
Tidak terasa waktu terus berjalan, kini tepatnya Mami Boa dan Papi Kadir akan pulang dari London, sesuai janjinya kepada putri tercinta mereka akan pulang ke masnion Salendra yang ada di singapore dimana Putri dan menantunya tinggal sekarang. Yuna merasa sangat bahagia mendengar kabar mami dan papinya akan pulang. Seperti sekarang Yuna dan juga Agung sedang di dalam mobil, Agung mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang menuju Airport untuk menjemput mami papi mertuanya.
Sepanjang jalan dia memperhatikan sang istri, yang terus mengembangkan senyumnya karena merasa senang kedua orangtuanya akan pulang terutama keadaan mami Boa sudah di nyatakan sembuh dari penyakitnya, Agung juga ikut senang melihat kebahagiaan istrinya.
“Duhh senangnya yang mau bertemu mami sama papi” ucap Agung sembari mengelus kepala sang istri, Yuna tidak menjawab dia hanya memberikan senyaman manisnya dan menatap wajah tampan suaminya. Lalu Agung meraih tangan istrinya untuk dia genggam sedangkan tangan satunya fokus memegang setir mobil sepanjang jalan Agung berkali kali memberi kecupan di tangan istrinya.
Mobil yang di kendarai Agung dan juga Yuna kini telah sampai Airport, Agung dan Yuna turun di mobil, lalu dia langsung menyerahkan kunci mobilnya kepada El yang sedari tadi mengikutinya dari belakang bersama anak buahnya. Yuna menggandeng lengan suaminya ketika memasuki area Airport lalu mereka mencari tempat kedatangan, di papan informasi pesawat dari London akan Landing sekitar 30 menit lagi. Mereka pun mencari cafe yang tidak jauh dari area penjemputan.
Begitu pun dengan yang papi Kadir rasakan sama bahagianya melihat wanita yang di cintainya kini sudah sembuh dari sakitnya, dan sepanjang perjalanan dari London menuju singapore dia melihat istrinya yang terus memancarkan senyum manisnya.
“Mami bahagia banget pih, akhirnya mami bisa sembuh dan bisa berkumpul lagi dengan anak dan menantu kita” ucap Mami Boa meraih tangan papi kadir untuk di genggamnya.
“Papi juga bahagia sayang sekarang kamu sudah sembuh, pokoknya mulai sekarang tidak boleh ada lagu yang di tutup tutupin ya, kalau kamu merasakan sakit atau apa kamu langsung cerita sama mas ya” ucap papi Kadir, dia tidak mau kecolongan lagi mengenai kesehatan istrinya seperti sebelumnya.
“Iya pih, maaf ya waktu itu mami hanya tidak mau papi dan anak anak akan sedih jika mengetahui mami sakit” ucap Mami Boa dengan sendu.
“Hey sayang dengerin papi, kita itu suami istri jadi satu sama lain harus terbuka dan harus berbagi dalam suka maupun duka ngerti” ucap papi Kadir dan mami Boa pun menganggukan kepalanya lalu Papi Kadir langsung mencium tangan istrinya yang sedang ia genggam.
__ADS_1
“Mami nanti mau buat syukuran ya pih” ucap Mami Boa menatap papi Kadir dan meminta persetujuan.
“Iya sayang itu harus, sebagai tanda syukur kita bisa berkumpul lagi dengan keluarga dan yang pastinya bersyukur karena kamu sudah kembali sehat dan papi juga akan memberi bonus kepada seluruh kariyawan perusahaan” ucap papi Kadir
Tidak terasa pesawat yang mereka naiki akan landing tepat di Changi Airport, walaupun mami Boa sudah di nyatakan sembuh tetapi papi Kadir tidak mengizinkan mami Boa untuk berjalan jauh jadi turun dari pesawat mami Boa harus menggunakan kursi roda.
Dan kini mereka berdua berjalan dengan papi Kadir mendorong kursi roda yang di naiki oleh mami Boa menuju ruang VIP, karena mereka janjian bertemu dengan anak dan menantunya di ruang VIP khusus untuk penjemputan, ketika memasuki ruang VIP pandangan mereka langsung tertuju kepada Yuna dan juga Agung yang sedang sama sama tertawa karena mendengar gombalan Agung yang menurut Yuna tidak bermutu, mami meminta papi Kadir untuk berhenti sejenak dia ingin memandangi senyum ceria putrinya dari jauh, “semoga kamu selalu bahagia selalu sayang walaupun suatu saat nanti mami tidak ada di samping kamu, dan mami percaya nak Agung akan selalu membuat kamu bahagia” ucap mami Boa dalam hati tidak sadar air matanya terjatuh karena tangisan bahagia, dan papi Kadir tahu akan perasaan istrinya pasti terharu melihat anak dan menantunya terlihat bahagia lalu tangan papi Kadir bergerak mengelus kedua pundak sang istri.
Sedangkan Yuna dan Agung yang tadinya sedang saling tertawa dan Agung yang posisinya menghadap ke arah pintu masuk dia melihat papi dan mami mertuanya datang ,seketika langsung berhenti tertawa dan memanggil kedua mertuanya itu.
“Mami, papi” ucap Agung ketika melihat papi dan mami mertuanya di dekat pintu masuk.
“Beneran sayang, sumpah demi Allah, kamu mah seuzon terus sama mas” ucap Agung sembari membenarkan posisi duduknya.
“Ya makanya jadi orang itu jangan suka jail” ucap Yuna
“Siapa yang suka jailin princessnya papi?” Tanya papi Kadir yang sudah berdiri di belakang Yuna, Yuna mendengar suara papinya dia pun terdiam lalu dengan tiba tiba dia mencubit tangan suaminya.
__ADS_1
“Aww.., sakit sayang kenapa tangan mas di cubit sih” protes Agung sembari mengusap bekas cubitan istrinya.
“Berarti ini bukan mimpi, tadi beneran ada suara...pap...” ucap Yuna terhenti ketika dia membalikan badan melihat tepat di belakangnya ada sang papi, tanpa melanjutakan ucapannya dia langsung bengun dari duduknya dan langsung memeluk papi Kadir. Dia nangis sesegukan di pelukan sang papi dan Agung mendekat ke arah mami Boa lalu mencium tangannya.
"Siapa tadi yang kamu bilang suka jail sama sayang?" Tanya Papi Kadir
"Itu tuh mas Agung, suka banget jailin aku pih" Yuna mengadu kepada sang papi dengan sikap manjanya.
"Dihh.., mentang mentang ada yang belain langsung ngadu" ledek Agung
"Kayaknya betah banget itu di peluk sama papi, putri mami gak mau peluk mami nih" ucap Mami Boa seketika membuat Yuna tersadar kalau papinya itu pulang bersama maminya. Mendengar ucapan mami Boa, Yuna langsung melepas pelukannya lalu dia berjongkok di depan mami Boa dia mencium tangan maminya dan langsung memeluk mami Boa.
“Aku kangen banget sama mami mih” ucap Yuna, “mami juga kangen sayang sama kamu” sahut Mami Boa mereka berdua mencurahkan rasa rindu mereka. sedangkan Agung ketika istrinya beralih memeluk mami mertuanya dia langsung menghampiri papi Kadir dan langsung mencium tangan papi mertuanya dan langsung di peluk oleh papi Kadir otomatis Agung pun membalas pelukan papi mertuanya.
“Papi sehat kan?” Tanya Agung, “sehat nak, terimaksih ya kamu sudah menjaga princessnya papi dengan sangat baik” ucap papi Kadir ketika melepas pelukannya dan lalu menepuk nepuk pundak Agung.
“Itu kan sudah jadi tugas Agung pih sekarang, Insya Allah Agung akan selalu membuat princessnya papi bahagia” ucap Agung dengan sungguhan.
__ADS_1
Setelah itu mereka istirahat sejenak di situ, lalu usai istirahat mereka memetuskan untuk langsung pulang ke mansion, Agung mencoba menghubungi El untuk membawa koper milik mertuanya. Sepanjang jalan menuju mobil, Yuna dan mami Boa selalu berjalan beriringan dan saling menggenggam tangannya.