BUCIN DARI KECIL

BUCIN DARI KECIL
BAB. 130


__ADS_3

Kesalah pahaman antara Ayah Kangta dan Bunda Riani kini telah usai, selesai mereka berempat bicara di kamar Bunda Riani kini mereka semua berkumpul di ruang keluarga dan terpaksa acara syukuran di tunda terlebih dahulu.


Semuanya telah berkumpul di ruang tamu, ada Yuna yang duduk di ujung sofa dengan samping kiri kanannya ada Bunda Riani dan suaminya, sedangkan Ayah Kangta duduk bersebelahan dengan Anggun, Anggun yang selalu memeluk sang Ayah yang selama ini dia rindukan, lalu ada Papi Kadir, Hotman dan juga sang istri, sedangkan Om Rangga dan tante Imna tengah menemani Nara yang sedang bermain dengan anak anak panti.


“Terima kasih ya sayang kamu sudah mempertemukan mas dengan bunda dan juga adik mas” ucap Agung dengan menggenggam tangan sang istri.


“Iya nak, mungkin jika kamu tidak mengundang kita semua disini, Ayah tidak akan bertemu bunda dan Anggun” ucap Ayah Kangta


“Sama sama yah, bee, aku juga ikut senang melihat kalian bisa bertemu dengan bunda lagi” ucap Yuna sedangkan Yuri dan juga Hotman hanya diam saja mereka merasa canggung.


Yuna yang merasa ada kecanggungan melihat Hotman dan juga Yuri pun mulai memperkenalkan mereka kepada bunda Riani dan Anggun.


“Oh ya bun, kenalin ini papi aku papi kadir namanya” ucap Yuna memperkenalkan papi kadir.


“ini kan” ucap bunda Riani


“Iya ini Kadir sahabat aku, suaminya Boa sayang yang dulu kamu pernah lihat fotonya di rumah kita” sambung Ayah Kangta


Mendengar ucapan Ayah Kangta dan panggilan sayang dari Ayah Kangta di depan anak anaknya membuat bunda Riani malu.


“Jadi nak Yuna?” Ucap Bunda Riani bertanya tanya.


“Yah Ana anaknya mommy Boa sama Papi Kadir Bun” sambung Agung ketika melihat Bundanya seperti kebingungan.


“Kalau yang cantik dan tampan ini siapa?” Tanya Bunda Riani kini pandangannya teralihkah ke Hotman dan juga Yuri.


“Oh itu sahabat aku bun namanya Yuri yang sudah aku anggap seperti saudara sendiri, yang di sebelahnya suaminya sekaligus adiknya mas Agung” jelas Yuna


“Adik..?” Bertanya tanya di kira Bunda Riani Ayah Kangta menikah lagi dan punya anak Hotman.


“Jangan salah paham sayang, dia itu anak angkat aku yang sudah aku anggap seperti anak kandung namanya Hotman dia mas bawa ke rumah saat orang tuanya meninggal karena kecelakaan dan meninggalnya tepat di rumah sakit kita yang di bandung itu betepatan dengan setelah Kadir dan keluarganya kecelakaan hingga mengakibatkan Ana amnesia, semenjak kepergian kamu Agung sering menyendiri untungnya waktu itu Kadir dan Boa mengajak anak anaknya berlibur ke Bandung dan bertemulah Ana dan Agung dan juga kakaknya Ana yang bernama Yuno dia tidak bisa hadir sekarang karena ada kepentingan lain, dan selama Ana liburan Agung mulai happy kembali pada tiba saatnya mwreka kecelakaan itu sam Ana Amnesia dan tidak boleh untuk mengingat masa lalunya karena akan timbul sakit kepala yang luar biasa jika dia berusaha mengingat masa lalunya, dan semenjak itu dia mulai menyendiri lagi dan di saat itu lah hadir Hotman, semenjak kehadiran Hotman, Agung sudah mulai tertawa, bisa di ajak bercerita mungkin karena mereka sumuran jadi nyambung ” jelas Ayah Kangta dan Bunda Riani hanya menganggukkan kepalanya saja bertanda dia mengerti penjelasan dari mantan suaminya itu.


“Boy katanya kalau kamu ketemu bunda kamu mau bilang sesuatu, ko mendadak jadi pendiem” ledek Ayah Kangta soalnya biasanya putranya itu selalu banyak omong tapi sekarang malah jadi pendiam.


“Ayah mah, merusak suasana saja” ucap Hotman ketika mendapat ledakan dari sang ayah.


“Gak usah jaim lo” sambung Agung meledek sang adik.


“Mau bicara apa nak?” Tanya Bunda Riani


“Boy tuh di tanyain” ucap Ayah Kangta


“Iya sabar yah lagi tarik nafas dulu ini” ucap Hotman.

__ADS_1


“Lebay lo kaya mau ketemu presiden aja” sambung Agung, lalu Yuri dan Hotamn mendekat ke arah bunda Riani dan langsung mencium tangan Bunda Riani ketika Hotman dia langsung berlutut di depan Bunda Riani sembari tangan yang masih menggenggam tangan Bunda Riani.


“Eumm, apa boleh aku panggil tante dengan sebutan Bunda?” Tanya Hotman sedang mode seriusnya.


“Boleh dong nak, malah bunda senang jika nak Hotman manggil Bunda dengan sebutan Bunda” ucap Bunda


“Makasih ya bun, dan Hotman mohon dengan Bunda jangan pernah tinggalin Ayah lagi, karena dari dulu sampai sekarang gak bisa move on, aku sama abang pernah coba mau jodohin dengan wanita lain malah kita berdua yang di marahin bun” ucap Hotman


“Boy, gak usah buka rahasia dong” sahut Ayah Kangta semuanya ingin tertawa mendengar ucapan Hotman.


“Berarti Anggun punya dua kakak ya” ucap Anggun yang sedari tadi menyimak pembicaraan para orang tua.


“Iya sayang, kamu punya dua kakak laki laki dan dua kakak perempuan” jawab Ayah Kangta sembari mengelus kepala putrinya yang ada di dekapannya.


“Bunda tidak kemana mana nak, Bunda akan tetap disini, karena ini tempat tinggal Bunda sekarang bersama anak anak panti” ucap bunda Riani


“Loh bunda gak mau tinggal sama Ayah, kalau bunda gak mau tinggal sama Ayah aku juga gak mau ah” ucap Anggun dengan polos


“Bunda gak mungkin sayang tinggal bersama Ayah, kalau kamu mau ikut Ayah juga gak papa, kamu kan sama Ayah baru bertemu ya gak papa kalau kamu mau ikut Ayah” ucap Bunda Riani, dia merasa sudah tidak pantas untuk jadi istri dari seorang Kangt Surya Jaya, karena dirinya hanyalah wanita cacat.


“Ternyata kamu belum sepenuhnya menerima mas sayang, apa sedalam itu mas pernah menyakiti kamu sehingga kamu tidak mau lagi hidup bersama mas, mas yakin kamu masih mencintai mas, mas bisa merasakan itu” ucap Ayah Kangta dalam hati dengan pandangan terus tertuju kepada mantan istrinya.


Ketika suasana hening tiba tiba Nara datang dengan di ikuti kedua orang tuanya.


“Wah si bawel datang nih” gumam Hotman


“Rasain lo ada buntutnya” ledek Agung


“Abang anteng kenapa tateng gak camperin Nala dulu” ucap Nara yang langsung duduk di pangkuan Hotman.


“Abang ketemu sama Bundanya Abang dulu sayangnya abang” ucap Hotman dengan gemes.


“ana undana abang?” Tanya Nara


“Itu bundanya Abang sama kakak ganteng” ucap Hotman, pandangan Nara pun langsung tertuju pada Bunda Riani.


“Nara jangan lari lari nak” ucap Rangga yang baru saja memasuki ruang tamu, dia lansgung terdiam ketika pandangannya tertuju pada Bunda Riani bukan ke anaknya.


“Mas ini?” Ucap Bunda Riani juga kaget ketika sang adik ipar yang dulu mengikuti ke mana dia pergi masih kecil sekarang sudah tinggi dan terlihat dewasa.


“Iya sayang” sahut Ayah kangta


“Ka Luna” ucap Rangga langsung memeluk kakak iparnya.

__ADS_1


“Ini bener adeknya kakak, masya Allah sekarang kami sudah besar, kakak kangen banget dek sama kamu” ucap Bunda Riani sembari membalas pelukan om Rangga.


“Kenpa kakak pergi gak pamit ke Rangga” ucap Rangga yang sudah menangis di pelukan sang kakak ipar.


“Bukan uda besar lagi bun, om Rangga sudah punya buntut tuh” ucap Agung


“Oh ya, mana istri dan anak kamu dek?” Tanya Bunda Riani sembari melarai pelukannya.


“Sini sayang” Om Rangga memanggil istrinya. Tante Imna pun langsung mendekat ke arah Bunda Riani.


“Ini istri aku ka” ucap Om Rangga


“Salam kenal ka aku Imna, A Rangga banyak cerita loh tentang kakak ke aku” ucap Tante Imna


“Salam kenal juga sayang, kakak titip jaga adek kakak ini” ucap Bunda Riani, karena awal awal pernikahan Bunda Riani dan Ayah Kangta, Bunda Riani banyak menghabiskan waktu dengan Om Rangga.


“Iya ka” sahut Tante Imna lalu dia duduk di samping suaminya.


“Dan ini anak kami ka, namanya Nara, sini dulu sayang kenalin ini sama kakaknya papa” ucap Om Rangga lalu memanggil Nara yang sedang asik duduk di pangkuan Hotman, mendengar dia di panggil oleh papanya dia pun mendekat ke arah papanya.


“Kenalin ini kakaknya papa, Nara salim sama tante” ucap Om Rangga, Nara pun langsung menurut mencium tangan Bunda Riani dan langsung di serbu dengan ciuman di wajahnya dari Bunda Riani.


“Berarti cama ceperti Om Ya Ya” ucap Nara dengan polos.


“Iya sayang, itu tuh istrinya Om Ya ya” sambung Ayah Kangta


“Dih ngaku ngaku, jangan mau ka biar jomblo selamanya” ledek Om Rangga


“Jadi Om Ya ya cama ante Da da, cepeti papa dan papa gitu, beati aka anteng cama abang anteng cama cepeti Nala” ucap Nata sembari meletakan jari telunjuknya tepat di dagunya.


“Salah, sekarang Abang ganteng sama kakak ganteng punya adik cantik loh” ledek Hotman


“Ciapa?” Tanya Nara menatap Hotman, lalu Hotman mengajak Agung mendekati Anggun dan merangkul Anggun dari samping kanan kirinya.


“Nih adik cantik nya, cantikan adik abang kan dari pada Nara” ucap Hotman


“Huaaa, papa mama Abang anteng cama aka anteng cudah gak cayang Nala lagi huaaa” ucap Nara sembari menangis.


“Kalian berdua tanggung jawab” ucap Om Rangga dia paling sebel sama Agung dan Hotman kalau mengganggu anaknya.


Melihat Nara menangis, Hotman langsung menggendong Nara, dan Om Rangga kaget melihat kakak iparnya ternyata ketika pergi sedang dalam keadaan mengandung dan sekarang ponakannya sudah besar dan tumbuh menjadi gadis cantik.


Setelah dzuhur acara syukuran akan di mulai, semuanya berjalan lancar, setelah acara selsai kini semuanya makan makan, ketika semuanya hendak pulang bunda Rinai dan Anggun di ajak ke rumah Agung sedangkan Hotman seperti biasa menjadi tawanan Nara di rumahnya.

__ADS_1


__ADS_2