BUCIN DARI KECIL

BUCIN DARI KECIL
44. Mencari dokter untuk Yuna


__ADS_3

Setelah makan malam, sesuai janji Yuna akan istirahat kembali supaya keadaanya makin membaik, ketika kembali ke kamar Yuna pun kembali di gendong boleh suaminya dan sesampainya di kamar Agung langsung membaringkan istrinya di tempat tidur lalu Agung mengambil laptop yang berada di meja depan sofa dan Agung mendudukan dirinya tepat di sebelah sang istri.


"Sudah sayang istirahat, pejamkan matanya" ucap Agung menatap wajah istrinya dan mengelus pipinya.


"Kamu juga tiduran disini bee" Yuna meminta Agung untuk ikut berbaring di sampingnya.


"Tunggu ya sayang, bentar saja mas cek email dari Krisna dulu, setelah itu mas sudah ko gak ada kerjaan lain" ucap Agung lalu Agung langsung membuka laptopnya dan pandangannya fokua ke arah laptop.


"Hemmm" sahut Yuna lalu memluk lengan suaminya dengan manja.


"Tumben banget sih sayang kamu manja begini, kenapa hemm?" Tanya Agung tumben istrinya lagi mood on manja.


"Memangnya tidak boleh manja sama suami sendiri?" Tanya Yuna sembari menatap wajah suminya.


"Kata siapa tidak boleh sayang, boleh, boleh banget, malah mas suka kalau kamu manja seperti ini sama mas" jelas Agung membalas tatapan sang istri.


"Bukannya kebanyakan laki laki itu tidak suka sama perempuan manja ya bee?" Tanya Yuna sembari menatap langit langit kamar.


"Tidak semua juga sayang, buktinya mas suka kamu manja seperti ini, tapi hanya boleh sama mas ya sama yang lain tidak boleh, sama abang juga tidak boleh" pintah Agung masih fokus dengan kerjaannya.


"Dasar posesif, Kalau sama papi tidak boleh juga?" Tanya Yuna memastikan.


"Ya itu tanpa terkecuali, kalau sama papi boleh lah sayang, masa mas melarang bisa jadi nanti mas di pecat jadi menantunya, kamu ada ada saja, gemes tau gak" ucap Agung sembari menarik sedikit hidung sang istri.


"Auch.., sakit bee" ucap Yuna sembari mengelus2 hidungnya yang habis di tarik suaminya.


"Bee" panggil Yuna menatap suaminya.


"Kenapa sayang, hemm?" Tanya Agung sembari menatap wajah sang istri dan mengusap rambutnya dengan lembut.


"Kenapa pas tadi aku dan ka Yuno sedang kejar kejaran, tiba tiba ada satu bayangan dimana disitu ada anak kecil laki laki dan perempuan sedang main kejar kejaran juga sama seperti apa yang di lakuin aku sama ka Yuno sekarang, Aku coba mengingat tentang bayangan itu tapi kepala aku langsung sakitnya luar biasa, kenapa ya bee?" Tanya Yuna menceritakan kejadian tadi dia juga bingung kenapa tiba ada bayang bayang itu, karena selama ini tidak ada yang memberi tahu kalau dia itu tengah kehilangan memori masa sebelum kecelakaan terjadi.


Agung yang mendengar istrinya bercerita tentang kejadian tadi dia langsung terdiam dan mencerna ucapan sang istri, bahwa dugaannya benar bahwa istrinya mengingat sekilas kejadian yang pernah dia lakukan waktu kecil bersama kakaknya. Lalu Agung langsung menutup laptopnya dan di letakannya di meja nakas samping tempat tidur lalu dia langsung merubah posisi menjadi menghadap sang istri yang masih berbaring dan ia genggam tangan sang istrinya.


"Sayang janji sama mas, jika ada sedikit bayangan apapun itu muncul lagi, apapun itu mas mohon kamu jangan mencoba untuk mengingat bayangan itu ya" ucap Agung, dia tidak bisa membayangkan jika istrinya kambuh seperti tadi tetapi tidak ada dirinya disitu.


"Memangnya kenapa bee?" Tanya Yuna penasaran.


"Pokoknya ikutin apa kata mas, dan itu obat yang selalu di tas jangan sampai ketinggalan kamu harus bawa kemanapun kamu pergi" ucap Agung dengan tegas.


"Iya bee, kalau itu aku selalu bawa soalnya itu pesan dari mami sama papi juga sama, mewanti wanti untuk bawa kemanapun aku pergi katanya obat buat kalau aku sakit kepala" jelas Yuna.


"Ya sudah, yuk kita istrahat sekarang" ucap Agung lalu dia merebahkan badanya tepat di samping sang istri dan membawa sang istri dalam dekapannya.

__ADS_1


"Good Night sayang, Cup" ucap Agung dan mencium puncak kepala sang istri.


"Good Night Bee" balas Yuna dan langsung membenamkan wajahnya di dada sang suami mencari kenyamanan.


***


Sedangkan Hotman setelah masak dia langsung membersihkan dirinya yang penuh dengan keringat. Setelah itu dia kembali turun menuju meja makan dan disitu sudah ada sang Ayah, Om dan Tantenya yang sudah siap menyantap makannanya.


“Nih dia koki kita” ucap Om rangga


“Gaya mu om muji kalau ada maunya aja” ucap Hotman san langsung ikut duduk.


“Terima kasih ya man sudah masakin buat makan malam” ucap tante Imna


“Sama sama tante” sahut Hotman


“Apa kabar sama sepupu aku tan?” Tanya Hotamn tentang sepupunya, gak bisa bayangin Hotman dan Agung akan mempunyai sepupu yang baru saja akan lahir dengan usia mereka sudah matang.


Karena jarak Ayah Kangta dan Om Rangga sangat jauh jarak usianya, yaitu 15 tahun jarak usia mereka.


Semuanya menikmati makanan dengan lahap, setelah selesai mereka semua berkumpul di ruang keluarga.


“Boy, gimana persiapan wisuda kamu?” Tanya Ayah Kangta


“Ayah harap kamu setelah lulus gantiin Ayah untuk megang SJ group pusat” pinta Ayah Kangta


“Maaf yah, aku tidak bisa kalau untuk megang kantor pusat, kan itu Abang yang kebih berhak bukan Hotman” ucap Hotman merasa tidak enak dengan Ayahnyan, dia hanya anak angkat masa di minta memegang kantor pusat, Hotman merasa tidak pantas saja untuk menerima itu semua.


“Kan kamu tahu sendiri abang mu sibuk memegang kantor cabang SM group di singapore punya mertuanya, lagian kalian berdua itu sama sama anak Ayah, dan itu perusahaan Ayah bangun dari nol buat siapa, pastinya buat anak anak Ayah, kamu juga berhak atas itu semua” jelas Ayah Kangta


“Tapi yah Hotman hanya merasa tidak pantas aja mendapatkan itu semua dari Ayah, karena Hotman kan bukan bagian dari keluarga inti kalian, dengan Ayah sudah mau jadi Ayah aku saja Hotman sudah merasa sangat bersyukur banget ya” ucap Hotman menvoba menolak permintaan sang Ayah.


“Berarti kamu menganggap Ayah selama ini orang lain, begitu?” Tanya Ayah Kangta dengan tegas.


“Bukan begitu yah..” ucap Hotman


“Apa selama ini Ayah pernah membeda bedakan kasih sayang Ayah sama kamu dan juga Abang mu?” Tanya Ayah Kangta dengan tegas dan jawaban dari Hotman hanya gelengan kepala.


Semnajak Ayah Kangta menemukan Hotman di rumah sakit SJ hospital ketika Hotman kehilangan kedua orangtuanya untuk selama lamaynya, semenjak itu lah Ayah Kangta mengadopsi Hotman awal niat Ayah supaya Agung ada temannya di rumah karena semenjak Agung kehilangan Yuna dia selalu menyendiri semenjak sahabat kecilnya pergi tanpa kabar padahal karena Yuna saat itu baru barunya sebagian memorinya hilang karena kecelakaan.


Rangga dan istrinya Imna hanya menyimak pembicaraan Ayah dan Anak di hadapnnya itu dan tidak berani untuk ikut campur.


“Semuanya keputusan ada sama Ayah, mau kamu atau Abang mu, kalau Ayah nanti sudah menentukan siapa yang akan menggantikan Ayah di kantor pusat tidak ada yang bisa menggugatnya ngerti” ucap Ayah Kangta dengan tegas kepada anak bungsunya.

__ADS_1


“Baik yah” sahut Hotman dia tidak berani lagi membantah omongan sang Ayah kalau sudah bicara tegas seperti itu.


Dan Ayah Kangta setelah mengatakan itu kepada Hotman dia langsung meninggalkan semuanya dan berlalu menuju kamarnya. Setelah peninggalan Ayah Kangta Hotman langsung dapat nasihat dari Omnya.


“Lagian ya man, kenapa kamu masih merasa tidak enak saja sih sama kita semua, semenjak kamu masuk ke dalam keluarga ini kita semua itu menganggap kamu itu sama seperti Agung, sama sama putra dari seorang Kangta Surya Jaya apalagi semenjak mereka sama2 kehilangan orang orang yang mereka sayangi dan kehadiran kamu sudah mengobati rasa kehilangan itu dan begitupun sebaliknya ketika kamu kehilangan kedua orang tua kamu dan kita semua lah yang jadi pengobat buat kamu, jadi kalian bertiga itu sudah di takdirkan untuk jadi satu keluarga, jadi mulai sekarang jangan sungkan dan merasa tidak enak lagi dengan kita semua apalagi sama Ayah mu nanti dia akan marah” ucap Om Rangga kepada ponakannya itu.


“Baik Om” sahut Hotman


“Ya sudah kalau begitu om sama tante tinggal dulu ke kamar, istirahat lah tidak usah memikirkan Ayah mu, besok juga mood nya kembali lagi” ucap Om Rangga sembari menepuk pundak ponakannya.


“Iya Om” Sahut Hotman, sebenarnya dia juga merasa bersalah dengan Ayah Kangta.


“Yuk sayang, kamu dan anak kita harus istirahat tidak boleh tidur malam2” ajak Om Rangga kepada sanh istri sembari mengelus perut buncit istrinya.


***


Agung setelah Yuna sudah terlealp dalam tidurnya, dia beranjak dari samping sang istri menuju balkon kamar untuk menghubungi seseorang tetapi tidak di angkat2 juga dia terus mencoba mengubungi lagi kali ini akhirnya di jawab juga.


Tut tut tut (telfon tersambung)


“Hallo Bro” sapa Krisna


“Hallo, kemana aja sih lo dari tadi gua hubungin gak di angkat angkat” ucap Agung


“Gua baru selesai mandi, kenapa bro?” Tanya Krisna


“Kris tolong lo cariin dokter saraf terbaik di singapore dan buat pertemuan dengan gua setelah gua balik dari indonesia” pintah Agung


“Buat apa bro?” Tanya Krisna penasaran ko tiba tiba sahabat sekaligus bosnya itu meminta di carikan dokter syaraf memang siapa yang sakit.


“Pokoknya lo lakuin aja apa yang gua minta ya, pokoknya gua balik lo uda buatin janji sama tuh dokter ya” pintah Agung dengan tegas.


“Baik bos” sahut Krisna


“Ya sudah itu saja, kantor maaih aman kan?” Tanya Agung


“Aman bos tenang” jawab Krisna


“Hemmm” sahut Agung


Tut tut tut (sambungan terputus)


“Kebiasaan main tutup aja telfonnya” omel Krisna di negara sebrang.

__ADS_1


“Mas janji sayang, berusaha semampu mas akan buat kamu sembuh dan tidak akan merasakan sakit seperti tadi lagi” gumam Agung sembari menatap langit malam.


__ADS_2