
Yuna dan Agung kini sudah selesai dengan kegiatannya masing masing, dan kini mereka berdua bersama sama dengan bergandengan tangan keluar dari kamar untuk sarapan di lantai bawah.
Ketika ingin menuruni anak tangga, Agung yang memperhatikan cara jalan istrinya yang sangat pelan, membuat dia merasa kasihan sama istrinya.
"Sayang maafin mas ya" ucap Agung seketika mereka berhenti sejenak ketika ingin menuruni anak tangga.
"Maaf buat apa bee?" Tanya balik Yuna metap wajah tampan suaminya.
"Mas jadi tidak tega sudah buat kamu susah jalan seperti ini" ucap Agung denagn menghenggam tangan istrinya dan mantap wajah cantik Yuna.
"Tidak papa bee, ininkan juga sudah kewajiban aku, malah seharusnya aku yang minta maaf karena selalu menunda untuk memeberi hak kamu " ucap Yuna dengan lirih.
"Tidak papa sayang, kamu bisa membalas perasaan mas aja itu sudah membuat mas bahagia banget" ucap Agung sembari mengelus pipi Yuna, "apa masih sakit?" Tanya Agung
"Kenapa sih bee, dati tadi yang kamu tanyain itu mulu, sudah tidak sakit bee, hanya sedikit ngilu kalau di bawa jalan" jelas Yuna
"Ya kalau sudah tidak sakit boleh dong namabah lagi ya ya" ucap Agung merayu istrinya.
"Katanya tidak tega ini malah minta lagi gimana sih bee" protes Yuna
"ya kan kata orang supaya tidak sakit lagi, kita harus sering sering ngelakuinnya, itu tidak akan bikin sakit lagi sayang malah kamu akan menjerit kenikmatan" ucap Agung menggoda istrinya.
"Apaan sih bee, mesum banget sih, uda ah aku mau makan uda lapar, dasar mesum" ucap Yuna langsung menuruni anak tangga meninggalkan Agung sendirian di atas.
"Sayang tunggu" panggil Agung lalu dia mengikuti istrinya menuruni tangga. Dengan tiba tiba Agung menahan tangan istrinya otomatis Yuna pun memberhentikan langkahnya di tengah tengah tangga, tanpa basa basi Agung langsung menggendong Yuna ala bridal style.
"Bee, kamu bikin aku jantungan tahu gak" ucap Yuna sembari memukul dada suaminya.
"Bee turunin, aku bisa jalan sendiri, malu di lihat ada Ayah dan yang lainnya di bawah" protes Yuna
"Biar cepat sayang, sama supaya itunya tidak ngilu kata kamu kalau di bawa jalan ngilu" ucap Agung
"Iya tapi ini di tangga bee, bahaya" ucap Yuna yang berusaha ingin turun.
"Ya makanya kamu jagan banyak gerak sayang, nanti kita jatuh" ucap Agung kekeh ingin menggendong istrinya.
Yuna pun pasrah dengan apa yang di lakukan suaminya, dia langsung membenamkan wajahnya di dada suaminya ketika melihat di bawah melihat masih ada Ayah Kangta, Adik ipar dan juga sahabatnya.
Seampainya di lantai bawah, Agung langsung dapat pertanyaan dari Ayahnya melihat menantunya di gendong.
"Loh gung, Ana kenapa?" Tanya Ayah
"Ana gak papa yah, biasa mas Agung aja yang lebay" Bukan Agung yang menjawab melainkan menantunya yang jawab.
Lalu Agung mendudukan Yuna di kursi meja makan tepat di samping Yuri.
"Gimana berhasil kan?" Tanya Yuri sembari berbisik di telinga sahabatnya.
"Sudah gak usah malu malu, sudah kelihatan terlihat dari wajah ka Agung, raut wajahnya yang begitu bahagia setelah dapat jatah daei kamu" sambung Yuri
“apapn sih Ri” sahut Yuna dapat ledekan dari sahabatnya.
"Maaf ya yah, Ana kesiangan" ucap Yuna merasa tidak enak sama Ayah mertuanya.
__ADS_1
"Gak papa nak, Ayah bisa ngerti ko" ucap Ayah Kangta.
"Ya kan sayang, Ayah mah gak masalah, mau kita bangun jam berapa juga, apalagi kita kesiangan karena habis buatin ayah cucu" ucap Agung sembari mendudukkan dirinya di samping sang istri dan tiba tiba dapat cubitan di perutnya dari Yuna.
Yang lainya mendengar ucapan Agung hanya bisa geleng geleng kepala.
Sedangkann Yuna mendengar ucapan suaminya yang bicara tanpa di filter pun langsung memberikan cubitan diperut Agung.
"Isshh, sakit sayang ko mas di cubit sih" keluh Agung ketika dapat cubitan dari istrinya.
"Ya lagian bicaranya itu loh tanpa di filter, kan malu bee" bisik Yuna yang wajahnya sudah memerah karena malu.
"Sudah gung jangan godain putri Ayah terus, sudah cepat kalian sarapan" pintah Ayah
"Iya yah" ucap Agung dan Yuna bersamaan.
"Oh ya kalian hari ini rencananya mau kemana?" Tanya Ayah Kangta.
"Aku sama Ana rencananya nanti siang mau ke villa yah" jawab Agung
"Wah boleh juga tuh, aku sama Ayang beb ikut ya bang" sambung Hotman
"Hemm" sahut Agung.
"Ya sudah, Ayah setelah ini mau ada janji main golf bareng sama teman Ayah, kalau kalian ke villa tolong sekalian kamu sama adek berkunjung ke resort kalian periksa perkembangan disana, soalnya sudah satu bulan terakhir ini Ayah belum kunjungan ke resort" pintah Ayah Kangta.
" iya yah" jawab Hotan dan Agung bersamaan.
"Baik yah" sahut semuanya bersamaan.
***
Kini mereka semua sudah berada dalam mobil untuk melakukan perjalanan menuju villa Ayah,
Sesampainya di villa Yuna dan Yuri takjub dengan villa yang di bangun oleh Ayah mertuanya.
Villa yang di bangun dari kayu kayu jati dengan desain yang begitu unik, suasana dari villa yang begitu sejuk masih tercium bau rumput rumput yang hijau hingga bisa membuat suasan sekitar menjadi lebih segar.
Kini mereka berempat telah sampai villa di antar oleh salah satu supir Ayah yang ada di mansion.
"Ayok sayang kita turun kamu masih mau di mobil terus" ucap Agung melihat istrinya masih melihat villa dari dalam mobil dan terus memandangi ke arah bangunan villa lewat kaca jendela mobil.
"Mau turun dong bee" ucap Yuna lalu beranjak turun dari mobil, Agung pun membantu istrinya dari mobil dengan mengulurkan tangannya untuk memegang tangan istrinya sedangkan tangan satunya untuk melindungi kepala sang istri supaya tidak terjeduk atas mobil.
Ketika mereka keluar mobil, mereka langsung di sambut oleh penjaga villa dan beberapa pelayan yang bekerja di villa tersebut.
“Siang dwn Agung den Hotman” ucap Mang asep penjaga Villa.
“Siang mang” ucap Agung dan Hotman secara bersamaan.
“Oh ya sayang kenalin ini mang asep penjaga vilka ini, dan mang kenalin ini istri saya dan itu calon adik ipar saya” ucap Agung memperkenalkan istrinya.
__ADS_1
“salam kenal nona, nona” ucao Mang asep.
“iya mang” jawab Yuna dan Yuri beraamaan.
Kini mereka beremapat saling bergandengan dengan pasangan masing masing memasuki villa tersebut, Yuna dan Yuri pun langsung melepas gandengan mereka pada pasangan masing masing dan langsung berkeliling menelusuri bagaimana di dalam villa tersebut.
"Bee ini villa di bangun kapan?" Tanya Yuna yang masih sibuk dengan melihat lihat seisi villa.
"Ini di bangun sekitar 2 tahun setelah bunda pergi dari mansion, pas tanggal ketika Anniversary pernikahan bunda dan Ayah menginjak 12 tahun"
"Oh ya, berarti ini villa ayah bangun buat hadiah Anniversary buat bunda?" Tanya Yuna mendekati suaminya dan langsung memeluk pinggang Agung.
"Ya bisa di bilang begitu, karena kamu tahu gak siapa yang buat desain villa ini?" Tanya Agung kepada Yuna yang ada di pelukannya, dan Yuna pun menggelengkan kepalanya.
"Kata Ayah yang mendesain villa ini adalah bunda, dulu bunda ingin banget punya villa yang seperti ini, buat dia tinggali di saat masa tuanya" jelas Agung
"Wah.., bagus banget bee desain nya bunda aku suka" puji Yuna
Sedangkan Hotman mengikuti calon istrinya untuk keliling lantai atas.
Agung mengajak istrinya berkeliling ke lantai dua, selesai di lantai dua Agung dan Yuna melanjutkan lagi berkelilingnya menuju lantai paling atas yaitu lantai tiga, sesampainya di lantai 3, Agung langsung membawa istrinya menuju kamar yang akan mereka tempati walaupun hanya semalam mereka di villa.
Setelah seleaai berkeliling semuanya kembali menuju lantai bawah dengan menggunakan lift yang tersedia di villa tersebut, sesampainya di lantai bawah Agung dan Hotman pamit untuk berkunjung ke resort sesuai yang di perintahkan Ayah mereka.
“sayang mas pergi dulu ya, kalau kamu butuh sesuatu kamu tinggal bilang saja sama pelayan ya” ucao Agung yang kini sudah berhadapan dengan sang istri.
“iya bee” sahut Yuna
“dan kalian kalau ingin jalan jalan harus minta di dampingi salah satu pelayan disini takutnya nanti kalian tersesat ya” ucap Agung
“Iya bee, Iya Ka” jawab Yuna dam Yuri bersamaan.
“Aku juga pamit ya beb” ucap Hotman
“iya ka” sahut Yuri
“Nanti kalian makan malam di sini kan?” tanya Yuna
“Mas belum tahu sayang, tapi akan mas usahakan sebelum jam makan siang mas sudah pulang ya” ucap Agung sembari mengelus kepala istrinya.
“Hemm” sahut Yuna sembari mengangukan kepalanya.
“Ya sudah mas pergi dulu, cup” pamit Agung lalu mencium kening sang istri dan Yuna pun mencium tangan suaminya.
“Aku pergi dulu ya beb, cup” pamit Hotman kepada Yuri dan mencium kening calon istrinya.
“Iya ka hati hati” ucap Yuri
“Hati hati bee” ucap Yuna
“Iya sayang” sahut Agung yang sudah berjalan menuju mobil.
Sepeninggalan para pria tampan tadi, kini mereka memutuskan untuk istirahat sejenak setelah itu mereka rencananya sore hari akan keliling sekitar villa dan meminta salah satu pelayan villa untuk mendampinginya sesuai pesan dari Agung.
__ADS_1