
Seperti biasa Agung di waktu tengah malam akan terbangun dari tidurnya dan merasakan lapar, Agung pun memutuskan untuk keluar dari kamar lalu menuruni anak tangga menuju lantai bawah, sesampainya di lantai bawah langsung menuju dapur untuk mencari makanan atau memasak sesuatu yang bisa dia makan.
Ketika Agung sedang makan tiba tiba ada yang turun menuruni anak tangga dan menghampiri Agung yang sedang menikmati makanannya di ruang makan.
“ngapain lo gung?” Tanya Bang Yuno
“Biasa bang kalau jam segini perut minta diisi” jawab Agung di tengah makannya, “lo sendiri kenapa bang mau makan?” Tanya Agung kepada kakak iparnya.
“Gak, gua cuman mau buat kopi mau ngirua kerjaan sebentar dari tadi soalnya gak bisa tidur gak tahu kenapa” jawab Yuno
“Oh...” sahut Agung yang maish menikmati makannya.
Sepeninggalan Yuno ke dapur untuk mwmbuat kopi, Agung berpikir apa sekarang saja yah waktu yang tepat untuk dia mencoba bicara berdua sama Yuno tentang masalah Sonya.
Ketika Agung sudah melwsaikan makannya Yuno berjalan dari arah dapur melwwati dieinya.
“Bang, bisa gua ngomong sebwntar” ucap Agung membuat Yuno memberhentikan langkahnya, lalu dia mendekati Agung dan duduk di meja makan bersama Agung dan meletakan kopi yang dia bawa di atas meja.
“Kenapa gung, ada masalah sama Yuna?” Tanya Yuno
“Gak bang, gua hanya ingin memastikan apa abang serius mau menikah sama Sonya?” Tanya Agung
“Serius, masa gua becanda, ada apa sih, kenapa lo tiba tiba menanyakan itu?” Tanya Yuno
“Gua merasa dia itu punya maksud tertentu dan berniat jahat sama keluarga kita bang” jawab Agung
__ADS_1
“Maaf gung, insya allah dia wanita baik, dan jika bukan karena gua meranggut kesuciannya, gua gak mungkin menikah dengan dia karena hati dan perasaan gua masih terisikan oleh Tere, “ batin Yuno
“Lo punya bukti kalau dia berniat jahat kepada keluarga kita, karena sepenglihatan gua dia wanita baik ko” sahuta Yuno
“Ya gua hanya mengingatkan, jika memang lo sudah mantap menikah dengan dia ya silakan, gua tidak ada maksud lain, gua hanya berniat untuk melindungi keluarga gua dari ular berbisa terutama orang yang harus gua lindungi adalah istri gua dan calon anak gua” ucap Agung dengan tegas lalu dia meninggalkan Yuno sendiri di meja makan.
Agung berjalan meninggalkan Yuno menuju kamaranya, sesampainya di kamar dia langsung menggosok gigi kembali setelah itu dia kembali merebahkan badannya tepat di samping sang istri. Ketika Agung sudah merebahkan badannya dengan otomatis Yuna langsung menggeser badannya lalu memeluk suaminya walaupun dia masih dalam keadaan tertidur dan di sambut langsung oleh Agung dia langsung mendekap erat erat istrinya lalu memberikan kecupan l di puncak kepala Yuna.
“Mas berjanji sayang, akan selalu mlindungi keluarga kita, tidak tahu kenapa hati kecil mas mengatakan kalau Sonya mempunyai niat jahat tertentu kepada keluarga ini, Ya Allah lindungilah keluarga ku Ya Allah terutama istri dan juga calon anakku” bagin Agung sembari memejamkan matanya dan tidak terasa Agung sampai mengeluarkan air mata di sudut matanya dan tidak lama kemudian Agung ikut tertidur bersama sang istri.
Ketika Agung sudah tertidur pulas selang beberapa menit kemudian Yuna terbangun dari tidurnya karena merasa haus, Yuna merubah posisinya menajdi duduk dan berbalik menatap wajah tampan suaminya ketika dia mengelus pipi Agung dia merasakan basah di pipi bagian bawah mata suaminya.
“Mas Agung habis menangis” gumam Yuna, “Apa yang membuat kamu sedih mas, maaf jika aku belum bisa menjadi istri yang baik buat kamu ya, aku mau kamu selalu berbagi dengan ku apaapun itu, mau kesedihan kebahagiaan aku mau kita melewatinya bersama sama” ucap Yuna dengan lirih, selama dirinya menikah dengan Agung dia belum pernah melihat suaminya itu mengeluh di hadapannya padahal dia ingin sekali jika suaminya tengah sedih suaminya tuh berbagi dengan dirinya biar dia juga tahu apa yang membuat suaminya bersedih.
Pagi hari di sebuah apartemen seoarang wanita dengan keadaan tubuh yang masih polos masih tertidur di bawah selimut, mungkin efek kelelahan atas apa yang di lakukannya semalam berasama sang mantan kekasihnya.
“Astaga..., gua dimana ini?” Tanya Sonya ketika dia terbangun dari tidurnya dan melihat dirinya dalam keadaan tidak memakai sehelai benang pun.
“Kamu sudah bangun sayang” ucap Rendy ketika memasuki kamar terlihat Sonya tengah terduduk di atas ranjang semabri tangan memegang selimut dengan erat.
“Rendy, kenapa gau bisa ada disini?” Tanya Sonya
“Kamu lupa semalam ingin cepat2 pulang dan kamu minta untuk ke apartemen aku saja yang lebih dekat dari resto tempat semalam kita makan” jelas Rendy
Mendengar ucapan Rendy, Sonya coba mengingat ingat tentang kejadian semalam “jangan bilang kita melakukan itu lagi Ren” ucap Sonya
__ADS_1
“Orang kamu duluan yang mulai sayang, mana tahan aku, lagian kan kita sudah biasa apa masalahnya coba” ucap Rendy
“Ya masalah lah ren, gua kan sebentar lagi mau nikah tapi lo malah ngelakuin itu sama gua, kalau gua hamil gimana coba” ucap Sonya dengan sedikit emosi.
“Tenang dong sayang tidak usah heboh begitu, tinggal kamu akui saja itu anak suami kamu siapa tahu nanti anak kita berdua bisa jadi jadi pemimpin perusahaan besar itu” ucap Rendy membuat Sonya terdiam untuk sesaat.
“Benar juga ya kata si rendy dengan begitu jika gua hamil tidak beda jauh dengan kehamilan Yuna” batin Sonya
Sedangkan di mansion Salendratama Pagi ini seperti baisa mereka sarapan bersama di meja makan, Yuna memandang suami dan sang kakak tumben sedari tadi mereka bertemu tidak saling sapa, Yuna berpikir apa suaminya ada masalah dengan kakaknya biasanya setiap bertemu selalu bersebat atau saling bercandaan tetapi pagi ini semuanya saling diam.
Padahal sebenarnya Yuno maupun Agung tidak mempunyai rasa marah atau apapun, hanya karena mereka sama sama gengsi untuk memulai pembicaraan, jadi mereka terlihat seperti orang sedang marahan saling diam satu sama lain, Sebenarnya Yuno mengerti akan kekhawatiran Agung makanya dia tidak marah dengan adik iparnya itu.
“Hari ini rencananya kalian mau kemana sayang?” Tanya Mami Boa di tengah tengah sarapannya.
“Kita hari ini mau ke rumah om Rangga mih mau melihat babynya, semenjak melahirkan kita belum melihatnya, iya kan mas” ucap Yuna
“Iya sayang” sahut Agung dengan telaten menyuapi istrinya, semenjak hamil tidak tahu kenapa Yuna setiap ingin makan selalu maunya di suapi oleh suaminya dan mungkin itu adalah bawaan dari si jabang bayinya.
“Loh memang kapan istrinya om Rangga melahirkan nak Gung?” Tanya Mommy Boa
“Sekitar 2 bulan yang lalu mih” jawab Agung
“Oh ya sudah nanti mamih kirimin sesuatu deh buat mereka, dan bilang maaf mami gak belum bisa dateng ya” ucap Mami Boa
“Iyananti aku sampaikan ke tante Imna mih” sahut Agung.
__ADS_1
Setelah semua selesai sarapan, semua berpencar dengan kesibukan masing masing, Agung dan Yuna pergi menuju rumah Omnya, Yuno pergi ke kantor seperti biasanya, sedangkan papi Kadir juga akan ke kantor tetapi sebelum ke kantor dia akan mengantar mami Boa dulu ke butik.