
Sekarang sudah waktunya Agung untuk pulang dari rumah sakit, inifus sudah di lepas oleh suster dan Yuna sudah membereskan barang2 yang akan di bawa pulang, semenjak meminta istrinya untuk membalas pesan Dimas, Agung jadi dingin tidak banyak bicara jika di tanya oleh Yuna hanya jawab singkat, Agung melihat semuanya sudah beres, lalu dia menelfon Bodygard sang istri untuk mengambil barang2 yang akan di bawa pulang ke mobil.
Tut tut (telfon tersambung)
“Hallo Pak boss” sahut El
“el ke kamar sekarang bawa barang2nya ke mobil” pintah Agung
“Baik pak bos” shaut El
Yuna terus berfikir kenapa suaminya tiba2 jadi bersikap dingin padanya, Apa suaminya sedang marah dengan dirinya, tapi jika marah apa yang membuatnya marah.
Sampai akhirnya El datang memasuki kamar dan mengambil barang2 yang akan dia bawa kemobil.
“Ana kenalin ini orang kepercayaan mas selain Krisna namanya El, dia yang akan mengantar kita pulang ke mansion” ucap Agung memperkenalkan El kepada sang istri karena selama ini Yuna tidak menegetahui kalau dia mempunyai bodygard.
“Sore nyonya” sapa El sembari sedikit membukukan badannya.
“Sore ka” sahut Yuna
“Hanya ini saja nyonya yang pelu di bawa ke mobil?” Tanya El memastikan masih ada barang yang ketinggalan tidak.
“Iya, makasih ya ka” Ucap Yuna.
“Sama2 nyonya, kalau begitu saya permisi ke mobil dulu pak bos, nyonya
“Hemm” jawab Agung
“Iya ka” jawab Yuna bersamaan
“apa pak bos perlu saya bawakan kursi roda?”tanya el
“El, kamu kira saya gak bisa jalan” ucap Agung menatap El dwngan tajam.
“Ya kirain saya anda tidak bisa jalan bos” jelas El
“Berani berharap saya lumpuh el, mau saya potong gajinya” ancam Agung
“Gak bos mana berani saya sama pak bos, permisi nyonya takut di gigit sama pak bos” pamit El
“El” panggil Agung dengan nada tinggi.
“Kabur” ucap el dan langsung lari keluar dari ruangan Agung.
__ADS_1
Sedikit cerita tentang el (bodygard Yuna) El yang bernama lengkap Elang samudra dia seumuran dengan Agung dan juga Krisna, awal mula kenal Agung, Agung pernah menolong ketika el tertipu oleh temannya, el di anggap pekerja ilegal di singapore tetapi dengan bantuan Agung sekarng dia sudah bebas, dan setatusnya menjadi pekerja legal, dan ketika Agung mengetahui kalau dia bisa bela diri, nah akhirnya Agung memutuskan untuk jadi Bodygard untuk Yuna dari awal Yuna masuk Kampus di singapore.
Bodyguard El
Setelah peninggalan el, Yunamelihat suaminaya tueun dari ranjang, berusaha membantu suaminya dan tisaka da kata sedikit pun yang keluar dari mulut suaminya, Yuna menjadi bingung kenpa suminya sekarang jadi seperti orang bisu biasanya paling suka godain dirinya.
Dari kamar sampai ke mobil Yuna setia menggandeng suminya dengan hati hati, tidak ada obrolan sama sekali di antara mereka. Ketika sudah hampir sampai ke mansion baru Agung buka suara.
“El nanti kita mampir ke taman deket mansion dulu” pintah Agung sembari menatap lurus kedepan.
“Baik bos” saut El.
El pun mengendarai mobilnya menuju taman, di saat sudah sampai El memarkirkan mobilnya ditepi jalan hingga dari mobil masih bisa melihat jelas ke taman.
“Maaf pak bos sudah sampai taman” ucap el mengingatakan Agung.
“Hmm” saut Agung
“Gak usah ka el, kita langsung pulang aja ke mansion” pintah Yuna, Yuna menyadari suaminya menjadi diam ketika suaminya meminta dirinya untuk membalas pesan Dimas.
“Loh katanya kamu mau ketemu sama dia kenapa gak jadi” tanya Agung bingungbkenapa istrinya minta langsung pulang
“Mas gak marah sama kamu sayang”ucap Agung ketika menyadari sindirian dari sang istri
“Hiks hiks, buktinya mas daro tadi diemin aku” jelas Yuna sembari terisak, dia sudah tidak tahan lagi menahan isak tangisnya ketika mengingat sedari Rumah sakit suaminya berubah jadi mendiamkan dirinya.
Agung yang mendengar isak tangis istrinya menjadi merasa bersalah atas sikapnya tadi terhadap istrinya.
El yang melihat situasi menegangkan antara pak bos dan nyonya bosnya ia pun keluar dari mobil.
“Sayang dengerin mas”panghil Agung s embari meraih dagu istrinya untuk menengok ke hadapannya.
“Mas gak marah sama kamu, mas hanya cemburu aja di kala mengingat kejadian yang waktu di lobby hotel kamu di cium walaupun cuman di kening, dipeluk sama dia, hanya itu, mas gak marah ko sayang sama kamu” ucap Agung sembari menghapus air mata istrinya yang jatuh di pipi.
Yuna yang mendengar ucapan suaminya seketika mendongakan kepalanya yang tadinya nangis sembari menunduk kini menjadi menatap suaminya, dia bingung kenapa suminya bisa tahu, kejadian itu kan ketika mengantar Dimas ke hotel.
“Ko mas bisa tahu?” Tanya Yuna menatap suminya dengan penasaran.
“Yq bisa lah orang pas kamu di lobby sama dia, mas juga baru sampai di lobby karena mas ada meeting sama klien di hotel itu” jelas Agung sembari membelai kepala sang istri dengan sayang.
“Maafin aku ya mas, waktu itu...” ucap Yuna terhenti ketika Agung langsung membawa dia dalam pelukannya.
__ADS_1
“Uda gak papa kita lupakan itu semua ya, mas percaya sama kmu, karena kamu sudah berani memilih mas dari pada dia” ucap Agung sembari membelai rambut sang istri dan mencium puncak kepala sang istri.
“Terimakasih mas sudah percaya sama aku” sahut Yuna mendongakan kepala menatap suaminya.
“Ya sudah sama tuh mantan kamu uda nungguin tuh”ucap Agung menatap ke arah taman disana terlihat Dimas sedang menunggu Yuna di bangku taman.
“Tapi bener ya mas gak marah setelah itu sama aku, jangan diemin aku lagi” Yuna mencoba melerai pelukannya dan menjadi menatap wajah sang suami.
“Kamu kangen ya di godain mas ya” goda Agung
“Apaan sih mas, siapa juga yang kangen di godain kamu” sahut Yuna dengan pipi yang susah merah merona.
“Tapi inget, tidak pegangan tangan, pelukan apalgi cium, ngerti sayang” ucap Agung mengingatakan istrinya.
“Iya masku sayang” sahut Yuna sembari menunjukan senyuman manjanya.
“Kalau ada maunya aja panggil mas sayang, kalau gak ada maunya mah mana pernah manggil mas sayang” protes Agung dengan pura2 merajuk.
“Uduh uduuh.., suamiku ini kalau ngambek lucu banget sih” uvap yuna melihat wajah suminya lucu ketika ngambek dan mencubit kedua pipi suaminya.
“Panggilnya apa gitu yank, yang lebih romantis” pintah Agung menatap wajah istrinya dengan memohon.
“Hemmm apa ya, akang” canda Yuna.
“Ko jadi Akang” protes Agung.
“Ya kan mas orang bandung, biasanya orang sana di pangilnya akang, Aa iya kan” icap Yina mencoba menggoda suaminya.
“Mendingan di panggil mas dari pada akang atau Aa, uda sana tuh entar keburu jadi karatan tuh mantan kamu” ucap Agung Agung kesal.
“Baiklah Hubby” Sahut Yuna semabari memberikan senyum manisnya.
“Hubby, emm boleh juga, mas suka panggilan itu, sekarang mas yang akan kasih kamu hadiah karena kamu sudah kasih panggilan itu ke mas” ucap Agung dengan senyim jailnya.
“Hadia ap...” belum Yuna melesaikan ucapannya, Agung sudah membungkam mulut istrinya dengan mulutnya.
Yuna kaget membulatkan matanya mendapat serangan dari suaminya secara mendadak.
“Muuahhh, itu hadiah dari mas buat istri mas yang paling mas cintai” ucap Agung dengan senyum yang lebar.
“Itu sih maunya mas, uda ah aku keluar dulu ya” ucap Yuna sembari.membelai pipi sang suami, kalau terus berdebat sama suminya gak bakalan kelar2 sampai besok, lalu Yuna membuka pintu mobilnya.
“Awas sayang inget kata2 mas ya” ucap Agung mengingatkan sang istri
__ADS_1
“Iya Habby” sahut Yuna lalu menutup pintu mobilnya dari luar.