BUCIN DARI KECIL

BUCIN DARI KECIL
108. Gara gara mesum jadi pikun


__ADS_3

Yuna tertidur di kamarnya sampai sore, tidak ada yang tahu jika Yuna belum makan siang, sampai ketika tepat pukul 5 sore ketika Agung pulang kantor.


“Assalamualaikum”


“Wa’alaikum salam” sahut Mbok Darmi, kebetulan mbok Darmi sedang lewat di sekitar ruang keluarga jadi bisa melihat Agung memasuki mansion. Sedangkan yang lain seperti mami Boa sedang menemani papi Kadir ke undangan pesta ulang tahun temannya.


“Eh aden sudah pulang” ucap Mbok Darmi


“iya Mbok, Ana tadi siang makan pakai apa mbok?” Tanya Agung ketika menghampiri si mbok.


“Oh si mbok gak tahu den, bukannya biasanya makan siang bareng sama aden ya” jawab Si mbok mengerutkan keningnya.


“Tadi siang Aku tidak jadi makan siang di rumah mbok soalnya ada kerjaan mendadak di kantor, jadi tadi siang baru sampai rumah terus balik lagi ke kantor” jelas Agung


“Si mbok juga gak tahu den, mbok tidak lihat pas si non makan, apa mau mbok tanyakan ke pelayan lain” ucap Mbok Darmi


“Oh tidak usah mbok, biar nanti aku tanyakan langsung ke orangnya saja, kalau begitu Aku tinggal ke kamar dulu ya mbok” pamit Agung.


“Baik den” sahut Si mbok, Agung pun meninggalkan mbok Darmi dan berjalan menuju kamarnya yang sekarang sudah pindah di lantai bawah. Sesampainya di depan kamarnya dia membuka pintu dengan perlahan lalu dia memasuki kamar dan menutup kembali pintunya, ketika membalikkan badanya di lihat istrinya tengah tertidur di ranjang. Agung pun mendekat ke arah sang istri lalu dia duduk di tepi ranjang dan tangannya terulur menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah cantik istrinya dengan perlahan dia memberi kecupan tepat di kening sang istri.


Setelah itu Agung memundurkan pantatnya hingga dia berhadapan dengan perut buncit sang istri dan meletakan tangannya dia tas perut Yuna lalu Agung mendekatkan wajahnya di perut buncit Yuna dan membisikan sesuatu kepada calon anaknya.


“Hai jagoan Daddy” sapa Agung langsung mendapatkan 2 kali tendangan dari calon anaknya, “santai boy, kamu mau apa?” Tanya Agung, seakan-akan calon anaknya bisa menjawab, dan tidak lupa Agung memberi kecupan di perut sang istri untuk calon anaknya, setelah itu dia langsung membalikkan badannya ketika ingin berdiri tiba tiba ada sebuah tangan yang melingkar di perutnya.


Yuna karena sudah terlalu lama tertidur, ketika Agung menyingkirkan anak rambutnya sebenarnya dia sudah terbangun tetapi dia pura pura tidur, dia mau lihat apa yang di lakukan suaminya.


“Bee maafkan aku, jangan marah lagi ya, hiks.. hiks...” ucap Yuna dengan di iringi isak tangisnya. Lalu Agung meraih tangan istrinya yang ada di perutnya dan melepas pelukannya lalu dia membalikkan badannya dan duduk kembali di tepi ranjang dangan berhadapan dengan sang istri.

__ADS_1


“Hei siapa yang marah sama kamu sayang” ucap Agung sembari membawa Yuna dalam pelukannya, “mas gak marah sama kamu” sambung Agung sembari menenangkan sang istri yang masih menangis.


“Ya hubby tadi gak mau makan siang sama aku pasti karena sedang marah kan sama aku gara gara maslah tadi” jawab Yuna


“Oh..., itu mas bukan marah sama kamu sayang, mas hanya kesal saja sama kakak ipar kamu itu” jelas Agung, mendengar pernyataan suaminya membuat Yuna melerai pelukannya lalu menatap wajah suaminya mencari kebohongan di mata suaminy, “bener kamu tidak marah sama aku bee?” Tanya Yuna dan Agung pun menganggukkan kepalanya.


“jawab yang bener dong bee, beneran kamu tidak marah sama aku?” Tanya Yuna lagi


Agung menjadi gemes tersendiri melihat istrinya” iya sayang mas tidak marah sama kamu” ucap Agung dengan jelas sembari mencubit pipi istrinya yang semenjak hamil mulai berisi, “sekarang mas tanya sama kamu, tadi siang kamu makan tidak?” Tanya Agung dan Yuna pun menggelengkan kepalanya dengan jujur.


“Nakal ya, pasti jagoan Daddy kelaparan ya karena mommy gak mau makan ya” ucap Agung sembari mengelus perut sang istri.


“Ya habisnya Daddy tidak mau makan sama mommy sih” sahut Yuna dengan manja.


“Manjanya istri aku, ya sudah habis mas mandi kita makan ya, kebetulan mas juga belum makan siang” ucap Agung


“Hehee..., maaf sayang mas bohong itu hanya alasan saja, karena mas terlanjur kesel sih sama kakak ipar kamu” jelas Agung sembari menggaruk tengkuknya yang tak gatal, lalu dia bergegas menuju kamar mandi dan meminta istrinya untuk duduk saja di tempat tidur tidak usah menyiapkan pakaian untuk dirinya. Tetapi tetap saja bandel, sepeninggalan suaminya ke kamar mandi Yuna berjalan menuju ruang ganti untuk menyiapkan baju untuk suaminya.


“Mau ke mana bee?” Tanya Yuna ketika melihat suaminya keluar kamar mandi dengan menggunakan handuk yang melingkar di pinggangnya dia berjalan menuju ruang ganti.


“Mau ambil baju sayang, tunggu sebentar ya” jawab Agung lalu melanjutkan langkahnya.


“Gak usah bee, ini bajunya sudah aku siapin” ucap Yuna membuat Agung memberhentikan jalannya, lalu dia langsung mendekat ke istrinya yang tengah duduk dan bersandar di ranjang.


“Kamu bandel ya, di bilang nanti mas bisa ambil sendiri” ucap Agung sembari meraih pakaiannya yang terletak dekat kaki sang istri karena posisi kaki Yuna sedang di luruskan.


“Ya gak papa bee, masa melayani suami sendiri gak boleh” sahut Yuna

__ADS_1


“Bukan gak boleh sayang, tapi mas takut lihat kamu jalan dengan perut besar begitu” ucap Agung sembari memakai pakaiannya di hadapan sang istri langsung.


“Kan aku hanya hamil bee, bukan penyakitan yang gak boleh kemana mana, kan kata dokter juga harus sering di bawa jalan agar nanti pas lahiran lancar, sini rambutnya aku yang sisir bee” ujar Yuna


Lalu Agung mengambil sisir di meja rias dan menyerahkan kepada Yuna lalu dia duduk tepat di hadapan sang istri dengan posisi berhadapan dengan Yuna, “ada lagi loh sayang cara buat memperlancar proses persalinan” ucap Agung dengan senyum jailnya.


“Apa coba?” Tanya Yuna dengan polos sembari merapihkan rambut suaminya.


“Itu loh masa kamu gak tahu” ucap Agung


“Itu apa bee, aku beneran gak tahu” ucap Yuna menanggapi ucapan suaminya.


“Jengukin anak kita” bisik Agung tepat di telinga sang istri, otomatis Agung langsung dapat pukulan di lengannya.


“Aw..sakit sayang” ucap Agung ketika di pukul lengannya.


“Dasar mesum” sahut Yuna


“Lah bener ko sayang, kamu lupa dokter yang bilang itu loh, bukan aku yang ngarang” ucap Agung membuat Yuna dengan polosnya mengingat ingat dokter bicara apa saja ketika dia dan suaminya memeriksakan kandungannya.


“Benerkan kata mas dokter bilang begitu” ucap Agung dan Yuna pun langsung menganggukan kepalanya.


“Uda ah, aku lapar bee mau makan” keluh Yuna


“Oh ya aku sampai lupa kita mau makan, anak Daddy sudah lapar ya sayang” ucap Agung lalu tangannya mengelus perut sang istri.


“Mesum terus sih pikirannya jadi pikun” sahut Yuna, lalu mereka berdua keluar kamar dengan bergandengan tangan sembari canda tawa dan ternyata adegan itu pun di perhatikan oleh Sonya dari lantai atas, dia merasa iri walau pun Yuno sudah menerima dirinya tetapi Yuni tidak pernah memperlakukan dirinya seperti Agung memperlakukan Yuna.

__ADS_1


__ADS_2