BUCIN DARI KECIL

BUCIN DARI KECIL
88. Rencana Licik Sonya


__ADS_3

Pagi hari di salah satu kota di negara jepang, tepatnya di sebuah kamar hotel terlihat sepasang kekasih tengah tertidur di ranjang hotel dengan keadaan yang sudah polos tanpa busana, entah apa yang telah mereka lakukan, yang pasti semuanya sudah di rencanakan dengan serepih mungkin. Sepasang Kekasih itu Sonya dan Juga Yuno, Sonya terbangun dari tidurnya langsung menatap kekasihnya yang tengah tertidur pulas di sampingnya dengan senyum licik.


Ketika ada pergerakan yang menandakan kekasihnya akan bangun, Sonya langsung memejamkan matanya kembali dan pura pura masih tertidur. Yuno terbangun dari tidurnya merasa kepalanya begitu berat dan terasa sakit, dia membuka matanya dan menatap langit langit kamar, lalu ketika Yuno menyadari dirinya tidak memakai pakaian dia terlonjak kaget langsung bangun dari tidurnya dan merubah posisinya menjadi duduk langsung menarik selimut sampai batas perutnya dan Yuno langsung membangunkan Sonya yang tengah tertidur di sampingnya.


"Sonya bangun, apa masksud semua ini Sonya?" Tanya Yuno mentap Sonya dengan tajam. Lalu Sonya ketika mendengar suara Yuno membangunkan dirinya dia pun langsung membuka matanya dan pura pura seperti orang baru saja bangun tidur dan Sonya langsung pura pura kaget melihat dirinya juga dalam keadaan tidak memakai pakaian, dia langsung menarik selimutnya untuk menutupi tubuhnya sampai batas dada.


"Mas Yuno apa yang kamu lakukan mas sama aku, kamu.." ucap Sonya pura pura sedih.


"Tunggu tunggu gak mungkin saya melakukan itu Sonya jangan ngarang kamu, lagian kenapa kamu bisa ada di dalam kamar hotel saya, kamu mau ngejebak saya?" Ucap Yuno dengan menatap Sonya dengan tajam.


"Buat apa mas aku ngejebak kamu, disini aku yang di rugikan kamu sudah merenggut kesucian aku hiks hiks" ucap Sonya sembari menangis dengan memeluk kedua lututnya..


Mendengar ucapan Sonya Yuno menarik rambutnya dengan kasar, dia mencoba mengingat ingat kembali apa yang telah terjadi sebelumnya di pesta, setelah di ingat ingat dia tidak menemukan sesuatu yang mencurigaakan, lalu Yuno berfikir apa ini semua jebakan dari salah satu rekan bisnisnya untuk menjatuhkan imagenya.

__ADS_1


"Aw.., ishh" suara Sonya pura pura kesakitan ketika ingin beranjak dari ranjang lalu dia meraih pakaiannya yang tergeletak di lantai dan langsung dia bawa menuju kamar mandi dengan tubuhnya masih di tutupi oleh selimut.


Selimutnya di bawa oleh Sonya otomatis Yuno langsung meraih celananya yang dia temukan di ujung ranjang tepat di hadapannya, lalu dia langsung memakainya dan segera beranjak dari ranjang ketika dia melihat ada bercak darah di ranjang Yuno menjadi semakin frustasi lalau dia meraih kaosnya yang sudah dia gantung di lemari yang tersedia di hotel. Lalau dia bolak balik di depan ranjang dengan mengusap wajahnya dengan kasar dia bingung harus berbuat apa sekarang.


Selang beberapa menit kemudian Sonya keluar dari kamar mandi dengan memasang raut wajah sedihnya dan berjalan seperti menahan sakit pada bagian sensitifnya.


"Aku tahu mas, kamu belum percaya dengan semua ini, tapi jujur aku gak pernah ada niat untuk menjebak kamu, tadi malam aku hanya mengantar kamu sampai kamar ketika kamu mengeluh kalau kepala kamu sakit, tetapi setelah sampai kamar kamu seperti orang kesetanan memaksa aku untuk melakukan itu sama kamu, aku sudah mencoba melawan dan menyadarkan kamu mas sampai tenaga aku habis dan tidak bisa untuk melawan lagi, aku hanya pasrah ketika kamu melakukannya mas, terserah kamu mau percaya atau tidak, aku memang seorang model, kehidupanku memang bebas tapi kesucian yang selama ini aku jaga untuk suamiku kelak kamu sudah mengambilnya mas" ucap Sonya dengan menangis. Dan melihat Yuno hanya diam dengan duduk di ujung ranjang dengan menopangkan kedua tangannya memegang kepalanya.


Melihat Yuno diam saja tidak bereaksi apa apa, Sonya pun langsung pergi meninggalkan Yuno sendiri di kamar dan kembali ke kamarnya sendiri tepat di samping kamar hotel yang di tempati Yuno.


Ketika Sonya sedang duduk bersama Yuno dia mendapatkan pesan dari orang yang dia hubungi tadi sebelum dirinya menghampiri Yuno, lalu Sonya membalas pesan orang tersebut untuk menemuinya di toilet, dan Sonya pun langsung izin kepada Yuno untuk ke toilet. Sesampainya di toilet Sonya diberi sesuatu entah itu apa dari seseorang yang menghubunginya tadi, setelah mendapatkan itu Sonya kembali ke pesta sebelum dia menghampiri Yuno, dia mengambil segelas air minum yang sama persis seperti Yuno lalu dia mencampurkan sesuatu kedalam minuman tersebut setelah itu dia langsung kembali menghampiri Yuno dan duduk tepat di belakang Yuno karena mejanya melingkar jadi melihat ke panggung mereka harus memiringkan badannya hingga Sonya tepat ada di belakang Yuno dengan secara perlahan Sonya menukar minumannya dengan minuman milik Yuno.


Hingga tanpa sadar Yuno meminum minuman yang di tukar oleh Sonya tadi sampai habis tidak tersisa, hingga selang satu jam kemudian Yuno terasa kepalanya seperti pusing dan matanya terasa ngantuk sekali, lalu Sonya pun pura pura menanyakan keadaan Yuno, dan ketika kepala Yuno semakin pusing Yuno meminta Sonya untuk mengantarnya ke kamar, mungkin jika ada asisten Max dia tidak akan meminta tolong kepada Sonya.

__ADS_1


Dan sembari memapah Yuno menuju kamar Sonya langsung tersenyum licik, sesampainya di kamar Sonya langsung menjalankan rencananya, sedangkan Yuno ketika sudah sampai ranjang sudah tertidur pulas jadi dia tidak tahu apa yang di lakukan oleh Sonya di dalam kamar hotelnya.


Flashback off


Yuno memutuskan untuk menghubungi Reeko untuk meminta izin mengecek cctv di hotel dengan alasan ada sesuatu yang hilang, setelah mendapat izin dari Reeko selaku anak dari pemilik Hotel, Yuno langsung melihat kejadian dari sebelum dia kembali ke kamar, dan di rekaman cctv itu tidak ada yang mencurigakan, dan beberapa menit sebelum Yuno ke kamar di rekaman cctv menampilkan Yuno yang terlihat seperti kesakitan sembari memgang kepalanya dan Sonya berusaha membantunya dan memapahnya menuju kamar, dan setelah masuk kamar hotel yang di tempati Yuno, di lihat Sonya tidak keluar lagi dari kamaranya. Setelah melihat rekam cctv itu Yuno menjadi merasa bersalah kepada Sonya karena sudah menuduh telah menjebak dirinya, karena pikir Yuno selama di pesta Sonya tak pernah jauh darinya dan selalu duduk dekat degannya tidak mungkin jika Sonya yang telah menjebak dirinya.


Setelah melihat rekaman cctv, dia menghampiri kamar yang di tempati Sonya dan memacet bel dan mengetuk pintu tidak kunjung di buka, dia menjadi khawatir akan terjadi suatu dengan Sonya di dalam kamar, lalu Yuno mencoba menelfon Sonya tak kunjung di angkat telefonnya, akhirnya dia meminta akses kunci kamar Sonya ke resepsonis, setelah mendapatkan kunci cadangan dari resepsionis Yuno langsung memasuki kamar Yang di tempati Sonya dan ketika memasuki kamar di lihat kamarnya yang begitu berantakan dan pandangan Yuno tertuju kepada Sonya yang tengah duduk di lantai samping ranjang sembari memegang pisau buah yang biasa di sediakan Hotel untuk di kamar.


Yuno langsung menghampiri Sonya dan langsung merebut pisau yang di tangan Sonya dan langsung membuangnya ke sembarangan arah, lalu Yuno langsung memeluk Sonya, “Kamu apa apaan sih ngelakuin kaya tadi, coba kalau tadi aku sampai telat masuk kamar aku gak tahu apa yang terjadi sama kamu” ucap Yuno masih memeluk Sonya, sedangkan Sonya di dalam pelukan Yuno tersenyum licik, “buat apa aku hidup, semuanya sudah hancur, mana ada yang laki laki yang mau sama aku ketika tahu aku sudah tidak suci lagi, kamu saja tidak mau bertanggung jawab kan apa yang sudah kamu lakukan, jadi biarkan aku mati saja mas hiks..hikss..” ucap Sonya sembari pura pura menagis dan mencoba memberontak dari pelukan Yuno.


“Eh dengerin, aku akan tanggung jawab sama kamu, aku akan menikahi kamu, dan aku minta maaf atas yang sudah aku lakuin ke kamu ya” ucap Yuno melerai pelukannya lalu memegang kedua pundak Sonya dan menatap Sonya lekat lekat. Mendengar ucapa Kekasihnya Sonya dalam hatinya langsung bersorak ria, dan Sonya pun hanya menganggukkan kepalanya.


“Ya sudah kamu bersih bersih dulu ya, habis ini kita makan siang bareng kamu tadi belum sarapan kan?” Tanya Yuno dan Sonya hanya jawab dengan gelengan kepala.

__ADS_1


“Ya sudah sana mandi dulu, aku juga mau mandi balik ke kamar dulu ya, kalau sudah siap kamu ke kamar saja” ucap Yuno dan Sonya hanya menganggukan kepalanya.


Sepeninggalan Yuno dari kamarnya, Sonya langsung bersorak gembira akhirnya rencananya berjalan lancar.


__ADS_2