
Agung masih menahan istrinya di tas pangkuannya karena istrinya sedang dalam mode merajuk karena ide jailnya tadi, Agung berusaha merayu istrinya agar istrinya tidak merajuk lagi, karena kalau istrinya ngambek bisa gawat nanti pulang pulang bisa suruh tidur di luar.
Yuna tidak peduli dengan rayuan Agung, mata Yuna malah tertuju ke undangan yang tergeletak di meja, lalu tangannya bergerak mengambil undangan tersebut.
“Ini undangan dari mana bee?” Tanya Yuna, belum juga Agung bicara Yuna sudah membaca nama siapa yang ada di undangan tersebut.
“Hah, ini bukanya Namanya ka Dimas ya, ini beneran gua gak salah baca kan, ka Dimas menikah, syukur lah kalau ka Dimas sudah menemukan wanita pengganti gua” ucap Yuna dalam hati.
“Ini benran ka Dimas, Bee?” Tanya Yuna menatap wajah suaminya.
“Iya, kenapa yank kaya gitu amat liat undangannya, gak suka kamu liat mantan mau nikah” ucap Agung saat melihat ekspresi kaget Yuna.
Mendengar ucapan suaminya, membuat Yuna mengalihkan tatapannya dari undangan ke wajah Agung, dia tersenyum melihat Agung merajuk karena cemburu dikira Yuna masih menyimpan perasaan terhadap mantanya itu.
“Uduh uduh.., lucunya suami aku kalau lagi cemburu” ucap Yuna gemes langsung mencubit kedua pipi suaminya.
“Sakit sayang, ko di cubit sih” protes Agung ketika pipinya dicubit oleh Yuna.
“Hey dengerin ya, kalau aku masih mengharapkan dia gak mungkin aku sekarang ada disini sama kamu bee” ucap Yuna sembari mengelus kedua pipi suaminya yang tadi di cubit.
“Sekarang aku mau tanya kamu mau datang ke wadding party-nya ka Dimas? Kalau kamu mau datang datngbsaja pergi sama ka Krisna, aku gak bisa nemenin kamu, bukan karena apa apa ya, karena di kampus lagi banyak tugas “ Tanya Yuna, Agung lega mendengar ucapan istrinya tidak bisa datang ke acara resepsinya Dimas, Agung pun langsung menggelengkan kepalanya.
“Kenapa gak mau datang bee?” Tanya Yuna ketika melihat suaminya menggelengkan kepalanya.
“Gak ada kamu yang menemin” jawab Agung
__ADS_1
“Kan ada ka Krisna yang temani, kalau kamu tidak datang perwakilan dari perusahaan siapa yang datang?” Tanya Yuna
“Kan ada Abang, Abang datang ko katanya, karena istrinya si Dimas teman satu model sama calon kakak ipar kamu, memangnya kamu gak khawatir gitu yank kalau aku pergi sendiri, kamu gak takut gitu kalau aku di godain perempuan lain?” Ucap Agung penasaran ko sepetinya istrinya gak ada cemburu cemburunya. Yuna yang mendengar pertanyaan suaminya langsung tertawa.
“Ko kamu malah ketawa sih sayang, mas tanya serius ini, ko kayaknya kamu gak pernah gitu cemburu sama mas” protes Agung
“Kan cemburu itu harus ada alasannya bee, yang penting bagi aku suami aku ini tidak tergoda dengan perempuan di luar sana, karena aku percaya itu dari aku belum ingat kamu saja kami selalu setia dan sabar menunggu aku, bahkan dengan sikap aku dulu pas baru baru nikah mungkin menurut kamu aku nyebelin kali ya bee” ucap Yuna sembari mengalungkan tangannya di leher suaminya.
Yuna pastinya cemburu jika melihat suaminya di dekati atau di goda perempuan lain, tapi dia harus bersikap tidak seperti anak kecil yang cemburu tanpa alasan gak jelas, dia percaya pada suaminya kalau Agung itu tidak akan tergoda dengan perempuan mana pun karena sudah terbukti dari dulu suaminya tidak pernah menjalain hubungan dengan siapa pun, dan tetap setia menunggu dirinya.
“Kami tuh bukannya nyebelin sayang, tapi ngangenin tau gak” ucap Agung dengan menahan tangan di pinggang istrinya agar tidak jatuh dari pangkuannya.
“Gombal, apanya coba yang di kangenin dari sikap aku kaya begitu” ucap Yuna tidak percaya, masa sikap nyebelin di kangenin, dia merasa aneh dengan suaminya.
“Ya sikap kamu yang kaya begitu tuh bikin mas kangen, rasanya kaalu lagi kerja tuh pengen cepat pulang, menurut mas itu kamu tuh ngegemesin kalau lagi kaya gitu rasanya mas mau cubit dan cium pipi kamu tapi ketika itu mas gak berani takut kamu marah sama mas, entar malah makin benci lagi sama mas” ungkap Agung
“Uda ah yang berlalu ya lupakan, yang penting sekarang bagi mas, istri mas sudah bersama mas dan ingatannya sudah kembali, itu saja yang yang mas harapain dan ada satu lagi” ucpa Agung denagn tatapan mencurigakan.
“Apa?” Tanya Yuna menatap suaminya dengan tangan satu yang tadinya melingkar di leher Agung kini pindah mengelus pipi suaminya. Sebelum Agung menjawab dia langsung mengangkat Yuna dalam gendongannya seprti koala.
Yuna yang badannya tiba tiba di angkat oleh Agung langsung kaget dengan otomatis dia langsung memeluk suaminya dan menyembunyikan wajahnya tepat di leher Agung, “bee, kamu tuh yah bikin orang jantungan tahu gak” ucap Yuna ketika di gendong oleh Agung.
Agung tidak mempedulikan protes dari istrinya, dia terus menggendong Yuna menuju kamar pribadinya yang tersedia di ruang kerjanya, “sekarang waktunya memproses keinginan mas yang satu lagi, yaitu buat baby yang lucu lucu sayang” ucap Agung ketika sudah merebahkan Yuna di atas ranjang, mendengar ucapan suaminya Yuna hanya tersenyum dan tangannya bergerak mengelus rahang suaminya, membuat Agung tidak tahan lagi untuk menyerang istrinya.
***
__ADS_1
Di Jakarta ada seorang wanita cantik dia seorang model, kini sedang berjalan memasuki sebuah perusahaan besar karena ingin menemui kekasihnya, semua kariyawan sudah mengetahui jika wanita tersebut adalah kekasih dari atasan mereka yang tak lain putra dari pemilik perusahaan tempat mereka bekerja.
Wanita itu adalah Sonya saskia yang 1 bulan ini menyandang setatus sebagai kekasih dari Yuno, awal cerita kedekatan mereka ketika Sonya menjadi model iklan untuk SM Group, karena ketika SM Group mengadakan syuting iklan pasti Yuno akan melihat secara langsung proses pembuatannya dari situ lah mereka sling dekat, padahal awalnya mereka satu sama lain menganggap hanya teman dan partner kerja tapi memang Sonya berniat mendekati Yuno karena ada alasan tertentu.
Tetapi orang jadi menggosipkan kedekatan mereka, padahal setiap ada berita tentang kedekatan mereka, Yuno selalu meminta kepada Max asistennya untuk menghapus berita tersebut, tetapi berita itu sempat tercium oleh papi Kadir dan mami Boa, karena desakan dari sang mami untuk cepat mencari pendamping hidup akhirnya Yuno memutuskan untuk mencoba menjalin hubungan dengan Sonya, dan Sonya pastinya sangat mau, itu adalah memang tujuan dia untuk mendekati Yuno padahal Yuno hanya ingin mencoba siapa tahu menjalin hubungan dengan Sonya akan berhasil menghilangkan nama mantan kekasihnya dari hatinya. Karena tidak mau membuat samg mami kecewa, Yuno pun mengatakan kepada Mami Boa jika mami Boa pulang nanti dia mau melamar Sonya kekasihnya, ucapan itu membuat mami Boa sangat senang dan makin semangat untuk sembuh.
Dan kini Sonya ingin menemui kekasihnya meminta di temani membeli gaun untuk acara besok malam, dia dan juga Yuno ingin menghadiri acara resepsi dari Dimas dan juga Hyosi teman satu model dengan Sonya.
Tok tok
“Masuk” sahut Yuno dari dalam ruang kerjanya. Mendengar sahutan dari dalam, Sonya pun langsung memasuki ruang kerja Yuno.
“Hai sayang” sapa Sonya langung menghampiri Yuno dan memeluknya dari belakang kursi kerja kekasihnya itu, karena memamg posisi Yuno sedang duduk di Kursi kebesarannya.
“Ternyata kamu, kirain aku siapa” ucap Yuno menanggapi sapaan Sonya, Yuno tidak tahu kenapa dia makin kesini makin risih dengan sikap Sonya, padahal awal mereka dekat Sonya tidak seagresif ini yang kalau ketemu selalu nemplok terus dengan Yuno.
“Sayang, ayo kamu kan kemarin sudah janji mau nemenin aku cari gaun buat acara besok malam, kamu jadi datang kan nemenin aku ke cara pernikahan teman aku” ucap Sonya sembari mendudukkan pantatnya di samping kursi kerja Yuno.
“Aku lagi sibuk banget Sonya, lagian aku sudah pesanin gaun ko buat kamu dari butik mami nanti tinggal di antar ke rumah” ucap Yuno yang masih sibuk dengan pekerjaannya.
“Bagus tidak model gaunnya, bisa aku lihat tidak sperti apa?” Tanya Sonya, Yuno pun langsung mengambil benda pipihnya mencari gambar gaun yang tadi dikirimkan Yuri kepadanya dan langsung di perlihatkan kepada kekasihnya.
Sonya meraih Handphone yang di berikan oleh Yuno dan melihat dan memperhatikan gambar gaun yang begitu elegan dan terlihat sederhana. “ ya not bad lah, maksih ya sayang” ucap Sonya setelah melihat gaunnya dan meletakan handphone milik Yuno di meja lalu bergelanjut manja menyenderkan kepalanya di pundak Yuno
“Hemm, awas dulu dong Sonya aku lagi sibuk banget ini, kamu duduk saja dulu di sofa bisa kan” ucap Yuno dia merasa risih dengan Sonya yang menempel padanya.
__ADS_1
“Ya sudah iya, padahal aku lagi kangen sama kamu lo sayang” ucap Sonya langgung berjalan menuju sofa, Sonya merasa setelah mereka jadian sikap Yuno berubah tidak sepeti waktu setatus mereka masih berteman dan partner kerja.
Sonya duduk di sofa sembari memandangi Yuno yang tengah sibuk dengan berkas berkas di hadapnya, dia berpikir bagaimana lagi cara buat Yuno menjadi bertekuk lutut padanya.