BUCIN DARI KECIL

BUCIN DARI KECIL
38.Obrolan di tempat tidur


__ADS_3

Agung yang tidak sabar menunggu sang istri sedang bersih bersih di kamarnya, tepatnya di kamar istrinya, akhirnya Agung beranjak dari ranjang lalu menuju kamar sang istri, dan ternyata kamar nya tidak dikunci.


Ceckleck (suara pintu terbuka)


"Ceroboh banget kamu sayang, gak di kunci pintunya, untung mas yang masuk, coba kalau orang lain yang masuk bisa bahaya”gumam Agung sendiri ketika memasuki kamar Yuna.


Agung memasuki kamar sang istri dan di lihatnya sang istri tidak ada di kamar, sepertiny masih di dalam kamar mandi karena masih terdengar gremicik air dari arah kamar mandi, lalu dia merebahkan badannya di tempat tidur Yuna menunggu istrinya seleai mandi sembari mengingat2 gimana pertama kalinya dia satu kamar sama istrinya tapi dia hanya bisa tidur di sofa.


Beberapa menit kemuadian Yuna keluar dari kamar mandi hanya menggunakan kimono jubah mandi dan handuk di kepalanya untuk menyanggah rambutn yang basah.



Yuna belum menyadari kalau suaminya sudah ada di kamarnya, dia terus berjalan dengan santainya menuju meja rias yang tepat di depan ranjang, sehingga jika melihat dari cermin meja rias bisa ranjang akan terlihat di cermin, lalu Yuna mendudukkan diri di bangku meja rias, dia mulai melakukan rutinitasnya setiap habis mandi seperti memakai body lotion ke tangan dan kakinya.


Agung seketika mematung melihat penampilan istrinya keluar kamar mandi seperti itu, dia terus memperhatikan istrinya, ketika Yuna tengah memakai lotion ke arah kaki dan tangan dengan gerakan anggunnya membuat Agung menelan ludah sendiri.


Dan ketika Yuna sedang bercermin dia melihat ada sosok laki laki yang tengah terlentang di tempat tidurnya dia langsung teriak dan berlari menuju pintu kamar karena dia belum menyadari kalau itu Agung.


"Aaaaaa" teriak Yuna lalu dia lari ke arah pintu tapi pintu terkunci dan tiba tiba ada Yang memeluknya dari belakang dan membisikan sesuatu di telinganya.


"Sayang ini mas, hey jangan teriak nanti dikira mbok kamu kenapa2 lagi"otomatis Yuna membalikan badan dan langsung memukul dada suaminya.


"Mas Agung, kamu tuh ya bikin aku jantungan tau gak, dikira aku siapa" ucapnYuna dwngan kesel.


“Ya lagian kamu uda tahu mau mandi, kenapa pintu kamarnya gak dikunci” ucap Agung lalu menangkap tangan Yuna yang tengah memukuli dadanya.


"Aku lupa he he” ucap Yuna sembari menunjukan senyum giginya.


"Itulah, kmu tuh ceroboh” ucap Agung sembari mencolek hidung sang istri.


"lagian kamu ngapain kesini bee, kan tadi aku suruh kamu istirahat di kamar?” tanya Yuna menyelidik


"Lagian kamu lama bersih2nya, ya sudah aku pinadah aja rebahannya di kamar kamu” jawab Agung dengan berbagai alasan.


"Ya Allah bee belum ada 15 menit aku kelaur tadi dari kamar kamu masa di bilang lama" protes Yuna


"Bagi aku itu 15 menit itu uda seperti setahun tahu gak" ujar Agung dengan tangannya melingkar di pinggang sang istri hingga jarak mereka sangatlah dekat.


"Lebay kamu, uda ah awas lepasin aku mau ganti baju dulu” ucap Yuna mencoba melepas tangan suaminya dari pinggangnya. “tunggu, kalau kamu dari tadi, berarti dari tadi kamu liat aku keluar dari kamar mandi dan...” ucap Yuna terhenti ketika dapat anggukan dari Agung


"Mas Agung mah” protes Yuna berhasil melepas dari suaminya dan menuju ruang ganti dengan di ikuti Agung dari belakang.

__ADS_1


"Lah emang gak boleh, kan kita suami istri, lagian kita semenjak menikah belum itu tuh” ucap Agung yang ada belakang istrinya.


"Itu apaan?” Tanya Yuna membalikan badannya menatap suaminya.


"Masa gak ngerti sih yank” goda Agung ikut menatap sang istri.


"Ya emang gak ngerti, itu apaan?” tanya Yuna penasaran apa yang di maksud suaminya.


“Bikin dede bayi” jawab Agung dengan sunyim menghodanya


“Bee kamu mesum banget sih” ucap Yuna langsung masuk ke dalam ruang ganti.


“Lah apa yang salah, emang bener kan sejak pertama kita menikah kita belum Malam pertama, kali ini kamu selamat yank karna mas lagi sakit, tapi lain kali mas tidak akan lepasin kamu yank” ancam Agung bicara dari balik pintu ruang ganti dan masih terdengar oleh istrinya.


Yuna mendengar omongan suaminya langsung membukanpintu kembali hanya menampakan kepalanya saja lalu kembali menantang suaminya.


“Coba aja kalau bisa, wlee” Yuna menggoda suaminya dengan menjulurkan lidahnya dan langsung menutup pintunya kembali.


"Kamu nantangin mas, sayang" ucap Agung melihat tingkah istrinya "awas ya" ancam Agung sebelum istrinya menutup pintu.


sembari menunggu istrinya, dia matikan semua lampu kamar hanya tersisakan lampu tidur samping kiri kanan tempat tidur, lalu dia merebahkan badanya di tempat tidur. setelah beberapa menit kemudian Yuna keluar dari ruang ganti melihat kamarnya sudah di buat gelap hanya lampu tidur saja yang menyala, Yuna tahu pasti ini kerjaan suminya, siapa lagi kalau bukan suaminya. Agung melihat istrinya keluar dari ruang ganti dia langsung bangun dan bersandar di Headboard tempat tidur.


"kamu sini dulu sayang” pintah Agung meminta istrinya untuk duduk di sebelahnya.


“Bee nanti kamu mau di masakin apa buat makan malam?” Tanya Yuna swmbari bejalan menuju tempat tidur.


"Apa aja sayang, biar itu jadi urusan si mbok, mendingan kamu sini, kamu masih punya hutang cerita sama mas” pjntah Agung


Yuna pun hanya pasrah mengikuti kemauan suaminya yang minta dirinya untuk rebahan di sampingnya dalam pelukan Agung.



"Nah sekarng kamu cerita tadi bicarain apa saja sama si mantan kamu itu” ucap Agung


"Iya bee” sahut Yuna


“Jangan sampai ada yang kelewat ya” ucap Agung


"Iya bee, kalau kamu ngomong trus kapan aku ceritanya” Ucap Yuna kesel.


"Iya iya maaf sayang, silahkan istriku, cup” ucap Agung lalu mencium pipi sang istri dengan gemes.

__ADS_1


Akhirnya Yuna menceritakan semua pembicaraan dia dengan Dimas sore tadi di taman, dari Yuna di beri cincin tapi Yuna menolak, dan samapi Yuna menjelaskan bagai mana dia selama ini persaannya terhadap Dimas ternyata hanya sebatas kagum dan balas budi.


"Lah emang kamu pernah di tolong sama dia pas kapan sayang?” tanya Agung meneyelidik.


"Pas waktu aku kelas satu SMA bee, kan sekolah kita ikut pergi cammping ke bandung aku pernah terkunci di salah satu gudang punya penduduk disana, karena aku fobia gelap disana gak ada lampu sama sekali, kalau ada lampu kaya gini kan aku masih berani, sampai aku di rawat di rumah sakit" jelas Yuna


"Oh pas kejadian itu” ucap Agung seakan akan dirinya tahu akan kejadian itu.


“Emang kamu tahu bee pas kejadian itu?” tanya Yuna menyelidik suaminya kenapa respon suaminya seperti itu.


“bukannya kamu baru pindah ke sekolah aku pas kelas 3 SMA ya” Tanya Yuna lagi swmbari mendongakan kepalanya menatap wajah suaminya.


“gak mas gak tahu ko, cmn waktu itu mas pernah denger aja cerita tentang ada seorang siswi dari sekolah jakarta yang terjebak dalam gudang, mas gak tahu kalau itu kamu” Jelas Agung


"Ya pokoknya begitu lah, aku ungkapin semuanya sama dia kalau aku tidak pernah merasakan apa yang kurasakan terhadap kamu bee" jelaa Yuna lagi.


"Emang apa coba yang kamu rasain ke aku coba aku mau tahu" tanya Agung menggoda sang istri.


"Ya begitu, pasti kamu juga ngerasa yang sama, sama aku bee, kalau gak berarti kamu hak cinta sama aku” ucap Yuna


"Ya gimana sayang jelasin dulu, mas mau tau” Agung memaksa istrinya untuk menjelaskan bagaimana perasaannya.


"Ya setiap deket dengan kamu jantungku seperti orang habis lari maraton, terus kalau kamu deket sama cewek lain aku merasa gak suka, rasanya ingin marah” jelas Yuna tentang perasaannya.


"kamu pernah cemburu sama mas, kapan?” Tanya Agung karena perasaan Agung istrinya gak pernah cemburu sama dirinya.


"Ko aku cemburu kamu malah suka sih mas” ucap Yuna kesel.


“Ya jelas lah kapan lagi coba aku bisa di cemburuin kamu, kalau kamu cemburu itu berati tandanya kamu cinta sama mas” jelas Agung membuat pipi di wajah istrinya jadi memerah.


“sekarang mas tanya kapan kamu cemburu sama mas, perasaan kamu gak pernah cemburu sama mas deh?” Tanya Agung sesekali mengecup puncak kepala sang istri.


"Yang waktu itu di kantor sama yang di acara wisuda kamu” jawab Yuna


“Oh yang itu, pantesan kamu pas pulang dari situ diem aja, ternyata istri aku lagi cembur ya” goda Agung


“Uda ah, bagun ayo itu mang jajang di bawah sudah azan magrib bee” ucap Yuna mengingatakan suaminya kalau ini sudah masuk waktu magrib.


“kita shalat berjamaah di kamar aja ya yank” ucap Agung


“Ya sudah aku telfon ke bawah dulu, biar mereka gak nungguin kita” ucap Yuna

__ADS_1


__ADS_2