BUCIN DARI KECIL

BUCIN DARI KECIL
97. Mau naik Trolly


__ADS_3

Agung sudah mengurus semua kuliah Yuna, mulai bulan depan Yuna sudah mulai kuliah online karena 2 minggu menjelang pernikahan Yuno mereka semua akan kembali ke tanah air, untuk masalah perusahaan Agung menyerahkan semuanya kepada Krisna, mungkin nanti Agung hanya akan mengunjunginya sesekali, karena permintaan sang istri mereka akan menetap tinggal bersama mami papihnya di Indonesia.


Shany merasa sedih sahabatnya akan pindah kembali ke negaranya, tapi mau bagaimana lagi mungkin karena Yuna terlalu lama pisah dengan orang tuanya apalagi keadaannya sahabatnya itu tengah mengandung mungkin bawaan dari bayinya juga yang ingin dekat dengan oma opahnya.


Hari ini dimana mereka semua akan pindah kembali ke indonesia, setelah Yuno menikah papi Kadir memutuskan untuk pensiun dan akan menjadikan Yuno pemimpin untuk SM Group, sedangkan Agung akan memegang SJ Group kantor cabang jakarta karen setelah Hotman menikah Hotman akan memegang kantor pusatnya di bandung sesuai kesepakatan yang mereka buat dengan Ayah Kangta, dan untuk kantor cabang SM yang di Singapore itu masih jadi tanggung jawab Agung tetapi selama dirinya tinggal di indonesa semua masalah kantor yang handle semuanya Krisna sahabat sekaligus asisten pribadinya.


Agung dan Yuna sebelumnya sudah konsultasi terlebih dahulu ke dokter kandungan sebelum melakukan penerbangan pesawat, alhamdulillah perkembangannya semuanya bagus dari kondisi ibunya dan juga janinnya.


“Sudah siap sayang” ucap Agung berdiri di hadapan istrinya yang tengah duduk di sofa sembari membawa satu buah koper di tangannya.


“Sudah bee” jawab Yuna mendongakkan kepalanya menatap wajah tampan suaminya, lalu Agung mengulurkan tangnya dan langsung di sambut oleh Yuna, mereka berjalan saling bergandengan keluar dari kamar dan bergegas turun ke lantai bawah dengan menggunakan lift.


Sesampainya di lantai bawah ternyata semuanya sudah siap untuk brangkat, ada papi maminya, dan tidak ketinggaln juga mbok Darmi dan mang jajang suaminya yang akan ikut pulang ke tanah air juga.


“Maaf ya semuanya kita lama” ucap Yuna ketika sampai di lantai bawah melihat semuanya tengah menunggu dirinya.


“Gak papa sayang, gak usah terburu buru” ucap mamih Boa


“Duhhh, senengnya si mbok yang mau pulang kampung habis kerja TKW di singapore ya mbok” ledek Yuna yang melihat pancaran kebahagiaan di wajah mbok Darmi dan juga suaminya.


“Si non bisa saja, ya pasti seneng banget lah non kan mau bertemu saudara saudara” sahut si mbok


“Ya sudah Yuk berangkat sekarang” ucap papih Kadir.


“Iya pih” sementara perempuan pada masuk ke dalam mobil, para lelaki mengurus barang barang untuk di masukan ke mobil.


Akhirnya semua rombongan sudah memasuki mobil, lalu mobil berjalan meninggalkan mansion untuk menuju airport, di karena kan Yuna tengah mengandung mereka akan menggunkan pesawat pribadi milik papi Kadir agar Yuna terlihat lebih nyaman di dalam pesawat.


***


Sedangkan di lain tempat di sebuah hotel seorang wanita dan seorang leleki tengah berdebat, dan sepertinya laki laki itu tengah memohon sesuatu kepada wanitanya.


“Ren please, aku sebentar lagi akan menikah tolong jangan ganggu aku lagi” ucap Sonya wanita itu adalah Sonya, selepas dia bertemu dengan WO yang mengurus pernikahannya dengan Yuno, dia bertemu Rendy mantan kekasihnya, Rendy tidak terima jika secara tiba tiba Sonya memutuskan hubungan mereka, dia sebenarnya sangat mencintai Sonya, hanya karena tergoda dengan salah satu model saingan Sonya yang memang tujuannya ingin merebut Randy dari Sonya, dan sonya mengetahui perselingkuhan mereka dan langsung memutuskan hubungannya dengan Rendy secara sepihak.


“Ok, ok akun janji tidak akan ganggu kamu lagi tapi kasih aku waktu sehari saja aku ingin seharian menghabiskan waktu sama kamu, please sayang yah, setelah itu aku tidak akan mengganggu kamu lagi aku janji” ucap Rendy dengan memohon, Randy ini adalah anak dari salah satu pemilik agensi artis dan model di Indonesia, awal mereka kenal katika Sonya dulu menjadi salah satu model dari Agensi papanya Rendy.


“Baiklah, hanya hari ini saja setelah itu kamu jangan pernah muncul atau menemui aku lagi janji” ucap Sonya akhirnya luluh dengan rayuan Rendy.

__ADS_1


“Janji sayang” sahut Rendy, dia merasa senang akhirnya Sonya mau mengikuti permintaannya.


“Walaupun aku tidak bisa memiliki kamu, aku akan buat kamu selalu terikat dengan aku sayang” batin Rendi dengan senyum liciknya.


“Ayo jadi apa tidak, kalau tidak aku pulang nih” ucap Sonya membuat Rendy tersadar dari lamunannya.


“Jadi dong sayang”sahut Randy langsung meraih tangan Sonya untuk di gandeng dan berjalan keluar dari area Hotel menuju mobilnya.


“Bisa gak gak usah pegang pegang” protes Sonya ketika tanganya di genggam oleh Rendy.


“Kamu sudah sepakat seharian akan menemani aku, jadi terserah aku dong sayang mau ngapain saja sama kamu, kita nikmati saja kencan sehari kita” ucap Randy


“Jangan macem macem ya kamu Ren” ucap Sonya ketika melihat raut wajah Rendy yang mencurigakan.


“Ok, kali ini kami boleh jual mahal sayang, kita lihat saja nanti, aku akan membuat kamu memohon mohon sama aku nantinya” batin Rendy, lalu mereka memasuki mobil milik Rendy dan mereka siap untuk berkencan dalam 1 hari ini.


“Sekarang kamu mau kemana sayang?” Tanya Rendy ketika sudah menjalankan mobilnya sembari melirik ke arah Sonya lalu tangannya terulur menggenggam tangan Sonya dan sedangkan tangan satunya dia gunakan untuk memegang stir mobil.


“Ko tanya aku, kan kamu yang ngajakin pergi” ucap Sonya dengan jutek


“Ya siapa tahu ada tempat yang mau kamu kunjungi gitu, atau kamu mau Shopping?” Ucap Rendy memberi ide kepada Sonya.


“Pacar siapa sih sayang, dari dulu sampai sekarang kan pacar aku itu hanya kamu, untuk kejadian waktu itu aku minta maaf bukan aku yang salah, dia yang sudah menjebak dan menggoda aku sayang karena dia iri sama kamu katanya, jadi gimana mau shopping?” Jelas Rendy lalu dia menawarkan hobi Sonya yaitu Shopping dan Sonya pun langsung menganggukkan kepalanya.


“kalau begitu senyum dong jangan jutek jutek terus sama aku” ucap Rendy lalu Sonya pun langsung menatap wajah Rendy dan tersenyum.


“Ok, lets go kita shopping, nanti terserah kamu mau shopping apa saja” ucap Rendy lalu mencium tangan Sonya yang ada di genggamannya.


“Yes, ada untungnya juga gua nurutin kemauan Rendy” batin Sonya


Akhirnya Rendy mengajak Sonya untuk Shopping ke salah satu mall terkenal di jakarta setelah itu dia akan mulai menjalankan rencananya. Karena menuruti permintaan Rendy, Sonya membatalkan janjinya dengan Yuno, tadinya selepas dia bertemu dengan WO Sonya janji akan ikut menjemput keluarga Yuno di Airport.


“Loh sayang kamu sendiri, katanya nak Sonya mau ikut?” Tanya Mami Boa ketika sudah bertemu Yuno di Airport.


“Oh tadi dia habis bertemu dengan WO, tiba tiba ketemu teman lamanya,terus di ajakin temennya kemana gitu aku lupa” jawab Yuno sesuai apa yang Sonya katakan kepadanya, “tapi nanti kalau dia sesalai lebih cepat dia akan datang ke mansion katanya mih” sambung Yuno


“Oh ya sudah, kirain mamih kenapa dia gak jadi ikut” sahut Mami Boa

__ADS_1


“Gak ada yang ketinggalan gung?” Tanya Yuno melihat adik iparnya sedang membantu memasukkan barang ke mobil.


“Gak ada bang” jawab Agung, “ sayang hayo kamu ngapain disitu, kita masuk mobil sekarang yuk” panggil Agung ketika melihat sang istri malah menjauh dari area lobby penjemputan.


“Hei, kamu ngapain disini?” Tanya Agung menghampiri istrinya.


“Bee, aku mau naik itu tapi yang dorong maunya ka Yuno” ucap Yuna sembari menunjuk ke arah anak kecil yang sedang menaiki trolly yang buat membawa koper.


“Ngapain sayang, kan kita sudah mau pulang tuh, semuanya sudah naik mobil” ucap Agung sembari menunjuk ke arah mobil terlihat mami dan papi sudah masuk mobil semua tetapi pintu mobil belum tertutup jadi masih terlihat dari luar.


Mendengar ucapan suaminya tiba tiba Yuna langsung berjongkok lalu menundukan kepalanya dan seketika langsung terisak,” hiks... hiks...”


“Hei sayang kenapa menangis?” Tanya Agung sembari ikut berjongkok di depan istrinya dan mengelus kepala Yuna.


“Aku mau naik itu tapi kamu gak bolehin, hikss...hiks...” ucap Yuna sembari terisak.


Dari dalam mobil Mami, Papi dan juga Yuno melihat Yuna dan Agung seperti sedang ada masalah, mereka pun turun kembali dari mobil dan menghampiri Agung dan juga Yuna.


“Ya sudah iya, mas akan minta abang untuk dorongin trolinya sekarang kamu bangun ya, kita ambil trollynya sekarang” ucap Agung dan langsung mendapat anggukan kepala dari Yuna, dan Yuna pun seketika langsung menghentikan tangisannya.


“Kenapa gung?” Tanya papi Kadir


“Kamu kenapa sayang?” Sambung mami Boa


“Ini mih, pih Ana mau naik trolly pengangkut koper katanya” jawab Agung


“Maksudnya naik trolly gimana?” Tanya Mami Boa


“Ana mau naik trolly seperti anak kecil itu tapi dia mau yang dorong trollynya bang Yuno” jelas Agung


“Apa, gua, gak ah gak mau, lagian kamu permintaannya ada ada saja sih dek” sahut Yuno


“Huaa, hikss...” Yuna langsung menangis ketika mendapat penolakan langsung dari Yuno.


“Bang ayolah, mungkin ini bawaan bayinya dari pada Ana nangis terus” ucap Agung memohon.


“Iya sayang, turutin lah permintaan adiknya” sambung mami Boa

__ADS_1


“Ok ok baiklah” sahut Yuno akhirnya dia menuruti kemauan sang adik.


__ADS_2