BUCIN DARI KECIL

BUCIN DARI KECIL
43. Deja Vu


__ADS_3

Selepas Yuna mencium pipi kakaknya secara tiba2 terjadilah kejar kejaran antara kakak adik itu, tetapi seketika Yuna berhenti dari larinya ketika dia melihat bayangan sekilas 2 anak kecil yang sedang kejar kejaran, seperti sekarang yang tengah dia lakukan dengan sang kakak dan tiba2 dia memegangi kepalanya yang terasa sakit.


“Ah shh sakit” triak Yuna kesakitan semabri memegangi kepalanya


Yuno melihat adiknya tiba2 histeris kesakitan langsung mendekati sang adik, dan Agung yang sedang di halaman belakang mendengar suara sang istri langsung memasuki mansion di lihat istrinya terduduk di lantai sembari memegangi kepalanya dan ada Yuno juga di situ.


“dek kamu kenapa, jangan becanda deh, gak lucu becandanya” tanya Yuno mengira adiknya sedang pura2.


“Sayang, hei kamu kenapa” panggil Agung melihat istrinya kesakitan langsung dia bawa istrinya dalam pelukannya mencoba menenangkan sang istri.


“Bang Ana kenapa?” Tanya Agung kepada sang kakak ipar.


“Gua juga gak tahu tadi kita lagi kejar2n tiba tiba Ana seperti ini” jelas Yuno


Dari jawaban sang kakak ipar Agung sudah menebak kalau istrinya pasti telah mengingat sedikit masa lalunya seperti apa yang di katakan bi suami tadi.


“Bang tolong ambilkan obat yang ada di tas Ana di atas meja riasnya, cepetan” pintah Agung meninggikan suaranya karena panik.


Mendengar pintah adik iparanya, Yuno langsung menaiki tangga untuk mengambil obat seperti apa yang adik iparnya katakan tadi.


Bi sumi dan para pelayan mendengar ribut2 di ruang tengah langsung menghampiri sumber suara, di lihat ternyata sang nona muda sedang histeris kesakitan di pelukan suaminya, yang sudah Agung pindahkan istrinya di sofa, lalu di lihatnya Yuno berlari menuruni anak tangga.


“Den, non kenapa kesakitan begitu?” Tanya bi sumi


“Gak tahu bi, sepertinya Ana sedang berusaha mengingat sesuatu, bi bisa minta ambilkan segelas air putih” pintah Agung


“Baik den, kalian bubar2” pintah bi sumi kepada para pelayan lainnya dan dia pun berlari menuju dapur untuk mengambil air minum.


“Bee, sakit” seru Yuna dalam pelukan suaminya.


“Iya sayang mas tahu, nih minum dulu obatnya” ucap Agung ketika obatnya sudah ada pada dirinya dan langsung mengambil satu butir obatnya lalu dia masukan ke dalam mulut sang istri.


“Ini den minumnya” ucap bi sumi sembari menyerahkan segelas air untuk nona mudanya dan Agung langsung meminumkannya kepada istrinya.


Beberapa menit kemudian istrinya mulai tenang dan memejamkan matanya karena efek obat, langsung dia gendong istrinya menuju kamar dan di ikuti oleh Yuno dari belakang.


Sesampainya di kamar Agung langsung merebahkan istrinya di tempat tidur dia merasa sakit hatinya di kala melihat keadaan istrinya kesakitan seperti tadi, karena baru pertama kalinya dia melihat secara langsung gimana kesakitannya ketikan istrinya mencoba mengingat sesuatu tentang masa lalunya.


“Apa selama abang tinggal dengan Ana, Ana pernah mengalami seperti ini?” Tanya Agung menatap sang kakak iparnya dan tangannya setia menggenggam tangan sang istri.


“Gak pernah, terakhir kali Yuna kambuh seperti tadi ketika dia baru lulus SMA” jelas Yuno.


“Sayang, mas janji sebisa mungkin kejadian seperti ini tidak akan terjadi lagi” ucap Agung masih tetap mengenggam tangan Yuna dan menatap wajah Yuna yang masih memejamkan matanya karena efek dari obat.


“Apa mau gua panggil dokter aja Gung?” Tanya Yuno sembari menepuk pindak adik iparnya sebenera juga dia tidak tega melihat keadaan adiknya seperti ini.


“Nanti aja bang nunggu Ana bangun” jawab Agung.


Bebrapa menit kemudian yuna membuka matanya di lihat sekelilingnya dengan kepala yang masih terasa berat dan tatapannya berhenti tepat pada suaminya dan juga sang kakak yang berdiri tepat di belakang suaminya.


“alhamdulilah sayang, kamu sudah bangun, gimana? Kamu sudah enakan” ucap Agung ketika melihat Yuna membuka matanya.


“minum bee” ucap Yuna dan Agungpun langsung membantu istrinya untuk minum.


“apa yang kamu rasakan dek, mau kakak panggilkan dokter?” tanya Yuno


“gak usah ka, aku hanya sedikit pusing saja, mungkin bentar lagi akan hilang” tolak Yuna berusaha merubah posisinya menjadi duduk dengan bantuan suaminya.


“ya sudah, sekarang kamu makan dulu ya sayang, baru setelah itu kamu istirahat lagi, nanti masuk angin kalau tidur dalam keadaan perut kosong, biar mas suapin ya” bujuk Agung


“gak mau disini tapi makannya, aku mau di bawah aja makannya bareng2 sama kakak, aku sudah masak spesial buat kakak soalnya, boleh ya” ucap Yuna memohon.


“tapi sayang” belum Agung selesai bicara Yuna sudah mencoba merayu suaminya lagi.


“please bee, aku sudah baikan ko, boleh ya please” bujuk Yuna memasang wajah memelas., kalau sudah seperti itu pasti Agung bakalan lulu ini mah.


“ya sudah, mas izinin kamu makan di bawah tapi mas gendong sampai ruang makan, mas tidak terima protes” pintah Agung dengan tegas.


“tapi bee, aku bisa jalan sendiri ko kaau cuman hanya sampai ruang makan mah masih sanggup jalan” protes Yuna

__ADS_1


“uda deh kalian tuh ya banyak drama banget, kamu juga dek tinggal ikutin aja apa kata sumi kamu yang posesf ini” sambung Yuno melihat suami istri terus berdebat.


“baiklah” akhirnya Yuna mengikuti apa kata suaminya dengan mencerutkan bibirnya.


Agung pun langsung meggendong istrinya ala bridal style menuju ruang makan dengan di ikuti Yuno dari belakang mereka.


“jangan cemberut begitu sayang” ucap Agng melihat ekspresi istrinya masih mencerutkan bibirnya karena tidak di izinkan jalan sendiri. Tidak ada sautan dari sang istri, dan ekspresinya masih sama.


“cup” Agung langsung mengecup bibir sang istri yang mengghoda itu dan otomatis Agung dapat pukulan di dadanya dari sang istri.


“bee, main nyosor aja, gak liat di belakang kita ada siapa” protes Yuna dengan wajah merona karena malu tiba tiba di kecup bibirnya oleh Agung tepat di depan sang kakak.


“lagian bibir kamu menggoda sih sayang” ucap Agung tanpa malu walaupun ada sang kakak ipar, mendengar ucapan ucapan suaminya, otomatis Yuna meneymbunyikan wajahnya ke dada Agung dalam posisi masih dalam gendongan suaminya.


“terus saja, terus pamer kemesraan, gak liat di sisni ada orang yang jomblo” sindir Yuno


“bilang iri bang, makanya cari pasangan sana” sahut Agung


“ckh” yuno hanya berdecak menanggapi ucapan adik iparnya


Sesampainya di meja meja makan Agungpin langsung mendudukan istrinya.


“bi sumi, kita mau makannya” ucap Yuno memanggil Bi sumi yang sedang di dapur.


“baik den” sahut bi sumi dan langsung beranjak dari dapur menuju meja makan.


“atuh si non sudah baikan?” tanya bi sumi melihat nona mudanya sudah bergabung makan di meja makan.


“Alhamdulilah bi sudah enakan” jawab Yuna


“Alhamdulailah” sahut bi sumi sembari mengambilakan makanan buat tuan mudanya.


“Ini den” Uvap Bi sumi sembari menyerahkan maknannya kepada Yuno


“Maksih bi” ucap Yuno ketika menerima maknan dari bi sumi.


“Sama sama den, ini semua non yang masak loh den spesial buat aden katanya” jelas bi sumi.


“kamu gak masak makan kesukaan mas yank” protes Agung


“Sirik aja lo” sindir Yuno


“Wajar lah orang yang masakin abang istri aku, bukan istri abang” protes Agung menatap sang kakak ipar.


“iya tapi lo harus inget istri lo itu adek gua” sahut Yuno


Yuna dan Bi sumi melihat perdebatan mereka hanya geleng geleng kepala.


“Non mau di buatin minum apa?” tanya bi sumi


“Air putih ini aja bi cukup ko” jawab Yuna sambil mengangkat gelas yang berisi air putih.


“baik non kalau begitu bibi tinggal kebelakang dulu ya” ucap Bi sumi, mereka mengobrol tanpa mempedulikan dua pria tampan yang masih berdebat.


“Uda lah kalian tuh kalu ketemu selalu aja ribut” tegor Yuna melihat kelakuan kakak dan suaminya.


“kakak kamu tuh” ucap Agung dan Yuno bersamaan.


“Suami kamu tuh” ucap Yuno dan Agung bersamaan.


“ uda deh perdebatan kalian tuh bikin aku tambah pusing tau gak” tegor Yuna membuat perdebatan kedua pria tampan di hadapannya itu otomatis keduanya langsung terdiam.


“Iya maaf sayang” ucap Agung menatap sang istri.


Mereka pun langsung fokus pada makanan masing masing setelah dapat teguran dari Yuna.


***


Si waktu yang bersaamaan, di salah satu rumah mewah sehabis magrib Hotman dan Om rangga baru sampai rumah, karena sebelum pulang ke rumah mereka mampir ke super market untuk membeli bahan maknan.

__ADS_1


“assalmualikum” salam Om rangga memasuki rumah meninggalkan Hotman yang tengah mengeluarkan barang hasil mereka belanja.


“waalikum salam” sahut Ayah Kangta yang sedang menikmati acara televisinya di ruang keluarga.


Rangga melihat Abangnya ada di ruang keluarga sedang menonton televisi diapun langsung menghampiri Abangnya.


“Akhirnya kalian datang juga” ucap Ayah kangta ketika melihat adiknya sudah datang.


“Apa kabar bang?” tanya Rangga


“baik” jawab Ayah Kangta


“gimana kabar si Agung katanya kemarin masuk rumah sakit?” tanya Rangga tentang keadaan ponakannya yang katanya masuk rumah sakit.


“baik, 4 hari yang lalu sudah di perbolehkan pulang” jelas Ayah Kangta.


“Syukur deh kalau sudah baikan” ucap Rangga senang mendengar ponakannya sudah baik baik saja.


“Ponakan mu mana, ikut pulang kan?” Tanya Ayah Kangta melihat adiknya masuk hanya sendiri.


“Ikut lah bang, tuh di depan lagi ngeluarin barang belanjaan, soalnya kita tadi sebelum pulang belanja bahan makanan dulu ke super market, biasa mau ada yang masakin” jelas Rangga


“dia yang mau masakin apa kamu yang minta di masakin” sindir Ayah Kangta


“heee, abang tau aja kalau aku minta di masakin” ucap Rangga terkekeh mendengar sindiran Abangnya.


“Dasar” sahut Ayah Kangta


“Imna kemana bang?” tanya Rangga tidak melihat istrinya dari dia memasuki rumah.


“di kamar kayaknya, oh ya dek kapan kamu mau ngajuin cuti perut istrimu uda sebesar itu?” tanya Ayah Kangta.


“rencananya bulan depan bang, pas usia kandungan Imna memasuki 8 bulan” ucap Rangga


“Ya bagus kalau begitu” tanggapan Ayah Kangta.


“Ya sudah bang, aku tinggal ke kamar dulu” ucap Rangga lalu pergi meninggalkan Abangnya menuju kamarnya


“Hemmm” aahut Ayah Kangta.


Tidak lama kemudian Hotman memasuki rumah dengan membawa banyak belanjaan di kedua tangannya, sembari mengomeli om nya yang tidak mau membantu malah masukbrumah duluan.


“Om Rangga, bukannya bantuin, main tinggalin aja” omel Hotman ketika memasuki rumah dan bisa terdengar oleh Ayah Kangta.


“Salam dulu boy, kalau masuk rumah,jangan ngomel kaya mak mak aja kamu” tegur Ayah Kangta


“Lupa Yah, Assalmualikum” uvap Hotman sembari cengengesan.


“Kebiasaan” sahut Ayah Kangta.


“Maaf yah, lagian tuh adik Ayah bukannya bantuin, ida tahu habis belanja bawa barang banyak malah main pergi aja” protes Hotman meletakan belanjaanya di meja dapur.


“Bi tolong beresin semua belanjaannya, dan bibi gak usah masak, soalnya saya yang akan masak makan malam nanti” ucap Hotman meminta pelayan untuk membereskan belanjaannya.


“Baik den” sahut Bibi


Lalu Hotman langsung menghampiri sang Ayah dan mencium tangannya.


“Apa kabar yah?” Tanya Agung


“Baik” jawab Ayah dengan pandangan masih tetap fokus ke layar tv.


“Gimana kemarin sama Abang dan kakak ipar yah, pas Ayah ke sana keadaannya?” Tanya Hotman menanyakan keadaan sang kakak yang sekitar 2 hari yang lalu di kabarkan masuk rumah sakit.


“Lukanya gak terlalu dalam jadi hanya perlu nginep semalam lalu besoknya sudah boleh pulang” jelas Ayah Kangta, “kenapa sih pada nanyain keadaan Agung ke Ayah? Tadi om kamu sekarang kamu, kalian kan punya handphone, kalian bisa menghubungi langsung orangnya” ucap Ayah Kangta.


“Mals yah, nanti kalau di hubungin dia mah jadi kegeeran” ucap Hotaman


“Ya sudah yah, aku tinggal ganti baju dulu mau masak habis ini soalnya” izin Hotman

__ADS_1


“Hemm” sahut Ayah Kangta.


__ADS_2