
Sesampainya di Rumah sakit Agung dan yang lainnya langsung menuju ruang rawat Yuna yang sebelumnya sudah di beri tahu oleh Yuri lewat Hotman. Mereka tidak menyadari jika semuanya masih menggunakan pakaian serba hitam kecuali Hotman yang memang dari Bandung dia belum ganti pakaian.
“Bagaimana keadaan kamu sayang?” Tanya Agung ketika memasuki ruangan rawat Yuna dia langsung menghampiri istrinya yang sedang terbaring lemah di ranjang, dia langsung menggenggam erat tangan Yuna dan juga memberi kecupan tepat di kening sang istri.
“Aku sudah mendingan bee, hanya bagian bawah perutku saja yang masih terasa nyeri” jawab Yuna, lalu satu persatu dari papi Kadir dan Ayah Kangta mendekat ke arah Yuna, sedangkan Yuri ketika melihat suminya datang dia langsung menghampiri Hotman mencium tangannya dan langsung memeluk Hotman. Yuri tidak bisa membayangkan jika dirinya menjadi Yuna apa dia akan sanggup menerima semuanya.
“Bagaimana keadaan kamu sayang?” Tanya Papi Kadir
“Sudah baikan pih, cuman masih terasa nyeri saja bekas luka operasinya” jawab Yuna, lalu dia memandangi dan memperhatikan suaminya, papi Kadir dan Ayah Kangta dia mengerutkan keningnya bertanya tanya kenapa mereka bertiga bisa bersamaan memeakai pakaian hitam.
“Kalian ko tumben seragaman pakaiannya sama sama pakai baju hitam hitam sepeti habis melayat orang meninghal saja” ucap Yuna membuat semua seisi ruangan itu pun menggerutu kebodohannya kenapa mereka samapi lupa ganti baju agar Yuna tidak curiga.
“Bee, aku mau lihat putra kita bee, bisa tolong minta suster bawa kesini tidak?” Tanya Yuna membuata semuanya bingung harus menjawab apa. Yuri yang mendengar permintaan dan pertanyaan sahabatnya dia langsung terisak dalam pelukan suaminya dan akhirnya Agung mengkode ke semuanya meminta untuk keluar sebentar kasih waktu Agung utnuk bicara berdua dengan istrinya.
Yuna heran kenapa tiba tiba semuanya secara bersamaan pergi meninggalkan ruangannya.
“Bee ada apa ini sebenarnya?” Anak kota baik baik saja kan?” Tanya Yuna menatap wajah suaminya dengan lekat.
“Sayang tenang, mas akan ceritakan semuanya tapi kamu harus tenang ya” ucap Agung lalu memeluk istrinya setelah Yuna tenang Agung pun menarik nafasnya dan membuangnya dengan perlahan lalu dia mulai menceritakan apa yang terjadi dengan putranya.
__ADS_1
“Itu gak mungkin bee, orang aku sendiri melihat ketika dia lahir masih hidup dia bee, aku mendengar tangisannya bee walaupun kecil, gak mungkin putra kita pasti masih hidup bee” Racau Yuna dia merasa putranya baik baik saja, dia tidak percaya jika putranya tengah meninggal.
“Iya sayang mas tahu, dokter juga bilang kepada mas, saat lahir dia selamat tapi selang beberapa jam dia tiba tiba jantungnya melemah, dokter menduga karena waktu di dalam kandungannya dia kekurangan oksigen karena kalian bersua lama di dalam air kolam “ jelas Agung membuat Yuna mengingat kejadian sebelumnya seperti apa, dia merasa bersalah dan menyalahkan diri sendiri.
“Maafin aku bee, hiks.. , aku adalah penyebab anak kita pergi, karena aku yang todak hati hati ketika di kolam hingga...hiks...” ucap Yuna menyalahkan dirinya atas kepergiannputranya.
“Hei sayang dengerin mas, hidup matinya seseorang itu Allah yang mengatur, jadi kamu jangan berfikir seperti itu ya, mungkin putra kita ingin menemani omanya di surga agar tidak sendiri, kita doakan saja semoga putra kita ya, dia yang akan membawa kita kelak menuju surganya Allah karena dia masih suci” jelas Agung mencoba menenangkan istrinya. Tangisan Yuna pun seketika terhenti dia langsung memejamkan matanya terus tertidur.
****
1 minggu berlalu kini Yuna sudah di perbolehkan pulang dari rumah sakit, semnjak waktu dia tahu putranya meninggal, dia menjadi sering diam dan merenung sendiri, jika di ajak mengobrol pun hanya jawab secukupnya saja terkecuali dengan Agung.
“Baik pak bos” sahut El, El juga merasa prihatin dengan keluarga kecil Agung baru saja mereka akan merasakan menjadi orang tua, kini anak mereka telah kembali ke sang pencipta.
Setelah sampai di permakaman, Yuna dan juga Agung turun dari mobil dengan di ikuti oleh El sembari membawa bunga dan yang lainnya.
“Assalnualaikum jagoan Daddy, sesuai janji Daddy kemarin kan setelah mommy sembuh, Daddy akan bawa Mommy menemui kami” ucap Agung sembari berjongkok sembari memegang nisan putrannya.
“Sini sayang, ini makam putra kita” ucap Agung meraih tangan istrinya dan menuntunnya utnuk berjongkok tepat di depan nisa putranya.
__ADS_1
“Hiks...hiks.., hay sayang ini mommy, maafin mommy ya baru menemui kamu, maafin mommy gara gara mommy kamu jadi pergi meninggalkan kami semua, hiks..hiks..” ucap Yuna semabri memeluk nisan putranya, Agung mengerti akan kesedihan istrinya doa terus mengelua punggung istrinya dan dia harus kuat demi istrinya.
“Ini nama anak kita bee?” Tanya Yuna sembari meraba nisan yang bertulisan nama putranya.
“Iya sayang, kamu suka tidak?” Tanya Agung, Yuna pun langsung menganggukkan kepalanya menyetujui nama putranya.
Setelah tabur bunga dan berdoa, mereka berdua langsung kembali ke mobil dan melanjutkan perjalanan mereka menuju mansion. Sesampainya di mansion Agung langsung membawa istrinya menuju lantai atas, mereka menempati kembali kamar yang semula, sebelum mereka pindah ke kamar bawah.
Ketika sampai lantai atas dan berjalan menuju kamarnya tiba tiba langkah Yuna terhenti tepat di depan pintu kamar yang sudah dia siapakan untuk calon anak mereka.
“Aku boleh kesini bee?” Tanya Yuna memintanizin memasuki kamar putranya.
“Boleh dong sayang, mbok tolong temani Ana ya, aku mau mandi dulu ya” ucap Agung ketika istrinya sudah memasuki kamar putranya dan meminta mbok Darmi untuk menjaga istrinya.
“Baik den” sahut Mbok Darmi, lalu mbok Darmi hanya mengawasinya dari pintu agar Yuna tidak merasa terganggu. Di lihat Yuna mendekati box bayi, dia mencoba meng ayun ayunakan box bayi itu dengan perlahan, setelah itu dia menuju lemari baju putranya dan meraih salah satu baju putranya untuk dia peluk.
Lalu setelah meraih baju putranya dia memasuki Kamarnya lewat connecting dor, dia langsung merebahkan badannya di tempat tidur sembari memeluk baju putranya sampai dia pun tertidur.
Mbok Darmi setelah dia mengetahui nona mudamya sudah memasuki kamarnya dia pun kembali ke lantai bawah. Tidak lama kemudian Agung keluar dari kamar mandi masih dengan menggunakan handuk di pinggangnya, lalu dia berjalan menuju ruang ganti, dan setelah berpakaian rapi Agung langsung mendekati istrinya dan tengah tertidur pulas.
__ADS_1
“Pasti kamu sangat berat ya sayang menerima kenyataan ini, semoga kita berdua bisa melewati ujian ini dengan sama sama ya sayang” ucap Agung sembari menyingkirkan rambut yang menutupi wajah cantik istrinya, setelah itu dia juga memberikan ciuman tepat di kening istrinya.