
Yuna terbangun ketika meraba sampingnya tidak mendapatkan suaminya di sampingnya, lalu dia terbangun dari tidurnya melihat pintu kamar menuju balkon terbuka, dan Yuna pun langsung tahu pasti suaminya berada di balkon kamar.
Agung kaget ketika ada sebuah tangan yang melingkar di perutnya ketika menengok ke samping ternyata istrinya yang memeluk dirinya dari belakang.
“Kenapa bangun sayang?” Tanya Agung sembari mengelus tangan istrinya yang melingkar di perutnya.
“Kamu tidak ada di samping aku” ucap Yuna dengan manja dengan memebenamkan wajahnya di punggung Agung.
“Manjanya istriku” sahut Agung
“Kamu ngapain bee disini?” Tanya Yuna
Mendengar pertanyaan istrinya Agung langsung melepas tangan istrinya yang melingkar di perutnya lalu ia genggam tangannya dan membawa istrinya dalam pelukannya.
“Tadi mas habis terima telfon dari Krisna sayang, mas takut kamu ke bangun makanya terima telfonya di balkon, Cup” jelas Agung lalu dia mencium puncak kepala sang istri.
“Yuk kita masuk, angin malam tidak bagus buat kita, kita istirahat lagi ya” ucap Agung mengajak istrinya untuk masuk kamar.
Lalu Agung membaringkan badannya dan diikuti oleh Yuna berbaring tepat di sampingnya dan langsung memeluk sang saumi.
“Good night sayang, cup” ucap Agung lalu mencium puncak kepala sang istri, di lihatnya istrinya sudah memejamkan matanya, lalu dia pun ikut memejamkan matanya, mereka sama2 terlelap ke alam mimpi.
***
Setelah sepeninggalan om Rangga dan tante Imna, Hotman lalu berjalan menuju kamar, dia masih memeikirkan perkataan Ayahnya. Dia menyesal telah berbicara seperti itu kepada Ayah angkatnya itu, tetapi maksud dia menolak permintaan Ayahnya karena ya bener yang lebih berhak menggantikan posisi Ayah Kangta di SJ group pusat itu adalah Agung sebagai anak kandungnya.
Hotman pun pasrah gimana nanti keputusan dari Ayah Kangta, jika memang keputusan akhirnya dia yang harus memimpin kantor pusat dia gak bisa nolak lagi, dia tidak mau membuat Ayahnya kecewa dan marah lagi. Benar kata om Rangga, Saat ini keluarga yang ia punya hanya mereka jika keputusannya memang sudah seperti itu berarti dia sudah di kasih kepercayaan sama sang Ayah.
Kesokan paginya Hotman pagi2 memasak sarapan makanan kesukaan sang Ayah, ketika sudah siap semuanya dia menghampiri sang Ayah di kamarnya.
Tok tok tok
“Masuk” sahut Ayah Kangta dari dalam kamar.
Cekclek (suara pintu terbuka)
“Kamu boy” ucap Ayah Kangta kerika melihat putranya yang masuk kamar.
Ayah Kangta sebenernya tidak marah dengan Hotman, tetapi jika membicarakan tentang Hotman anak angkat akan mengingatkan dirinya dengan istrinya, karena menemukan Hotman itu sudah seperti obat ketika dia kehilangan sang istri, yang secara tiba2 lebih memilih pergi dengan laki laki lain meninggalkan dirinya dan juga Agung.
Hotman memasuki kamar di lihatnya Ayah sedang menikmati teh sembari membaca koran di sofa kamar. Lalu dia hampiri Ayahnya dan bersimpu di depan sang Ayah untuk minta maaf.
“Yah maafin Hotman atas perkataan Hotman kemarin, maksud Hotman bukan seperti itu” ucap Hotman dengan menatap sang Ayah.
“Boy ngapain kamu di bawah, sini duduk di sofa” ucap Ayah Kangta melihat anaknya bersimpuh di hadapannya. Tetapi Hotman menggelengkan kepalanya menolak untuk dusuk di sebelah Ayahnya.
“Ayah tahu maksud kamu, merasa tidak enak dengan abang mu dan Ayah kan, kamu tidak usah khawatir, kaya kamu gak mengenal abang mu aja seperti apa, pasti dia tidak akan mempermasalah kan mau kamu atau om mu sekalipun yang akan memimpin SJ Group buat dia tidak akan masalah” jelas Ayah Kangta dengan menepuk pundak putra bungsunya, dia mengerti akan kekhawatiran Hotman.
“Iya yah, dan Hotman janji apapun keputusan Ayah pasti akan Hotman terima, itu berarti memang yang terbaik untuk SJ Group” ucap Hotman menatap sang Ayah.
“Nah itu baru putra Ayah” ucap Ayah Kangta lalu merangkul pundak putranya.
“Sarapan yuk yah, aku sudah buat sarapan kesukaan Ayah” ucap Hotman mengajak Ayahnya untuk sarapan di ruang makan.
“Ceritanya nyogok Ayah nih” goda Ayah Kangta
“Gak juga yah, mumpung Ayah lagi disini aja, kalau Ayah lagi di bandung kan aku gak bisa masakin buat Ayah” ucap Hotman
“Baik lah” sahut Ayah Kangta
“Oh ya yah, pas hari wisuda aku mau melamar sesorang, apa Ayah akan setuju” ucap Hotman dengan dag dig dug khawatir Ayahnya tidak menyetujui rencananya.
__ADS_1
“Wah wah wah.., uda mau melamar aja kenalin aja belum sama Ayah, gadis siapa yang mau sama putra Ayah ini” ucap Ayah Kangta
“Ada, ayah sudah kenal sama dia, dan sudah pernah ketemu juga” jelas Hotman lega mendengar jawaban sang Ayah.
“Siapa Boy jadi penasaran Ayah?” Tanya Ayah Kangta
“Yuri” jawab Hotman
“Tunggu tunggu, Yuri Yuri yang mana boy?” Tanya Ayah Kangta lupa lupa ingat.
“Itu loh yang dia datang pas Nikahannya si Abang” ucap Hotman perjelas
“Oh Yuri sahabat Kakak iparmu itu, yang pas pulang bareng kita” UcapnAyah Kangta mengingat sosok Yuri seperti apa.
Sebenernya Ayah Kangta sudah menduga kalau putranya itu naksir dengan sahabat dari kakak iparnya itu, dari cara putranya memandangnya ketika mereka berdua di perkenalkan di rumah sakit oleh mami Boa.
“Iya yah, gimana kata Ayah orangnya cocok gak?” Tanya Hotman meminta pendapat sang Ayah tentang gadis pujaan hatinya itu.
“Yah menurut Ayah ya, kamu tuh tidak cocok sama dia, katanya dia itu bukan cewek baik baik” ucap Ayah Kangta pura pura menjelekan gadis pujaan hati putranya.
“Masa iya yah, tidak mungkin yah, dia itu anak baik ko, pekerja keras lagi, Ayah informasi dari mana kalau dia bukan wanita baik baik?” Tanya Hotman, Hotman mengira Ayahnya pasti salah mendapatkan informasi.
“Buktinya waktu itu dia pernah mendatangi ke salah satu perusaha dan ingin menemui bos perusahaan tersebut buat apa coba pasti buat merayu para pengusaha” ucap Ayah Kangta mencoba menahan tawanya melihat ekspresi dari putranya yang terlihat bingung.
Hotman mencerna ucapan dari sang Ayah mengenai Yuri, ternyata Ayahnya menyindir dirinya yang ketika itu meminta Yuri untuk datang ke kantor untuk minta di buatkan setelan jas.
“Ayah, ngerajain aku yah, waktu itu tuh Hotman yang minta dia suruh datang yah, buat minta di buatin setelan jas buat acara wisuda” jelas Hotman mengenai kejadian waktu itu.
“Dasar, itu mah pasti hanya modus kamu aja kan supaya ketemu dia” ucap Ayah Kangta
“He he.., ayah tahu aja, soalnya aku bingung cara deketin dianya gimana kalau gak ada alasannya” ucap Hotman sembari garuk garuk tengkuknya yang tidak gatal.
“Uda ah ayuk sarapan” ucap Ayah langsung beranjak dari sofa.
“Yes” reaksi Hotman setelah dapat jawaban dari sang Ayah lalu dia mengikuti sang Ayah untuk menuju ruang makan.
Mereka berdua keluar kamar menuju ruang makan, disana di lihatnya sudah ada tante Imna dan juga Om Rangga yang sudah menunggu untuk sarapan bersama.
“Pagi dek”
“Pagi Om, Tante” sapa Ayah Kangta dan Hotman bergantian.
“Pagi Bang”
“Pagi Man” sahut Om Rangga dan tante Imna.
Hotman langsung memghampiri tantenya untuk menyapa calon sepupunya itu yang masih di dalam perut sang tante.
“Good Morning my cousin baby girl” ucap sembari memegang dan mendekatkan kepalanya ke perut buncit tante Imna.
Dug
Tenyata dapat respon dari dalam sana ketika di sapa, Hotman dapat tendangan dari sepupunya.
“Ih dia nendang kenceng banget, sakit gak tan?” Tanya Agung melihat ke arah tantenya.
“Gak ko man, hanya sedikit ngilu saja kalau lagi nendang” jelas tante Imna
“Baby Girl, nendangnya jangan kencang kencang kasihan mamanya nanti sakit” ucap Hotman lagi dan langsung dapat respon tendangan kecil dari sepupunya itu.
“Dia nurut loh om sama aku, di bilang suruh jangan kenceng2 dia respon lagi nendangnya pelan, good job baby girl” ucap Hotman
__ADS_1
“Man sudah, Ayah ngeri liat tante mu berdiri terus begitu perutanya sudah besar” ucap Ayah Kangta
“Iya sayang kamu duduk aja uda jangan ladenin si Hotman, biar nanti Aa aja yang ambilin makanannya” ucap Rangga kepada istrinya.
“Iya om maaf maaf” sahut Hotman lalu berjalan menuju dapur mengambil makanan yang tadi dia buat khusus buat sang Ayah.
“Wah wah makan enak nih kayaknya” ucap Om Rangga ketika ponakannya membawa sebuah makanan yang sangat lezat.
“Enak aja ini bukan buat om ya” ucap Hotman
“Pelit lo” saut om rangga
“Biarin wle, orang ini spesial buat Ayah” ledek Hotman kepada omnya lalu meletakan makanannya tepat di depan sang Ayah
“Thank you Boy” ucap Ayah
“You’re walcome Yah” sahut Hotman
“Wah jahat lo man gak buatin juga buat om sama tante” ucap Om Rangga
“Ogah banget buatin buat om” ucap Hotman
“Dasar ponakan durhaka lo” Canda Om Rangga
“Biarin wlee” ledek Hotman
“Uda A jangan ribut, makan sekarang, kalian bisa gak kalau ketemu tuh jangan ribut” omel Tante Imna
“Iya sayang” sahut Om Rangga
Ayah Kangta hanya bisa geleng geleng kepala melihat adik dan putra bungsunya itu kalau ketemu pasti berdebat terus apalagi kalau di tambah putra sulungnya, Omnya pasti kalah berdebat dengan mereka berdua.
***
#mansionsalendra
Pagi ini Agung bangun lebih dulu darinpada sang istri, ketika bangin pertama kali yang dia lihat adalah wajah sang istri yang masih terlihat begitu cantik dalam tidurnya, lalu dengan perlahan dia melepaskan pelukan nya dari sang istri agar istrinya tidak terbangun, sebelum dia pergi menuju kamar mandi dia kecup kening istrinya dan berlalu menuju kamar mandi.
Pagi ini sembari menunggu istrinya bangun, Agung akan membuat sarapan buat sang istri, dia teringat perkataan mbok Darmi bahwa istrinya pernah menginginkan di buatkan Nasib goreng putih buatannya.
Akhirnya Agung berjalan keluar kamar dengan perlahan takut istrinya bangun, lalu langsung menuju dapur dan disana sudah ada bi sumi yang sepertinya baru akan membuat sarapan.
"Pagi bi" sapa Agung dari arah belakang bi sumi
"Copot copot" Bi sumi kaget tiba2 Agung datang.
"Eh maaf bi bikin kaget ya" ucap Agung
"Gak papa den, memang bibi mah orangnya kagetan, aden perlu sesuatu?" Tanya Bi sumi
"Gak bi, aku mau masak buat sarapan untuk Ana dan juga Abang" ucap Agung
"Yakin Aden yang mau masak buat sarapan" tanya Bi sumi memastikan
"Iya bi, boleh kan pinjem dapurnya" jawab Agung
"Boleh dong den, perlu bibi bantu gak den?" Tanya bi sumi
"Gak usah bi, bibi bantu nanti aja kalau sudah selesai cuci bekas masaknya hehe.." ucap Agung sembari ketawa.
"Baik den, kalau begitu bibi tinggal ke belakng dulu ya den, kalau aden butuh bantuan panggil bibi atau pelayan lainnya aja ya den di belakang" ucap Bi sumi
__ADS_1
"Siipp Bi" sahut Agung dengan menunjukan ibu jarinya ke arah bi sumi.
Agung mulai memasak sarapan sepesial untuk istri tercinta, setelah memasak dia langsung beranjak kembali ke kamarnya.