BUCIN DARI KECIL

BUCIN DARI KECIL
66. Cerita Masa Kecil


__ADS_3

Setalah laptop sudah di tangan Agung, Agung dari arah pintu kamar menghampiri istrinya yang masih duduk sembari memeluk kedua lututnya di sofa panjang yang ada di kamar tamu, lalu Agung mulai menyalakan laptop tersebut sembari menunggu Agung coba mengajak istrinya untuk duduk berdekatan dengan dirinya tetapi Yuna tidak merespon apapun, seakan akan menolak untuk di ajak duduk di samping Agung.


Setelah laptop sudah menyala Agung langsung mencari file yang yang berisi foto foto ketika mereka waktu kecil liburan bersama dan foto yang Agung akan pertama tampilkan adalah Foto keluarga yang dimana di dalam foto itu berposisi di paling belakang ada Ayah Kangta, Papi Kadir, dan Mami Boa.


Dan posiai paling depan ada Agung disampangnya ada Yuna dan di samping Yuna ada Yuno, itu adalah foto ketika mereka kecil posisi dimana Yuna di tengah, tangan Agung dan Yuna saling berpegangan.


“Sini sayang deketan sama mas, coba kamu lihat ini foto siapa, pasti kamu sangat mengenalnya” ucap Agung lalu mengarahkan laptop itu ke arah sang istri, supaya istrinya mau melihat apa yang di tampilkan Agung di layar tepat di hadapannya itu.


Yuna tidak merespon ucapan Agung dia mengalihkan pandangannya ke layar di hadapannya, yang membuat dia penasaran kenapa gadis kecil di masa lalu suaminya itu ada bersama papi, mami dan juga kakaknya.


Setelah melihat istrinya sudah mengalihkan pandangannya ke laptop lalu Agung menggeserkan pantatnya untuk duduk lebih dekat dengan sang istri, setelah sudah duduk tepat di samping sang istri, seketika Yuna mengalihkan pandangannya menatap wajah Agung seakan akan minta penjelasan atas foto yang di tampilkan suaminya di layar laptop, karena semenjak Yuna hilang ingatan Yuna tidak pernah melihat wajah kecilnya dimana pun, jadi seakan akan Yuna tidak mengenali siapa gadis kecil yang ada di foto itu.


Sebelum bercerita Agung mencoba untuk menggenggam tangan Yuna dengan hati hati takut istrinya akan menolak ketika di genggam tangannya, dan ternyata Yuna pun tidak menolak seperti tadi ketika di genggam tangnnya.


“Mas akan menceritakan ini semua tetapi dengan syarat jika kamu merasakan sakit di kepala kamu, kamu bilang sama mas ya jangan menahannya dan jangan memaksa untuk mengingat bayang bayang yang muncul di kepala kamu ya ” ucap Agung memberi tahu terlebih dahulu istrinya, jadi semisalkan istrinya sudah merasakan kepalanya sakit pasti istrinya mendapatkan sebuah bayang bayang akan masa lalunya dan jika itu terjadi Agung akan menghentikan ceritanya.


Dan Yuna pun hanya menganggukkan kepalanya menandakan bahwa dia setuju akan syarat dari suaminya.


“Kamu tahu kenapa gadis kecil ini bisa ada di dalam foto keluarga kita?” Tnaya Agung menatap wajah cantik istrinya dan Yuna pun hanya menggelengkan kepalanya.


“Ya karena gadia kecil itu kamu sayang” ucap Agung seketika pandangan mereka saling bertemu, seakan akan Yuna tidak percaya bahwa gadis kecil itu adalah dirinya, kenapa dia tidak mengenali wajah nya sendiri waktu kecil, Yuna bertanya tanya dalam hatinya.


“Ini foto di ambil ketika kalian mau pukang setelah liburan beberapa hari disini” ucap Agung, yang di maksud kalian oleh Agung adalah Papi Kadir, Mami Boa, Yuna dan juga Abang Yuno.


“Ketik itu kamu tidak mau pulang dan terus kekeh ingin bersama mas, dan papi dan ayah pun berjanji jika liburan sekokah lagi kamu akan liburan ke bandung lagi atau tidak mas yang akan liburan ke Jakarta, setelah Ayah dan papi berjanji pun akhirnya kamu baru mau di ajak pulang, dan ketika kamu akan pergi dan kamu melepas genggaman tangan kita, kamu memberikan cincin mainan kamu yang selalu kamu pakai kemana pun kepada mas dan memakaikannya di kelingking jari mas karena ketika kamu pakaiakan di jari manis mas tidak muat, nanti akan mas kasih tahu cincinnya, soalnya cincinnya ada di kamar mas di atas, lalu setelah kamu memakaikan cincin itu ke mas, kamu bilang sesuatu ke mas,”kakak, ka Agung mau kan jika besar nanti jadi suami aku, seperti mami dan papi” , semuanya pun tertawa kecuali mas mendengarkan ucapan kamu kala itu, apalagi Abang Yuno, kamu langsung dapat ledekan dari abang Yuno dan kamu pun hampir nangis karena di ledek dan ketika mas melihat kamu akan nangis mas langsung jawab “iya kakak mau ko, jika sudah besar nanti menikah sama gadis kecil kakak” terus setelah mendengar jawaban dari mas kamu langsung senang tidak jadi menagis dan kamu langsung membalas ledekan abang Yuno dan setelah itu sudah kalian pulang ke jakarta” cerita Agung lalu mentapa wajah istrinya dan Yuna pun setelah mendengar cerita dari Agung langsung menengok kepalanya ke arah suaminya dan mereka pun saling tatap.


Lalu Yuna mengambil salah satu foto yang ada di kotak pink tadi kepada suaminya, dan di lihatnya oleh Agung foto itu menampilkan Agung kecil dan gadia kecil itu sedang makan es krim bersama di bangku taman, Agung meraih foto yang di berikan istrinya dan langsung mengerti kalau istrinya ingin mendengar cerita tentang foto ini.


“Dulu kalau kita liburan mas kemana pun membawa foto polaroid untuk mengabadikan kebersamaan kita dan salah satunya foto ini, ini ketika kita dan keluarga bermain ke taman yang tidak jauh dari mansion ini, ketika itu Ayah, papi dam Abang asik bermain bola, tetapi mas lebih memilih menemani kamu main boneka di sebuah alas yang mami pasang di taman seperti sedang piknik, dan ketika kita berdua sedang bermain tiba tiba ada seorang penjual ice cream pakai grobak itu lewat, kita berdua langsung kegirangan meminta ke mami untuk membeli ice cream, akhirnya mami pun membelikan kita es krim sedangkan yang lain masih asik bermain bola, kamu membeli ice creamcoklat dan mas membeli ice cream strawberry, dan ketika itu mas tidak tahu kalau kamu mempunyai alergi strawberry, dan ketika kita berdua duduk di bangku taman sedang menikmati ice cream kita, kalau tidak salah ketika itu mami sedang memberikan abang Yuno minum, dan ketika itu pun kamu meminta untuk kita saling bertukar ice cream karena kamu penasaran dengan ice cream punya mas warnanya pink, karena pada dasarnya kamu suka pink, kamu menjadi tertatik mencoba es krim mas tapi itu kamu mencoba hanya 2 suap kalau tidak salah ya, setelah ice cream kita sudah habis kita menonton ayah, papi dan abang Yuno main bola dan tiba tiba aku meliaht wajah kamu sudah merah pucat dan berkeringat dingin, dan mas ketika melihat kamu seperti itu mas langsung memanggil mami, dan mami dan papi langsung membawa kamu ke rumah sakit, dan semenjak itu mas selalu menyalahkan diri mas sendiri setelah mengetahui penyebab kamu sakit adalah setelah memakan ice crean punya mas” ucap Agung, entah siapa yang melulai terlebih dahulu kini posisi Yuna sekarang sudah dalam pelukan Agung.


“Makanya waktu di restoran waktu itu mas panik, mas paling takut kalau alergi kamu kambuh seakan akan mas mengulang kejadian waktu itu lagi, tetapi ketika itu Ayah bilang ke mas seperti ini, “jika Agung tidak mau lihat Ana sakit, Agung bejanji sama Ayah akan selalu menjaga dan melindungi Ana”, nah makanya kakak tulis kata kata Ayah itu di balik foto ini” lanjut Agung sembari menunjuk foto tadi yang di berikan istrinya.

__ADS_1


Yuna menjadi terharu mendengar cerita dari suaminya sampai dia menetaskan air matanya hingga membuat kemeja putih yang di pakai Agung menjadi basah.


“Hei sayang kenapa menangis, mas sudah jelasin sekarang kamu percaya kan sama mas?,kalau mas itu dari dulu sampai sekarang itu hanya cinta sama kamu” ucap Agung mencoba melerai palukannya dan menatap wajah istrinya yang sudah basah karena air matanya, lalu Tangan Agung terulur menghapus air mata yang sudah membasahi kedua pipi istrinya, Yuna yang mendengar pertanyaan suaminya pun hanya menganggukkan kepalanya menandakan kalau dia percaya sama suaminya.


“Maaf ya bee, aku sempat marah tadi padahal belum mendengar penjelasan kamu, aku hanya takut suatu saat nanti ada perempuan di masa lalu kamu datang dan kamu pergi dari aku” ucap Yuna menundukan kepalanya.


“hey pikiran dari mana itu sayang, mas tidak pernah mempunyai wanita manapu di masa lalu mas kecuali gadis kecil mas ini, kalau kamu tidak percaya tanya aja sama Ayah dan juga Hotman” ucap Agung sembari mencubit kedua pipi Yuna.


Ketika tangisan Yuna mulai tenang, Yuna mengambil surat yang ada di dalam kotak pink tadi dan memberikannya ke Agung.


“Ini dari siapa?” Tanya Yuna sembari memeberikan suratnya kepada Agung.


Sebelum menjawab Agung meraih surat yang di berikan istrinya terlebih dahulu, lalu di buka dan melihat isi surat tersebut bertanda tangan siapa di bawahnya.


“Ini dari kamu sayang” ucap Agung dan Yuna pun menatap suaminya sembari mengkerutkan keningnya, dalam hatinya masa sih dari dirinya.


“Coba kamu lihat di bawah bertanda apa dis suratnya” ucap Agung memberitahu istrinya dengan menunjuk tulisan A.S.M


“Ayyuna Salendratama Mahardika” jawab Yuna memperhatikan tulisan yang ditunjuk oleh suaminya.


“Nah tuh tahu, jadi A itu untuk Ayyuna, S untuk salendratama dan M itu untuk mahardika” jelas Agung.


Yuna menatap wajah suminya seperti tidak percaya, masa dirinya waktu kecil pernah menulis surat alay begitu ke cowok lagi.


“Itu surat seperti sebagai pesan terakhir untuk kita bertemu sepertinya, karena ketika kamu lulus sekokah dasar dan kamu dan sekeluarga ingin pergi liburan ke bandung, ternyata kalian di perjalanan mengalami kecelakaan dan mengakibatkan kamu hilang ingatan sayang” ucap Agung, membuat Yuna seketika seperti medapat bayang bayang akan kecelakaan tersebut dan membuat kepala dia merasa sakit tapi dia berusa tahan dia ingin mendengar kelanjutan cerita dari suaminya.


Agung yang kini posisinya memeluk Yuna kembali dia tidak menyadari kalau Yuna sudah mulai merasakan sakit di kepalnya, dia hanya sesekali menciun puncak kepala istrinya.


“Dan tentang kejadian itu mas tidak tahu sama sekali, Ayah, papi, mami berusaha menutupi akan masa laku kamu termasuk mas, mas kira kamu akan mengingkari janjinya, mas kira kamu pergi dan tidak pernah kembali seperti bunda pergi dan tidak pernah kembali ke mas lagi, disitu mas sangat kehilangan kamu sama seperti mas waktu kehilangan Bunda, ketiak itu lah mas dan Ayah menemukan Hotman sebagai mengobat kehilangan kita, Hotman bisa menjadi saudara sekaligus teman untuk bermain bersama mas sehingga mas sedikit melupakan pikiran mas tentang kamu” ucap Agung masih setia memeluk istrinya dam belum menyadari kalau Yuna sudah mulai mencoba mengingat ngingat bayang banyang yang muncul di kepalanya.


“ dan mas baru mengetahui itu semua ketika mas SMA, itu awalnya mas marah kepada Ayah, tetapi buat apa toh semua itu sudah terjadi, apa dengan aku marah dengan Ayah bisa mengembalikan ingatan gadis kecil mas” jelas Agung lagi

__ADS_1


Yuna sudah tidak tahan akan rasa sakit di kepalanya sia langsung teriak histeris merasakan sakit itu, Agung panik melihat istrinya kesakitan, ini lah yang dia takutkan jika menceritakan tentang masa kecil mereka.


“Bee” ucap Yuna denagn lirih


“Iya sayang” sahut Agubg


“Sakit, bee, sakittttt” ucap Yuna sedikit bertriak menahan rasa sakitnya.


“Hey tenang sayang, tenang mas bawa kamu ke rumah sakit ya, kamu tahan ya” ucap Agung langsung menggendong Yuna ala bridal style keluar dari kamar.


Di ruang tengah Ayah kaget mendengar triakan putranya memanggil Bodygardnya.


“El, El” panggil Agung dengan sedikit meninggikan suaranya.


“Iya bos” sahut El ketika mendengar namanya di panggil.


“Loh nyony kenapa bos?” Tanya El melihat nyonyanya sudah di gendongan Agung.


“Cepat siapkan mobil kita ke rumah sakit sekarang” pintah Agung


“Siap bos” sahut El langsung keluar mansion menuju garasi mengambil mobilnya.


Ayah melihat Agung bertriak dan menggendong memantunya, sepertinya terjadi sesuatu sama memantunya, Ayah pun langsung menghampiri Agung yang sedang berdiri di depan pintu utama sembari menggendong Yuna.


“Istri kamu kenapa boy?” Tanya Ayah menepuk pundak Agung


“Agung salah yah, Agung sudah menceritakan semuanya kepada Ana yah makanya Ana seperti ini” jawab Agung


Melihat mobil sudah di depan matanya Agung dengan menggendong sang istri menaiki mobil menuju rumah sakit surya jaya, Ayah kangta pun memutuskan untuk ikut ke rumah sakit karena takut terjadi apa apa dengan putra dan juga menantunya, sedangkan Yuna karena tidak bisa menahan sakitnya lagi akhirnya Yuna tak sadarkan diri dalam pelukan Agung.


“sayang kamu jangan tinggalkan mas yah, kamu jangan buat mas takut, maafin mas yang sudah buat kamu sepeti ini” ucap Agjng sembari memeluk istrinya di dalam mobil dan tidak terasa Agung pun meneteskan air matanya. Saking paniknya Agung memarahi El kenapa mobil yang mereka tidak ku jung sampai kata Agung.

__ADS_1


Ayah Kanta pun melihat menantunya sudah tak sadarkan diri, dia langsung meminta pihak rumah sakit untuk menyiapkan kamar VVIP, dan meminta dokter syaraf untuk standby di ruang IGD.


__ADS_2