
Sepulang dari kampus setelah mengajukan cuti selama tiga hari, kini Yuna memasukin mension dan langsung menuju dapur untuk mengambil air minum.
"Eh non, mau mbok bikinin sesuatu non?" Tanya mbok
"Gak usah Mbok, aku cuman mau ambil minum habis ini aku mau ganti baju terus mau ke rumah sakit" jawab Yuna
DarmiMbok darmi adalah salah satu pembatu yang sudah lama bekerja bersama mami Boa semenjak Yuno masih bayi dan kini selama Yuno mengurus perusahaan cabang yang di singapure dan Yuna kuliah disitu Mbok Darmilah yang selalu menemani mereka.
Di tengah tengah pembicaraan mereka ada suara bel rumah berbunyi
Ting nong ting nong
"Ada tamu non, Mbok buka pintu dulu ya non" seru Mbok Darmi
"Iya, Mbok" jawab Yuna
Ckleck
"Assalamualikum" ucap Yuri
"Waalikum salam" jawab si Mbok
"Neng Yuri" seru si Mbok kaget melihat siapa yang datang.
"Siapa bi?" Tanya Yuna dari dalam.
Shuuttt (menempelkan jarinya di depan mulutnya untuk mempertandakan untuk jangan kasih tahu yuna kalau dia datang)
"Yuna di mana Mbok?"Tanya Yuri
"Non ada di dapur neng" jawab Mbok
Yuri pun langsung menuju dapur disana dia melihat Yuna sedang membuka kulkas dengan posisi membelakangi Yuri, Yuri langsung meniggalkan kopernya dan langsung memeluk Yuna dari belakang dengan mengalungkan tangannya di leher Yuna.
Hap
"Eh siapa lo pake main meluk meluk gua?"
Yuna langsung membalikan badannya
"Suprise" sembari melebarkan tangan dan senyumnya
"Yuri, lo bikin gua kaget tau gak, gua kira siapa main peluk peluk sembarangan" sahut Yuna
"Hayo ngira siapa, jangan bilang lo berharap calon laki lo yang meluk lo, supaya seperti di drama drama gitu" ledek Yuri
"Sembarangan lo, kenapa lo gak ngabarin gua kalau sudah sampai?" Tanya Yuna
"Sengaja biar suprise lah, eh gimana gimana calon laki lo cakep gak? Tanya Yuri dengan menyelidik.
"Ngapain sih ngomongin tuh orang nanti juga lo tahu sendiri" jawab Yuna
"Eh Yuna gua belum selesai wawancara lo" ucap Yuri yang melihat sahabatnya beranjak pergi dari dapur.
"Uda ah gua mau ganti baju dan mau ke rumah sakit" jawab Yuna
"Gua ikut" saut Yuri
"Lah lo gak istirahat dulu di monsion, kan baru sampai?” Tanya Yuna
"Gak ah gua mau liat keadaan mami, lagian tadi juga gua uda tidur selama perjalanan si pesawat, dan untungnya yah pas pesawat uda take off ada yang bangunin gua, cakep lg orangnya" seru Yuri
"Kebiasaan lo mah *****, nempel dikit molor" sambil berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.
# Apartemen Agung
Ting nong tingnong
Cklek
"Asaalamualikum, Ayah, Tuan" langsung memberi salam ke Ayah kangta
"Wa'alaikum salam, oh kalian sudah sampai, silahkan masuk pak" Jawab Ayah Kangta
"Yah, Agungnya mana?"Tanya Hotman sembari tengak tengok mencari sang kakak.
"Dia lagi di suruh dateng ke kantornya om Kadir, suruh belajar megang perusahaan om Kadir yang disini selama om Kadir nemenin tante Boa untuk berobat” jawab Ayah Kangta
"Lah bukannya perusahaannya yang disini yang pegang anaknya om Kadir yang laki ya yah? Tanya Hotman
"Iya, cuman karena om Kadir gak ada jadi si Yuno pegang Kantor pusat yang di Jakarta dan Agung yang di Singapure sambil nunggu wisuda dia kan dan jagain istrinya nanti, karenakan istrinya kuliahnya diaini juga" jelas Ayah Kangta
"Oh ya dengan pak siapa namanya?, maaf ya pak malah saya asik ngobrol sama anak saya" Tanya Ayah Kangta
"Iya gak papa tuan, nama saya Abdul" jawab pak penghulu
"Nama saya Kangta pak, bapak mau minum apa?" Tanya Ayah Kangta
__ADS_1
"Gak usah tuan terimakasih" sahut pak penghulu
"Oh ya sudah, man kamu bawa pak Abdul istirahat aja di kamar, annti kamu tidur sama pak Abdul biar Ayah sama kakak mu” ucap Ayah Kangta
"Iya yah, ayo pak silahkan" ucap Hotman
"saya permisi dulu tuan" ucap pak penghulu
"Iya pak silahkan" sahut Ayah Kadir
#MensionYuna
Tok tok
"Iya tunggu" sahut Yuri di dalam kamar.
"Yur, jadi mau ikut gak ke rumah sakit?" Tanya Yuna di depan kamar yang di tempati Yuri.
"Jadi, bentar gua baru selesai mandi" sahut Yuri di dalam kamar.
"Ya sudah gua tunggi di bawah ya, jangan lama-lama” ucap Yuna
"Iya bawel" jawab Yuri
Sembari menunggu Yuri, Yuna termenung dengan pimikiran diri sendiri.
"Bagai mana, kalau ka dimas tau kalau aku mau nikah, apa gua jujur aja ya sama ka dimas kalau aku di jodohin, eh jangan deh mendingan gua diem diem aja, toh pernikahan ini cmn sampai mami sembuh, tapi masa gua habis itu status gua jadi janda, tau sh pusing gua"
"Dor.."Yuri datang mengagetkan," lagi ngelamun apaan lo, janagna jangan lo lagi mikirin calon suami lo ya, hayo ngaku" ledek Yuri
"Apaan si lo, uda ayok cabut nanti takut kesorean" ajak Yuna
"Let's go" sahut Yuri, kini Yuna dan Yuri telah pergi meninggalkan mension untuk menuju ke rumah sakit.
#Apartemen
Hotman kini yang tengah merasa lapar langsung menuju dapur dia melihat bahan bahan di kulkas masih lengkap dan dia pun memulai aksinya untuk memasak, saking asiknya masak sampai dia tidak sadar ada seseorang masuk apartemen, seseorang tersebut menaruh curiga siapa kah yang tengah masak di siang bolong begini, dari wanginya sih masakannya kelihatanya lezat.
"Ohh..., pantesan, ternyata dia yang masak, sudah gua duga dari wangi masakannya" gumam orang tersebut memperhatikan Hotman dari sudut dapur apartemen.
"Ekhm..., ekhm..., istrinya kemana mas, masak sendiri" canda seserang sembari menghampir Hotman ke arah dapur.
"Astagfirallah, lo tu ya kalau datang kayak hantu tau gak, ngagetin orang aja" sahut Hotman kaget sembari menuang hasil masakannya ke piring
"Lo nya aja, kalau uda di dapur terlalu fokus gua dari tadi datang gak sadar, gimana skripsi dan kerjaan di jakarta lancar?" Tanya Agung
"Uda ah gak usah bahas itu, lebih baik gua makan makasih ya lo uda kaya istri gua, pulang pulang kerja uda di masakin makanan"ucap Agung sembari memgambil makanan yang ada di tangan Hotman dengan santai.
"Yeelah, dasar saudara gak ada akhlak lo, main embat aja makanan orang, untung gua bikin banyak" saut Hotman
" oh yah Ayah kemana ko sepi?" Tanya Agung
"Ayah tadi bilangnya sih mau ke rumah sakit, dan ayah tadi nelfon lo kalau pulang suruh ke rumah sakit Ayah lupa bawa pesanan tante boa" ujar Hotman
"Pesanan apa emangnya?” Tanya Agung
"Baju penganten buat kakak ipar lah, oh ya kalau jas lo yang buat nikah uda gua taro di kamar" jelas Hotman
"Emm.. , nanti gua ke rumah sakit, gua mau mandi dulu, thanks brother buat makanannya" ucap Agung sembari beranjak pergi menuju kamarnya.
"Ya elah gak tanggung jawab banget lo uda makan tinggal makan, habis makan gak di cuci lagi bekasnya" sahut Hotman
"Gua buru-buru mau mandi" ucap Agung
"Bro gua ikut ya" ucap Hotman
"Eemm.." jawab Hotman denga anggukan.
Kini Agung dan Hotman tengah sampai di rumah sakit dimana mami Boa di rawat, kini mereka tengah sampai di dpan kamar mami Boa dan ketika membuka pintu ternyata semua sedang berkumpul dan bersuda gurau.
Tok tok tok
"Assalamulaikum" ucap Agung dan Hotman
"Waalaikum salam" jawab semuanya.
"Eh gung uda dateng" saut Ayah
"Iya yah" kini Agung dan Hotman menyalami satu persatu petua disitu, sedang kan di ujung sofa ada seoramg gadis yang tengah menundukan mukanya setelah melihat siapa yang baru masuk.
"Ini siapa nak Agung" Tanya Mami Boa
"Oh gua lupa kenalin Bo Dir, ini anak gua yang pernah gua ceritain" jawab Ayah Kangta sembari merangkul pundak Hotman untuk I perkenalkan ke sahabtanya.
"Oh ini yang namanya siapa mas aku lupa namanya?" Tanya Mami Boa
"Hotman tante" jawab Hotman
__ADS_1
"Oh ya Hotman" seru mami Boa
"Kalau nama tante pastinya uda tau dong, Ternyata lebih ganteng dari perkiraan tante ya"ucap mami Boa
"Tante bisa aja" saut Hotman
"Awas pegangan nanti terbang lo"bisik Agung
"Nah Man klw yang ini yg namanya Om Kadir calon mertua kakak mu" ucap Ayah Kangta
" Hotaman Om" ucap Hotman
"Kadir" papi Kadir
Sesangkan Hotman melihat gadis yang sedang duduk di dekat mami Boa
(Oh ini toh calon kakak ipar gua, cantik bener pantesan si abang gua gak bisa move on)
"Dia ini paling jago kalau urusan masak loh Bo" ujar Ayah Kangta
"Oh ya" saut mami Boa dengan penasaran
"Iya mih, samape-sampe kalau uda di dapur nih ada orang lewat juga di anggapnya cuma angin lewat" saut Agung
Sedangkan Yuna terus memperhatikan orang yang sedang berbicara di sebrang tempat tidur maminya sampai mata mereka saling bertemu dan Yuna menyadari itu langsung membuang muka ke Samping.
(Aku tahu kamu dari tadi merhatiin aku Ana, aku berjanji akan buat kamu mengingat kembali masa2 kecil kita)
(Aduh gua malu banget ini ketahuan lagi lagi liatin dia, lagian ngapain jiga gua merhatiin dia )
"Kalau gitu mau dong tante sekali-kali rasain masakan kamu” ucap mami Boa
"Siap tante, nanti Hotman masakin special buat tante" saut Hotman
"Oh ya uda punya calon belum nih" Tanya Mami Boa
"Belum tante" jawab Hotman
"Kalau belum punya, tante punya anak gadis satu lagi loh kalau kamu mau tante jodohin mau" ucap Mami Boa
"Hah" Hotman kaget dengan tawaran mami Boa
"Yuri sini sayang" panggil mami Boa
Yuri yang merasa di panggil maju menuju tempat mami boa sambil menundukan kepalanya
"Ini dia anak gadis tante namanya Yuri, oh ya sayang ada yg mau kenalan sama kamu tuh" ucap mami Boa
Mereka pun berjabat tangan dan menyebitkan nama masing-masing.
"Yuri" ucap Yuri menyambut uluran tangan Hotman tapi dengan muka yang terus menunduk
"Hotman" kenapa nih cewek nunduk mulu sih dari tadi.
"Ehkmm..., ehkm..., uda bro salamannya jangan lama-lama belum muhrim" ledek Agung
"Apaam sih lo rese tau gak" saut Hotman
"Gimana sayang, cakep kan nak Hotman?" Tanya mami Boa langsung yang membuat pipi Yuri menjadi merah merona.
Skilas Yuri menegakan kepalanya dan tatapan mereka bertemu, Hotman kaget ternyata cewek yang di depannya itu, cewek yang ketiduran di pesawat tadi siang
"Loh lo kan cewek yang tadi di pesawat kan?” Tanya Hotman menyelidik
"Loh kalian sudah pernah ketemu?” Tanya mami Boa mendengar reaksi Hotman ketika melihat wajah Yuri
"Engk sengaja tante pas mau keluar pesawat Hotman liat dia masih ketiduran, akhirnya Hotman bangunin" jelas Hotman
"Oh gitu ceritanya" saut mami Boa
"Jadi ini cowok yang lo maksud yang bangunin lo di pesawat dan yang lo bilang katanya cakep katanya mih" ledek Yuna
"Yuna apaan sih"(nyeselin bgt sih lo na pake buka kartu gua segala lagi, kan gua jadi malu).
"Oh ya de, ini titipan mami yang dari butik" ucap Agung sembari menyerahkan paer bag yang berisi kebaya milik Yuna.
"Oh iya, kalau gitu kemrin kalau mami tau Yuri mau kesini mah mami titipin ke Yuri, jadi nak Hotman gak Usah repot-repot ke butik" ucap mami Boa
"Ana ambil sayang bajunya pengantinnya"
Yuna pun langsung menggambil paper bag di tangan agung tanpa mengucapkan sepatakatapun
"Sayang" tegur mami Boa sambil melihat ke arah anak bingsunya itu.
"Makasih ka" ucap Yuna
"Sama-sama" Agung pun berjalan menuju sofa untuk menyusul Hotman yang sudah beranjak menuju dimana ayah Kangta dan papi Kadir yang tengah membicarakan pekerjan.
__ADS_1
Mami boa kini sedang menatap anak bungsunya (maafkan mami sayang, mungkin kamu menganggap mami egois tapi ini demi masa depan kamu, mami percaya suatu saat nanti Agung akan membahagiakan kamu).