BUCIN DARI KECIL

BUCIN DARI KECIL
5.Perjanjian


__ADS_3

Kini mereka berdua berjalan menuju lobi rumah sakit, agung minta yuna nunggu di rumah sakit dan agung mengambil mobil di parkiran , setelah sampai di lobi agung turun membukaan pintu untuk yuna.


"Makasih" ucap Yuna ketika Agung membukaan pintu mobil di balas dengan senyuman oleh Agung


Kini mereka sudah berada di mobil, rasa canggung membuat mereka saling diam. Agung juga bingung mau memulai obrolan yang bagaimana. Dalam hati kecil agung dia senang bisa berduan dengan gadis yang bertahun tahun dia tunggu.


"Euh..., Ana boleh saya bertanya?"


"Oh ya silahkan, maaf ka tolong panggil Yuna aja soalnya aku tidak suka kalau ada orang lain membanggil aku dengan sebutan itu” ucap Yuna.


"Memang kenapa?" Tanya Agung


"Yah gak nyaman saja, soalnya panggilan itu cuman buat keluarga aja, oh ya tadi kakak mau nanya apa?" Tanya Yuna


"Apa kamu serius dengan keputusan tadi?" kini Agung ingin menanyakan dengan serius tentang keputusan yang di ambil Yuna tadi.


"Iya aku serius, tapi aku mau kita membuat perjanjian pernikahan" ucap Yuna engan ide gilanya itu.


"Perjanjian?"Tanya Agung dengan bingung


"Iya kan, ka Agung tahu kalau aku ngelakuin ini hanya karna mami, supaya mami mau di oprasi, kakak sendiri juga smaa kan mau setuju dengan pernikahan ini karna permintaan mami"


"(Kamu salah Ana, aku mau ngelakuin ini yaitu karena aku cinta sama kamu), maksud kamu perjanjian sperti apa?" mencoba untuk tenang.


"Yah kita bikin perjanjian setelah mami sudah sembuh total maka kita akan pisah, dan selama pernikahan berjalan kita tidak boleh mencampuri urusan masing-masing, kakak mau jalan sama siapa aja terserah begitupun sebaliknya, yang penting di depan keluarga kita harus terlihat seperti saumi istri, gimana setuju" cecer Yuna dengan segala rencana.


"Ok setuju"( dan kakak berjanji Ana sebelum waktunya tiba, kakak akan membuat kamu mengingat kembali semuanya). Batin Agung


Setelah obrolan tentang perjanjian, kini mereka di mobil saling diam, danbtidak terasa kini telah sampai di parkiran kampus.


"Makasih ka atas tumpangannya"ucap Yuna


"Iya sama-sama" jawab Agung


Setelah melihat Yuna memasuki kampus, kini Agung kembali ke apartemen.


Di rumah sakit


Kini papi Kadir dan ayah Kangta sedang di ruangan dokter untuk menanyakan perihal tentang oprasi yang akan di laksanakan kapan.


"Begini dok, istri saya sekrang sudah mau di oprasi, saya mau dokter atur jadwalnya dok"


"Baiklah, kalau Nyonya sudah mau di oprasi, tapi sebelumnya saya mau menyamoaikan tuan, kemungkinan oprasinya tidak akan di lakukan disini, soalnya dokter yang akan mengoprasi Nyonya Boa dalam waktu dekat tidak bisa kesini dia sedang banyak jadwal oprasi di rumah sakit tempatnya bekerja"


"Memang oprasi bisa dilakukannya dimana dok?" Tanya papi Kadir


"Di salah satu rumah sakit di london" jawaba Dokter


"Hah..., london!" sahut ayah Kangta dan Papi Kadir secara bersamaan


"Iya tuan, dan kemungkinan oprasi dan pengobatan nyonya juga berlangsung disana, gimana jika tuan seteju saya akan aturkan jadwalnya dengan dokternya?" ucap Dokter


"Iya dok tolong atur jadwalnya" jawab papi Kadir


"Baik tuan" sahut Dokter


"Kalau gitu kita pamit dulu dok,teromakasih dok" pamit papi


"Sama-sama tuan" jawab Dokter


Setelah siangnya papi kadir konsultasi tentang jadwal oprasi dengan dokter, kini pada malam hari papi kadir mengumpulkan anggota keluarganya termasuk calon mantu dan besannya untuk menyampaikan tentang oprasi sang istri harus di laksanakan di salah satu rumah sakit di london.


"Ada apa sih pih kita suruh ngumpul semua disini?" Tanya Yuno dengan rasa penasarannya


"Papi mau bicara tentang oprasi mami kalian, tadi siang papi sudah minta dokter untuk jadwalkan oprasi mami kalian, tapi dokter bilang karena oprasi mami kalian harus segera di lakukan dan kebetulan dalam waktu dekat dokter sepesialis kankernya tidak bisa kesini dan terpaksa mami kalian akan di oprasi di rumah sakit lain" jelas papi Kadir


"Ya sudah gak papa toh, yang penting mami bisa di oprasi" sahut Yuno


"Iya pih, emang mami suruh di oprasi di rumah sakit mana pih?" Tanya Yuna


"Di......, london" jawab Papi


"Hah..., London" jawab mereka bersama terkecuali dengan Ayah dan Mami Boa


"Ko jauh banget pih" Tanya Yuna


"Yah memang harus di london sayang, di rumah sakit tempet dokter sepesialis kangkernya bekerja, makanya papi ngumpulin kalian disini, dan kemungkinan kata dokter mami akan di sana sampai keadaannya bener-bener pulih" jawab papi


"Ya sudah kalau gitu, Anna ikut ya pih, mih?" sahut Yuna


"Yah gak bisa dong sayang kamu kan mesti kuliah" ucap mami


"Ya kan Anna bisa cuti mih, boleh ya pih" minta Yuna


"Gak bisa sayang, kamu harus tetap kuiah biar cepet lulus tepat waktu" jawab papi


Kring... kring...


Tiba-tiba hand phone papi bordering berarti ada panggilan masuk, setelah di liht ternyata dari Dokter.


“bentar papi angkat telephone dulu, dari dokter” ucap papi


"Hallo, iya dok"


".........."


"Oh baik dok, saya akan mempersiapkan semuanya"


"......."


"Makasih dok"


"......."


Tutututut.......

__ADS_1


"Kenapa pih?" Tanya Yuno


"Tadi dokternya bilang jadwal oprasinya akan di lakukan minggu depan, jadi mami sama papi 3 hari sebelum oprasi sudah ada disana" jawab papi Kadir


"Ya sudah pih, berarti 3 hari lagi kita siapin pernikahan buat Anna sama nak Agung" ucap Mami Boa


"Hah Nikah" ucap Yuna secara sepontan mendengar ucapan sang Mami


"Iya kan kamu sudah setuju dengan permintaan mami, sebelum oprasi mami mau liat kamu nikah sama nak Agung, dan kamu juga uda seteju kan"


"Kenapa gak setelah mami sembuha ja mih" coba tawar Yuna


"Iya kalau mami masih di kasih kesampatan hidup sama Allah, kalu gak gimana?" ucap mami


"Sayang kamu gak boleh ngomong gitu, kamu pasti sembuh ko" sahut Papi kadir yang merasa tidak suka dengan ucapan sang istri


"Kan seandainya Mas" ucap mami


"Ya sudah iya Anna akan tururi semua kemauan mami" saut Yuna


Akhirnya kini semua anggota keluarga setuju untuk menentukan pernikahan Yuna dan agung akan di laksanakan sehari sebelum orangtua Yuna pergi ke londen. Ayah Kangta sudah menghubungi anak angkatnya yaitu hotman untuk besok datang membawa penghulu dari indonesia dan membawa setelan kebaya dan jas yang sudah mami boa rancang untuk mereka, mami boa semenjak mengetahui tentang penyakitnya itu, dia langsu g merancang sepasang kebaya dan jas untuk pernikahan anaknya.


"Hallo, Assalamualaikum" ucap Ayah Kangta


"Walaikum salam, Kenapa Yah?" jawab Hotman


"Ayah mau minta tolong, kamu siapin berkas berkas milik agung untuk acara pernikahannya"pintah Ayah Kangta


"Hah..., Agung mau nikah yah? Gak salah denger aku yah?nikah sama siapa yah?" ucap Hotman dengan kaget.


"Iya Agung mau nikah lusa disini, dan kamu besok kesini sekalian bawa penghulu" jelas Ayah Kangta


"Sip yah, jadi penasaran calon kakak ipar gimana yang sudah bikin seorang Agung mau di jodohin?" ucsp Hotman


"Dan satu lagi kamu hari ini harus ambil baju pengantinnya mereka di butiknya tante Boa, tiketnya uda ayah booking" pintah Ayah Kangta


"Ok yah"sahut Hotman


"Ya sudah Ayah tutup dulu telphonnya, kabari ayah klw sudah brangkat" ucap Ayah Kangta


"Siap boss" saut Hotman


"Assalamualaikum"


"Waalaikum salam"


Jakarta


Sore hari nyapun Hotman setelah selesai kerja, dari kantor langsung menuju butik Mami Boa, ketika dia pertengahan jalan dia hampir menabrak seorang wanita yang motornya tiba-tiba mogok di tengah jalan.


Shitttt (suara rem mobil )


"Nih orang cari mati yah, tiba-tiba berhenti di tengah jalan" gumam Hotman sambil keluar dri mobil menghampiri pengendara motor yg di dwpannya


"Mba lo cari mati yah, tiba tiba berhenti di tengah jalan, untung gak saya tabrak" omel Hotman tepat di belakang wanita itu yang sedang menepikan motornya


"Emang gua uda kelitan bapak-bapak apa, pake panggil pak,tapi cantik juga nih cewe"batin hotman


"Makanya lain kali sebelum jalan tuh di cek dulu motornya" balas Hotman dengan memposisikan dirinya dengan cool.


"Iya pak sekali lagi saya minta maaf"


Akhirnya hotman kembali ke dalam mobil untuk melanjutakan perjalanannya menuju


butik.


BOA Butik


"Selamat datang di Boa Butik, ada yang bisa saya bantu pak" sapa pelayan


"Saya mau ambil pesanan yang di titipkan Tante Boa sepasang baju pengantin"


"Ya ampun ada pangeran datang, aduh ganteng bgt sih bang" batin sang pelayan dalam hati


"Hallo mba, denger gak saya tadi ngomong"ucap Hotman


"Eh iya pak, ada yang bisa saya bantu pak?"Tanya Pelayan


"Saya mau ngambil pesanan yg di titipkan tante Boa setelan jas dan gaun pengantin"


"Oh ya pak, tunggu sebentar saya ambilkan


dulu"


Pelayan butik pun langsung bergegas mengambil pesann yang sudah di siapkan dan menyerahkannya ke hotman.


"Ini pak pesanannya" ucap pelayan


"Terimakasih" Hotmam pun bergegas untuk pulang kembali ke apartemennya, mang dia selama ini kuliah di jakarta dan membantu adik dari ayah kangta yang tengah memimpin salah satu cabang di jakarta sedangkan ayah kangta yang memegang kantor cabang yang ada di bandung, dan kini dia sama seperti Agaung tengah menunggu kelulusannya.


Selepas kepergian hotman, kini Yura baru memasuki halam butik.


"Sore mba Yuri" sapa pelayan


"Sore, oh ya tadi ada orang ngambil pesanan yang di titipkan mami Boa?" Tanya Yuri,


Yuri Ammarilisa yang sering di panggil Yuri dia anak yatim piatu yang di tinggal orangtuanya ketika dia duduk di bangku sekolah menengah pertaa dan semenjak itu dia memang sangaat akrab dengan keluarga Yuna dia sudah dianggap oleh mami Boa seperti anaknya sendiri maka dari itu Mami meminta dia untuk memanggilnya sama seperti Yuna.


"Iya mba, tadi sudah di ambil, yang ngambil orangmya ganyeng banget loh mba seperti oppa oppa korea" ucap Pelayan butik


"Hiss,.... kamu tuh ya" sahut Yuri


"Beneran mba pasti mba kalau ketemu di jamin langsumg jatuh cinta deh, mirip sama Kyuhyun super junior loh mba" jelas Pelayan


"Ngaco kamu, ya sudah saya ke dalam dulu ya" ucap Yuri

__ADS_1


“Iya mba” jawab pelayan


Semenjak mami Boa sakit kini butik di pegang sementara oleh Yuri, karena Yuri sudah jadi tangan kanan mami Boa Di butik, dari lulus SMA dia langsung kerja di butik untuk menghidupi kebutuhan dia padahal mami Boa dan papi Kadir sudah menawarkan untuk melanjutkan kuliah tapi Yuri menolak karena selama ini sudah banyak bantuan yang dia terima dari keluarga Yuna.


Kini Yuna terpaksa harus pulang atas permintaan mami dan papinya bersama kang kakak untuk istirahat.


Sesampainya di rumah Yuna langsung menuju kamarnya untuk membersihkan diri dan setelah selesai membersihkan diri Yuna menghampiri sang kakak ke kamarnya.


Tok tok


"Siapa?" Tanya Yuno dari dalam kamar


"Aku ka, boleh masuk gak?"jawab Yuna


"Masuk aja de, gak di kunci ko" sahut Yuno


Setelah dapat ijin dari sang kakak yuna pun langsung masuk ke kamar sang kakak.


Ceklek,


Dilihat sang kakak tengah duduk di sofa sambil memangku laptopnya.


Yuno melirik adeknya yang duduk di sebelahnya langsung berhenti menatap layar laptop beralih menatap sang adek.


"Kenapa de?" Tanya Yuno penasaran pasti adeknya ada manya ini.


"Ka, aku boleh minta tolong kakak gak?" Tanya Yuna dengan berglanyut manja di lengan kakaknya.


"Minta tolong apaan, tumben pake nanya dulu"Tanya balik Yuno


"Kakak mah gitu" jawab Yuna kesal


"Ya sudah cepetan kamu mau minta tolong apa?" Tanya Yuno


"Aku mau minta tolong, kakak suruh Yura kesini pas acara nikahan aku ya" mohon Yuna


"Kalau gitu tadi om Kangta gak usah nyuruh si Hotman suruh ngambil baju pengantin kalian di butik, kamu mah kalau apa-apa selalu dadakan" sahut Yuno


"Ya sorry aku kan juga baru kepikiran tadi ka, yaya please " mohon Yuna dengan pasang muka memelas kepada sang kakak.


"Ya sudah nanti kakak suruh Mex yang ngurus" jawab Yuno


"Thank you kakak ku paling ganteng" ucap Yuna


"Klw ada maunya aja di baik-baikin"seru Yuno


"Ya sudah Ana ke kamar dulu mau istirahat, good night ka"


"Cup" sambil beranjak dri sofa yuna mencium pipi kakanya sekilas, dia tahu kakaknya paling tidak suka di cium.


"Ana" teriak Yuno dengan kesel dengan kelakuan adeknya.


"Upss.., sorry ka, good night kakak ku sayang bye" pamit Yuna


"Good night" jawab Yuno


Kesokan harinya


Di Bandara


Semua berbondong memasukin pesawat dengan tujuan singapure


Seketika ada sorang wanita tengan menyimpan tas bawaannya yang mau dia masukan ke kabin, tiba tiba ada yang menyenggol dia hingga membuat wanita itu kehilangan keseimbangannya langsung jatuh di pangkuan salah satu orang penumpang disitu.


"Aaahhh..."


Ketika sang wanita telah jatuh ke pangkuan pria tersebut mata mereka saling pandang dan pak penghulu yang melihat mereka saling tatap dengan cepet menyadarkan mereka.


"Ekhm ekhm" suara dekhaman pak penghulu di sebelah Hotman


"Eh maaf maaf pak, saya tidak sengaja tadi soalnya ada yang menyenggol badan saya” Jelas Yuri sambil peranjak dari pangkuan sang pria


"Oh... iya gak papa, (pak pak, emang dia kira gua uda kelihatan kya bapak-bapak apa, tunggu kanya gua pernah liat tuh cewek dimana ya?, dag dig dug, kenapa dengan jantung gua ya)” Jawab Hotman sambil bertanya tanya dalam hati kecilnya.


Dan ternyata Yuri mendapan tempat duduk di sebrang tempat duduk Hotman, dan Hotman sekali kali melirik ke arah Yuri dia masih merasa penasaran dia merasa pernah ketemu sama cewek cantik di sebrang tempat duduknya.


"Duh gua pernah ketemu dimana yah sama tuh cewek" gumam Hotaman


"Kenapa tuan?" Tanya si penghulu


"Oh tidak papa pak" jawab Hotman


Selama perjalannan menuju singapure Yuri tertidur pulas, karena merasa badannya sangat capek.


"(Ko kelihatannya nih cewek capek banget, tidurnya aja nyampe pulas begitu, tapi cantik jiga sih kalau lagi tidur)" grutu Hotman dalam hati


"(Kenapa gua jadi mikirin tuh cewek, ah gua ingat dia cewek yang kemarin hampir gua tabrak ko bisa kebetulan gini ya)" grutu Hotman dalam hati mengingat pertemuan pertama kali sama cewek yang sedang dia perhatikan.


Pesawat pun telah mendarat sempurna di changi airport, orang2 berbondong-bondong pada keluar dari pesawat, Yuri masih tetap tidak terusik tidurnya, Hotman yang tidak tega meninggalkan cewek itu di pesawat akhirnya dia membangunkan Yuri


"Mbak, mbak" panggil Hotman sambil mentepok-tepok lengan tangannya


"Mbak, mbak bangun mbak uda sampai" ucap Hotman


"Euhhh" suara menggliat Yuri pas bangun


"Dug dug dug (Aduh, mendengar suara dia bangun tidur kenapa jantung gua yang gak karuan yah)" tanya Hotman dalam hati


"Mbak bangun mbak, sudah sampai"ucap Hotman


"Hah..., sudah sampai" ucap Yuri dengan kaget langsung berdiri


"Eh makasih ya tuan, sudah mebangunkan saya, kalau tidak pasti saya masih terus di dalam pesawat" ucap Yuri


"Hemm" sahut Hotman dengan muka datar

__ADS_1


"(Dingin begitu tuh muka, tapi orangnya baik dan cakep juga sih, duh kenapa gua jadi mikirin tuh cowok)" tanya Yuri dalam hati.


__ADS_2