
Hotman kini sudah siap dengan setelan jas yang di rancang oleh sang kekasih, kali ini dia akan berangkat di antar dengan supir kantor setelah itu dia akan meminta supir untuk menjemput kekasihnya.
Sebelum pergi, dia ingin menghubungi Yuri untuk memastikan kekasihnya itu sudah siap apa belum.
Tut tut tut (sambungan video call tersambung)
"Hallo ka" sahut Yuri yang masih menggunakan baju rumahnya.
"Hallo beb, aku sudah mau brangkat ke hotel sekarang, kok kamu belum siap siap " ucap Hotman dalam sambungan Video callnya melihat kekasihnya masih menggunakan baju rumah.
"Aku baru selesai sarapan ka, kakak sudah sarapan?" Tanya Yuri mentap layar handphonenya.
"Sudah baby, ya sudah kamu segera bersiap ya, supirnya setelah ngantar aku ke hotel aku suruh langsung ke rumah kamu ya" pintah Hotman
"Siap bos" sahut Yuri
"Jangan dandan cantik cantik ya, nanti disana banyak buaya soalnya, aku gak mau kamu di goda godain sama laki laki lain" ucap Hotman
"Iya ka" sahut Yuri
"Ya sudah bye beb, love you" ucap Hotman sebelum mengakhiri panggilannya.
"Bye, love you too" sahut Yuri
Tuttutttt (panggilan telfon berakhir)
Hotman keluar apartemen dan siap untuk menuju hotel dimana pihak kampus mengadakan acara wisuda untuk para mahasiswanya.
Di lobby supir dari kantor sudah menunggu bosnya, setelah Hotman sudah memasuki mobil, pak sopir melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju Hotel.
Sesampainya di hotel sebelum meninggalkan mobil Hotman meminta pak supir untuk menjemput kekasihnya.
Yuri di rumahnya sedang siap siap, dia sudah mengenakan dress yang di berikan Hotman semalam, dia berdiri di depan meja riasnya memandang dirinya di balik cermin di hadapannya, dia masih gak percaya kalau dress yang ia kenakan sekarang adalah buatan sendiri, dia mengingat ketika Hotman memesan dress ini, kekasihnya meminta ukuran dress atau gaunnya itu seukuran badannya. Sembari menunggu supir datang Yuri mencoba mengecek apa ada yang kurang dengan penampilannya, dia poles wajahnya dengan make up tipis.
***
Di mansion salendratma juga Agung dan Yuna tengah bersiap untuk datang ke acara wisuda Hotman.
Yuna yang masih menggunakan pakain rumah sedang memoles wajahnya dengan make up tepat di depan meja rias, sedangkan Agung di kamar mandi baru saja menyelesaikan mandinya.
"Bee, Ayah datang jam berapa ke hotelnya?" Tanya Yuna yang sedang memeoles wajahnya dengan make up di depan meja rias.
"Jam 8 katanya yank" sahut Agung dari dalam kamar mandi sembari mengelap wajahnya dengan handuk.
"Tante Imna dan Om rangga jadi Ikut?" Tanya Yuna, mereka saling saut sautan Yuna di depan meja rias, Sedangkan Agung masih di kamar mandi.
"Tadinya gak jadi ikut tapi tiba tiba tante Imna merengek ingin ikut melihat Hotman wisuda, kata Ayah itu kayaknya ngidamnya si baby girl katanya yank" jawab Agung sembari berjalan keluar dari kamar mandi dan menghampiri istrinya yang tengah dandan di depan meja riasnya.
__ADS_1
"ko bisa begitu ya bee” ucap Yuna
“aku juga kurang tahu, orang tadi Ayah mau pergi duluan juga gak boleh, tante imna maunya brangkat bareng sama Ayah” ucap Agung yang masih di belakang sang istri.
“jangan cantik cantik sayang dandannya, nanti banyak laki laki yang godain kamu lagi” ucap Agung ketika melihat istrinya tengah memeoles wjahnya dengan make up.
“siapa sih yang berani godain aku sih bee, kalau bodygardnya aja selalu nempel terus” ucap Yuna menimpali omongan suaminya, yang di maksud bodygard oleh Yuna yaitu Agung yang tidak bisa jauh darinya.
“ya itu harus dong, nanti lengah sedikit saja pasti ada yang deketin” ucap Agung.
“baju mas dimana sayang?” tanya Agung
“sudah aku siapkan di tempat tidur bee” jawab Yuna.
“sudah gak usah cantik cantik, cup” ucap Agung sebelum meninggalkan istrinya untuk berganti pakaian dan memberi kecupan di puncak kepala istrinya , lalu Agung berjalan menuju ke arah tempat tidur dimana istrinya meletakan pakaian yang akan ia pakai, sedangkan Yuna masih sibuk di depan cermin sedang menata rambutnya.
Selesai mereka bersiap siap, keduanya menuruni anak tangga dengan Yuna menggandeng lengan suaminya sedangkan tangan satunya membawa handbag miliknya lalu mereka langsung menuju ruang makan untuk sarapan.
Yuno sudah menunggu untuk sarapan di meja makan ketika mendengar suara orang tengah menuruni tangga, otomatis Yuno menengok ke arah tangga dia melihat adik dan adik iarnya sudah rapi dengan baju putih putihnya.
“morning ka” sapa Yuna dan Aagung bersamaan ketika mereka sudah berada di ruang makan.
“morning bang” ucap Agung dan Yuna bersamaan
“morning” sahut Yuno,” kalian mau kemana pagi pagi sudah rapih begini?” tanya Yuno
“gimana mau cerita sama kakak, kamu sibuk pacaran mulu sama si bucin akut” ucap Yuno menatap adik iparnya.
“sirik aja lo Bang, makanya cari istri sana” ucap Agung membalas omongan kakak iparnya.
“Emongnya lo kira cari istri kaya orang beli permen” ucap Yuno menimpali omonga Adik iparnya.
Sedangkan Yuna melihat perdebatan sang kakak dan suaminya hanya geleng geleng kepala.
“uda sih kalian tuh ya kalau lagi kumpul berdua ribut aja, nih bee cepetan sarapannya kita sudah telat ini” ucap Yuna sembari memberikan saraan untuk suaminya.
“santai aja sayang, telat juga gak papa, gak usah buru buru sayang” ucap Agung
“kakak hari ini mau kemana?” tanya Yuna karena hari ini hari weekand gak mungkin dong kalau kakaknya ke kantor.
“kakak ada janji sama rekan bisnis papi untuk main golf” jawab Yuno
“jadi kalian mau kemana dengan pakaian serba putih begini?” tanya Yuno
“kita mau datang ke acara wisudanya ka Hotman ka” jawab Yuna
“oh..” sahut Yuno
__ADS_1
“ya sudah ka kita sudah selesai, kita pergi dulu ya” pamit Yuna
“kita duluan ya bang” pamit Agung
“hemmm, hati hati, salam buat om kangta dan ucapin selamat buat Hotman ya” ucap Yuno
“iya nanti Ana sampaiin” sahut Yuna.
“Assalamuaalikum” ucap Yuna dan Agung bersamaan.
“waalaikum salam” jawab Yuno.
Agung da Yuna pun memasuki mobil yang sudah terparkir tepat di depan mansion, lalu mobil mereka melaju keluar dari mansion dengan di supiri oleh El, yang seallu setia dimana bosnya berada.
Sedangkan Yuno sesuai jadwalnya setelah selesai sarapan ia langsung bersiap untuk bermain golf dengan teman bisnis papinya.
***
Sedangkan di kediaman om rangga terjadi drama ketika Ayah kangta hendak ingin pergi ke acara wisuda putra bungsunya, tante imna tiba tiba meminta izin ke suaminya untuk dia ikut untuk menghadiri wisuda ponakan nya itu.
Padahal semalam mereka sudah sepakat kalau tante dan omrangga tidak akan ikut, tetapi ketika melihat ayah kangta hendak pergi tante Imna merengek ingin ikut, awalnya om rangga melarang istrinya untuk ikut tetapi seketika tante imna langsung menangis karena tidak di izinkan untuk ikut Ayah kangta menghadiri acara wisuda ponakannya itu.
Ayah kangta melihat sikap adik iparnya yang seperti itu, ayah kangta pikir adik iparnya itu tengah mengidam untuk ikut turut hadir di acara wisuda hotman, lalu Ayah kangta memberi tahu adiknya kalau istrinya itu tengah mengidam pada akhirnya setelah om rangga di beritahu kakaknya kenapa istrinya seperti itu om rangga pun mengizinkan tante imna untuk ikut serta datang ke acara wisuda Hotman.
Degan terpaks Aayah kangta harus menunggu mereka untuk bersiap, karena ketika Ayah kangta ingin pergi terlebih dahulu tetapi di larang oleh adik iparnya , dia meminta Ayah kangta untuk menunggu dirinya dan juga suaminya karena dia ingin brangkat bersama denagn kakak iparnya.
Om rangga sampai mengelengkan kepalanya melihat permintaan calon anaknya itu, masih di dalam perut saja anaknya sudah posesif begitu dengn om dan juga sepupunya itu, gimana nanti kalau sudah lahir pasti sendirinya yang sebagai papnya akan kalah dengan abangnya dan juga ponkannya.
Sepeninggalan om rangga dan tante mna bersiap Ayah kangt menunggu di ruang tengah sembari berbalas pesan denagn putra putrany.
***
Yuri yang sudah di jemput oleh supir yang di kirim oleh kekasihnya setelah memastiakn orang yang di maksud bosnya sudah berada di mobil lalu sang supir melajukan mobilnya menuju hotel dimana Hotman berada.
Sesampainya Yuri di hotel Hotman sudah menunggu di lobby, lalu Yuri turun dari mobil menghampiri kekashnya, lalu mereka berdua berjalan menuju ballroom hotel dimaa acara akan di laksanakan.
Sepanjang mereka berjalan menuju balroom Hotman dengan psesifnya mengandeng pinggang kekasihnya memasuki ballroom dan langsung menuju meja yang memang di sediakan panitia kampus untuk keluarga masing masing peserta wisuda.
“kamu duduk dulu disini ya beb, kakak mau siap siap dulu acaranya bentar lagi mau mula, Ayah mungkin bentar lagi mau sampai kayaknya” ucap Hotman
“terus aku kalau ada ayah kamu harus gimana, aku malu ka” ucap Yuri
“ya gak gimaan giman bab, kamu sapa aja kayak biasanya, ayah sudah tahu ko tentang hubungan kita, jadi gak usah gugup begitu” ucap Hotman
“”huffff...” mendengar ucapan kekasihnya, Yuri pun menghela nafasnya perlahan untuk menghilangkan rasa gugupnya.
“kakak tinggal ya” pamit Hotman
“hemm” sahut Yuri
“kalau ada apa apa, kamu hubungin kakak aja ya” ucap Hotman lalu mengecup puncak kepala kekasihnya sebelum dia beranjak dari tempatnya
__ADS_1
“gak usah tegang begitu beb” ucap Hotman ketika melihat kekasihnya seperti tegang.
Sepeninggalan Hotman satu persatu keluarga dari peserta wisuda pada hadir memenuhi meja di ballroom yang sudah di sediakn oleh panitia kampus.