
Yuna keluar kamar dengan wajah yang sangat memerah karena malu,ketika di lantai bawah sampai dapat pertanyaan dari bi Sumi yang kebetulan sedang lewat berpapasan dengan nona mudanya itu.
“kenapa Non?” tanya Bi Sumi melihat Yuna menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
“kenapa apanya bi?” tanya Yuna
“itu wajah non kenapa memmerah seperti itu, Non sakit?” tanya Bi sumi khawatir melihat ketika Yuna melepas tangan pada wajahnya, di lihatnya wajah Yuna memerah.
“oh aku gak papa bi, aku pamit mau ke butik dulu ya bi” pamit Yuna menghindari pertanyaan bi Sumi.
“iya Non, terus si aden gak ikut?” tanya bi sumi melihat Yuna akan pergi seorang diri.
“tidak bi, Mas Agung lagi meeting di kamar, nanti kalau sudah selesai baru nyusul Ana ke butik” jelas Yuna
“ohh.., ok Non, hati hati ya Non” ucap Bi sumi
“iya bi, aku pergi dulu, assalamualaikum” pamit Yuna
“waalaikum salam” sahut Bi sumi.
Ketika keluar mansion di sambut langsung oleh sang Bodyguard, tapi sampai sekarang Yuna belum mengetahui kalau El itu Bodyguard yang memang dari dulu di kerjakan untuk menjaga dirinya, setahu Yuna El adalah orang kepercayaan suaminya.
“pagi Nyonya” sapa El sembari membukakan pintu penumpang dan mempersilahkan Nyonyanya untuk masuk.
“pagi, makasih ka” ucap Yuna lalu memasuki mobil.
“sama sama Nyonya” sahut El lalu menutup pintu mobilnya.
El langsung mengendarai mobilnya keluar dari mansion.
“kita ke Boa Butik ya ka” pintah Yuna.
“baik Nyonya” sahut El.
Sesampainya di butik Yuna langsung masuk kedalam butik, ada beberapa kariyawan baru yang kini bekerja di butik, jadi mereka tidak mengenali siapa Yuna, salah satu kariyawan di butik melihat Yuna masuk dengan penampilan sederhana menjadi beranggapan kalau Yuna itu tidak mampu untuk beli pakaian di butik ini.
“pagi, mbak ada yang bisa saya bantu?” tanya pelayan butik.
“gak mbak, saya hanya mau lihat lihat saja dulu” jawab Yuna, dan pelayan tadi terus mendampingi Yuna untuk melihat lihat produk dari Boa Butik.
Secara dengan tidak sengaja Yuna menabrak salah satu manekin yang ada di butik, dan membuat manekin itu patah di bagian kepalaa dan tangannya.
“maaf mbak, saya tidak sengaja” ucap Yuna kepada pelayan yang tadi melayani diirnya.
“gak papa mbak, biar nanti saya bereskan” ucap pelayan tersebut.
“ada apa ini, ini kenapa manekinnya bisa patah seperti ini?” tanya salah stu pelayan yang sok berkuasa di butik.
“maaf mbak tadi saya tidak sengaja menjatuhkan manekinnya” ucap Yuna kepada pelayan yang baru datang menghampirinya.
Lalu pelayan tersebut memperhatikan Yuna dari atas sampai bawah”mbak gimana sih, makanya kalau jalan tuh liat liat, lagian ya saya perhatiin dari tadi mbaknya masuk butik hanya mondar mandir sana sini, mbak mau nyuri ya” ucap pelayan itu kepada Yuna dengan marah marah.
“kamu juga yang dari tadi mendampingi bukannya, ngasih tahu untuk hati hati biar tidak terjadi hal seperti ini” sambung pelayan itu kepada temannya yang tadi mendampingi Yuna untuk keliling butik.
“maaf mbak ini salah saya jangan marahin mbaknya, biar nanti saya ganti” ucap Yuna tidak tega melihat pelayan yang tadi melayani dirinya di marah marahin padahal tidak salah.
“iya mbak, lagian mbaknya ini kan gak sengaja tadi” bela pelayan yang mendampingi Yuna tadi.
“sudah lah, memang beda yang ngomong sama orang susah tuh” hina pelayan tersebut kepada Yuna dan juga pelayan yang tadi mendampingi Yuna.
Yuri yang di dalam ruangannya, mendengar keributan di luar, akhirnya keluar dari ruangannya untuk melihat apa yang terjadi.
Yuri melihat salah satu kariyawannya sedang medang marah marah kepada sorang perempuan yang dia kira itu pelanggan butik, Yuri tidak tahu jika yang sedang di marahin oleh kariyawannya itu adalah Yuna sahabatnya sekaligus anak dari pemilik butik.
“Ada apa ini ribut ribu?” Tanya Yuri ketika keluar dari ruang kerjanya.
“Ini nih mba Yuri, mbaknya datang datang cuman liat liat saja, beli juga tidak eh malah jatuhin manekin” jelas pelayan butik yang sedang marahin Yuna.
Poaisi Yuna yang membelakngi Yuri, ketika Yuna membalikan badannya, Yuri kaget, gak percaya kalau yang di hadapannya sekarang itu Yuna sahabatnya sekaligus anak dari pemilik butik ini.
“Ana” Panggik Yuri dan langsung menghampiri Yuna dan memeluknya.
“Lepasin gua gak bisa nafas ini” protes Yuna
“Lo kapan samapi indo?” Tanya Yuri melerai pelukannya.
“Kemarin siang” jawab Yuna
“Sama suami lo?” Tanya Yuri
__ADS_1
“Ya iya lah, orang gua pulang ke indo karna Ayah mertua gua, yang minta gua dan mas Agung untuk hadir di acara wisuda adik ipar gua” jelas Yuna
Mendengar Yuna menyebut kata adik ipar, Yuri mengerti siapa yang di maksud sahabatnya yaitu Hotman seketika Yuri langsung terdiam.
“Kenapa lo, lo gak suka gua dateng kesini?” Tanya Yuna dengan becanda.
“Mana ada gua gak suka lo dateng, gua seneng banget lo pulang ke indo” jawab Yuri tersadar dari lamunannya.
Sedangkan pelayan tadi yang marahin Yuna mematung melihat interaksi atasannya dengan Yuna.
“Ada hubungan apa si mbaknya sama mbak Yuri ya, ko kelihatnya mereka sangat dekat sekali” batin pelayan yang tadi marah marah.
“Jadi lob yang jatuhin patung ini?” Tanya Yuri sembari menunjuk ke patung yang tadi terjatuh.
“Iya, gua gak sengaja tadi” jawab Yuna
“Kebiasaan ceroboh lo tuh gak pernah hilang ya” ucap Yuri
“Banyak pegawai baru ya?” Tanya Yuna sembari melihat sekeliling.
“Iya, soalnya yang lama kebanyakan setelah mereka nikah pada tidak kerja lagi, ada yang sedang hamil lah apa lah” jelas Yuri
“Terus lo sendiri yang belum nikah?” Ledek Yuna
“Ya elah Na, mentang mentang lo uda nikah, tuh si tuti juga belum nikah” ucap Yuri
“Oh ya, untuk semuanya khususnya kariyawan yang baru, perkenalkan gadis cantik di samping saya ini adalah Ayyuna Salendratama Mahardika yang biasa di panggil Yuna dia adalah anak dari Nyonya Aboanna Mahardika pemilik butik ini” jelas Yuri memperkenalkan Yuna kepada Kariyawan butik.
Deg
Jantung Pelayan butik tadi yang marah marah kepada Yuna sekan bersetak kencang dan juga lemas setelah mendengar ucapan Yuri, dia takut akan di pecat dari kerjaannya, dia pun langsung minta maaf.
“Nona saya minta maaf, saya tidak tahu kalau nona adala anak dari pemilik butik ini” ucap Pelayan itu dengan menunduk.
“Terus, jika saya bukan anak dari pemilik butik ini kamu bisa marah marah pada custemer seperti tadi” ucap Yuna sedikit meninggi.
“Tidak Nona, toling jangan pecat saya nona” mohon pelayan tersebut kepada Yuna.
“Baik saya akan memberi kesempatan kamu, asal dengan syarat rubah sikap arogan kamu, jangan melihat orang dari penampilannya, layani custemer yang datang dengan sopan dan baik, mau mereka beli atau tidak itu tidak jadi masalah, mengerti” ucap Yuna dengan tegas.
“Baik Nona, saya berjanji, saya akan bekerja lebih baik lagi” ucapnPelayan itu dengan sungguh sungguh.
“Kita ngobrol di ruangan gua aja Yuk” ajak Yuri lalu mereka berjalan menuju ruang kerja Yuri.
“Ada apa ini ko rame rame “ tanya Tuti kariyawan paling lama di butik mami Boa dia baru datang habi dari toilet.
“Itu tuh kariyawan baru, habis marah marahin orang, eh ternyata orang yang dia marahin anak dari pemilik butik ini” jelas salah satu kariyawan yang menyaksikan kejadian tadi.
“Apa, anak pemilik butik ini datang maksud kamu tuan Yuno?” Tanya Tuti
“Bukan, siapa tadi namanya, Yuna kalau tidak salah” jelas salah satu kariyawan tersebut.
“Hah, mbak Yuna ada disini?” tanya Tuti penasaran
“iya tadi masuk kedalam ruangannya mba Yuri” jawab temannya.
Mwndengar kalau Yuna ada di butik, Tutipun langsung bergegas meninggalkan kerja resepsonis dan melangkah menuju ke ruangan Yuri. Tuti adalah kariyawan yang dari dulu paling dwkat dwngan Yuna dan Yuri.
Tok tok tok
“masuk” sahut Yuri dari dalam.
Ceckleck (suara pintu terbuka)
Belum juga di tanya ada keperluan apa sama Yuri, tuti langsung berlari ke arahbYuna yang dan langsungbmemelukanya.
“Mbak Yunaaaa, hap” seru Tuti langsung memeluk Yuna
“tut lepas ini, gua gak bisa nafas” ujar Yuna
“ya allah ini beneran mbak Yuna, ko tambah cantik aja sih mbak, tuti kangen banget loh mbak sama mbak Yuna, mba Yuna kenapa gak pulang pulang, memang gak kangen ya sama Tuti” Uvap tuti dengan berbagai pertanyaannya.
“Tut tut, nanyanya tuh satu satu, jangan nyerocos aja” sambung Yuri.
“Kamu nambah cerewet saja ya tut sekarang” ucap Yuna
“oh ya mba, aku turut priatin ya apa yang menimpa Bu Boa, semoga aja Bu Boa cepat sembuh ya” ucap Tuti yang merasa kehilangan bosnya karena sesang sakit.
“Doain aja ya tut, semoga saja mami cepat sembuh, alhamdulillah mami sekarang lagi masa pemulihan disana” ucap Yuna dengan lirih, Yuna juga sebagai putrinya mami Boa merasa sedih melihat maminya sakit.
__ADS_1
“alhamdulillah” ucap Tuti.
“eh uda sana kerja kerja” pintah Yuri
“Ih mbak Yuri mah, padahal kan tuti masih kangen sama mba Yuna, ya sudah deh tuti kerja dulu ya mbak” ujar Tuti
“hemm” sahut Yuna, Tuti bukannya pergi tapi malah berbisik ke pada Yuna
“mbak Yuna mau tau rahasia gak?” tanya Tuti berbisik tapi masih tetdengar oleh Yuri.
“rahasia apaan?” tanya Yuna balik
“Tau gak mbak, kemarin ada opa opa korea dateng kesini nyariin mbak Yuri dan makan siang bareng disini di ruangan mba Yuri “ ucap Tuti
“Wah gosip baru nih, siapa namanya aiapa?” tanya Yuna penasaran.
Belum tuti menjawab Yuri sudah merintah untuk kembali ke tempat kerjanya.
“tuti sana kerja” pintah Yuri dengan menatap wajah tuti dengan tajam
“Lari” teriak Tuti melihat tatapan tajam Yuri
Sepeninggalan tuti keluar dari ruangan Yuri, Yuna mentap sahabatnya penuh dengan selidik
“dasar si tuti ember” gumam Yuri
“jadi siapa opa opa korea yang di maksud tuti ri?” Tanya Yuna
“Gua bakalan kasih tahu tapi lonjangannketawabya” ucap Yuri dan di anggukin oleh Yuna”janji” ucap Yuri
“Adik ipar lo” ucap Yuri lirih dengan malu malu.
“Gerak cepat juga ternyata” ucap Yuna membuat Yuri mengkerutkan keningnya kenapa sahabatnya tidak kaget malah terlihat santai santai saja.
“ko lo gak kaget?” tanya Yuri
“ya gimana gua mau kaget, orang waktu itu dia malam malam menelfon ke suami gua hanya buat apa coba, buat minta nomer telfon lo ke gua” jelas Yuna, “memangnya dia tidak ngehubungin lo?” tanya Yuna
“gak ada, gak ada chet gak ada telfon, dia cuman menelefon ke butik dan meminta si buatkan setelan jas dan juga gaun tetapi dia minta akun yang layanin dia tidak mau dengan kariyawan lain” jelas Yuri
“Pinter juga tuh taktiknya” gumam Yuna
“Maksud lo?” tanya Yuri penasaran taktik apaan.
“lo masih gak ngerti, ka Hotman itu suka sama lo, dan dia memesan jas itu cuman akal akalan dia aja supaya bisa dekat sama lo” jelas Yina
“masa, bukannya dia sudah punya cewek ya”ucap Yuri tidak percaya akan apa yang di katakan sahabatnya.
“lo tahu dari mana?” tnaya Yuna bingung, bukannya kata suaminya kalau adik iparnya itu suka sama Yuri.
“lah dia bilang ke gua, dan minta di buatin gaun juga untuk orang yang speaial, siapa lagi coba orang spesialnya kalau bukan buat pacaranya” jelas Yuri
“Memangnya lo pernah liat dia jalan sama cewek atau berduaan sama cewek?” Tanya Yuna dia yakin kalau adik iparnya itu belum punya pasangan.
“Gak pernah sih, tapi waktu kemarin makan siang barang gua, dia ngajakin gua jalan malam ini” ujar Yuri
“Wah jangan jangan ka Hotman mau nembak lo lagi” tebak Yuna
“Gua sih gak amu banyak berharap sama dia” ucap Yuri dengan lirih.
“Tapi lo suka juga kan sama ka Hotman, jujur? Tanya Yuna penasaran.
“jujur ya dari awal ketemu dia, ada rasa nyaman, dia selalu nolong gua walau pun kita tidak saling kenal satu sama lain, ketika sedang dekat dengan dia jantung gua rasanya mau copot dan semenjak dia bilang kalau dia sudah punya seseorang yang spesial , hati gua rasanya sakit banget Na, apa itu yang di namakan jatuh cinta, apa lo pernah merasakan seperti itu Na ketika sama ka Dimas?” jelas Yuri tentang perasaanya terhadap Hotman.
“gua juga merasakan seperti itu tapi bukan dengan ka Dimas” jawab Yuna jujur
“maksud lo lo jatuh cinta sama laki laki lain gitu” ucap Yuri dan di anggukin oleh Yuna.
“siapa Na?” tanya Yuri penasaran.
“Ya suami gua lah, siapa lagi emangnya gua cewek yang suka ganti ganti cowok apa” ucap Yuna
“Ya kirain sama cowok lain Na, tapi tunggu ko lo bisa jatuh cinta sama ka Agung bukannya dulu lo gak mau ya di jodohin sama ka Agung” ucap Yuri
“ya gua juga gak tahu, mungkin karna sikap dia yang selalu perhatian sama gua, karna kita sering berinteraksi satu sama lain dengan berjalannya waktu ya buktinya gua bisa jatuh cinta sama dia begitu pun sebaliknya” jelas Yuna
“Jadi ka Agung juga sudah jatuh cinta sama lo?” Tanya Yuri dan dia jawab oleh Yuna dengan anggukan kepalanya.
“Terus lalian berdua sudah mengungkapkan perasaan masing masing?” tanya Yuri lagi penasaran akan hubungan Yuna dan suaminya.
__ADS_1
“Sudah”jawab Yuna, lalu Yuna menceritakan giman kejadian kemarin ketika memutuskan hubungan nya dengan Dimas dan menyatakan vintanya kepada suaminya.