
Hari ini dimana semua anggota keluarga semuanya berkumpul di mansion Salendratama singapore, setelah mendengar kabar jika papi Kadir dan mami Boa sudah kembali dari London semuanya langsung terbang ke singapore untuk menemui mereka, kini semuanya tengah berada di ruang keluarga, Ayah Kangta datang bersama Hotman dan juga Yuri dan Yuno yang pasti dia tidak datang sendiri melainkan bersama Sonya karena sang Mommy meminta ingin di perkenalkan dengan calon menantunya itu.
Semuanya tengah duduk dengan pasangan masing masing, kecuali Ayah Kangta yang masih jomblo dan belum bisa move pastinya dari bunda Luna. Semuanya tengah menunggu kehadiran tuan rumah yang belum keluar dari kamar, “Jadi ini calon menantu Mami, kamu cantik banget sayang” ucap Mami Boa ketika baru saja datang ke ruang keluarga bersama papi Kadir dan langsung duduk di samping Sonya.
Sonya kaget calon ibu mertuanya adalah seorang desainer terkenal yaitu Aboanna Mahardika “terimaksih tante, tante juga cantik, oh ya perkenalkan aku Sonya tante, Om” ucap Sonya berusaha bersikap sopan kepada kedua calon mertuanya.
“Jangan panggil tante dan om dong sayang, kan sebentar lagi kamu akan jadi menantu Mamih jadi panggilnya Mamih papih saja ya” ucap Mami
“Iya tan, eh mih” ucap Sonya merasa senang dalam hatinya calon mertuanya bisa menerima dirinya.
Sedangkan Agung yang tengah duduk di samping istrinya menatap tidak suka kepada Sonya yang menurut dia orangnya terlihat tidak tulus, dia akan mencari tahu ada maksud tertentu tidak Sonya mendekati kakak iparnya itu.
Sedangkan Sonya sering sekali dia melirik dan menatap ke arah Yuna dan juga Agung, dia mentap kesal pasangan suami istri itu di kala Agung sedang bercanda dengan Yuna.
“Ka Sonya Besok kita hangout bareng yuk, bareng Yuri juga mau kan, mau ya” ucap Yuna memohon.
“Kalau dia gak mau gak usah maksa sayang” ucap Agung dingin, sebenarnya Agung tidak mau istrinya dekat dekat dengan Sonya.
“Uda gak papa ikut saja yank, nanti adek nangis lagi” sambung Yuno melihat raut wajah sang adik sudah lesu karena tak kunjung dapat jawaban dari calon kakak iparnya.
“Kakak gak usah khawatir, nanti kalau mau shoping biar aku mintain kartunya ka Yuno” ucap Yuna
“Dih ko jadi pakai kartu kakak, kan kamu ysng ngajak kamu yang traktir dong” protes Yuno
“Kakak pelit ih, buat calon istri sendiri juga” ledek Yuna
__ADS_1
“Ya sudah iya, tapi nanti papi ganti ya pih” ucap Yuno menatap papihnya.
“Ya elah boy, selama ini kamu kerja buat apa kalau bukan buat anak istri” sahut Papi Kadir
Banyak obrolan yang mereka bicarakan sampai waktu makan siang pun tiba, semuanya menuju ruang makan dengan papi Kadir duduk di kursi paling ujung yang menghadap ke semua orang yang duduk di kanan kiri sampingnya.
Semuanya saling melayani pasangan masing masing kecuali mami Boa tidak di izin kan melayani papi Kadir karena papai Kadir tidak mau istrinya sampai kecapaean alhasil yang melayani mami Boa dan juga papi Kadir adalah Yuna sednagkan Yuri juga sam melayani Hotman dan juga Ayah Kangta, begitupun dengan Sonya dia menatap Yuri dan juga Yuna saling melayani pasangan masing masing, dia pun mengikuti apa yang di lakukan Yuri dan juga Yuna dengan cepat dia melayani Yuno. Dan itu semua tidak luput dari pandangan Mami Boa, mami Boa tersenyum melihat calon menantunya bisa melayani putranya dengan baik dia berdoa dalam hatinya semoga wanita yang di hadapannya memang jodoh yang terbaik buat putranya.
Tidak ada yang tahu jika Sonya selalu menatap Yuna dan juga Agung yang makan hanya menggunakan satu piring untuk berdua, Sonya menatap Yuna dengan penuh kebencian, sedangkan Mami Boa tersenyum senang memandang anak dan menantunya yang terlihat begitu romantis.
Sampai malam pun tiba, Semuanya menginap di mansion kecuali Ayah Kangta dan Hotman mereka pulang ke apartemen yang dulu di tinggali oleh Agung. Tengah malam Agung terbangun tidak tahu kenapa tengah malam dia terasa lapar sekali padahal tadi pas makan malam dia juga sudah makan banyak. Dengan terpaksa Agung turun ke dapur untuk mencari makanan.
“Loh aden mau cari apa malam malam ke dapur?” Tanya Mbok Darmi ketika ingin mengambil air minum melihat ada Agung di dapur.
“Yah tadi sisa makanannya sudah di makan para bodygard di depan den, mau mbok masakin den?” Tanya mbok Darmi menawarkan takutnya majikannya itu mau di masak in sesuatu.
“Gax usah mbok, mbok tidur saja biar Agung masak sendiri saja” jawab Agung
“Yakin nih, gak mau mbok bantu” ucap Mbok Darmi memastikan.
“Iya gak papa mbok, mbok istirahat saja” ucap Agung dengan sungguh.
“Ya sudah mbok tiggal ke kamar dulu ya den” pamit mbok Darmi
“Iya mbok” sahut Agung, sepeninggalan Mbok Darmi dari dapur, Agung memulai mencari bahan makanannya di lemari es, ketika melihat ada telur tiba tiba dia ingin swkali rasanya makan nasi dengan lauk dadar telur dan kecap manis, dan Agung pun mengambil 3 butir telur untuk di masak, setelah telur dadar sudah jadi dia letakan di piring yang sudah Agung isi dengan nasi putih lalu langsung dia taburkan kecap manis di atasnya.
__ADS_1
Ketika sedang menikamati makanannya ada pengganggu datang menghampiri Agung yang tengah makan sendiri di meja makan, siapa lagi kalau bukan Sonya, “hai gung, mana istri kamu ko suaminya sedang makan gak di temenin sih, pasti lagi asik tidur ya, kasian baget makan sendirian semantra istrinya sedang bobo cantik” ucap Sonya sekan akan menjelekan Yuna di depan Agung.
Agunh hanya diam saja dan terus menikmati makanannya, dia tidak mempedulikan Sonya mau bicara apa, melihat Agung diam saja membuat Sonya geram, susah banget dari dulu buat ngedeketin pria tampan di hadapannya itu. Ketika Sonya ingin duduk di bangku samping Agung tiba tiba ada suara yang menganggetkan mereka berdua.
“Bee, kamu dimana?” Panggil Yuna sembafi menuruni anak tangga.
Mendengar suara istrinya, Agung lansgung berjalan menuju tangga menghampirin Yuna, “ko kamu bangun sayang, kamu haus?” Tanya Agung dan Yuna lansgung menggelengkan kepalanya.
“Soalnya kamu gak ada di samping aku makanya aku bangun, aku mau tidur sambil di pelul kamu bee” ucap Yuna dengan manja, lalu dia Yuna melihat Sonya berjalan menuju kamar yamu sembari membawa segelas air. “Loh ada kak sonya juga, ngapai ka malam malam di dapur, dan kamu juga bee ngapain kamu di dapur tengah malam begini?” Tabya Yuna
“Aku habis ambil minum, tadi kebangun tiba tiba haus terus liat suami kamu sednag makan di meja makan” jawab Sonya, mendengar sonya mengatakan kalau suaminya tengah makan, Yuna langsung menatap ke arah suaminya “kamu lapar bee tengah malam begini?” Tanya Yuna
“Iya sayang, tuh makanannya, gak tahu aku kebangun perut aku rasnaya lapar banget” jawab Agung
“Terus kenapa kamu gak bangunin aku bee?” Tnya Yuna
Dari pada dia makin panas melihat keromantisan Agung dan Yuna, Sonya langsung meninggalkan pasangan sejoli ini yang tengah berdebat, dan melamun memasuki kamar tamu yang dia tempati.
“Biat apa mas bangunin kamu, kan mas juga bisa masak sendiri sayang, lagian mana tega mas bangunin istri mas yang sedang bobo cantik dengan sangat pulas” ucap Agung
“Ya sudah lanjutin makannya yuk, aku temani” ajak Yuna
“Suapin ya” ucap Agung dengan manja.
“Ko kamu aneh banget sih bee, tumben manja banget kaya anak kecil” ucap Yuna yang tangannya sudah di gandeng oleh suaminya menuju meja makan. Kini mereka berdua duduk saling berhadapan Agung melanjutkan mkannya dengan di supi oleh Yuna, sedangkan Agung mengunyah makanan dengan memandang wajah cantik istrinya penuh dengan cinta.
__ADS_1