
Sore hari kini Yuna dan Shany keluar kampus bersama.
“Na gu ikut lo ya pulangnya” ucap Shany
“Tumben, emang mobil lo kemana?” Tanya Yuna heran.
“Tadi mobil gua ngadat di jalan untung ada orang baik yang bantu gua dan kasih tumpangan lagi” ucap Shany sambil senyum-senyum sendiri.
Yuna mengerutkan keningnya heran melihat sahabat nya berbicara sambil senyum gak jelas.
“Kenapa lo pake senyum senyum, lo mendadak stres ya, emang siapa yang nolongib sahabat gua sih, sampai bikin sahabat gua ini senyum senyum sendiri kaya orang gila?”tanya Yuna penasaran.
“Ada deh, uda yuk ah” ajak Shany sembari berjalan mendahului Yuna
#mobil
“Oh ya Na giman hubungan lo sama laki lo?” Tanya Shany
“Ya gak gimana-gimana kaya biasanya aja” jawab Yuna
“Lagian kenapa sih lo gak terima aja pernikahan kalian seperti suami istri pada umumnya, lagian nih ya apa sih kurangnya ka Agung di kampus aja banyak tuh kakak senior yang pda suka sama ka Agung, masa lo gak tertarik sama sekali, jangan sampai lo menyesal ketika laki lo sudah menemukan wanita yang tepat” ucap Shany
Deg
“kenapa hati aku sakit ketika Shany bilang kalau suatu saat nanti mas Agung akan dapet wanita lain jadi pendampingnya ya Allah, sebenernya perasaan apa ini” batin Yuna
“eh malah bengong, si kasih tau juga” ucap Shany mengagetkan laminan Yuna.
“Uda ah tidak udah bahas dia, gua tuh lagi kesel tau gak sama tuh orang” ucap Yuna.
“Kesel kenapa emangnya?” tanya Shany
“Ya kesel aja masa dia mau sidang skripsi hari ini dia gak kasih tau gua, tadi siang mertua gua telfon nanyain gimana hasil sidangnya, ya gua yang gak tau apa-apa gua bingngun, gua bilang aja gua juga belum di kasih tau gitu sama mertua gua, untung Ayah percaya ” jelas Yuna
“Haha hahah” Shanny tiba-tiba ketawa mendengarkan penjelasan Yuna
“Kenapa lo ketawa?” tanya Yuna heran ke sahabatnya orang lagi kesel malah di ketawain.
“Ya lo lucu aja, ya ka Agung bener dong gak da yang salah sama dia” bela Shany
“Ko lo jadi belain dia sih” protes Yuna, kenapa sahabatnya malah ngebelain suaminya.
“Ya ka Agung bener Na, lo lupa perjanjian lo sama laki lo apa, lo sendiri yang bikin perjanjian yang bunyinya tidak mengurusi urusan masing-masing, ya ka Agung bener lah makanya dia gak kasih tau lo pasti dia mau ngasih tau lo juga berfikir lagi ngapain ngasih tau lo, toh lo juga gak peduli sama dia kan” jelas Shany gregetan dia melihat tingkah sahabatnya, sebenernya Shany tau dari hati kecil Yuna sudah ada rasa suka terhadap suaminya.
“Bener juga ya kata Shany, apa gua keterlaluan ya bikin perjanjian itu, tapi gua gak mau dia terlalu berharap lebih dalam pernikahan ini, karna ka Dimas sudah janji mau ngelamar gua”batin Yuna
“Eh di ajak ngomong malah bengong lagi dia” ucap Shany
“Ya maksud gua tuh shan, ya sekiranya kasih tau aja soalnya tadi mertua gua nelphon nanyain tentang sidang sekripsi dia, ya gua bingung org gia gak tau apa-apa” ngelak Yuna
__ADS_1
“Uda ah ngomong sama lo mah makin ngelantur, uda sana turun, uda sampai tuh” ucap Yuna tidak terasa mobil sudah samapai depan rumah Shany
“ ngusir lo?” tanya Shany becanada
“kalau iya kenapa?” sahut Yuna
“Rese lo, Thanks ya” ucap Shany
“Hemmm” sahut Yuna
“Bye hati hati” ucap Shany
“Bye” sahut Yuna sembari menjalankan mobilnya.
Setelah mengantar Shany pulang, Yuna langsung menuju monsion, sedangkan, Setelah magrib Agung baru sampai monsion.
“Assalamualaikum” salam Agung
“Waalaikim salam, aden uda pulang” sapa mbok Darmi
“Iya mbok, istri saya dimana ya mbok” tanya Agung
“Oh si non Yuna di kamarnya den” ucap mbok Darmi
“Aden mau saya buatin minum?” tanya mbok Darmi
“Gak usah mbok” jawab Agung
“Baik den, kalau begitu saya permisi mau menyiapkan makan malam dulu den” ucap si Mbok
“Makasih mbok” ucap Agung
“Sama-sama den” sahut Si Mbok
Agung berjalan menuju kamarnya yang berada di lantai atas tepatnya bersebelahan dengan kamar Yuna.
Sepeninggalan Agung, para pelayan pada mimbicarakan tentang hubungan yang Agung dan Yuna jalani saat ini.
“Sayang banget ya non Yuna” ucap salah satu pelayan
“Iyaa yah segitu punya suami yang baik begitu di anggurin” sahut pelayan lainnya
“Hus hus uda bubar bubar, kalian doain aja semoga, suatu saat nanti mereka jadi keluarga yang bahagia, aminn” ucap si Mbok
“Aminn” sambung para pelayan
Makan malam pun telah tiba, Agung yang sudah tau kini waktunya makan malam kini dia langsung beranjak menuju ruang makan, ketika melewati kamar Yuna dia mendengar suara Yuna yang tengah mengobrol seseorang lewat telphon dengan suara yang sangat riang dan penuh canda tawa.
“Baru kali ini setelah kita menikah, aku bisa mendengar suara kamu ketawa lepas begitu , apa selama sama aku kamu tersiksa Ana, kalau memang iya, aku berjanji setelah mami sembuh aku akan melepas mu, aku cuman mau melihat gadis kecil kakak bahagia, walaupun kebahagian itu bukan dari kakak namun dari orang lain, insya allah kakak akan ikhlas”batin Agung
__ADS_1
Ketika Agung diam di depan pintu kamar Yuna sedang asik dengan pemikirannya sendiri tiba-tiba ada yang menepok pundaknya.
“Den aden” panggil si Mbok
“Eh mbok, kenapa mbok?” tanya Agung
“Makan malamnya sudah siap den” ucap si mbok
“Oh ya mbok nanti saya turun, mbok mau panggil Yuna” tanya Agung
“Iya den” jawab si mbok
“Eh gini mbok, Yuna sepertinya sedang ngpbrol dengan orangtuannya, mendingan mbok istirahat aja biar nanti saya yang panggil Yuna, setelah makan saya yang beresin” pintah Agung
“ tapi den, Mbok jadi gak enak den kalau begitu” ucap Si mbok
“Gak papa mbok, uda mbok istirahat aja, saya juga sambil nunggu Yuna saya mau ke ruang kerjaan dulu ada sedikit kerjaan soalnya” jelas Agung
“Ya sudah mbok tinggal ya den, mendingan setelah aden dan non makan, biyarin aja di meja den, biar pagi nanti para pelayan atau mbok yang beresin” saran si mbok
“Iya mbok, makasih ya mbok” ucap Agung
“Sama-sama den” sahut si mbok
Peninggalan si mbok Agung berjalan menuju ruang kerjanya, untuk memeriksa beberapa email dari sang asisten.
Sedangka Yuna kini di kamar awal dia telphonan dengan Yuri sambil becanda sampai ketawa, tapi di tengah obrolan mereka tiba-tiba Dimas telphon tapi telpon hanya telphone singkat, nah Agung mengira Yuna telphone sambil ketawa yaitu menelphone kekasihnya.
Selesai menelphone Yuna meninaikan shalat isya, setelah menunaikan shalat isha Yuna merasa lapar dan langsung bergegas turun ke ruang makan dan dia merasa terheran kenapa jam segini si mbok tidak manggil dia untuk makan malam, dan Yuna juga berfikir bahwa Agung masih di kantor dan dia mengira si mbok lupa manggil dia untuk makan malam dan akhirnya Yuna pun menikmati makan malam sendiri.
“Ko tumben si mbok sudah siapin makan malam tapi gak panggil aku, si mbok lupa kali yah, ya sudah lah mungkin si mbok juga lagi kecapean jadi lupa, mendingan aku makan aja dulu, mas Agung lembur kali ya jam segini belum pulang” Yuna bergumam sedriri sambil mengambil makanan untuk dia makan.
“Padahal aku tadinya mau nanayain dia lulus apa gak, apa nanati aja deh nanti coba tanya lewat pesan kalau sudah di kamar” Ucap Yuna
Sedangkan Agung di dalam ruang kerjanya dia tertidur sembari memegang foto Agung dan Yun waktu masa kecil mereka.
Selesai makan Yuna langsung menuju ke kamarnya.
Dia dilema mau mengirim pesan ke suaminya atau tidak untuk menanyakan perihal sidang sekripsi tadi siang.
✉️Mas agung lem..... “eh tidak tidak nanti dia kira gua kasih dia perhatian lagi, apa nanti aja ya, nanya langsung” Yuna terus berfikir dan berbicara terus sendiri.
✉️Em..., gimana hasil sidangnya ?”
Pada akhirnya Itu lah isi pesan terakhir secara tidak sengaja dia ketika tapi belum terkirim, sambil rebahan di tempat tidur dia memandang langit langit kamar sambil memikirkan kata-kata apa yang pas buat kirim pesan ke suaminya, dan pada akhirnya diapun ketiduran dan dengan tidak sengaja ketikan pesan yang terakhir terkirim.
Tepat jam 10 malam Agung terbangun dari tidurnya dan dia baru sadar kalau dia ketidiran di ruang kerjanya.
“Emmm..., pake acara ketiduran lagi” lalu dia melihat jam tangannya kalau sekarang sudah menunjukan jam 10 malam, “ apa Yuna sudah makan malam ya” Agung keluar dari ruang kerjanya dan dia langsung menuju ke arah dapur dan ruang makan, dilihatnya di meja makan, makanan sedikit berkurang dan dia pun langsung berfikir kalau Yuna sudah makan malam.
__ADS_1
“Syukur deh kalau dia sudah makan, mendingan aku shalat isha dan habis itu baru makan” ucap Agung
Agung bergegas menujikamarnya untuk menunaikan shalat isya, selepas habis shalat dia langsung tertidir kembali di kamarnya mungkin efek kemarin-kemarin kurang istirahat, karena sering tidur terlalu larut karena mengerjakan sekripsi.