
Adzan magrib telah berkumandang, Agung dan Ayah Kangta masih tetap setia menunggu Yuna di ruangnya, dan sekarang Ayah dan Agung akan melaksanakan shalat magrib berjamaah tepat di samping tempat tidur Yuna di rumah sakit.
Setelah selesai Shalat dan berdoa, Ayah beranjak dari duduknya dan melipat sajadah yang ia gunakan untuk shalat dan belalu menuju ke kamar mandi sedangkan Agung masih khusu terus berdoa untuk istrinya, di saat Agung sedang berdoa tiba tiba Yuna membuka matanya dengan perlaha dan menatap langit langit kamar lalu menatap sekeliling kamar.
“Bee” panggil Yuna dengan suara yang masih lemah.
Agung yang sedang berdoa otomatis langsung bangkit dari duduknya ketika mendengar suara istrinya, dan dilihat istrinya telah sadar, Agung langsung mendekati sang istri, menggenggam tangannya, mencium kening dan mengelus kepal sang istri.
“Sayang, kamu sudah sadar”ucap Agung ketika melihat istrinya sudah membuka matanya dan Yuna tidak menyauti ucapan suaminya dia hanya memberikan senyuman kepada suaminya.
Lalu Agung menekan tombol darurat yang untuk memanggil dokter.
“haus bee” ucap Yuna, otomati Agung langsung memberikan dan membantu istrinya untuk minum.
“apa yang di rasakan sayang, apa kepalanya masih sakit?” tanya Agung
Yuna menggelelwngkan kepalanya, “tidak bee, hanya pusing sedikit” jawab Yuna
“ya sudah kita tunggu dokter datang ya” ucap Agung dan lanhsung di anggukin oleh Yuna.
Tidak lama kemudian Dokter dan suster datang memasuki ruanagn Yuna.
“Dok, istri saya sudah sadar dok” ucap Agung dengan antusias.
“Baik tuan muda, biar saya cek dulu keadaan nona muda sekarang” ucap Dokter dan hanya di anggukin oleh Agung yang masih setia menggenggam tangan istrinya.
Lalu Dokter pun memeriksa keadaan Yuna , dan keadaannya semakin membaik, kalau Yuna tidak merasakan sakit lagi di kepalanya dugaan dokter kalau Yuna sudah bisa megingat semua memorinya yang hilang, tapi kenapa pas dokter memberi oertanyaan ke Yuna, Yuna bilang tidak mengingat apapun.
“Apa sekarang nona muda masih merasakan sakit di kepalanya?” Tanya Dokter
“Tidak dok,cuman pusing sedikit” ucap Yuna
“Apa nona muda mengenali siapa yang sekarang ada di hadapan anda?” Tanya dokter menunjuk ke arah Agung
“Suami saya dok” jawab Yuna
“Sudah berapa lama anda mengenal denagn suami anda nona?” Tanya dokter
“Ya saya sih mengenalnya semenjak saya masuk kulaih dok, orang suami saya kakak tingkat saya di kampus” ucap Yuna
Agung harap harap cemas mendengar hasil pemeriksaan dokter terhadap istrinya, mendengar dari pertanyaan yang di beri oleh Dokter dan jawaban istrinya, Agung menyangka kalau ingatan Yuna belum kembali.
Ayah dari dalam kamar mandi seperti mendengar suara menantunya, dia memutuskan untuk keluar dari kamar mandi, di lihatnya sudah ada dokter dan juga suter yang edang memeriksa menantunya, lalu Ayah mendekati ranjang pasien Yuna dan ternyata dia melihat menantunya sudah sadar.
“Alhamdulillah putri ayah sudah bangun” ucap Ayah Kangta yang berdiri tepat di belalang Agung.
“Iya yah” sahut Yuna
Setelah memberi pertanyaan terakhir kepada Yuna, Dokter meminta untuk Agung bicara berdua di ruangannya.
“Sayang, mas ke ruangan dokter dulu ya, kamu disini dulu sama Ayah, cup” ucap Agung beranjak dari duduknya dan mencium kening istrinya sebelum meninggalkan ruangan Yuna dan menuju ruangan dokter, Yuna hanya menganggukan kepalanya untuk menyauti omongan suaminya.
__ADS_1
Sepeninggalan Agung, dokter dan juga suster dari ruangan Yuna, Yuna rasanya ingin ketawa melihat raut wajah khawatir suaminya, Ayah mendengar menantunya tiba tiba tertawa, langsung menanyakan kenapa Yuna tiba tiba tertawa.
“Kenapa nak?” Tanya Ayah Kangta
“Aku mau kasih Ayah kabar baik, tapi Ayah jangan kasih tahu mas Agung dulu ya” ucap Yuna dan langsung di angguki oleh Ayah Kangta.
“Aku sudah mengingat semuanya yah, ingatan aku sudah kembali yah” ucap Yuna membuat Ayah Kangta kaget.
“Yang bener nak, kamu sudah mengingat semuanya?” Tanya Ayah memastikan lagi.
“Iya yah, aku sudah ingat semuanya aku ingat saat kita liburan bareng di bandung” ucap Yuna
“Alhamdulillah kalau kamu sudah mengingat semuanya, pasti Agung kalau mengetahui ini semua seneng banget, kamu malah ngerjain dia” ucap Ayah Kangta yang kini berdiri di samping ranjang dan mengelus kepala menantunya.
“Aku hanya mau buat kejutan aja yah” ucap Yuna menatap wajah Ayah Kangta.
Sedangkan Agung keluar dari ruangan rawat Yuna mengikuti dokter menuju ruangannya, dengan jantung yang berdetak begitu cepat, dia takut apa yang di pikirannya adalah yang akan di sampaikan oleh dokternya.
Sesampainya di ruang Dokter, Agung lansung di persilahkan duduk tepat di bangku depan meja kerja dokter, dan siap untuk mendengarkan penjelasan dokter akan hasil pemeriksaannya tadi terhadap istrinya.
“Jadi gimana dok, hasilnya?” Tanya Agung dengan harap harap cemas.
“Saya lihat dari reaksi ketika nona muda sadar sih lebih tenang dan keadaan kepalanya tidak sakit, berarti dia sudah tidak ada bayang bayang di kepalanya, saya sih menduga kalau nona muda sudah kembali ingatannya, tetapi dari tadi saya kasih sesi pertanyaan anehnya masih sama, anda dengar sendiri kan tadi jawabannya seperti apa” ucap dokter
“Iya dok” sahut Agung
“Jadi kita tunggu saja sampai besok, takutnya nona muda tiba tiba melihat bayangan akan masa lalunya lagi atau tidak, dan pesan saya adalah jangan ada sesuatu cerita atau kejadian yang akan mengingatkan dia akan masa lalunya atau tidak ya apa yang saya katakan akan terjadi” ucap Dokter
“Sama sama tuan muda” sahut Dokter
“Kalau begitu saya permisi dulu dok” ucap Agung
“Iya silahkan tuan” sahut dokter, dan Agung pun langsung berjalan keluar dari ruangan dokter kembali menuju ruang rawat inap istrinya.
Ketika masuk kamar rawat Yuna, Agung tersenyum melihat istri dan Ayahnya saling tertawa bersamaan, dalam hatinya dia takut akan terjadi kedepannya terhadap istrinya, tetapi dia harus bersikap biasa dan tersenyum di hadapan sang istri supaya istrinya tidak curiga.
“Asik banget kayanya ngobrolnya samapai tertawa begitu, ngobrolin apa sih sayang sama Ayah” ucap Agung ketika memasuki kamar rawat Yuna, membuat Ayah dan Yuna menengok ke arah sumber suara.
“Bee, sudah selesai?” Tanya Yuna, ketika melihat suaminya memasuki kamarnya.
“sudah yank” sahut Agung
“Aku gak papa kan bee, aku tidak perlu di rawat di sini lama lama kan?” Tanya Yuna
“Iya sayang, kata dokter keadaan kamu sudah stabil ko, kita tunggu sampai besok ya kalau keadaannya makin baik kamu boleh di ijinin pulang” ucap Agung dengan memesang senyum terpaksanya, dan mendekati sang istri.
“Ya sudah gung Ayah akan pulang dulu ke mansion, nanti setelah isa ayah kesini lagi, kamu mau di bawain apa sama Ayah?” Tanya Ayah
“Bawain baju ganti saja yah, minta bibi untuk siapain baju ganti buat aku dan juga Ana” ucap Agung.
“Ya sudah, Ayah pergi dulu ya” ucap Ayah menatap wajah Yuna dan mengelus kepala menantunya itu.
“Iya yah, kalau bisa ayah istirahat saja di rumah tidak usah kesini lagi, ayah istirahat saja di mansion, nanti disini susah buat istirahatnya” ucap Yuna lalu mencium tangan Ayah Kangta.
__ADS_1
“Iya yah, mendingan Ayah istirahat di rumah saja, biar tiripan Agung ,Ayah kasih ke El saja untuk antarin kesin” ucap Agung
“Baiklah, nanti Ayah titipkan ke El” ucap Ayah kangta,”assalamualaikum” ucap Ayah
“Waalikumsalam” sahut Agung dan Yuna, Ayah pun berlalu keluar dari ruangan Yuna untuk kembali pulang ke mansion dengan di antar oleh El.
Sepeninggalan Ayah Kangta, Yuna memperhatikan wajah suaminya semenjak masuk kamar setelah menemhi dokter terlihat tidak tega untuk mengerjai suaminya.
“Bee” panggil Yuna tetapi tidak ada sautan dari Agung, di lihatnya Agung duduk samping istrinya sembari melamun.
“Hubby” panggil Yuna sekali lagi.
“Oh.., iya sayang kenapa, kamu butuh sesuatu?” Tanya Agung
“Kamu kenapa bee, dari tadi aku perhatiin kamu bengong terus ?” Tanya Yuna
“Gak pa pa sayang, mas hanya senang saja kamu sudah sadar sekarang” ucap Agung
“Sini bee” ucap Yuna menepuk ranjang di sampingnya meminta Suminya untuk ikut dusuk di sebelahnya.
“Nanti kamu gak nyaman sayang kalau mas disitu” ucap Agung
“Tidak papa bee, aku mau tiduran sembari di peluk kamu” bujuk Yuna menampilkan wajah imutnya.
“Kenapa sih, tumben lagi manja ini” Tanya Agung sembari beranjak dari bangkunya dan ikut merebahakan badannya tepat samping istrinya, dan Yuna pun langsung memeluk Agung di kala Agung sudah berbaring di sampingnya.
“Bee” panggil Yuna masih tetap salam dekapan Agung.
“Kenapa sayang?” Tanya Agung sembari mengelus pipi sang istri.
“Pas tidur tadi aku bermimpi, aku bermimpi ketika aku kecil, Aku, Ka Yuno, mami dan juga papi pergi libur ke rumah teman papi dan juga mami, kata mami nanti ada kakak yang sedang sedih di rumah teman mami karena di tinggal pergi bekerja oleh bundanya, jadi mami minta aku untuk menghibur kakak itu, lalu sebelum pergi aku minta mbok Darmi untuk memetik satu tangkai bunga mawar merah punya mami untuk aku bawa dan akan aku berikan ke kakak yang sedih itu, agar tidak bersedih lagi” cerita Yuna lalu mendongakan kepalanya menatap wajah Agung.
Agung tahu itu cerita tentang masa kecil istrinya ketika pertama kali berjumpa denagn dirinya, tetapi Agung hanya bisa mencerna cerita istrinya, dia belum menyadari kalau istri ya itu sedang memberi kode kalau ingatan dirinya sudah kembali, tapi Agung malah mengira itu adalah memang istrinya bermimpi.
“Lalu ketika kita semua sekeluarga sudah sampai di rumah temannya mami dan papi, Aku di ajak mami langsung menuju taman depan rumah dan di taman itu ada anak laki laki yang di maksud mami kakak yang sedang sedih itu, aku memberanikan diri untuk mendekati dan mengajaknya ngobrol, aku perkenalkan diri aku dan aku tanya kenapa kakak ganteng duduk disini, terus kakak gantengnya menjawab aku sedang menunggu bunda pulang katanya, terus aku bilang ke kakak ganteng itu, kakak jangan sedih, kan disini sudah ada Ana, mami, papi dan juga ka Yuno yang akan temani kakak ganteng, kakak bisa ko anggap mami aku itu bundanya kakak, dan kakak gantengnya hanya diam saja, lalu aku memberi kakak gantengnya itu dengan satu tangakai bunga mawar yang tadi aku petik di rumah” cerita Yuna tiba tiba berhenti ketika Agung semakin memper erat pelukannya.
“Cukup sayang, jangan ceita itu lagi, mas tidak mau samapi kamu sakit lagi, mas tidak sanggup melihat kamu terbaring lemah disini” ucap Agung sampai meneteskan air matanya, karena belum juga menyadari kalau Yuna sudah mengingat semuanya.
Yuna merasa kasihan melihat reaksi suaminya, dikira dia dengan dia bercerita seperti itu suaminya akan mengerti kalau ingatan dirinya telah kembali.
Yuna memcoba melarai pelukannya, menangkap wajah Agung dengan kedua telapak tanganya, ia hapus air mata suaminya yang sudah menetes di pipinya, Agung tidak peduli mau di bilang cengeng sama istrinya tapi itu lah yang dia rasakan dia tidak mau sampai Yuna merasakan sakit lagi.
“Hei bee, dengerin aku, cup” ucap Yuna lalu mengecup bibir suaminya.
“Dengerin aku, aku cerita seperti itu ke kamu aku memberi tahu kamu kalau aku sudah mengingat semuanya bee” ucap Yuna sembari mengelus pipi suaminya.
“Kamu jangan bencana sayang, mas tidak suka” ucap Agung
“Ingatan aku bener sudah kembali bee, kamu gak percaya sama aku, kan tadi aku sudah cerita awal kita betemu bagaimana” ujelas Yuna
“Jadi beneran ingatan kamu sudah kembali?” Tanya Agung memastikan lagi dan di anggukin oleh Yuna.
Otomatis Agung pun langsung memberikan kecupan di seluruh wajah istrinya, saking senangnya kalau ingatan istrinya telah kembali, seketika pandangan mereka pun bertemu entah siapa yang memulai kini bibir mereka saling bertautan, keduanya sama sama menikmati dengan saling memejamkan matanya sampai ada orang masuk kamar rawat Yuna mereka tidak sadar.
__ADS_1