BUCIN DARI KECIL

BUCIN DARI KECIL
Ekstra Part 1


__ADS_3

2 bulan berlalu dari hari pernikahan Ayah Kangta dan juga Bunda Riani. Sesuai keinginan Ayah Kangta kini mereka berdua setelah menikah akan menempati villa yang memang Ayah Kangta buat untuk istrinya dari kepergian istrinya dulu.


Sudah dari satu bulan yang lalu juga Bunda Riani sudah mulai melakukan pemeriksaan kakinya dan dokter mengatakan jika bunda Riani bisa berjalan kembali tapi kemungkinannya itu sangat kecil karena sudah terlalu lama bunda Riani tidak pernah melakukan pemeriksaan atau terapi pada kakinya. Tapi dengan kegigihan Ayah Kangta ingin melihat istrinya bisa berjalan kembali seperti semula. Bunda Riani pun setelah melihat semangat suaminya dia pun akhirnya mau mengikuti terapi untuk menyembuhkan kakinya, dia tidak mau mengecewakan suaminya yang sudah begitu baik mau membiayai dan menemani segala proses pemeriksaan yang dia lakukan.


Sedangkan di mansion surya jaya hanya ada Hotman dan Yuri, tetapi mereka berdua setiap weekend akan berkunjung ke villa atau sebaliknya Bunda dan Ayah yang akan menginap di mansion.


Sudah tiga hari ini Hotman bingung dengan keadaan istrinya yang terus marah marah terus dengannya, setiap yang dia lakukan selalu salah di mata istrinya itu membuat dia pusing, apalagi akhir akhir ini dia merasa pusing di kepalanya yang tak kunjung sembuh, dia juga tidak tahu penyebabnya apa.


“Ka Hotman kemana ya, ko sudah jam segini belum pulang juga, apa ka Hotman marah ya sama aku karena akhir akhir ini aku suka kesal dan marah sama dia” gumam Yuri yang kini tengah mengkhawatirkan keadaan suaminya yang dari tadi sore tidak bisa di hubungin dan sampai jam 10 malam Hotman tak kunjung pulang.


Tut tut tut


“Hallo nyonya” sahut Dina sekretaris Hotman.


“Hallo mbak, maaf ganggu, pak Ardi sudah pulang belum ya?” Tanya Yuri


“Sudah nyonya tadi pulang bareng sama saya kaya biasa” jawab Dina merasa bingung kenapa istri bosnya menanyakan suaminya.


“Mbak tahu gak ya suami saya kemana, ko sampai jam segini belum pulang ya?” Tanya Yuri, dia semakin khawatir dengan suaminya.


“Oh saya gak tahu nyonya, apa mau suruh mas Ardi cari tuan, nyonya?” Tanya balik Dina.


“Oh gak usah mbak, biar nanti saya hubungin dia lagi deh, terima kasih ya mbak maaf sudah ganggu malam malam loh” ucap Yuri


“Iya gak papa nyonya” sahut Dina, lalu setelah itu pun sambungan telefon mereka langsung terputus. Yuri ingin rasanya menelfon mertuanya menanyakan keberadaan suaminya tapi dia takut mengganggu waktu mertuanya.


Akhirnya Yuri pun memutuskan untuk mencari suaminya ke kantor, dia langsung meraih jaketnya dan meraih kunci motornya.


“Loh nyonya, nyonya mau kemana malam malam begini naik motor, bentar lagi mau hujan nyonya” ucap salah satu penjaga mansion ketika melihat Yuri hendak menaiki motornya.


“Saya hanya mau ke kantor ko pak, cuman sebentar” jawab Yuri


“Mending saya panggilkan mang ujang ya nyonya, biar mang ujang yang mengantar nyonya pakai mobil, jangan pakai motor nanti kita semua kena marah sama tuan muda” ucap penjaga mansion.


“Baiklah pak, saya tunggu di teras ya” akhirnya Yuri pun menuruti ucapan penjaga mansion dari pada jadi masalah nantinya.


Setelah supir sudah menyiapkan mobil Yuri pun langsung memasuki mobil tersebut dan mobil langsung bergegas melaju menuju kantor suaminya.


Sesampainya di kantor Yuri pun langsung turun dari mobil dan memasuki kantor.


“Malam nyonya, ada yang bisa saya bantu?” Tanya security kantor yang memang sudah mengenal siapa Yuri.


“Gak usah pak, saya cuman sebentar ko hanya ingin mengambil barang saya yang ketinggalan di ruangan suami saya” jawab Yuri


“Baik nyonya silahkan” ucap Security


“Iya pak” sahut Yuri dia pun melanjutkan langkahnya menuju lift yang khusus presdir dan berhenti langsung di lantai dimana ruangan suaminya berada, dengan jalan tergesa gesa dia melangkah menuju ruangan suaminya, di lihat lampunya masih menyala tetapi dia melihat sekeliling tidak melihat keberadaan suaminya, lalu Yuri pun melangkah menuju kamar pribadi suaminya dengan memegang hendle pintu dia tidak tahu mengapa perasannya tidak tenang takut terjadi sesuatu dengan suaminya.


Ketika dia tekan hendle pintunya lalu dia dorong, matanya langsung tertuju ranjang dia melihat suaminya tengah terlentang di tempat tidur.

__ADS_1


“Ka, ka Hotman” panggil Yuri sembari menggoyangkan lengan suaminya.


“Euhh.., euhh..” sahut Hotman seperti orang mengigau. Melihat suaminya juga tak kunjung bangun lalu Yuri pun mencoba membangunkan suaminya kembali, tapi ketika tangannya terulur untuk mengelus pipi suaminya dia kaget suhu badan suaminya begitu panas.


“Ya allah ka, badan kakak panas banget, ka Hotman bangun ka jangan buat aku takut” panggil Yuri tapi tidak ada respon dari suaminya dia mengira suaminya tidak sadarkan diri. Lalu Yuri pun meminta mang ujang dan security untuk membantu mengangkat Hotman menuju mobil, dia akan membawa suaminya ke rumah sakit yang memang lokasinya tidak jauh dari kantor.


“Ya allah ka, kenapa kamu sakit gak pernah bilang sama aku sih, maafin aku yang akhir akhir ini sering kesel dan marah sama kamu” gumam Yuri sembari menangis dengan memangku kepala suaminya di mobil.


Sesampainya di rumah sakit Hotman pun langsung di tangani oleh dokter.


“Bagaimana keadaan suami saya dok?” Tanya Yuri ketika dokter keluar dari ruang UGD.


“Begini nyonya, sepertinya tuan Hotman mengalami dehidrasi dia kekurangan cairan dan asupan makanan, jadi dengan terpaksa tuan Hotman harus di rawat dulu, kemungkinan sampai dua atau tiga hari” jelas Dokter


“Tolong lakukan yang terbaik buat suami saya dok” ucap Yuri


“Baik nyonya, setelah ini kami akan pindahkan tuan Hotman di ruangan rawat, kalau begitu saya permisi dulu nyonya mari” pamit dokter


“Iya dok” sahut Yuri, setelah Hotman di pindahkan di ruang rawat yang khusus untuk keluarga, Yuri pun dengan setia menemani suaminya dengan duduk di bangku samping ranjang pasien dengan tangan yang terus menggenggam tangan suaminya.


***


Keesokan harinya Yuri yang tertidur dengan duduk di bangku seperti semalam dan meletakan kepalanya tepat di samping ranjang, dikagetkan dengan Hotman yang tiba tiba lari ke kamar mandi sampai selang infusnya pun terputus karena tertarik.


“Huek..huek...”


“Kamu ngapain disini bab, kakak lagi muntah jorok jangan di lihatin” ucap Hotman, Yuri pun menggelengkan kepalanya dia tidak mempeduliakan omongan suaminya.


“Sudah enakan?” Tanya Yuri dan Hotman pun menganggukkan kepalanya, lalu Yuri pun membantu suaminya untuk kembali berbaring di ranjang pasien.


Sedangkan Hotman sedari tadi terus melihat gerak gerik istrinya yang diam saja di kira Hotman istrinya masih marah kepadanya. Yuri pun memencet tombol untuk memanggil perawat untuk memasangkan infusnya kembali.


“makasih ya sus” ucap Yuri.


“Sama sama nyonya, kalau begitu saya permisi dulu mari nyonya tuan” pamit perawat tadi yang membenarkan infus suaminya.


“Iya sus” sahut Yuri, setelah kepergian perawat Yuri pun langsung duduk kembali di bangku.


“Beb, maafin kakak ya” ucap Hotman dia mencoba memulai obrolan dengan istrinya.


Mendengar suaminya meminta maaf, dengan menundukkan kepalanya Yuri menggelengkan kepalanya dan tiba tiba dia terisak, dia merasa bersalah dengan suaminya.


“Hei ko malah nangis, kamu kenapa beb?” Tanya Hotman merasa khawatir ketika melihat istrinya menangis.


“Maafin Yuri ka yang belum bisa jadi istri yang baik buat kakak, maafin Yuri juga yang akhir akhir ini sering kesel dan marah marah sama kakak sampai sampai Yuri tidak memperhatikan kakak sudah makan apa belum, Yuri juga gak tahu kenapa Yuri bisa jadi begini, hiks...hiks..” ucap Yuri sembari menangis.


Mendengar ucapan istrinya, Hotman pun meraih tangan istrinya dan meminta istrinya untuk duduk di ranjang dan langsung membawa istrinya dalam dekapannya.


“Hei.., kakak bisa mengerti beb, mungkin kamu juga lagi pusing karena masalah butik, bagi kakak kamu sudah menjadi istri terbaik buat kakak, jadi jangan bicara seperti itu lagi ya” ucap Hotman dan langsung di angguki oleh Yuri.

__ADS_1


“Sekarang kakak tanya, kenapa kakak bisa di bawa ke rumah sakit?” Tanya Hotman sembari melerai pelukannya dan menghapus air mata istrinya.


“Semalam aku khawatir sama kakak sampai jam 10 ko gak pulang pulang, aku tanya mbak Dina kata dia, dia sudah pulang dari sore sama suaminya, akhirnya aku samperin kamu ke kantor di antar mang ujang, dan pas sampai kantor kamu sudah tidak sadarkan diri di kamar, badan kamu panas banget, aku panik lah dan langsung bawa kamu ke sini, kenapa kamu gak pernah bilang sama aku kalau kamu sakit ka?” Jelas Yuri lalu dia menanyakan alasan suaminya tidak memberi tahu tentang kondisinya.


“kakak gak mau buat kamu khawatir beb, apalagi kakak perhatiin akhir akhir ini kamu sedang banyak pikiran, dikira kakak juga habis minum obat akan hilang sakitnya tapi eh malah makin pusing” jelas Hotman sembari mengelus kepala istrinya.


“Tapi lain kali gak boleh begitu, lain kali bilang sama aku kalau kamu sakit, kalau kaya gini aku merasa belum bisa jadi istri yang baik buat kamu ka” ucap Yuri sembari menatap suaminya.


“Iya beb, lain kali kakak pasti bilang sama istri kakak yang cantik ini” sahut Hotman sembari mencolek hidung istrinya.


Mendengar ucapan suaminya, Yuri pun langsung memeluk kembali suaminya dan langsung dapat kecupan tepat di puncak kepalanya, tiba tiba mereka di kagetkan dengan suara panggilan masuk dari ponsel milik Yuri.


“Siapa beb?” Tanya Hotman


“Ayah Ka, tunggu aku angkat dulu” jawab Yuri lalu mengambil ponselnya yang ada di meja samping ranjang pasien.


“Hallo, assalamualaikum yah” sahut Yuri


“Wa’alaikum salam nak, kamu dimana kata penjaga mansion kamu dari semalam pergi sampai sekarang belum pulang, ini Ayah sama Bunda ada di mansion?” Tanya Ayah Kangta


“Ya allah maaf yah, aku lupa ngabarin orang rumah, tadi malam aku nyusulin ka Hotman ke kantor karena sampai malam gak pulang pulang dan pas sampai kantor ternyata dia sakit terus aku bawa ke rumah sakit” jelas Yuri


“Jadi sekarang di rawat di rumah sakit?” Tanya Ayah Kangta dengan khawatir.


“Iya yah” jawab Yuri


“Ya sudah, Ayah sama bunda kesana sekarang ya, kamu juga pasti belum makan kan?” Tanya Ayah Kangta


“Belum yah” sahut Yuri


“Ya sudah, nanti Ayah ke sana sekalian bawa makanan” ucap Ayah Kangta.


“Makasih ya” sahut Yuri, lalu Sambungkan telphone pun langsung terputus.


“Ayah bilang apa beb?” Tanya Hotman.


“Ayah mau kesini katanya sama bunda, mereka sekarang ada di mansion” jawab Yuri


“Oh..., ya sudah sini kamu duduk sini lagi” pintah Hotman lalu Yuri pun langsung mengikuti keinginan suaminya.


Sedangkan di mansion setelah Ayah Kangta mematikan sambungan telphonenya langsung dapat pertanyaan dari Bunda Riani.


“Siapa yang masuk rumah sakit mas?” Tanya Bunda Riani dengan khawatir.


“Hotman sayang, katanya semalam dia di temukan di kantor dalam keadaan sakit” jawab Ayah Kangta


“Ya allah, terus gimana keadaannya anak kita sekarang mas?” Tanya Bunda Riani


“Belum tahu sayang, makanya kita habis ini ke rumah sakit ya” ucap Ayah Kangta lalu langsung dapat anggukan dari sang istri.

__ADS_1


Lalu Ayah Kangta pun meminta bi Ening untuk membawakan makanan buat di bawa ke rumah sakit, setelah makanan sudah siap mereka langsung bergegas pergi menuju rumah sakit untuk melihat keadaan Hotman.


__ADS_2