BUCIN DARI KECIL

BUCIN DARI KECIL
42. Menghilangnya kenangan masa kecil Yuna


__ADS_3

#dinkantorSJgroup


Hotman dan om Rangga baru menyelelesaikan meetingnya, ketika Hotman hendak keluar ruang meeting dibcegah oleh om Rangga.


"Man tunggu" panghil Om Rangga ketika melihat ponakannya hendak keluar ruang meeting.


"Iya om, kenapa?" Tanya Hotman


"Tadi tantemu nelfon, kalau Ayah mu sudah di rumah, kamu di minta suruh pulang ke rumah jangan ke apartement" jelas Om Rangga menyampaikan pesan yang di sampaikan istrinya.


"Siap bos" sahut Hotmam


"Jangan kemaleman pulangnya supaya bisa makan malam di rumah" pesan Om Rangga.


"Siap om, aku juga uda kangen sama masakan tante Imna" ucap Hotman


"Gak ada ya kamu minta di masakin tantemu, kamu gak liat perut tante mu uda besar begitu minta di masakin" protes Om Rangga.


"Yah kecawa deh, atau jangan2 maksud om minta aku gak boleh pulang malam2, mau suruh aku masak makan malam lagi" ucap Hotman menyelidik ke arah omnya, pasri dugaanya benar ini.


"Tau aja man, isi kepala om" jawab Om Rangga.


"Tau lah, dasar om gak ada ahlak bukannya tamu yang datang tinggal makan, ini tamu yang suruh masak" omel Hotman.


"Nanti pulang bareng om aja ya kita belanja dulu om yang bayar tenang" ucap om Rangga.


"Nasib gini nih kalau hobi masak, niat mau namu eh malas suruh masak" gumam Hotman.


"Uda jangan ngedumel mulu, om tinggal dulu" pamit om Rangga lalu melangkah keluar dari ruang meeting.


"Hemm" sahut Hotman.


#dimansion


Ketika Agung sedang keliling mansion dia bertemu bi Sumi yang hendak ke belakang setekah meletakan minuman di meja makan.


"Bi tunggu bi" panghik Agung


"Iya den kenapa, ada yang bisa bibi bantu?" Tanya Bi sumi.


"saya perhatin kenapa gak ada foto istri saya waktu kecil ya di mamsion?" Tanya Agung memastikan sesampai itukah mereka menghilangkan semua yang berhubungan dengan masa kecil istrinya.


"Oh itu den, emang aden gak tahu?" Tanya Bi sumi.


"memang kenapa bi?" Tanya balik Agung

__ADS_1


"Semenjak si non hilang ingatan kan semua kenangan2 masa kecilnya, termasuk foto2 non masa kecil semua di simpan di gudang tidak boleh terlihat, soalnya kalau sampai non lihat, non akan kambuh sakit kepala yang luar biasa kata nyonya, nah semenjak itu lah semuanya di hilangkan den" jelas bi sumi.


"Oh, ya sudah aku tinggal ke atas dulu ya bi" ucap Agung


"Iya den, itu minumannya sudah siap ya den" ucap Bi sumi sembari menunjuk ke arah meja makan.


"Iya bi makasih, biar nanti saya bawa saja ke atas" ucap Agung


"Sama2 den, kalau begitu bibi tinggal ke belakang dulu" pamit bi sumi


"Iya bi" sahut Agung


"Segitu parahnya kah yang kamu alami selama ini sayang, makanya dari dulu Ayah meneymbunyikan masalah ini sampai akhirnya mas mendengar sendiri dari Ayah langsung, mas kira waktu itu kamu sudah melupakan mas dan tak pernah kembali seperti bunda pergi dari hidup mas, mas janji akan sebisa mungkin membuat kamu kembali mengingat masa kecil kita tanpa ada rasa sakit yang kamu rasakan" batin Agung, tidak tega membayangkan gimana ketika kecelakaan itu terjadi pada istrinya dulu.


Sepanjang menaiki tangga sembari membawa nampan yang berisi minuman tadi, Agung sibuk dengan pikirannya, gimana cara mengembalikan ingatan istrinya tanpa melihat istrinya kesakitan.


Cecklek (pintu kamar terbuka)


Agung memasuki kamar sudah mengubah ekspreai wajahnya dengan senyumannsupaya sang istri tidak curiga.


"Loh mas, kamu bawa kesini minumannya?" Tanya Yuna melihat suaminya membawa nampan berisikan minuman yang ia pesan kepada bi sumi.


"Iya tadi mas liat ada di meja, sekalian aja mas bawa ke atas, mas letakan di sini ya sayang minumnya" ucqp Agung kepada sang istri yang tengah melakukan ritual habis mandi di depan meja rias.


"Iya bee, makasih ya uda di bawaain" ucap Yuna menatap suaminya.


"Ya sudah mas tinggal berih2 dulu ya, cup" ucap Agung ketika menatap pantulan isttinya dari cermin dan mencium puncak kepalanya.


"Iya bee" sahut Yuna sembari menatap suaminya dari cermin.


Sepeninggalan Agung, Yuna menyiapkan pakaian suaminya dan meletakannya di tepi ranjang , lalu dia mendekati meja depan sofa dan menikmati minuman segarbyang di buat oleh bi sumi, setelah itu dia turun kebawah untuk siap masak untuk makan malam dia ingin masakmakanan kesukaan sang kakak.


***


Tepat setelah magrib terdengar ada suara mobil parkir di halaman mansion salendra, sesuai perkataan bi sumi, Yuno pulang tepat setelah adzan magrib.


“Assalamualaikum” salam Yuno ketika memasuki pintu utama.


“Waalaikum salam” jawab bi Sumi ketika melihat tuan mudanya memasuki mansion. “malam den” sapa bi Sumi


“malam bi” sahut Yuno.


“aden maj bibi buatin minum?” tanya bi sumi selalu menawarkan anak asuhnya minum ketika baru pulang kerja.


“boleh bi, buatin teh panas tawar aja ya bi, tapi nanti bibi letakan di meja makan aja, aku mau shalat dan bersih2 dulu” ucap Yuno

__ADS_1


“Baik den” sahut bi Sumi dan berlalu menuju dapur.


Dan Yuno.melanjutkan langkahnya menuju kamarnya untuk bersih2 dan shalat. Dia belum mengetahui atau merasa curiga kalau di mansion ada sang adik dan adik iparnya.


Yuna selepas shalat berjamaah dengan suaminya dia ingin ke bawah untuk membantu bibi menyiapkan makan malam dan pastinya di ikuti oleh suaminya.


“mas aku ke bawah dulu ya, mau bantuin bibi siapin makan malam” ucap Yuna selepas memebereskan alat ibadah mereka.


“tunggu yank, mas ikut” ucap Agung langsung meraih tangan istrinya untuk di gandeng menuruni anak tangga.


“Lepas bee ini tangannya” pintah Yuna menatap tajam suaminya.


“kalau gak mau gimana?” ledek Agung


“ya terus gimana aku mau siapin makan malam kalau tangannya kamu pegang begini bee” protes Yuna


“cium dulu atuh, baru mas lepasin” pintah Agung


“Perasaan apa apa cium, apa apa cium, gak bosen apa” ucap Yuna


“Ya gak lah sayang, malah mas kecanduan kalau di cium kamu mah” gombal Agung, “kamu mah kelamaan ah, cup” ucap Agung langsung melepas tangan Yuna lalu mengkecup bibir sang istri dan langsung berlalu ke halaman belakang.


“Mas ke halaman belakang dulu ya sayang” ucap Agung sembari berjalan ke halaman belakang untuk menghibdari omelan Yuna.


Yuna yang mendapat kecupan di bibirnya kaget dan mematung dengan wajah merona karena belum terbiasa saja. Ketika dia tersadar langsung tengok kanan dan kiri apakah ada orang melihat adegan suaminya tadi.


Yuno selepas bersih2 dan shalat dia langsung menuruni anak tangga menuju ke ruang makan untuk makan malam. Yuno belum menyadari kalau di mansion ada sang adik, ketika sampai meja makan dan menikmati minumannya dinkagetkan dengan suara adiknya.


“Bi tolong siapain makan ya” ucap Yuno tidak melihat yang di dapur itu siapa, diabtidak menyadati kalau yang sesang di dapur itu adiknya.


Yuna tengah membuat minuman untuk suaminya, mendengar suara kakaknya, dia langsung beranjak dan memanggil kakaknya dan langsung memeluk sang kakak.


Yuno mematung ketikabada yang memeluknya tiba2.


“kakak” panggil Yuna sembari berlari.


“Hap” Yina langsung memeluk sang kakak


“ini beneran kamu dek “ tanya Yuno ketika mereka melerai pelukannya dan Yuno menatap adiknya.


“Iya kak, emang siapa lagi” jawab Yuna meyakinkan sang kakak.


“kenapa gak kasih tahu kakak, kalau mau pulang” tanya Yuno.


“Sengaja, emmmuah..” ucap Yuna langsung mencium pipi sang kakak dan langsung berlari.

__ADS_1


“Anaaaaa” teriak Yuno dengan kesal dia paling tidak suka di cium.


__ADS_2