
Yuna dan Yuri terus bercerita satu sama lain, sampai akhirnya Yuri menanyakan gimana dengan nafkah batin apa Yuna sudah memberikan nafkah batin kepada suaminya.
“berarti kalian sudah melakukan malam ..” ucapan Yuna terhenti langsung di timpal oleh jawaban Yuna.
“kalau itu belum”jawab Yuna
“Ko belum, tapi kalian sudah tidur satu ranjang kan?” tanya Yuri.
“Sudah” jawab Yuna
“Aduh Ana Ana, jadi lo selama ini belum kasih nafkah batin ke suami lo” ucap Yuri kepada Yuna.
“Belum, gua belum siap” jawab Yuna jujur.
“Terus gimana kalau suami lo lagi kepengen begituan, terus dia melampiaskannya dengan jajan di luar” ujar Yuri
“Maksudnya jajan di luar?” tanya Yuna dengan polosnya.
“Ya suami lo ngelakuin itu dengan ****** ****** di luar sana, lo mau” ucap Yuro mengkompori Yuna
“ih jangan sampai amit amit deh, lo jangan nakutin gua dong” ucap Yuna merasa khawatir.
“Ya makanya kasih suami lo nafkah batin sebelum dia jajan di luar, nanti gua kasih lo baju dinas malamnya khusus untuk menyenangkan suami” ucap Yuri
“gaya lo ri, kaya lo uda pernah nikah aja” sahut Yuna.
Yuna kepikiran dengan apa yang diucapkan oleh sahabatnya itu, apa benar jika tidak bisa menyalurkan hasratnya ke kita sebagai istri para lelaki akan cari wanita lain.
Agung selesai meeting dia langsung beriap untuk pergi, lalu diavl menghubungi istrinya terlebih dahulu tetapi tidak kunjung di angkat, dia pun langsung menghubungi El untuk menanyakan istrinya tengah berada dimana. Setelah mengetahui kabar istrinya masih berada di butik sang Mami, Agung pun bergegas untuk menyusul Yuna ke butik Mami Boa.
Kini Agung sudah keluar mansion meminta tolong supir untuk mengantar ke butik, sesampainya nya di butik Agung langsung bergegas turun dari mobil dan di lihatnya El ada di depan butik.
"Makasih ya mang" ucap Agung
"Sama2 den" sahut mang ujang supir keluarga salendratama
"Mang ujang pulang saja, nanti saya pulang dengan istri saya" pintah Agung
"Baik den" sahut mang ujang
Lalu Agung memasuki Boa Butik di depan pintu masuk sudah dinsambut oleh El Boduguard istrinya.
"Siang pak bos" saoa El sembari sedikit membungkukan badannya.
"Siang, istri saya masih di dalam El?"
Tanya Agung
"Masih pak bos" jawab El
***
"Selamat datang di Boa Butik" ucap Tuti sebagai Resepsonis Butik.
"Siang mbak, saya mau bertemu dengan nona Yuna" jawab Agung
"Oh my good, kenapa mbak mbak ku dari kemarin di cari oppa oppa korea terus sih, kemarin mbak Yuri di cari oppa yang mirip Kyuhyun ini oppanya mirip choi siwon mencari mbak Yuna, kapan aku di cari Jaehyun oppa" gumam Tuti sembari memandangi Agung.
"Mbak hello" ucap Agung sembati mengibaskan tangannya di depan tuti yanh sedang bengong.
"Oh iya tuan, mau ketemu mbak Yuna ya, tunggu saya panggilkan dulu dengan tuan siapa?" Tanya Tuti
"Agung" jawab Agung
"Tunggu sebentar ya tuan" ucap Tuti lalu berjalan menuju ruangan Yuri dimana ada Yina disitu.
Bukannya menunggu tapi Agung malah mengikuti Tuti dari belakang.
Tok tok tok
"Masuk" sahut Yuri dari dalam ruangan.
Ceklek( ointu terbuka)
__ADS_1
"Kenapa tut?" Tanya Yuri melihat tuti di ambang pintu
"Ada yang nyari mbak Yuna?" Ucap Tuti kepada Yuna
"Siapa tut?" Tanyab Yunan mengerutkan keningnya perasaan dia tidak mempunyai janji dengan siapapun
"Siapa ya tadi namanya, lupanaku mba
"Siapa sih" tanyabYuna mentap sahabatnya, Yuri hanya menaikan bahunya bertanda dia juga tidak tahu.
Belum juga tuti menjawab pertanyaan Yuna lagi tiba tiba Agung memasukin Ruangan Yuri melewati Tuti yang di ambang pintu
"Sayang, daribadi aku hibungin kamu gak di angkat angakat" ucap Agung tiba tiba msuk langsung menghampiri istrinya dan menciumn keningnya.
'Cup'
Tuti dan Yuri terbengong melihat adegan romantis di depannya.
"Mas malu nih ada Tuti sama Yuri"peotes Yuna
"Siang ka Agung" sapa Yuri
"Hemm" sahut Agung
"Kamu sudah seleaai belum, kalau sudah kita ke rumah Ayah sekarang Yuk" jaka Agung menatap sangat istri.
"Sudah ko, Ri gua pergi dulu ya" pamit Yuna llu mengambil tasnya yang ada di atas meja kerj Yuri.
"Iya" sahut Yuri
"Sukses buat nanti malem semoga jadian" ucap Yuna lepada sahabatnya dan langsung menggandeng Agung keluar dari butik, semua para kariyawan menatap Agung terkagum kagum.
Kini mereka berdua tengah berada di mobil dengan di supiri oleh El, di dalam mobil Yuna terus menanyakan tentang tante dan omnya Agung gimana orangnya dan juga seperti apa.
"Bee, sebenarnya yang kita mau datangin tuh rumah Ayah apa Om Rangga?" Tanay Yuna
"Sebenarnya itu dulu rumah Ayah, ketika Ayah baru buka cabang sj Group di jakarta, tetapi setelah SJ group cabang di pegang om Rangga, Ayah memberikan Rumah itu untuk om Rangga dan tante imna, sebagaihadiah pernikahan mereka" jelas Agung
Yuna pun samapai tidak percaya kalau suminya dan dirinya akan mempunyai sepupu baby, rata rata orang mempunyai sepupu itu seumuran atau jarak 2 tahun atau 2 tahun tetapi ini berbeda dengan suaminya, suaminya akan mempunyai sepupu beby yang lebih oantas jadi anak mereka bukannya sepupu.
Mereka terus mengobrol sampai mereka tidak sadar kalau sudah sampai di depan rumah Om rangga.
Ketika mereka hendak memasuki rumah mereka berpapasan dengan salah satu pembatu yang sudah lama kerja di keluarga surya jaya.
"Assalamualaikum bi" ucap Agung
"Waalaikim salam, atuh ini teh den Agung, aden apa kabar?" Tabya Bi Euis sembari menatap tuan mudanya dengan intes.
"Alhamdulilah baik bi, bini apa kabar?" Tanya balik Agung
"Baik dwn Alhamdulilah, atuh ini teh siapa den?" Tanya Bi Euis sembari menatap Gadis cantik di samping tuan mudanya.
"Oh ya sayang kenalin ini bi euis, bi kenalin ini istri aku" ucap Agung memperkenalkan Yuna.
"Yuna bi" ucapnYuna sembati mencium tangan bi Euis
"Atuh tangan bibi mah kotor non" ucap Bi Euis tetapi Yuna tetap mencium tangannya.
"Aduh geulis pisan atuh istri aden" puji bi Euis
"Yang lain pada kemana bi?" Tanya Agung yang melihat sekitar rumah sangat sepi.
"Tuan kangta di ruang tangeh, kalau Nyonya Imna ada di kamar dan, kalau tuan Rangga sama den Hotman ke kantor den" jelas bi Euis
"Ya sudah bi kita masuk dulu ya" ucap Agun
"Iya den, silahkan" sahut bi Euis
"Mari bi" pamit Yuna
"Iya non" sahut Bi Euis
Agung dan Yuna memasuki rumah dan di lihatnyan di ruang tengah ada sang ayah yang sedang menyaksikan acara olahraga dengan sambil duduk di sofa.
__ADS_1
"Assalamualaikum yah” icap Agung dan Yuna beraamaan.
Aysh Kangta yang sedang asik menonton tv ketika mendengar suara putranya otomatis langsung menengok.
“waalaikum salam,kalian sampai jakarta kapan ko gak kabarin Ayah” ucap Ayah Kangta melihat putra dan menanatunya tiba tiba ada di hadapannya.
“Kejutan dong yah, kalau di kasih tahu, bukan kejutan namanya, ya gak yank” jawab Agung sembari menggandeng Yuna menghampiri Ayahnya di ruang tengah.
“ayah apa kabar?” tanya Agung sembri mencium tangan Ayah dan memeluknya.
“ayah baik selama anak anak ayah dan menantu ayah baik, kamu sendiri gimana lukanya sudah baikan?” tanya balik Ayah Kangta
“alhamdulillah sudah sembuh yah, sudah bisa bergerak dengan bebas” jawab Agung
“alhamdulillah kalau sudah sembuh” ucap Ayah Kangta
Yuna melihat interaksi Ayah mertua dan suaminya tepat di hadapannya, tiba tiba dia teringat akan papi dan maminya.
“Yah” lirih Yuna mencium tagan Ayah mertuanya.
“nak apa kabar?” tanya Ayah Kangta kepada menantunya.
Bukannya menjawab pertanyaan Ayah mertuanya, Yuna malah minta peluk sama Ayah Kangta.
“boleh Ana peluk Ayah” izin Yuna
“boleh dong” jawab Ayah Kangta langsung merentangkan tangannya dan Yuna pun langsung berhambur memeluk Ayah Kangta, dan air mata Yuna pun sudah tidak bisa dia tahan lagi ketika di peluk oleh Ayah Kangta, dia terisak dalam pelukan Ayah mertuanya.
Ayah Kangta dan Agung saling pandang, mereka bingung kenapa Yuna tiba tiba menagis ketika di peluk Ayah.
“kamu kenpa nak, apa putra Ayah menyakiti kamu?” tanya Ayah Kangta sembari menenangkan menantunya dengan menepuk nepuk pelan lengan Yuna.
“mana ada Agung nyakitin istri Agung yah, kamu kenpa sayang?” tanya Agung sembari membelai rambut sang istri yang masih dalam pelukan sang Ayah
“hiks hiks.., Ana hanya kangen sama papi dan mami, yah” jawab Yuna dalam isak tangisnya.
“kamu doain saja ya, biar mami kamu cepat sembuh dan mereka bisa kumpul bareng kita semua” ucap Ayah mencoba menasehati menantunya.
“iya sayang, nanti kalau mas ada waktu, nanti kita bekunjung ke papi sama mami ya” sambung Agung ikut menennangkan istrinya.
Agung mengerti gimana perasaan istrinya walaupun kadang di hadapannya terlihat baik baik saja tapi hati dan pikirannya tidak jauh memikirkan sang mami.
“yang bener bee” tanya Yuna yang sudah mulai tenang melepas pelukan dari Ayah Kangta.
“ya bener dong sayang, nanti kita cari waktu yang pas ya” ucap Agung menatap istrinya sembri menghapus bekas air mata yang jatuh di pipi Yuna.
“iya bee, terimakasih ya yah, yah sudah sayang sama Ana” ucap Yuna mnatap Ayah Kangta
“kamu bicara apa sih, tentu ayah sayang sama kamu, Ayah sudah menganggap kamu itu seperti putri ayah sendiri, makanya nanti kalau suami kamu macem macem atau nyakitin kamu lapor sama Ayah ya” ucap Ayah kangta sembari melirik ke arah putranya.
“Wah wah kayaknya da yang mau menggeser posisi aku nih” sindir Agung melihat interaksi Ayah dan istrinya.
“Oh ya Yah, tante Imna dimana?” tanya Agung dari tadi dia belum melihat tantenya.
“ayah gak tahu ya, sepertinya di kamarya deh, tunggu sebnetar” ucap Ayah Kangta lalu dia memanggil bi Euis untuk meminta memanggil adik iparnya.
“Bi bi euis” panggil Ayah Kangta
“iya tuan, ada yang bisa saya bantu” tanya bi euis
“tolong panggilkan Imna, bilang kalau ada Agung dan istrinya” pintah Ayah kangta.
“baik tuan” sahut bi euis
“ oh ya bi setelah itu tolong buatin minum buat mereka ya” pintah Agung
“tidak usah Yah, biar nanti Yuna buat sendiri aja minumnya” tolak Yuna
“oh baiklah nak, bi buat minumnya tidak jadi ya, biar nanti mantu saya yang akan buat sendiri” ucap ayah kangta
“baik tuan” sahut bi euis
Bi euis berjalan meninggalkan ruang tengah menuju kamar yang di tempati tante Imna dan Om Rangga.
__ADS_1