tanya Agung, Yuna pun menggelengkan kepalanya, menandakan kalau dia tidak tahu,” Yang pertama mas cari yaitu toko aksesoris yang jual cincin seperti ini ,setiap ke mall beli satu satu di kumpulin ya jadinya ya satu kotak itu, karena mas selalu berharap kamu datang setiap liburan sekolah dan ketika kamu datang mas akan berikan itu semua ke kamu, eh ternyata kamunya tidak datang datang” jelas Agung, Yuna yang mendengar jawaban dari suaminya dia langsung memeluk Agung dan Yuna sangat bersyukur mempunyai suami yang begitu sangat mencintai dirinya begitu dalam, sampai Yuna meneteskan air matanya.


Agung bisa merasakan jika istrinya tengah menangis karena terasa ada tetesan air yang membasahi punggungnya, lalu Agung melarai pelukannya dan langsung menghapus air mata yang jatuh di pipinya.


“Aku sangat bahagia bee, bisa jadi iatri kamu, terima kasih untuk semua yang kamu lakukan buat aki selama ini bee” ucap Yuna


“Iya sayang, sudah ah jangan nangis nangisan terus” ucap Agung.


“Terus ini cincin sebanyak ini mau aku apain bee?” Tanya Yuna, karna gak mungkin dong Yuna memakainya di jari kelingking saja mungkin tidak akan muat.



“Ya kamu simpan saja sayang, siapa tahu anak kita yang sedang otw nanti baby girl, kan bisa buat anak kita, biar anak kita tahu kalau Daddy nya sayang banget sama Mommynya” ucap Agung sembari mengelus perut sang istri.


“Iya kalau baby girl, kalau baby boy gimana coba?” Tanya Yuan


“Ya kalau baby boy tinggal kasih lagi saja buat calon cucu kita nanti” ucap Agung


“Anak saja belum ada, sudah mikirin cucu” ucap Yuna

__ADS_1


“Makanya biar cepat ada, kamu harus cepet sehat dan kuat lagi, biar bisa cepet nyicil buat anaknya sayang” ucap Agung menggoda sang istri.


“Nyicil nyicil emang hutang di cicil, uda ah kamu mah kalau sudah bahas masalah anak pasti ujung ujungnya mesum” ucap Yuna


“Ya iya lah sayang kan nyambung, ini aja dari kemarin kamu minta tidur peluk mas terus mas sudah menahannya setengah mati untuk gak nerkam kamu sayang, karena kamu lagi sakit coba kalau kamu tidak lagi sakit sudah habis kamu yank, mas makan” ucap Agung


“Ihhh, takut, kamu kanibal dong” sahut Yuna mepwdwk Agung.


“Berani ya kamu kataain mas kanibal, nih biar mas jadi kanibal beneran nih” ucap Agung dia langsung menerkam istrinya dan langsung membuat tanda kepemilikan tepat di leher kanan kiri sang istri.


“Bee sudah ah, yang kemarin aja belum begitu hilang ini kamu buat tanda lagi” ptotes Yuna


Perdebatan mereka pun terhenti, ketika ada suara ketukan pintu dari luar.


Tok tok tok


“Siapa?” Tanya Agung dari dalam kamar.


“Ini bibi den, mau anatar makanan buat aden dan juga non” jawab bi Ening


Lalu Agung pun berjalan menuju pintu kamar dan membukanya, ternyata bi Ening membawa beberapa makanan dengan di bantu oleh para pelayan lainnya, lalu Agung mempersilahkan masuk pelayan dan juga mi Ening,dan Agung meminta untuk maknannya diletakan di meja depan sofa yang ada dikamarnya.


“Terimakasih bi, mbak” ucap Agung


“Terimaksih ya bi, mbak, sudah membawakan makanannya kesini” ucap Yuna dari arah ranjang yang masih terlihat oleh bi Ening dan pelayan.


“Sama-sama non, kalau begitu kami pamit dulu ya, selamat menikmati makanannya den, non” ucap bi Ening


“Hemm” sahut Agung.


Setelah kepergian bi Ening dan pelayan, Agung menghampiri istrinya dan menanyakan mau makan di tampat tidur apa di sofa, Yuna pan memilih makan di sofa supaya bisa makan bersama sama suaminya.


Kini mereka menikmati makannya dengan lahap, awalnya Agung ingin menyuapi istrinya tetapi Yuna menolak, dia kekeh ingin makan sendiri biar dengan begitu suaminya juga bisa ikut makan bersama, alhasil Agung mengikuti kemauan Yuna, hanya sesekali mereka saling suap suapan dan Agung sesekali mengelap sisa makanan yang menempel di sudut bibir istrinya dengan jarinya dan kadang langsung di ambil dengan bibirnya sendiri. membuat Yuna kesel dengan kelakuan suaminya.

__ADS_1


__ADS_2