
Ayah Kangta memanggil kedua putranya ke ruang kerja karena ingin membahas maslah yang kemarin iya debatkan dengan Hotman, sekarang Ayah Kangta sudah menentukan siapa yang kan menggantikan dirinya untuk memimpin SJ group kantor pusat.
Ayah Kangta duduk di kursi kebesarannya dan sudah siap untuk bicara dengan kedua putranya yang kini sudah duduk tepat di hadapannya.
"Ok Boys, tahu kenapa kalian Ayah panggil kesini?" tanya Ayah Kangta menatap kedua putranya, Agung dan Hotman pun sama sama menggelengkan kepalanya.
"Ayah sudah menentukan siapa yang akan menggantikan ayah di SJ Group dan ini sudah keputusan final Ayah dan tidak ada yang boleh mengganggu gugat, kalian mengerti" ucap Ayah dengan tegas.
"iya yah" jawab Agung dan Hotman bersama.
"Dan keputusan Ayah yang akan menggantika Ayah di SJ Group adalah Hotman, itu sudah keputusan final Ayah" ucap Ayah
Otomatis Hotmannpun langsung menatap ke arah sang kakak,
"tapi apa tidak masalah bang harusnya yang lebih berhak menggantikan Ayahkan Abang" ucap Hotman merasa tidak enak dengan Agung.
"gua gak papa man, gua tidak mempermasalahkan hal itu, lagian juga gua sudah di beri tanggung jawab sama papi mertua gua untuk memimpin SM Group cabang di singapore, dan jika memang Ayah sudah menentukan seperti itu berarti lo pantas menjadi pemimpin SJ Group" ucap Agung mentap saudaranya itu.
"thank you brother" ucap Hotman langsung memeluk Agung.
"it's ok, Selamat ya" ucap Agung
"ya kan man, apa ayah bilang, Abangmu itu tidak mempermasalahkan mau kamu ataupun Om kamu yang kan menggantikan Ayah bagi dia itu tidak masalah" sambung Ayah.
"terimakasih yah, sudah memberi kepercayaan kepada adek, dan insya allah adek akan jaga kepercayaan yang di berikan Ayah" ucap Hotman berdiri dari duduknya dan langsung memeluk sang Ayah.
"terus sekarang kapan kamu siap untuk menggantikan Ayah?" tanya Ayah melerai pelukannya dari putra bungsunya.
"emm, boleh tidak gantiin Ayahnya kalau adek sudah Nikah saja supaya adek juga bisa tinggal disini dan jaga Ayah" ucap Hotman dengan memohon.
"alah itu mah alasan lo aja bilang aja lo gak bisa jauh dari ayang bebnya kalau diminta menggantikan Ayah sekarang" sambung Agung
"hee hee, ya itu salah satunya" sahut Hotman sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
tidak terasa obrolan 3 pria tampan berbeda generasi itu mengobrol samapi pukul sepuluh malam, entah apa yang mereka bicarakan yang pasti mereka membicarakan tentang masalah perusahaan.
selesai dari ruang kerja Ayahnya, Agung langsung menuju kamarnya yang terletak di lantai atas, satu persatu anak tangga ia naiki hingga Agung sampai di lantai atas. sesampainya di depan pintu kamarnya Agung langsung membuka pintu dengan perlahan.
Agung masuk ke dalam kamar kemudian menutup kembali pintu kamarnya degan rapat.
di lihat istrinya sedang tertidur pulas si atas tempat tidur dengan selimut yang menutupi tubungnya sebatas leher.
Agung berjalan mendekat ke arah istrinya yang sedang tertidur pulas, di tatapnya wajah cantik istrinya lalu dia cium kening istrinya sebelum memeutuskan untuk pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya.
***
begitu pula dengan Hotman setelah sedikit di jelaskan tentang kepemimpinan kantor pusat oleh Ayah Kangta, dia langsung beranjak meninggalkan ruang kerja Ayah Kangta untuk menuju lantai atas, sesampainya di lantai atas dia ingin mengecek calon istrinya yang kini tengah berada di kamarnya, dia ketuk pintu kamarnya, bebrapa kali ia ketuk tidak ada sahutan dari dalam kamar dan akhirnya Hotman memutuskan untuk mencoba membuka pintu kamar ternyata pintunya tidak terkunci.
__ADS_1
Hotman memasuki kamar dengan pintu sengaja dia buka supaya tidak timbul fitnah, di lihatnya calon istrinya sudah terlelap di atas ranjang lalu ia mendekat ke arah ranjang lalu Hotman membetulkan selimut yang menutupi tubuh Yuri sampai sebatas dada, dan Hotman berikan kecupan tepat di kening calon istrinya sebelum dia meninggalkan kamarnya untuk menuju kamar Om Rangga, karena selama kamarnya di tempati calon istrinya dia akan menempati kamar Omnya.
***
Agung keluar kamar mandi hanya menggunakan handuk yang melingkar di piggangnya dan handuk kecil yang ia bawa untuk mengeringkan rambutnya yang basah, setelah rambutnya sedikit mengering ia letakan handuk kecilnya di sofa kecil depan ranjang, kemudian Agung melanjutkan langkahnya menuju ruang ganti, Agung mulai memakai pakaiannya dengan memakai kaos hijau polos dan juga celana pendek berwarna putih yang biasa dia gunakan untuk tidur, setelah berpakaian dia keluar dari ruang ganti dan melangkah menuju tempat tidur
sesampainya di tempat tidur, Agung langsung mendudukan dirinya tepat di samping Yuna, tangannya terulur mengusap kepala sang istri dengan perlaha dan mencium kening istrinya. Agung heran kenapa istrinya menutupi tubuhnya sampai leher, tanpa berfikir panjang Agung masuk ke dalam selimut dan ikut berbaring di samping Yuna dan tangannya terulur utuk memeluk pinggang ramping istrinya, Agung belum menyadari kalau Yuna tengah menggunakan bathrobe, karena bethrobe Yuna terbuat dari bahan seperti baju tidur pada umumnya.
"euhh.." suara Yuna yang merasa terganggu tidurnya akan gerakan suaminya.
Yuna yang merasa ada pergerakan di pinggangnya, perlahan membuka kedua matanya.
"maaf sayang, mas membangunkan kamu ya" ucap Agung ketika melihat istrinya membuka mata cantiknya.
"hemm, kamu sudah selesai bee?" tanya Yuna dengan khas suara bangun tidurnya.
"sudah sayang, sekarang tidur lagi ya" ucap Agung lalu mencium pipi sang istri.
kemudian Yuna pun merubah posisinya menjadi menghadap ke arah suaminya, "tadi aku nungguin kamu sembari berbalas pesan dengan Shanny terus lama kelamaan aku ngantuk jadi ketiduran" jelas Yuna
"cup"
Agung mengecup bibir Yuna yang tepat di hadapannya lalu tangannya terulur menari hidung istrinya.
"ishtt sakit bee" keluh Yuna lalu tangannya mengusap hidungnya.
"gemes sih gemes tapi hidung aku sakit bee" ucap Yuna denagn wajah cemberutnya.
Agung terkekeh melihat ekspresi istrinya, lalu dia cium hidung istrinya cukup lama.
"masih terasa sakit?" tanya Agung
Yuna pun menggelengkan kepalanya," oh ya tadi bicara apa sama Ayah lama banget?" tanya Yuna
Agung membawa Yuna dalam pelukannya dan Yuna pun langsung membenamkan wajahnya tepat di dada sang suami.
“Ayah sudah memutuskan siapa yang akan menggantikan Ayah di kantor pusat “ ucap Aagung sembari mengusap kepala sang istri.
Yuna mendongakan kepalanya menatap sang wajah tampan suaminya.
“Terus Ayah memutuskan siapa?” Tanya Yuna dengan antusias, penasaran siapa yang akan menggantikan Ayah mertuanya.
Agung pun menatap wajah istrinya balik, “kenapa kamu penasaran banget sih sayang?” Tanya Agung ketika melihat wajah penasaran istrinya.
“Ya aku penasaran saja ingin tahu siapa yang akan menggantikan Ayah, nanti kalau kamu yang menggangikan Ayah berarti kita LDR” jawab Yuna lesu.
__ADS_1
“Keputusan Ayah yaitu jatuh ke tangan Hotman, jadi dia yang akan menggantikan Ayah di kantor pusat” cerita Agung
Kemudian Yuna kembali menatap wajah suaminya dengan wajah yang sendu, tetapi kenapa wajah suaminya terlihat biasa saja.
“Terus kamu gimana bee?” Tanya Yuna dengan menatap wajah suaminya.
“Gimana apanya sayang?” Tanya balik Agung dengan gemes melihat wajah cantik Yuna.
“Ya kamu tidak keberatan jika ka Hotman yang akan menggantikan Ayah, secara kan kamu lebih berhak karna..” ucapan Yuna terhenti ketika Agung mulai berbicara lagi.
“Aku tidak masalah sayang, kan Hotman itu semenjak dia masuk mansion ini dia sudah aku anggap sebagai adik kandung buat aku sendiri begitu pun Ayah yang sudah menganggap dia seperti anak kandungnya sendiri, maka dari itu jangan suka bilang Hotman anak angkat di depan Ayah, pasti Ayah akan marah” ucap Agung
“Memangnya kenapa bee?” Tanya Yuna penasaran.
“Yang pertama ya karena Ayah sudah menganggap Hotman seprti anak kandung sendiri, yang kedua dia tidak mau kalau samapai sebutan itu tuh mengganggu pikiran Hotaman kalau dia tidak punya siapa siapa lagi di dunia ini padahal kan masih ada kita, dan yang ketiga Hotam itu salah satu obat untuk mengisi rasa kehilangan Aku dan Ayah ketika kita berdua kehilangan orang yang kita sayang termasuk ketika aku dan Ayah kehilangan bunda” jelas Hotman
“Termasuk kamu sayang, disaat mas kehilangan kamu, papi, mami dan juga Ayah berusaha menutupi semua yang terjadi sama kamu waktu kecil sama mas, dan disaat itu Hotman datang untuk menemani mas dan bisa kembali ceria lagi karna kehadiran dia” batin Agung
Mendengar kata bunda dari mulut suaminya, Yuna pun penasaran ingin menanyakan perihal foto tadi.
“Emm bee, boleh aku tanya sesuatu?” Tanya Yuna.
“Mau nanya apa sayang?” Tanya Agung balik
“Tapi kamu jangan marah ya” ucap Yuna memastikan suaminya tidak marah dulu baru dia bertanya tentang ibu mertuanya.
“ iya sayang, kamu mau tanya apa?” Tanya Agung gemes mencubit pipi istrinya.
“Tadi aku pas keliling mansion di temani bi Ening, terus aku perhatikan kenapa tidak ada satupun foto bunda yang terpajang di mansion?” Tanya Yuna mematap wajah suaminya.
“Huff” mendengar pertanyaan istrinya Agung pun menghela nafasnya.
“Kalau kamu tidak mau cerita juga tidak papa bee” ucap Yuna lirih
“Kamu pasti sudah tahu dari bibi kan siapa yang tidak mengingknkan foto bunda terpajang di mansion?” Tanya Agung dan Yuna pun menganggukan kepalanya.
Kemudian agung mulai menceritakan ketika dia kelas 5 sekolah dasar tepatnya ketika Agung berusia 10 tahun dia pernah melihat dan mendengar kalau Ayahnya bundanya tengah bertangkar, bundanya bilang ke Ayah Kangta kalau dirinya tengah hamil anak laki laki lain tetapi yang meminta cerai bukannya Ayah melainkan Bundanya yang meminta cerai itu lah yang menjanggal sampai sekarang, Agung melihat bundanya meninggalkan dirinya dan pergi dengan laki laki lain, padahal Agung sudah mohon mohon menahan kaki bundanya tetapi Bundanya tetap pergi dan dengan jelas Agung melihat Bundanya pergi di jemput oleh seorang laki laki.
Yuna mendengar cerita suaminya sampai ikut meneteskan air matanya, pasti suaminya sangat sedih ketika itu lalu Yuna memeper erat pelukan pada suaminya.
“Maaf ya bee, karna aku ingin tahu tentang bunda kamu jadi membuka luka lama” ucap Yuna mereka saling menghapus air mata satu sama lain.
“Tidak papa sayang, kamu juga kan berhak tahu apapun tentang mas” ucap Agung
“Apa sampai sekarang mas dan Ayah belum pernah bertemu dengan bunda lagi?” Tanya Yuna dan Agung pun menggelengkan kepalanya.
“Belum pernah, walaupun mas tahu kalau Ayah masih tetap mencari keberadaan bunda dimana, karena bunda seperti hilang bagai di telan bumi, tetapi mas pernah dengar kalau orang suruhan Ayah terakhir menemukan kalau Bunda dan laki laki itu mengalami kecelakaan, laki laki itu tewas sedangkan bunda jasadnya sampai sekarnag belum di temukan tidak tahu masih hidup atau sudah meninggal” ucap Agung
__ADS_1
“Apa sampai sekarang mas belum bisa maafin bunda?” Tanya Yuna
“Mas sudah memaafkan bunda tetapi mas hanya ingin tahu alasan Bunda meninggalkan kita itu karna apa, padahal ayah sudah mengatakan kepada bunda kalau dia akan menerima anak yang sedang di dalam kandungan bunda, yang penting Bunda janagan minta berpisah, aku pernah bertanya ke ayah, tapi ayah hanya bilang yang penting jangan pernah benci bunda kamu karena disini yang salah ayah bukan bunda kamu” cerita Agung