
Sesuai perintah Agung malam ini El dan anak buahnya akan menggeledah kamar Yuno dan juga Sonya, mereka akan mencari bukti apakah Sonya terlibat dengan kejadian atas meninggalnya mami Boa atau tidak.
Agung belum bisa menceritakan kecurigaan dia terhadap Sonya kepada papi Kadir dan juga kakak iparnya, karena dia belum punya bukti untuk membuktikan kecurigaannya itu, nanti ujung ujungnya dia dan kakak iparnya akan ribut karena memang Yuno dari awal sudah tahu jika Agung tidak menyukai istrinya.
Pengajian sudah di mulai, semua anggota keluarga, kerabat, para pekerja, kariyawan dan ada beberapa anak panti juga datang untuk mendoakan mami Boa.
Agung meminta Hotman untuk mengawasi Sonya, mengikuti dan mengawasi gerak gerik Sonya ada yang mencurigakan tidak, sedangkan Agung setia menemani sang istri agar tidak ada yang curiga dengan rencana mereka.
El dan Anak buahnya terus menelusuri kamar Sonya dan Yuno, dari setiap sudut ke sudut tanpa merubah posisi barang barangnya agar yang punya kamar tidak curiga jika kamarnya telah di geledah.
“Apa ini” gumam El ketika dia sedang memeriksa di area ruang ganti dan ada sebuah laci lalu dia buka dengan ke ahliannya walau pun tadinya terkunci sekarang sudah bisa terbuka. Dan setelah membuka laci itu, ada beberapa macam perhiasan, dan beberapa buku tabungan juga, dan ada satu lipatan kertas yang membuat El penasaran.
“Surat perjanjian pernikahan” uca0 El ketika dia sudah membuka kertasnya.
“Tapi ko kenapa nama Bos Agung dan Nona Bos yang bertanda tangan di bawahnya, berarti ini punya si bos” sambung El dia langsung melipat kembali kertas tersebut lalu dia masukan ke dalam saku celananya, setelah itu dia langsung mengunci kembali laci lemarinya.
“Apa kalian menemukan sesuatu yang mencurigakan?” Tanya El ketika keluar dari tuang ganti.
“Tidak ada bos” ucap Anak buah El
“Kalian sudah memastikan di semua sudut kamar ini?” Tanaya El lagi dengan tegas.
“Sudah bos” sahut anak Buah El.
“Ya sudah sekarang kita keluar” pintah El, anak buah El langsung keluar dari balkon kamar, sedangkan El keluar dari pintu kamar dengan sembunyi sembunyi.
“Kamu” El kaget ketika ingin turun lewat lift ada Sonya yang hendak keluar dari lift.
__ADS_1
“Selamat malam nona” sapa El berusaha bersikap biasa saja.
“Hemm, kamu bukannya supirnya Ana ya?” Tanya Sonya
“Iya nona” jawab EL dengan asal mengiyakan saja apa yang di tanyakan Sonya.
“Ngapain kamu, mau maling ya supir ko naik naik ke lantai atas” ucap Sonya dengan sombong.
“Oh tidak nyonya, saya di minta mengambil kunci mobil yang tadi siang bos Agung lupa meninggalkannya di kamar atas” jelas El bohong.
“Ya sudah sana sana sana” ucap Sonya sembari mengibas ngibaskan tangannya ke El, lalu memerintahkan El tidak dekat dengan dan untuk segera masuk ke dalam lift. Dan El pun tanpa basa basi langsung memasuki lift menuju lantai bawah.
Selasi acara pengajian dan ada beberapa tamu yang sudah pamit pulang, dan kini Agung akan menemani istrinya istirahat setelah itu dia meminta kepada Hotman dan El untuk melaporkan atas penyelidikan mereka tadi di ruang kerjanya.
“Bee gak usah ganti baju ya?” Tanya Yuna yang kini dia sudah mulai mengikhlaskan kepergian maminya, dia berpikir tidak bisa dia terus berduka seperti ini, karena dia harus memikirkan kandungannya juga.
“Aku ngantuk banget bee” ucap Yuna, mungkin efek tadi siang telalu banyak menangis dan memikirkan tentang kenangan kenangan bersama mamainya , makanya sekarang dia sudah di serang ras kantuk.
“Ya sudah mas bantu kamu ganti baju ya” tawar Agung, dan Yuna pun mengagukkan kepalanya. Lalu Agung berjalan menuju ruang ganti dan mengambil piama yang biasa di gunakan Yuna untuk tidur.
Selesai mengganti pakaian Yuna langsung mengambil posisi di tempat tidur, ketika kepalanya sudah nempel bantal dia langsung terlalap.
“Pasti kamu sangat terpukul banget ya sayang atas kepergian mami, mas janji akan buat kamu untuk semangat terus dan bisa mengikhlaskan mami seperti mas dulu ketika di tinggal Bunda pergi entah kemana kami yang berhasil membantu mas keluar dari keterpurukan itu dengan keceriaan dan cerewetan kamu itu, dan sekarang mas berjanji akan selalu membuat kamu selalu tersenyum” ucap Agung sembari menatap wajah istrinya lalu mengusap pipi sang istri dengan perlahan.
Setelah istrinya terlalap Agung langsung beranjak keluar kamar langsung menuju ruang kerjanya.
“Bukti apa El yang kamu temukan di kamar Sonya?” Tanya Agung yang kini sang adik dan sahabat sekaligus bodygard istrinya sudah duduk tepat di hadapnya utnuk melaporkan hasil penyelidikan mereka.
__ADS_1
“Ini bos, saya menemukan ini di laci lemari milik Bu Sonya” lapor El sembari meletakan kertas yang berisi surat perjanjian tadi itu tepat di hadapan Agung.
Agung pun lansgung membuka kertas tersebut, ketika melihat isinya dia kaget dan bertanya tanya sendiri, dari mana Sonya mendapatkan surat itu.
“Ok, apa ada lagi?” Tanya Agung lagi.
“Tidak ada bos hanya itu saja yang saya temukan” ucap El
“Baiklah, sekarang lo man apa ada gerak gerik dia yang mencurigaka” tanya Agung
“Tidak ada gung” dia bersikap biasanya saja seperti yang lainny.
“Ya sudah, biar ini saya simpan, nanti kita lanjutkan lagi rencana apa lagi yang akan kita lakukan kedepannya, sekarang kalian istirahat lah” pintah Agung, lalu El langsung keluar dari ruang kerja Agung sedangkan Hotman tetap stay di situ.
“Kenpa man?” Tanya Agung ketika meliaht adik nya tidak ikut keluar dari ruang kerjanya.
“Gung, gua dari tadi perhatikan semenjak dari pemakaman tadi, Ayah selalu bengong dan melamun, kira kira kenapa ya?” Tanya Hotman, ya dia memperhatikan sang Ayah sepulang dari pemakaman Ayahnya melamun terus entah apa yang sedang Ayahnya pikirkan.
“Ya mungkin masih berduka karena kepergian mami, itu kan wajar man” jawab Agung
“Tapi pas Ayah melamun itu, gua sempat melihat di sedang memandangi foto bunda di handphone nya” jelas Hotman, mendengar pernyataan sang adik membuat Agung terdiam tidak merespon ucapan sang adik.
“Apa lo masih benci sama bunda sampai sekarang?” Tanya Hotman
“Gua bukannya benci, gua hanya inhin tahu apa alasan dia pergi meninggalkan gua sama Ayah, walaupun Ayah selalu bilang jika bunda itu tidak salah tapi Ayah kah yang salah dan menyebabkan bundanya pergi” jelas Agung dengan mata yang sudah memerah.
“Mendingan lo coba mengikhlaskan kepergian bunda, dan lo juga tidak tajunkan Ayah juga sama sama tersiksa gung karena wanita yang di cintainya itu pergi entah kemana dia tidak tahu, di hanya pura pura⁵ tegar saja di hadapan kita tapi sebenarnya hatinya itu rapuh kalau lo tahu” jelas Hotman
__ADS_1
Agung oun berpikir, apa iya selama ini dia sangat berlwbihan terhadap Ayahnya, semenjak Bundanya pergi Agung seperti punya kebencian sendiri di hatinya dan dia meminta semua yang barang dan dari foto yang berhubungan dengan bundanya.