BUCIN DARI KECIL

BUCIN DARI KECIL
16.Tidur Satu Kamar


__ADS_3

Suasana canggung menyertai pasangan suami istri yang kini saling diam di kamar sang istri, ini kali pertamanya mereka tidur dalam satu kamar setelah mereka menikah, tepatnya sang istri duduk di tepi ranjang dan sang suami duduk di sofa yang ada di kamar itu, untuk mengurangi kegugupannya Agung membuka suara untuk memulai pembicaraan.


"Ekhm, terimakasih ya de untuk hari ini" ucap Agung dengan canggung


"Terimakasih untuk apa?" Tanya Yuna


"Ya, terima kasih kamu hari ini sudah mau berpura-pura menjadi sepasang suami istri beneran di depan Ayah" jelas Agung


"Walaupun sebenernya aku ngelakuin semuanya tidak pura2 sayang" batin Agung


"Hemmm" sahut Yuna


"Aku juga gak tahu kenapa aku ngelakuin hal pura-pura ini seperti tidak ada paksaam dari siapa pun, sebenernya perasaan apa yang aku rasakan ya Allah" batin Yuna


"Dan untuk permintaan Ayah yang minta kita untuk datang ke acara wisuda Hotman gaknusah di pikirin, nanti biar mas aja yang bilang ke Ayah kalau kita gak bisa ikut dan mas sibuk karena pekerjaan di kantor, nanti Ayah juga akan ngerti" jelas Agung


"Hemmm" sahut Yuna


Yuna hanya menjawab dengan bergumam karena dia masih bingung mau dateng atau tidak karean takut jadwalnya akan sama dengan kedatangan Dimas ke singapore, sedangkan Agung menganggap Yuna tidak mau pergi dengan dirinya walaupun itu permintaan dari Ayah.


Mereka sedang asyik dengan pemikiran masing-masing hingga merak tidak sadar sama berjalan menuju ke kamar mandi ketika badan mereka bertabrakan tepat di depan pintu kamar mandi mereka tersadar dari lamunannya, ketika mata mereka saling bertemu dan Yuna merasakan seauatu yang berbeda dalam hatinya yang belum pernah iya rasakan sama siapapun, jantungnya berdetak cepat, tidak ingin Agung sampai thau kondisi jantungnya sekarang, dia pun mengakhiri kontak mata dengan Agung.


"Duh jantung gua, kenapa rasanya begini ya, alau di lihat dari deket ganteng juga ya suami gua, eh gak-gak gak mungkin gua bisa suka sama dia secepat ini" batin Yuna ketika pandangan mereka bertemu.


"Kamu cantik banget sayang kalau di lihat dari deket begini" batin Agung


"Ekhm" dehaman Yuna membuat Agung tersadar dari lamunanya


"Eh maaf maaf, mas gak tahu kalau kamu mau ke kamar mandi juga" ucap Agung


" emm, aku mau beraih-bersih dulu" sahut Yuna


"Oh ya sudah, silahkan silahkan kamu duluan aja" ucap Agung tanpa beranjak dari depan pintu hingga menutupi jalan Yuna


"Ya gimana aku mau lewat kalau mas Agung nutupin pintunya?" ucap Yuna karena posisi Agung di depan Yuna.


"oh ya sorry-sorry" ucap Agung

__ADS_1


"kenapa gua jadi bego begini sih kalau deket sama dia" batin Agung


Yuna yang memasuki kamar mandi sembari tertawa kecil melihat tingkah suaminya.


sepeninggalannya Yuna masuk ke kamar mandi Agung mennggu di sofa sembari mengecek pekerjaan dari kantor.


cekleck (suara pintu)


saking fokus memeriksa pekerjaanya sampai Yuna keluar dari kamar mandi pun Agung tidak sadar.


"ekhm, mas katanya mau ke kamar mandi" ucap Yuna


"oh ya" sahut Agung lalu beranjak menuju kamar mandi.


selepas Agung dari kamar mandi di lihatnya Yuna sudah berbaring di tempat tidur dengan posisi membelakangi pintu kamar mandi, hingga Agung bisa melihat dari belakang kalau istrinya tiduran dengan tidak nyaman seperti badannya terlihat tegang.


"De, mas tahu kamu belum tidur, rileks aja tidur nya gak usah tegang begitu, tenang aja mas gak bakalan macem- macem, biar kamu percaya mas bakalan tidur di sofa, jadi tidurnya gak usah tegang" ucap Agung


Yuna tidak bergeming masih tetap dengan pura-pura tidurnya, Agung pun mengambil bantal tepat di sebelah Yuna dan beranjak menuju sofa dan ketika ingin merebahkan badanya tiba-tiba telphonnya berdering dan ternyata ada panggilan masuk dari sang Adik, karena takut mengganggu istirahat istrinya Agungpun beranjak menuju balkon kamar untk mengangkat tellphone.


"pasti telphone dari pacarnya, sampai-sampai menerima telphone aja harus keluar, dih sadar Ana, ngapain juga kamu ngurusin urusan orang mau dia telphonean sama pacarnya ke sama siapa ke ya terserah dia ngapain kamu pikirin" gumam Yuna sendiri.


"hallo, Assalamualaikum" salam Hotman


"waalaikum salam, ada apa lo malem-malem telphone gua ganggu orang istirahat tau gak lo" jawaba Agung


"sorry-sorry brother, tapi ini penting banaget untuk kelangsungan hidup adikmu yang ganteng ini" ucap Hotmmman


"uda cepetan ada perlu apa?" tanya Agung tanpa basa basi


"Bro tolong mintain nomor Yuri dong ke kakak ipar ya, please ya Abangku yang paling ganteng" mohon Hotman


"lah kenapa pas kemarin waktu pulang dari sini lo gaaaak minta nomernya ke dia?" tanya Agung


"gua lupa Abang, gak kepikiran kesitu" jelas Hotman


"minta sendiri aja sana, kan lo punya nomer istri gua" pinta Agung

__ADS_1


"gak ah, malu gua, tolong dong ya bang please" mohon Hotman


"giliran ada maunya aja panggil bang, Abang, ya suda besok coba gua minta sama istri gua" ucap Agung


"makasih Brother" sahut Hotman kegirangan


"hemm, ya sudah istri gua lagi tidur takut ganggu dia tidur, gua tutup telphonennya" ucap Agung


"wis, berarti lo sekarang lagi tidur satu kamar dong sama kakak ipar?" tanya Hotman penasaran


"hemm" jawab Agung


"sorry bro jadi ganggu, jadi gak enak nih gua ganggu pengantin baru lagi tidur satu kamar" ledek Hotman


"baru nyadar kalau lo ganggu" sahut Agung


"ok bro silahkan lanjutkan bobok bareng istri tercintanya, Assalamualikum" pamit Hotman


"Wa'alaikum salam" jawab Agung


Setelah terima telphone Agung memasuki kamar kembali, dan melihat ke arah tempat tidur dimana istrinya tengah tertidur dan di lihat istrinya sudah terlelap karena sudah terdenngar dengkuran nafasnya. Agung pun mendekat ke arah sang istri untuk menyelimutinya, ketika sudah memastikan sang istri sudah terlelap, diapun mendaratkan kecupan di kening sang istri.



Yuna ketika tidur


Cup


“Good Night honey, have nice dream” ucap Agung pelan sembari mengusap kepala sang istri.


Lalu Agung kembali ke sofa untuk merebahkan badanya dan tidak lama kemudian diapun terlelap ke alam mimpi mengikuti sang istri.


Tengah malam Yuna terbangun dari tidurnya untuk menuju kamar mandi dan ketika hendak ke kamar mandi dia mengingat kejadian tadi dengan Agung yang menurut dia Agung sangat lucu dengan sikap Agung dan dia baru menyadari sesuatu kalau dia tidur di kamar ini tidak sendirian.


Ketika kembali ke kamar setelah membuang hajatnya dia mencoba mendekat ke arah sofa, di lihatnya suaminya tertidur tanpa menggunakan selimuat, dan Yuna pun langsung beranjak mengambil selimut di lemari lalu dia menyelimuti suaminya dengan hati-hati takut sumaminya terbangun, setelah menyelimuti sumainya dia kembali melanjutkan tidurnya.


Sebenernya ketika Yuna mulai menyelimuti dirinya, Agung mulai terusik tidurnya, ketika baru hendak membuka sedikit matanya dia melihat istrinya sedang menyelimuti dirinya, ada rasa bahagia sendiri bagi Agung kalau istrinya mulai perhatian dan peduli dengan dirinya.

__ADS_1


“Makasih sayang, kamu perhatian gini aja sudah buat mas bahagia, semoga kesabaran mas selama ini akan berbuah manis naaantinya buat hubungan kita amin Ya Allah” batin Agung


__ADS_2